Marya, Wanita Luar Biasa

Judul: Marya, Wanita Luar Biasa
Penulis: Hendrasmara
Penerbit: Navila

“Aku tak akan runtuh oleh situasi maupun oleh orang atau orang-orang”. (Marie Curie)

Marya Sklodovoska lahir tanggal 7 November 1867. Ia adalah anak bungsu dari 5 bersaudara. Marya (Marie) sekeluarga tinggal di Polandia, yang masa itu dijajah oleh bangsa Rusia. Sebagai negara jajahan, warga Polandia diharuskan mempelajari bahasa Rusia. Tidak ketinggalan di sekolah tempat Marie belajar. Namun guru kelas Marie seringkali mencuri-curi waktu menggunakan bahasa Polandia ketika mengajar. Tentu saja bila ketauan bisa celaka.

Ayah Marie, dipecat dari pekerjaannya disebabkan loyalitasnya terhadap tanah air. Marie dan saudara-saudaranya hidup dalam keprihatinan. Beruntung Marie berada dalam lingkungan yang saling mengasihi satu sama lain. Ketika Marie berusia 11 tahun, ibu yang dicintai kembali kepada Sang Pencipta, karena sakit TBC yang dideritanya. Sebelumnya, kakak Marie juga meninggal karena sakit. Demi pengorbanan sang ibu dan kakak terkasih, serta ayah yang telah bekerja keras untuk keluarga serta kesetiaan terhadap tanah air, Marie dan saudara-saudaranya bertekad untuk belajar tekun dan bekerja keras agar dapat menyelesaikan studi dengan gemilang.

Semua rintangan yang ada tidak menyurutkan langkah Marie untuk mewujudkan cita-cita.

Karya Marie yang mengesankan adalah penemuan dan pemisahan elemen kimia radium. Sebelumnya, ia sudah menemukan elemen radioaktif lain yang dijulukinya “polonium,” diambil dari nama negeri asalnya, Polandia.

Bersama suaminya, Piere Curie, Marie menerima nobel untuk bidang fisika. Dan nobel kedua kalinya diterima Marie untuk bidang kimia.

Marie Curie meninggal dunia tahun 1934. Diduga akibat berulang kali berhadapan dengan benda-benda yang mengandung radioaktif.

Kedisiplinan, kegigihan, ketekunan, dan perjuangan hidupnya sungguh patut disimak. Pengorbanan yang tiada tara dan penyerahan diri secara total untuk mengabdikan diri demi ilmu pengetahuan, kemanusiaan, serta bangsa dan tanah air yang dicintai sungguh mengharu biru perasaan.

1 Comment

Trackbacks

  1. Belajar Tiada Henti » Blog Archive » Republik Pertama di Dunia -

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*