One Day


Judul Asli: One Day
Penulis: David Nicholls
Penerjemah: Bob Sabran dan Melody Violine
Cetakan: 2010
Penerbit: Esensi (Divisi dari Erlangga)
Tebal: 421

“Kalau aku bisa memberimu satu hadiah saja untuk sepanjang sisa hidupmu, hadiah itu adalah ini. Kepercayaan diri.”

Emma Morley dan Dexter Mayhew kuliah di tempat yang sama, tapi mereka baru saling bertegur sapa di malam kelulusan. Saat itu pula Dexter menginap di tempat kos Emma. Mereka menghabiskan malam dengan saling mengobrol. Dexter, pria tampan yang memesona dan seorang playboy dari keluarga yang cukup terpandang. Emma, wanita cerdas dan cantik yang tidak menyadari dirinya menarik, anti kemapanan serta kaku. Dua tipe yang bertolak belakang tapi berhasil menjalin sebuah persahabatan. Malam itu Emma mengajak Dexter bercakap tentang rencana mereka setelah lulus kuliah. Dexter bercita-cita keliling dunia untuk memenuhi hasrat berpetualangnya. Emma dengan cita-citanya yang sederhana, mengubah sesuatu, hal-hal kecil di sekitar hidupnya.

Semalam bersama Emma, yang awalnya sempat membuat Dexter ingin segera meninggalkannya, berubah menjadi hal menyenangkan ketika esok paginya mereka meluangkan waktu bersama. Mereka mendaki tebing Salisbury, tertawa dan mengobrol. Inilah awal persahabatan mereka dimulai.

Emma dan Dexter saling menyayangi dan membutuhkan satu sama lain. Namun mereka tak ingin mempertaruhkan jalinan persahabatan yang ada. Ikatan pertemanan mereka tak selamanya indah. Ada tahun-tahun ketika mereka tidak berhubungan satu sama lain. Tidak sepenuhnya menghilang, karena baik Dexter dan Emma menyimpan kerinduan yang sama. Mereka bertemu kembali di sebuah pesta pernikahan kawan lama. Berjanji untuk kembali berteman.

“Mereka sangat jarang membicarakan perasaan satu sama lain: kata-kata indah dan perhatian hangat mungkin tidak diperlukan antarsahabat yang hubungannya telah teruji dengan baik.” (hal 339)

Kisah diceritakan secara berurut, sampai terakhir kematian Emma. Kemudian alur cerita maju mundur. Novel ringan dengan pemikiran yang cukup mendalam dan mencerahkan. Konflik batin serta perenungan-perenungan yang dialami oleh setiap tokohnya sangat hidup.

Yang menarik dari novel One Day adalah adanya proses pendewasaan diri dari masa dewasa ke saat paruh baya melalui renungan dari tokoh Emma dan Dexter.

Namun ada beberapa kesalahan eja di dalam novel ini, seperti penulisan nama Dexter. Di awal di tulis Dexter Mayhem, kadang kala tertera Mayhew. Dan teksnya sangat imut serta rapat membuat saya tidak bisa melepas kacamata.. hehe. Namun cerita yang menarik membuat saya bertahan menyelesaikannya dalam dua hari :).

1 Comment

  1. achitsu

    brusan lihat filmny
    ga bisa berhnti nangis

    jd pgn baca novelnya

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*