Sampar

IMG_0010
Judul: Sampar
Penulis: Albert Camus
Alih Bahasa: NH.Dini
Penerbit: Pustaka Obor
Tebal: 386

“Harapan yang menghalangi manusia pasrah kepada kematian dan yang hanya berupa kegigihan buat hidup.” (halaman 323)

Kisah bermula ketika kota dipenuhi oleh timbunan tikus-tikus mati. Ribuan tikus keluar dari tempat gelap, berjalan terhuyung-huyung dan sempoyongan di tempat terang sebelum akhirnya mati. Tikus-tikus itu telah membawa bakteri mematikan yang bisa menularkan manusia.

Kota dipenuhi oleh orang sekarat. Setiap hari puluhan orang mati karena penyakit sampar. Penduduk yang panik dan ketakutan berusaha keluar dari kota. Namun epidemi sampar telah menyebabkan kota dikucilkan. Mereka yang telah berada di dalam tidak bisa keluar dan sebaliknya.

Camus barangkali ingin menggambarkan berbagai karakter manusia melalui kisah kota yang dikucilkan. Dokter Rieux si tokoh utama misalnya, memilih untuk bertugas setiap hari, melakukan tugasnya dengan baik. Ada Grand, pegawai balai kota yang secara teratur bekerja di bagian statistik Pencatatan Sipil, yang artinya juga dia harus menghitung angka-angka kematian. Grand adalah pribadi yang langka. Ia jujur, sederhana dan memiliki sifat-sifat kebaikan yang tidak banyak dimiliki orang pada masa itu. Ada Rambert, si jurnalis yang bersedia melakukan apapun agar keluar dari kota. Namun di tengah-tengah bencana juga ada orang-orang yang berusaha mengambil keuntungan untuk memperkaya diri sendiri.

Kisah Sampar mengingatkan saya pada sebuah pertanyaan dalam sebuah cerita karya Jostein Gaarder di sini.
“Apa yang akan kamu pilih seandainya kamu punya kesempatan untuk memilih? Akankah kamu memilih hidup yang singkat di bumi kemudian dicerabut lagi? Atau, apakah kamu akan berkata tidak, terima kasih? Kamu hanya punya dua pilihan ini. Itulah aturannya. Dengan memilih hidup, kamu juga memilih mati.” (hal 212)

Dan, ketika kamu memilih hidup, bagaimanakah kamu ingin menjalani kehidupan itu? Sementara kamu tahu bahwa suatu saat kamu akan mati. Apakah kamu membiarkan kekhawatiran dan kecemasan meringkupimu sampai kematian itu datang? Atau kamu memilih untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dengan sebaik-baiknya? Atau ? …

Kisah Sampar adalah kisah tentang kita manusia. Ingin menjadi apakah diri kita?

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*