Startup Lessons


Judul: Startup Lessons
Penulis: Hendry E. Ramdhan
Penerbit: Penebar Plus
Tahun terbit: cetakan 1, 2016
Tebal: 139

Ini adalah buku kedua dari seri bisnis startup yang ditulis oleh Hendry E. Ramdhan. Resensi buku pertamanya bisa Anda baca di sini. Jika buku pertama menceritakan persiapan apa saja yang diperlukan oleh para pendiri startup, maka buku ini mempertanyakan bagaimana menumbuhkan bisnis yang telah kita jalankan. Seorang pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya dihadapkan pada dua pilihan, yaitu tumbuh atau mati. Tumbuh adalah harga mati bagi startup. Tumbuh adalah cara startup untuk bertahan hidup. Nah, tumbuh seperti apa yang ideal bagi startup? Bagaimana menumbuhkan startup? Dan bagaimana seorang pelaku bisnis mengetahui bahwa startup nya telah tumbuh cukup pesat? Buku ini akan memaparkan pertanyaan-pertanyaan tadi. Penasaran? Yuk, ikuti sedikit ulasannya di bawah ini.

Startup identik dengan style anak-anak muda. Mengapa? Karena secara umum, pendiri startup adalah anak-anak muda, yang digambarkan serius tapi santai, tidak formal dan penuh inovasi. Tidak jarang inovasi yang diluncurkan oleh para startup ini adalah inovasi yang mampu ‘mengacaukan’ industri yang sudah terbentuk, atau istilahnya disruptive innovation. Startup ingin bergerak lincah, gesit, dan cepat untuk melayani pelanggan mereka melalui inovasi-inovasi bisnis yang mereka buat. Mulai lah membuat startup dengan tujuan mulia, yaitu masalah apa yang ingin Anda pecahkan melalui kehadiran startup Anda. Dengan demikian, produk Anda tidak hanya berguna untuk diri Anda sendiri namun juga memberi manfaat bagi orang lain yang menggunakannya. Ingat lah sebuah produk yang baik adalah yang memenuhi 3 persyaratan, yaitu layak, dibutuhkan dan berkelanjutan.

Untuk tumbuh, sebuah bisnis memerlukan dana. Ada beberapa pilihan bagi startup untuk mendanai bisnis mereka, antara lain bootstrapping (mendanai dirinya sendiri atau dari dana internal perusahaan) dan mendapatkan dana eksternal melalui bantuan VC (venture capital). Ada kalanya beberapa startup memilih untuk mendanai dirinya sendiri dan tidak mencari investor dari luar dengan beberapa alasan. Salah satunya, dengan keterbatasan dana yang dimiliki maka mereka akan dipaksa untuk fokus pada produk yang benar-benar memenuhi ekspektasi pelanggan. Karena dari pelanggan lah Anda baru memperoleh uang. Dan pelanggan lah yang membuat startup Anda bisa bertahan dan berkembang. Dengan bisnis yang baik, nantinya investor akan datang sendiri.

Perusahaan harus tumbuh, karena jika stagnan atau cenderung menurun maka ia akan mati karena kalah bersaing. Tumbuh dapat dilihat dari 3 hal, yaitu tumbuh dalam jumlah pengguna, tumbuh dalam jumlah pendapatan, dan tumbuh dalam jumlah profit.

Ingin tahu lebih lanjut? Nah, silakan baca bukunya sendiri ya :). Mengutip sinopsis sampul belakang buku, “Inilah buku yang mengulas detail model bisnis, budaya dan organisasi, modal, pertumbuhan, angka dan keuangan, serta berbagai kontes dan konferensi startup, baik regional maupun internasional.”

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.