Category Archives: Biografi

All Things Bright and Beautiful

all_things_bright_beautiful
Judul: All Things Bright and Beautiful
Penulis: James Herriot
Alih bahasa: Lanny Murtihardjana
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2014
Tebal: 640 hlm

“Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya. Belum pernah kata-kata itu terasa begitu berarti. Tiba-tiba saja aku melihat diriku sebagai bagian sangat kecil dalam rencana-Nya yang Agung.” (halaman 287)

Tulisan-tulisan Herriot selalu memikat hati. Sarat dengan kehalusan budi, kebajikan berlimpah, dedikasi terhadap profesi yang dijalaninya dengan penuh tanggungjawab dan perikemanusiaan.

Buku All Things Bright and Beautiful adalah buku lanjutan dari kisah hidup James Herriot, seorang dokter hewan dalam buku All Creatures Great and Small. Herriot, yang baru menikah mulai memantapkan karirnya sebagai dokter hewan di daerah pertanian Yorkshire. Sebagai dokter hewan, maka Herriot harus selalu siap setiap waktu, bahkan di saat cuaca tidak ramah sekalipun. Penduduk Yorkshire yang semula meragukan kemampuannya sebagai dokter hewan muda perlahan mulai memercayainya.

James Herriot menuliskan kisahnya dengan penuh kehangatan, humor, dan kecintaan terhadap pasien-pasiennya serta para pemilik mereka.

Kalau ditanya cerita apa yang paling bagus? Maka saya tak akan ragu menjawabnya, semua. Hehe. Tetapi saya ingin mengulas beberapa diantaranya, secara acak saja ya 🙂

Kisah Herbert si anak domba memberikan pengetahun baru untuk saya bahwa induk domba yang hamil dalam kondisi stres dan kehilangan anaknya akan mudah sekali menyerah untuk bertahan hidup. Setelah berhasil mengeluarkan anak domba yang sudah mati dari dalam perut induknya, Herriot membutuhkan anak domba cadangan. Saat itu Herriot teringat Herbert, anak domba berumur 2 minggu yang ditolak oleh induknya. Anak domba pemberani itu menyelinap di domba betina lain yang sedang menyusui anak-anaknya untuk ikut menyusu. Seringkali domba-domba betina menolaknya. Namun adakalanya Herbert berhasil menyusu. Untuk menyelamatkan nyawa domba betina yang nyaris mati itu, Herriot menjadikan Herbert sebagai anak domba cadangan. Herbert dibungkus dengan kulit anak domba yang sudah mati. Solusi ini ternyata membuahkan hasil. Keduanya memang saling membutuhkan.

Di bab lain ada cerita tentang Mr. Crump, seorang petani yang awalnya dinilai Herriot sebagai pribadi yang kikuk, membosankan dan tak berperasaan. Namun semuanya berubah ketika Herriot menerima tawaran Mr. Crump untuk mencoba anggur-anggur buatannya. Keluarga Mr. Crump sendiri sering dibuat kesal oleh tingkah Mr. Crump yang selalu menawarkan tamu-tamu mereka untuk mencicipi anggur bikinan Mr. Crump. Bahkan di dalam keluarganya pun Mr. Crump dianggap aneh. Kesediaan Herriot disambut sukacita oleh Mr. Crump. Setiap kali anggur aneka rasa itu disediakan oleh Mr. Crump, Herriot menanggapi dengan komentar tulus yang membuat wajah Mr. Crump berbinar memancarkan persahabatan. Herriot melihat Mr. Crump berubah menjadi orang yang ramah dan penuh pengertian. Walaupun dampaknya tidak begitu baik karena Herriot masih harus melakukan satu tugas lagi yaitu membantu kelahiran sapi di keluarga petani lain dalam pengaruh alkohol.

Hamparan rumput luas di daerah perbukitan hijau Yorkshire adalah godaan yang tak tertahankan bagi Herriot. Berbaring sendirian hanya ditemani bisikan angin yang berembus dan mendengar kicau burung adalah cara untuk menghindar dari hiruk-pikuk kehidupan.

Pengobatan tak sengaja pada domba betina yang sedang sekarat kelak membantu Herriot untuk menangani kasus serupa yang terjadi pada hewan kecil, Penny, anjing milik keluarga Flaxton. Domba betina yang megap-megap dan dibiarkan menunggu kematian oleh pemiliknya sendiri itu mampu bertahan hidup setelah Herriot, tanpa sepengetahuan si pemilik memberikan obat bius untuk mengurangi sakit sehingga si domba akan mati dengan tenang. Namun pada kunjungan berikutnya ternyata domba betina itu sehat. Dan si pemilik menceritakan bahwa selama 2 hari sang domba tertidur lelap dan hari berikutnya domba sudah berdiri dan mampu makan dengan lahap. Herriot melakukan pengobatan anestesi pada kasus Penny yang mengalami kasus peradangan akut pencernaan anjing. Pembiusan dilakukan salah satunya sebagai tambahan bagi penanganan normal. Cara ini mampu menghentikan lingkaran meletihkan dan mematikan serta menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang menyertainya. Namun demikian bukan berarti Herriot menganjurkan penggunaan anestesi bagi semua penyakit hewan.

Ada banyak kisah bagus, dan mengharu biru. Membaca karya Herriot tak cukup hanya dengan membaca review-nya, Anda harus membaca bukunya untuk meresapi setiap kebaikan yang memancar dari sosok sederhana dokter hewan ini.

“Adegan yang belangsung di hadapanku amat berbeda dengan pekerjaan rutinku yang sarat tendangan, serudukan, kotoran, dan peluh. Tapi aku sama sekali tidak meyesal. Kehidupan yang terpaksa kujalani karena keadaan, ternyata justru sangat memuaskan dan luar biasa. Aku begitu yakin lebih suka menjalani hari-hariku dengan berkendara melintasi jalan-jalan pedesaan tanpa pagar daripada membungkuk di atas meja operasi itu. Lagipula, aku tak kan bisa menjadi seorang Bennet. Rasanya aku takkan sanggup menyamai tekniknya, dan seluruh penataan ini sangat terkesan seperti bisnis, tinjauan ke masa depan, dan ambisi tinggi yang tidak kumiliki.” (halaman 237).

Di atas adalah nukilan dari kisah ketika Herriot membawa seekor anjing untuk dibedah oleh seorang pakar hewan. Dan ketika ia memperhatikan Mr. Bennet mengoperasi anjing kecil bernama Dinah, ingatan Herriot kembali kepada cita-cita awalnya sebagai dokter hewan.

Tulisan-tulisan Herriot selalu membuat saya merenung dan mensyukuri segala anugerah yang telah Tuhan berikan kepada saya. Kebaikan hatinya menular dan memberikan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Saya sangat bersyukur mengenal karya Beliau. Jaman boleh saja berubah tapi semustinya kehalusan budi senantiasa hidup dalam diri manusia.

The Boy Who Loved Math

content
Judul: The Boy Who Loved Math
Penulis: Deborah Heiligman
Penerbit: Roaring Book Press, New York
Tebal: 37

Paul Erdős adalah seorang anak laki-laki yang tinggal bersama ibunya di Budapest, Hungaria. Sang mama sangat menyayangi Paul. Ketika Paul berumur 3 tahun ibunya harus kembali bekerja sebagai Guru matematika. Maka, Paul kemudian dititipkan kepada Fräulein (pengasuh).

Fräulein mempunyai banyak peraturan, sebaliknya Paul benci pada peraturan. Satu-satunya hiburan yang paling menyenangkan Paul adalah menanti musim semi datang. Pada saat itu ibu Paul akan datang dan menghabiskan waktunya di rumah bersama Paul. Maka, Paul sibuk menghitung hari kapan saat itu tiba. Dan itu lah asal mula Paul menyukai angka.

Pada umur 4 tahun, Paul mengajukan pertanyaan tahun lahir dan jam kepada tamu yang berkunjung ke rumahnya. Dan dengan perhitungan di luar kepala, Paul menyebutkan jumlah detik yang telah dilalui sang tamu. (Bayangkan, anak umur 4 tahun loh itu 🙂 ). Paul menyukai trik itu dan ia sering melakukannya.

Paul senang bermain dengan angka-angka. Dia menambah dan mengurang angka-angka tersebut. Suatu hari ia mengurangkan angka besar dengan angka kecil. Hasil yang diperoleh adalah lebih kecil dari 0. Ibu Paul menerangkan bahwa angka tersebut disebut dengan bilangan negatif. Paul merasakan keajaiban. Sejak saat itu ia bercita-cita untuk menjadi seorang matematikawan.

Paul kemudian menjadi seorang matematikawan yang berkelana dari satu universitas ke universitas untuk membagikan ilmunya. Ia berdiskusi dengan matematikawan lainnya dan terus menghasilkan karya. Kontribusinya di dunia matematika membuka jalan bagi generasi setelahnya untuk memahami bagaimana komputer dan mesin pencari bekerja. Dan yang tak kalah penting adalah pemrograman.

Dikutip dari Wikipedia di sini
“Sepertinya Paul Erdos tidak mencintai uang dan wanita seperti pria lainnya. Paul Erdos hanya mencintai angka dan matematika. Erdos pernah memenangi hadiah $50000 dari Wolf Prize, sebuah ajang paling bergengsi di bidang matematika. Namun, dari $50000 itu, Erdos hanya menyimpan $720 untuk dirinya, sisanya didonasikan ke sebuah yayasan di Israel. Uang $720 bersama satu koper berisi baju-bajunya menjadi bekal dirinya untuk berkelana menuju universitas-universitas di dunia ini. Paul Erdos menetap di tempat matematikawan di dunia ini, kemudian berdiskusi, kemudian menghasilkan karya. Setidaknya itu menjadi bukti bahwa Paul Erdos tidak mencari kesuksesan berupa uang, tapi Paul Erdos mencari sebuah kesempurnaan dalam hidupnya. Kesempurnaan itu yang mengantarkan dirinya menuju kesuksesan melalui karya-karyanya.”

**
Di satu cerita dikisahkan Paul sangat tertarik dengan bilangan prima. Ketertarikan Paul terhadap bilangan prima membangkitkan rasa ingin tahu saya. Iseng saya membayangkan flow chart untuk mencari rumus bilangan prima. Haha. Sungguh saya baru sadar ternyata kok nggak ketemu ya? Dan kalau sudah buntu sementara rasa penasaran nggak mau hilang bertanyalah saya kepada si mas.

Ini lah jawabannya:
Bilangan prima tidak bisa dikalkukasi, oleh sebab itu bilangan prima digunakan untuk enkripsi.

Wow, menarik ya? Pantas saja Paul Erdos menyukai bilangan prima, ternyata bilangan ini memang sangat unik 🙂

Richard Feynman, Tokoh Pengubah Dunia

re-catalog_2013-2737
Judul: Richard Feynman
Penulis: Sweetspot
Kartunis: Haebong Lim
Alih bahasa: Endah Nawang N
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tebal:169
Jenis buku: Novel Grafis (Why? People)

“Para profesor universitas terkenal dunia, mereka akan berkata kepada murid-muridnya “jadilah orang yang bisa mengubah dunia’. Ajaran tersebut bukan hanya sesuatu yang mengubah dunia bersinar dan sehat tetapi juga menjadi sesuatu yang bermanfaat dan luar biasa.”

Sinopsis
Sumbangan terbesar Feynman di dunia fisika adalah di bidang Elektrodinamik Kuantum, teori yang menjelaskan interaksi cahaya dan materi (light-matter interaction). Teori Elektrodinamik Kuantum dirintis oleh pakar kuantum Paul Dirac, Werner Heisenberg, Pauli dan Enrico Fermi pada tahun 1920-an. Feynman brhasil menyelesaikan teori ini.

Kontribusi lain Feynman adalah “Diagram Feynman”, yang menyingkatkan kalkulasi berlembar-lembar menjadi sepoton diagram sederhana yang mudah diinterpretasikan secara fisik. Diagram Feynman ini akhirnya dipakai secara luas dalam mempelajari interaksi antarpartikel.

Ulasan
Feynman lahir di Far Rockaway New York, 11 Mei tahun 1918. Ayah Feynman adalah seorang penjual pakaian seragam militer. Kegemaran Feynman pada sains ditularkan dari pola pendidikan sang Ayah yang mengajari Feynman dengan cara mengobservasi benda dengan diskusi dan menjelaskan contohnya.
Prinsip belajar yang mendidik dari sang Ayah memberi pengaruh yang besar di dalam kehidupan Feynman kelak.

Sebagai seorang pendidik, Feynman menggunakan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari sebagai ganti istilah-istilah sulit yang ada dalam pelajaran fisika untuk memudahkan memberikan pengertian konsep fisika kepada mahasiswanya. Feynman berkeinginan menunjukkan kepada orang-orang bahwa belajar fisika menyenangkan.

“Pengajaran yang hanya mementingkan hafalan tanpa pengalaman merupakan pengajaran diam (silent education). Dengan pengajaran yang seperti ini tentu tidak akan menghasilkan ilmuwan-ilmuwan handal.” (halaman 135)

Kontribusi Feynman dalam bidang sains salah satunya adalah Diagram Feynman. Diagram Feynman adalah hasil ide yang dipikirkan saat Feynman belajar elektrodinamika kuantum. Peninggalan bersejarah ini memberikan bantuan yang besar kepada mahasiswa yang belajar fisika di masa mendatang.

Richard Feynman menerima Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1965. Feynman tetap mengajar dan melakukan penelitian karena ia senang sekali menemukan hal-hal baru. Pada tahun 1986 ia diminta untuk menyelidiki kecelakaan pesawat ulang-alik challenger. Berkat Feynman maka penyebab kecelakaan ditemukan. Pada tahun 1988 Feynman meninggal karena sakit yang dideritanya. Kepergian Feynman meninggalkan duka yang dalam. Pribadinya yang bebas, ramah dan menyenangkan melekat di dalam benak orang-orang yang ditinggalkannya. Di dalam sains yang kaku Feynman menemukan kebahagiaan dan menikmatinya dengan penuh rasa humor.

Buku Feyman yang saya baca sebelumnya kalau tidak salah dari Penerbit Mizan. Mengenai isinya hampir serupa, tetapi tentu saja yang ini versi komik. Dibuat dengan alur campuran (cerita memiliki campuran alur maju dan mundur) namun tetap bisa dinikmati. Kisah di buku ini cukup menggambarkan secara ringkas profile dan karya ilmuwan Richard Feynman. Namun jika Anda ingin mengenal tokoh Richard Feynman lebih luas buku What Do You Care What Other People Think dan Surely You’re Joking, Mr. Feynman! bisa menjadi referensi yang menarik juga loh 🙂

Imam Syafi’i Pejuang Kebenaran

download
Judul: Imam Syafi’i Pejuang Kebenaran
Penulis: Abdul Latip Talib
Penyelaras Bahasa: Wahyu Elvina, S.S.
Penerbit: Emir Cakrawala Islam, imprint dari Penerbit Erlangga
Tebal:277

“Tuntutlah ilmu sebanyak mungkin karena ia akan menjagamu dan membuatmu bercahaya di dunia dan di akhirat.”

Nama lengkapnya Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs al-Syafiʿī atau Muhammad bin Idris asy-Syafi`i atau yang lebih dikenal dengan Imam Syafi’i, ulama besar pendiri mazhab Syafi’i. Buku ini menceritakan kisah hidup dan perjuangan Beliau dalam menegakkan kebenaran.

Imam Syafi’i memiliki garis kerabat dari Rasulullah Saw dari keturunan al-muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.

Imam Syafi’i adalah satu dari empat imam besar yang riwayat hidupnya wajib dikenal oleh orang Islam. Selain Syafi’i adalah Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal (Mazhab Hambali), Imam Abu Hanifah (Mazhab Hanifah) dan Imam Malik (Mazhab Maliki). Ke-empat ulama ini terkenal karena mereka adalah ulama yang bebas, tidak terikat, dan tidak pula berutang budi kepada siapa pun terutama kepada pemerintah. Keempat mazhab ini tidak pernah berselisih dalam perkara pokok (ushul) agama karena mereka tetap berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW. Keempat ulama besar ini pun tidak pernah memaksa pengikutnya untuk fanatik pada ajaran mereka tanpa menyelidiki kebenaran nas (perkataan atau kalimat dari Alquran atau hadis yang dipakai sebagai alasan atau dasar untuk memutuskan suatu masalah) yang digunakan dalam memutuskan suatu masalah.

“Setiap perkara yang telah saya ucapkan jika bertentangan dengan sabda Rasulullah SAW, maka sabda Rasulullah itu lebih penting untuk ditaati.” ~ Imam Syafi’i

Mazhab-mazhab ini timbul oleh karena pada masa itu umat tidak lagi berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis. Untuk itu lah para imam besar ini muncul untuk memimpin umat islam kembali pada Al-Qur’an dan Hadis. Keempat mazhab ini berpegang kepada akidah Ahlus Sunah Waljama’ah.

Imam Syafi’i dilahirkan di Gaza, Palestina pada bulan Rajab tahun 150 Hijriah. Sejak awal mengandung ibu Imam Syafi’i, Ummu Habibah selalu membaca surah Yusuf dan surah Luqman. Kedua orang tua itu berharap agar kelak bayi mereka memiliki paras rupawan dan cerdas. Harapan itu semakin besar ketika suatu malam si Ibu bermimpi melihat satu bintang keluar dari perutnya lalu naik ke langit. Kemudian bintang itu pecah dan jatuh bertaburan ke bumi. Cahaya dari bintang itu menjadikan bumi terang benderang. Mimpi yang sama dialami juga oleh Idris, sang suami. Harapan keduanya semakin bertambah ketika orang alim yang pandai dalam ilmu tasfir mengartikan makna mimpi tersebut. Kelak, anak tersebut akan menjadi seorang yang berilmu dan ilmunya memenuhi muka bumi. Untuk itu sang tafsir mimpi mengingatkan agar keduanya menjaga dan mendidik anak itu dengan baik, serta mengajarkan kepadanya ilmu agama agar ketika dewasa menjadi insan yang berilmu serta berguna bagi agama, bangsa, dan tanah air.

Ketika di kota Bagdad seorang ulama besar, Imam Hanifah meninggal, pada saat yang sama Syafi’i dilahirkan di kota Gaza. Imam Syafi’i dibesarkan dalam keadaan kekurangan. Ayahnya meninggal di kota Gaza. Sesuai pesan sang suami maka Ummu Habibah pulang kembali ke kota kelahiran mereka di Mekkah. Karena miskin maka Ummu Habibah tidak mampu mengirim anaknya belajar, karena itu ia sendiri yang mendidik Syafi’i. Ia pula yang mengenalkan Syafi’i kepada majelis ilmu yang diadakan secara gratis di Masjidil Haram. Syafi’i sudah mempelajari al-qur’an dan menghapalnya sejak berusia sembilan tahun. Pada usia sepuluh tahun ia sudah memahami dan menghapal kitab Al-Muwatta’ yang dikarang oleh Imam Malik. Ia juga memiliki suara yang merdu, pandai bersyair dan bersajak.

Karena kepandaiannya pada usia 15 tahun ia telah memberi fatwa dan mengajar orang-orang di Masjid Al-Haram. Imam Syafi’i sangat gemar belajar, ia haus akan ilmu pengetahuan. Ia pergi ke banyak tempat untuk belajar dengan para ulama-ulama besar dan menyebarkan ilmu kepada umat manusia. Imam Syafi’i dikenal sebagai pribadi yang zuhud. Kebaikan hati dan kepandaiannya memikat banyak orang. Imam Syafi’i meninggal di Mesir pada usia 54 tahun pada tahun 204 Hijriah.

Apakah jalan hidup Syafi’i sebagai penyampai kebenaran lancar-lancar saja? Tentu saja tidak. Ia dan pengikutnya pernah mengalami siksaan berat dan nyaris dihukum mati karena difitnah oleh kaum mu’tazilah. Ia pun harus menghadapi kebencian dari para pengikut mazhab lainnya. Namun Imam Syafi’i menghadapi segala rintangan itu dengan kesabaran dan keikhlasan.

Pesan imam Syafi’i kepada para pengikutnya:
“Sabar dalam menghadapi musibah adalah sebesar-besarnya arti sabar. Sabar itu memerlukan kesabaran pula. Ada pun celaka dan musibah, menunjukkan adanya perhatian dan kasih sayang Allah. Oleh karena itu, bersyukurlah sebab bersyukur yang seperti itu adalah setinggi-tingginya arti syukur.”

“Siapa yang ingin meninggalkan dunia dengan selamat, hendaklah ia mengamalkan perkara berikut: mengurangi tidur, mengurangi makan, mengurangi bicara, dan merasa cukup dengan rejeki yang ada.”

“Perbanyaklah menyebut Allah daripada menyebut makhluk. Dan perbanyaklah menyebut akhirat daripada menyebut dunia.”

“Berbuatlah sebanyak-banyaknya amal saleh karena itu merupakan dinding dan perisai orang mukmin dan pelindung dari serangan iblis.”

Imam Syafi’i memberikan sumbangan besar dalam bidang perundang-undangan agama Islam. Ia juga menyusun tidak kurang dari 113 buah kitab.

Hatta. Aku Datang karena Sejarah

18942841
Judul: Hatta. Aku Datang karena Sejarah
Penulis: Sergius Sutanto
Penerbit: Qanita
Tebal: 354

“Sekali lagi, para pejabat di Istana harus kembali kepada buku.”

Hatta mencintai buku seperti penari gandrung irama lagu. Buku adalah kawan setianya. Buku-buku itu telah mengajarkan banyak kebenaran. Kebenaran yang terasa menyakitkan bagi mereka yang bergumul dengan penyelewengan dan kesalahan, tapi menyegarkan bagi yang tahan penderitaan. (halaman 24)

Buku-buku itu pula yang menjadi alasan Hatta meninggalkan kemegahan Istana Merdeka. Bagi Hatta, kejujuran adalah mempelai hati nurani. Ia menolak segala bentuk penyelewengan, penyimpangan, keserakahan yang bernama: korupsi.

Hatta teringat pada pesan sang kakek, Ayah Gaek Arsyad.
“Harta dunia ini tidak ada yang kekal, yang kekal hanya harta, ilmu dan pengetahuan serta ibadah. Segala yang terjadi di dunia ini sudah ditakdirkan Allah. Sudah ada suratannya lebih dahulu.” (halaman 20)

Sang kakek menggantikan peran Ayah sejak Ayah kandung Hatta meninggal. Ketertiban dan kedispilinan Hatta adalah teladan sang kakek yang sehari-hari menangani usaha gerobak pos dengan kuda-kudanya. Kisah-kisah religi dan nasihat baik dari Ayah Gaek terserap baik oleh Hatta.

“Kita wajib belajar dan bersekolah agar pandai dan berbudi.” (halaman 28)

Hatta melanjutkan sekolahnya di Jakarta kemudian ke Belanda. Ia pun aktif berorganisasi. Hatta bergabung dengan Perhimpunan Indonesia, organisasi yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Karena aktivitasnya ini, Hatta beberapa kali dipenjara sebelum akhirnya dibuang ke Digul dan dipindahkan ke Banda Neira bersama tahanan politik lainnya.

Dalam pergerakan itulah Hatta bertemu dengan Syahrir, kelak bersama Syahrir Hatta membentuk PNI. PNI adalah organisasi yang bertujuan untuk menyusun kekuatan baru lewat pikiran dan mental anggotanya sampai saatnya lahir sebagai satu kekuatan penuh untuk kemerdekaan.

Syahri dan Hatta memercayai bahwa pendidikan adalah hal penting dan menjadi masalah serius di Tanah Air. Oleh karena itu visi Hatta dan Syahrir adalah membentuk sebuah gerakan politik yang lebih mengedepankan pendidikan bagi para anggotanya. Menurut Hatta proses pembelajaran mampu membukakan mata hati.

Di sana pula Hatta bertemu dengan Soekarno. Soekarno yang ketika itu juga baru mendirikan Partindo, berniat menggabungkan Partindo dengan PNI Hatta-Syahrir. Namun, Hatta merasa bahwa mereka berbeda visi. Partindo-nya Soekarno lebih mengedepankan mobilisasi massa, sedangkan PNI versi Hatta-Sjahrir ingin mendidik kader.

“Ya, aku dan Soekarno memang sudah berbeda jalan sejak awal.” (halaman 167)

Partindo Soekarno dan PNI Hatta-Syahrir adalah awal perbedaan yang muncul diantara Soekarno-Hatta. Namun demikian kawan-kawan seperjuangan adalah sahabat sepanjang hayat. Pun ketika pada akhirnya mereka berselisih jalan, yang menyebabkan Hatta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden. Ikatan yang lekat karena rasa pertemanan tidaklah putus begitu saja, dan itu dibuktikan Hatta dengan datang menjenguk di saat-saat terakhir Soekarno.

Didikan agama dan teladan baik dari Ayah Gaek, Ibu dan paman serta bibinya selalu mengiringi setiap langkah hidup Hatta, tak lupa ribuan buku yang menjadi kawan setianya, kawan sepenanggungan yang menyimpan banyak rahasia dan cerita.

Kebanyakan buku biografi berkesan serius dan berat, sehingga seringkali membuat orang mengurungkan niat untuk membacanya. Namun melalui sebuah novel tentang Bung Hatta ini, Sergius ingin menampilkan kisah biografi yang dikemas dengan cara berbeda. Walaupun berbentuk novel, data tentang riwayat dan sejarah perjuangan Bung Hatta tidak diubah. Untuk Anda yang ingin mengetahui Bung Hatta dan sejarah perjuangannya tanpa harus mengerutkan kening, buku ini layak dibaca.

Vincent

GetImage
Judul: Vincent
Penulis: Barbara Stok
Penerbit: Self Made Hero
Tebal: 141

Vincent adalah buku komik grafis yang bercerita tentang pelukis ternama, Vincent Van Gogh. Cerita bermula ketika Vincent berpamitan kepada sang adik untuk kepergiannya ke Arles. Arles adalah kota kecil yang dipilih Vincent untuk menekuni karirnya sebagai pelukis. Sementara bagi Theo, Arles adalah kota yang diharapkan bisa mengembalikan kesehatan untuk Vincent. Udara bersih, suasana nyaman dan pemandangan indah adalah tempat yang tepat untuk kedua tujuan tersebut sekaligus.

Biasan cahaya matahari pada ladang-ladang gandum, bunga-bunga yang bermekaran serta geliat para pekerja adalah pemandangan indah tak terlukiskan di Arles. Vincent ingin berbagi keindahan itu kepada adik dan semua orang melalui karyanya.

Kesukaan Vincent adalah menuangkan warna-warna secara berlebihan. Cara itu menurutnya untuk menangkap jiwa dari sebuah objek lukisan. Bagi Vincent sebuah lukisan yang baik adalah yang memiliki jiwa. Setiap guratan dan tarikan garis pada setiap lukisan karya Vincent adalah gambaran emosi yang ia rasakan. Begitu hidup.

Inilah buku yang menceritakan tidak saja mengenai proses kreatif sebuah karya seni yang mengagumkan namun juga kesepian dan keterasingan yang dirasakan oleh si pelukis. Dibalik kesuksesan -yang tidak pernah dirasakan si pelukis selama ia hidup-, Vincent, adalah sosok sang adik tercinta, Theo, yang tidak pernah putus mendukungnya. Theo memercayai bahwa suatu saat dunia akan mengerti dan memahami keindahan karya-karya sang kakak.

“How rich art is; if one can only remember what one has seen, one is never without food for thought or truly lonely, never alone.”

Facebook

8786207
Judul: Facebook
Penulis: Tony Hendroyono
Penerbit: B First (PT Bentang Pustaka)
Tebal: 222 (versi ebook di smartphone) @qbaca

Siapa tak kenal Facebook? Situs jaringan pertemanan yang diakrabi oleh banyak orang dari beragam usia ini memang luar biasa. Walau bukan situs jaringan sosial pertama, sebelumnya telah ada Friendster, Myspace, dan Hi5, namun dalam waktu singkat kehadiran facebook mampu menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia.

Apa sih istimewanya Facebook? Siapa pendirinya? Nah, buku ini akan mengulas sedikit pertanyaan yang berkecamuk di benak Anda.

Mark Zuckerberg adalah nama pria di belakang pendirian Facebook. Pemuda pendiam ini juga mahasiswa di Harvard University, kampus favorit yang dikenal dengan anak-anak cerdas dan pintar. Mark yang kutu buku dan sulit bergaul lebih banyak menghabiskan waktunya di depan komputer. Ia menyukai pemrograman. Dari kamar mahasiswa pemalu ini Facebook tercipta dan mencapai kesuksesan. Konon, situs yang menduduki peringkat 6 paling banyak dikunjungi orang di seluruh dunia ini memiliki nilai perusahaan setara General Motors. Kesuksesan Facebook menjadikan Mark miliuner termuda di dunia menurut majalah Forbes, dengan nilai kekayaan sekitar 1.5 miliar dolar di AS.

Setiap hari hampir 70 juta pengguna login untuk menengok profil teman-teman mereka, memposting berbagai informasi, foto, dan lain-lain. Mark dan tim nya bekerja keras untuk membuat aplikasi yang membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan instan.

Bagaimana Facebook tercipta?
Awal pendirian Facebook memiliki banyak kisah. Gagasan facebook muncul ketika Mark patah hati dan ia kemudian menciptakan situs bernama facemash.com. Ia masuk diam-diam ke direktori data milik Harvard, mengunduh foto-foto teman sekelasnya lalu menampilkannya berdampingan dengan foto kandang binatang supaya para murid dapat memilih siapa yang lebih diinginkan. Satu jam setelah mabuk ia terpaku pada halaman di layar komputernya. Facebook (buku tahunan siswa) asrama Kirkland terbuka. Beberapa orang di sana mempunyai foto yang sangat cantik. Mark berkeinginan untuk menyandingkan wajah-wajah ini dengan kandang binatang dan membiarkan orang-orang memilih siapa yang lebih menarik. Ternyata, ide membandingkan dua orang bersama-sama ini menjadi cikal bakal tumbuhnya Facebook. Selain itu, Mark meyakini bahwa, “Orang-orang ternyata jauh lebih punya bakat voyeuristik dari yang saya duga,” (halaman 35) katanya menarik kesimpulan akhir dari perbuatan kriminal yang ia lakukan di atas.

Zuckerberg bukanlah satu-satunya mahasiswa Harvard yang tertarik memikirkan sebuah alat yang dapat membuat hubungan pribadi terjadi secara online dan menyembunyikan diri mereka dari dunia nyata. Seorang mahasiswa Harvard lainnya, Divya Narendra, muncul dengan ide menciptakan jejaring sosial yang ditujukan untuk para mahasiswa kampus, 10 bulan sebelum Mark meluncurkan Facemash. Ia mengajak 2 rekan lainnya, si kembar Tyler dan Cameron Winklevoss. Trio ini bekerja keras membangun situs mereka. Suatu hari mereka mendengar kemunculan dan kandasnya Facemash yang didirikan oleh Zuckerberg. Mereka lalu mengontak Zuckerberg. Narendra mengemukakan ide situsnya yang berfokus pada dating dan connecting. Dalam situs ini, mahasiswa dapat memasang foto mereka, memasukkan informasi pribadi, dan mencari data anggota lain. Trio ini meminta Zuckerberg untuk melakukan kira-kira 10 jam pemrograman dan menawarkan sebagian dari nilai perusahaan. Zuckerberg setuju namun belakangan ia mengaku tidak percaya dengan kemampuan mitranya sehingga bermaksud membatalkan proyek.

Tidak hanya trio sekawan itu yang merasa Zuckerberg mencuri ide mereka, seorang pemuda bernama Aaron Greenspan, orang yang pertama kali menciptakan Facebook online di Harvard pun merasakan hal yang sama.

Keberhasilan facebook ternyata tidak berbanding lurus dengan hubungan pertemanan Mark, si CEO Facebook. Zuckerberg menuai musuh dimana-mana. Kara Swisher, seorang kolumnis yang menulis tentang Silicon Valley untuk The Wall Street Journal mengatakan, “Berapa orang yang telah ia korbankan, padahal ia baru 24 tahun? Bahkan sekalipun ia tidak bersalah, jumlah orang yang bermasalah dengannya dalam usia semuda itu cukup luar biasa dan semua itu terjadi dengan cara yang tidak baik.” (halaman 95).

Facebook masih fenomena, kisah perebutan hak antara Mark dengan trio sekawan pun belum sepenuhnya tuntas.

“Kadang-kadang, ide-ide besar memang terlihat di mana-mana sekaligus. Newton dan Leibniz mengembangkan pendekatan kalkulusnya sendiri-sendiri, menciptakan kontroversi terpanas di abad 18. Darwin dan Wallace mengeluarkan teori evolusi di kertas terpisah pada 1858.” (halaman 91).

Barangkali, kasus ilmuwan Meuci dan Alexander Graham Bell pun bisa ditambahkan ke dalam daftar di atas. Mau tahu kisah Meuci dan Bell? Silakan baca buku Kisah Unik Ilmuwan Dunia di sini.

Fakta bahwa mahasiswa lain mempunyai ide yang sama di saat yang sama tidak berarti dia adalah pencuri. Barangkali seperti pepatah bilang, tidak ada ide yang benar-benar murni. Ide-ide beterbangan, ia bisa datang dari pengalaman dan interaksi kita terhadap hal-hal lain.

Google

google
Judul: Google
Penulis: Ni Ketut Susrini
Penerbit: B First (PT Bentang Pustaka)
Tebal: 197 (versi e-book)

Sebagai catatan, buku ini tersedia di aplikasi Qbaca. Qbaca adalah buku digital Indonesia. Mengenai Qbaca bisa dibaca di sini. Aplikasi Qbaca dapat diunduh dari telepon genggam bersistim operasi Android dan IOS. Saat ini pembelian buku di Qbaca sudah dapat dipotong dari pulsa Telkomsel. Wah, asyik, kan?

Apa yang tebersit pertama kali mendengar kata Google? Informasi? Pencarian?
Yup, google adalah mesin pencari raksasa yang didirikan oleh dua orang mahasiswa yang menggilai ilmu komputer, Larry Page dan Sergey Bin. Larry dan Sergey pertama kali bertemu di Standford University, California, Amerika Serikat pada tahun 1995. Mereka memiliki minat yang sama. Latar belakang keluarga dan pendidikan juga menambah kedekatan dua mahasiswa cerdas ini.

Tahun 1996 Sergey bergabung dalam proyek ilmiah yang tengah digarap Larry, yaitu sebuah mesin pencari yang menghasilkan pencarian yang benar-benar relevan. Mereka menghabiskan waktu bersama untuk mewujudkan teknologi pencarian yang kelak menjadi kekuatan google saat ini.

Darimana asal nama Google?
Google berawal dari salah mengeja kata googol, sebuah istilah matematika yang berarti angka yang sangat besar, yaitu angka 1 yang diikuti seratus angka nol, atau 10 pangkat 100. Nama tersebut mencerminkan misi mereka untuk mengelola informasi di web yang tak terkira banyaknya.

Awalnya, google menumpang beroperasi di server milik Stanford University dengan domain google.stanford.edu yang berlangsung selama lebih dari satu tahun. Dan pada tahun 1997 google didaftarkan dengan domain google.com.

Apa kelebihan google dengan mesin pencari lainnya?
Tidak seperti mesin pencari lainnya, Google memberikan hasil pencarian yang lebih baik sehingga menghasilkan halaman web yang berbobot dan yang sesuai atau yang betul-betul dicari. Teknik yang digunakan oleh Larry dan Sergey untuk mesin pencari mereka ini adalah kolaborasi teknik PageRank dan hypertext-matching analysis.

Google menjadi perusahaan
Menyadari google (awalnya proyek ini bernama BackRub, dan pada tahun 1997 diganti menjadi google) adalah produk jempolan, Larry dan Sergey lalu menawarkannya ke berbagai perusahaan dengan harga USD 1 juta. Namun mereka ditolak oleh semua perusahaan. Larry dan Sergey tidak tinggal diam. Mereka menyadari bahwa teknologi pencarian sangat penting ke depannya. Mereka kemudian memutuskan cuti kuliah dan mendirikan perusahaan sendiri dengan modal tekad dan uang pinjaman. Google terus berkembang sampai beberapa kali harus pindah kantor. Perpindahan terpenting terjadi pada tahun 2004, ketika perusahaan sudah semakin besar dan google telah banyak menelurkan layanan baru serta mengakuisisi dua perusahaan web.

Bisnis utama Google
Banyak yang bertanya-tanya darimana Google mendapatkan keuntungan yang begitu besar. Bisnis utama google adalah iklan dan mengumpulkan data. Google memiliki banyak kategori produk iklan, di antaranya adalah AdSense dan AdWords.

Adsense adalah produk iklan yang ditujukan untuk para pemilik situs. Di sini pemilik situs dapat menampilkan iklan-iklan yang didistribusikan google. Biasanya iklan-iklan yang ditampilkan sesuai dengan isi halaman web tempat AdSense ditempatkan. Sistim pembayaran yang ditawarkan google adalah per-klik atau per-lihat pada iklan yang ditampilkan.

AdWords, memungkin para pemasang iklan untuk beriklan di internet. Konsep iklan yang diterapkan meliputi sistim pay per click (PPC) atau bayar setiap kali diklik dan beriklan di situs-situs sasaran. Bidding atau lelang iklan juga menjadi sumber penghasilan terbesar google, di mana Google memberikan ruang teratas di laman google.com untuk memasarkan produk mereka kepada perusahaan yang memberi harga tertinggi.

Layanan Google
Selain bisnis mesin pencari, Google juga muncul dengan banyak layanan barunya, seperti google map, google docs (untuk aplikasi office), google viewer underwater, dan sebagainya.

Singkatnya, buku ini bercerita dari A-Z serta segala sepak terjang Google sehingga menjadi raksasa dunia mesin pencari. Barangkali, kita bisa belajar banyak dari ketekunan dan keteguhan hati dua mahasiswa ini. Penolakan tidak menjadikan mereka patah, sebaliknya mereka terus maju dengan penuh keyakinan.

Lust For Life

Judul asli: Lust for Life
Penulis: Irving Stone
Penerbit: Serambi
Tebal: 574

“His efforts have not been in vain, but he will probably not live to see them come to fruition, for by the time people understand what he is saying in his paintings it will be too late. He is one of the most advanced painters and it is difficult to understand him, even for me who knows him so intimately. His ideas cover so much ground, examining what is humane and how one should look at the world, that one must first free oneself from anything remotely linked to convention to understand what he was trying to say, but I am sure he will be understood later on. It is just hard to say when.” ~ Teo Van Gogh, http://www.vggallery.com/

Lust for Life adalah novel biografis seorang pelukis termahal di dunia. Ia adalah Vincent Van Gogh. Sebelum memulai karir sebagai pelukis, Vincent pernah menekuni profesi sebagai pramuniaga lukisan di sebuah gallery. Seperti keluarga Van Gogh lainnya, mereka adalah keluarga pedagang lukisan terbesar di Eropa. Kemudian Vincent menjadi pengabar injil di Borinage sebelum akhirnya memutuskan melukis adalah jalan hidupnya.

Berbeda dengan adiknya, Teo Van Gogh yang bekerja di gallery seni, kehidupan Vincent sepenuhnya dilalui dengan kemiskinan dan kegagalan cinta. Selama hidupnya Vincent hanya berhasil menjual satu kali karya lukisnya yang berjudul Ladang Anggur yang merah. Lukisan itu dibuat Vincent di Arles, kota kecil yang dipilihnya untuk menekuni karirnya sebagai pelukis setelah ia sebelumnya sempat tinggal selama setahun bersama Teo, adik yang selalu mendukung Vincent.

Sejak ia memutuskan profesi sebagai pelukis, Teo seorang yang setia mendampingi Vincent. Teo menyokong hidupnya dengan mengirimkan tidak hanya uang untuk kebutuhan sehari-hari namun juga membelikan peralatan lukis yang dibutuhkan Vincent. Teo juga yang merawat ketika Vincent sakit dan kesepian.

Walaupun Vincent bekerja keras setiap hari untuk mematangkan teknik lukisannya ia belum juga mencapai kesuksesan sampai akhir hidupnya.

Membaca kisah hidup Vincent Van Gogh seperti mencerap kemuraman dan kesedihan yang tak kunjung habis. Sepertinya kesedihan begitu lekat kepada dirinya, dan tampak pada lukisan-lukisan Van Gogh yang muram.

“Aku akan menjalani hidup dengan kenyataan dan penderitaan. Itu bukanlah jalan yang akan membuat seseorang mati.”

Van Gogh memilih untuk mengungkapkan kejujuran emosi yang ia rasakan dalam setiap karyanya. Vincent mengajarkan kepada kita untuk menangkap keindahan tersembunyi di tempat-tempat yang buruk.

Bagi Vincent, “…figur seorang pekerja, galur-galur di ladang yang sudah dibajak, sebutir pasir, laut dan langit adalah subjek-subjek yang serius, begitu sulit, tetapi dalam waktu yang bersamaan begitu indah, sehingga sangat layak kalau dia mempersembahkan hidupnya untuk mengekspresikan puisi di balik semua itu.” (halaman 260)

Vincent Van Gogh meninggal dunia dalam usia 37 tahun. Ia belum sempat menyaksikan karya-karyanya dihargai orang dan menjadi abadi.

Namun demikian Teo benar, kerja keras Vincent tidak pernah sia-sia. Mengutip kalimat pembuka tulisan ini ada sebuah lirik lagu Starry, Starry Night dari Don McLean untuk Vincent. Starry, Starry Night adalah judul salah satu karya lukisnya yang terkenal.
download (1)

Don McLean – Vincent (Starry, Starry Night)

Starry, starry night.
Paint your palette blue and grey,
Look out on a summer’s day,
With eyes that know the darkness in my soul.
Shadows on the hills,
Sketch the trees and the daffodils,
Catch the breeze and the winter chills,
In colors on the snowy linen land.

Now I understand what you tried to say to me,
How you suffered for your sanity,
How you tried to set them free.
They would not listen, they did not know how.
Perhaps they’ll listen now.
Starry, starry night.
Flaming flowers that brightly blaze,
Swirling clouds in violet haze,
Reflect in Vincent’s eyes of china blue.
Colors changing hue, morning field of amber grain,
Weathered faces lined in pain,
Are soothed beneath the artist’s loving hand.

Now I understand what you tried to say to me,
How you suffered for your sanity,
How you tried to set them free.
They would not listen, they did not know how.
Perhaps they’ll listen now.

For they could not love you,
But still your love was true.
And when no hope was left in sight
On that starry, starry night,
You took your life, as lovers often do.
But I could have told you, Vincent,
This world was never meant for one
As beautiful as you.

Starry, starry night.
Portraits hung in empty halls,
Frameless head on nameless walls,
With eyes that watch the world and can’t forget.
Like the strangers that you’ve met,
The ragged men in the ragged clothes,
The silver thorn of bloody rose,
Lie crushed and broken on the virgin snow.

Now I think I know what you tried to say to me,
How you suffered for your sanity,
How you tried to set them free.
They would not listen, they’re not listening still.
Perhaps they never will…

Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman


dokumentasi: Gramediashop

Judul: Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman
Tim Penyunting: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Dwidjo U. Maksum, Redaksi KPG
Penerbit: KPG
Cetakan: pertama, September 2010
Tebal: 172

“Dia yang berjuang dengan seluruh hidup dan ketajaman pena”

Kisah Hatta, satu dari empat buku seri pendiri pendiri Republik, yaitu: Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir.

Bung Hatta lahir di Bukittinggi, kota yang membelah Ngarai Sianok, tepatnya di Desa Aur Tajungkang. Beliau lahir pada tanggal 12 Agustus 1902. Hatta lahir dari perpaduan dua keluarga terkemuka: pemuka agama dan saudagar. Latar belakang keluarga membentuk Hatta menjadi pribadi yang religius. Nurcholish Madjid menyebut Hatta sebagai sosok yang rendah hati, memiliki ketulus-ikhlasan, kesederhanaan, serta kedalaman pikiran. Hatta adalah pribadi yang sepenuhnya modern sekaligus pekat dengan perilaku keagamaan yang saleh.

Kesadaran politik Hatta mulai berkembang ketika ia belajar di MULO. Hatta sering hadir dan mengikuti ceramah yang diadakan oleh tokoh politik lokal. Persentuhannya dengan politik dimulai ketika ia melihat ketidakadilan yang ditebarkan oleh kolonial Belanda. Saat itu Hatta bersekolah di sekolah dasar Belanda (ELS) di Bukittinggi, ketika kerabat kakeknya, Rais, ditangkap oleh pemerintah karena mengkritik seorang pejabat Belanda yang melakukan perbuatan ‘tidak senonoh’ dalam surat kabar Utusan Melayu. Hatta terkesan dengan sikap kerabat kakeknya, yang melambaikan tangan dari jendela kereta api dengan tangan yang dirantai.

Ingatan itu kelak menjadi sumber kekuatannya, ketika berpuluh tahun kemudian ia dan beberapa pemimpin lainnya ditangkap. Langkahnya tak juga surut.

Apa arti tanah air bagi seorang Hatta? Bagi Hatta tanah air adalah sesuatu yang berkembang dengan kerja. Seperti diucapkannya di hadapan mahkamah di Den Haag ketika ia ditangkap karena aktivitas politiknya. “Hanya satu tanah air yang dapat disebut Tanah airku. Ia berkembang dengan usaha, dan usaha itu ialah usahaku.”

Hatta, tokoh sederhana dengan pemikiran yang cerdas dan ketajaman pena yang mumpuni, adalah satu dari tokoh pemimpin yang pernah dimiliki negeri ini. Tulisan-tulisan ilmiahnya tersebar di berbagai jurnal dalam dan luar negeri.

Krisis yang menghantui Indonesia saat ini persis sama seperti gambaran yang pernah dituliskan Hatta di tahun 1962.

“Di mana-mana orang merasa tidak puas. Pembangunan tak berjalan sebagaimana semestinya. Kemakmuran rakyat masih jauh dari cita-cita, sedangkan nilai uang makin merosot. Perkembangan demokrasi pun terlantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban, sehingga memicu pergolakan daerah. Tentara merasa tak puas dengan jalannya pemerintahan di tangan partai-partai.”

Sejarah adalah pengalaman yang berulang. Dan jika Indonesia terperosok ke lubang yang sama maka mungkin itu karena Indonesia tidak sungguh-sungguh belajar dari sejarah yang benar.

Membaca buku Hatta ini akan mengajak kita merenungkan dan memikirkan kembali pandangan-pandangannya yang jauh ke depan. Seperti cita-citanya yang sederhana, melihat Indonesia, tanah airnya di kemudian hari dapat lebih maju.