Mari Bicara Iman


Judul: Mari Bicara Iman
Penulis: Dr. Nadirsyah Hosen
Penerbit: Zaman
Tahun terbit: 2011
Tebal: 237

Mari Bicara Iman adalah buku yang bercerita tentang berbagai persoalan kehidupan dan keberagaman. Setiap potongan kisahnya akan memberikan kesadaran kepada kita bahwa inilah yang kita pikirkan inilah yang terjadi pada kita.
Fragmen cerita diambil dari cerita keseharian dan khazanah keislaman. Buku ini tidak hanya menawarkan nilai-nilai kemanusiaan namun juga mengasah kepekaan dan sekaligus mengusik pikiran kita sebagai hamba Allah yang dikaruniai akal untuk berpikir.

Dibagi dalam 4 bab, buku ini menguraikan Teladan, Kearifan, Tantangan Iman dan Keberkahan Ramadhan.
Dalam sebuah cerita mengenai Keteladanan, dikisahkan suatu hari ketika Nabi Muhammad duduk di masjid bersama para sahabatnya, tiba-tiba Nabi berseru, “Akan datang seorang penghuni surga.” Serempak para sahabat memandang ke arah pintu. Ternyata yang datang hanya seorang sahabat. Ia memberi salam lalu mengerjakan shalat. Keesokan harinya di saat yang sama Nabi kembali berseru, “Akan datang seorang penghuni surga.” Dan yang muncul adalah sahabat yang kemarin. Karena rasa ingin maka seorang sahabat Nabi membuntuti orang yang digelari “penghuni surga” oleh Nabi. Dan sampai di depan rumah, sahabat Nabi meminta ijin untuk menginap di rumah “penghuni surga” karena ia sedang bertengkar dengan keluarganya. Setelah tiga hari sahabat itu akhirnya berterus terang bahwa ia berbohong. Alasannya menginap adalah karena ia ingin mengetahui amalan yang dilakukan oleh orang yang digelari “penghuni surga” oleh Nabi. Menurut sahabat, amalan yang dilakukan oleh orang yang disebut “penghuni surga” itu tidak berbeda dengan amalan yang ia lakukan. Si “penghuni surga” pun tak mengetahui mengapa Nabi menyebutnya “penghuni surga”. Si sahabat pun berlalu. Tak lama sahabat itu berjalan, si “penghuni surga” memanggilnya. “Saudaraku!”, aku teringat sesuatu… Tak pernah terbersit sedikit pun rasa dengki di hatiku.”
“Itulah rahasia mengapa Nabi menyebutmu penghuni surga. “Itu yang tak dapat kami lakukan.”

Dengki bukan persoalan sepele. Dengki adalah persoalan hati. Dari dengki akan lahir buruk sangka. Dari buruk sangka akan lahir fitnah dan tuduhan. Dan seseorang akan “senang” jika fitnah dan tuduhan yang dibuatnya bisa didengar oleh orang lain. Fitnah itu pun menyebar. Dengki melahirkan perilaku-perilaku buruk lainnya. (halaman 46)

Dalam bab Kearifan ada satu kisah mengenai Ali Baba dan Qasim yang diambil dari “Kisah Seribu Stau Malam”. Ali Baba dan Qasim adalah dua bersaudara yang nasibnya berlainan. Ali Baba hidup miskin dan Qasim sangat kaya raya. Suatu hari ketika Ali Baba sedang berjalan menyusuri gurun pasir ia melihat sekawanan penyamun. Kawanan penyamun ini menuju sebuah pintu batu dan mengucapkan mantra. Ali Baba memperhatikan dengan seksama gerak-gerik sang penyamun. Ketika keluar, pimpinan penyamun mengucapkan kata-kata sakti sehingga batu kembali tertutup. Ali Baba yang penasaran mendekati pintu. Ia mengucapkan mantra dan batu terbuka. Alangkah kagetnya Ali Baba ketika ia mendapati emas serta perhiasan dan barang-barang nahal di dalamnya. Ali Baba mengambil harta itu secukupnya lalu pulang ke rumah. Akibat keteledoran istrinya, Qasim mengetahui perubahan yang terjadi pada adiknya yang kini hidup lebih dari cukup. Karena didorong rasa iri, Qasim bertanya mengenai asal kekayaan yang dimiliki adiknya. Dan Ali Baba terdorong oleh rasa sayang kepada kakaknya menceritakan rahasianya termasuk kata sandi untuk membuka pintu. Singkat cerita, pergilah Qasim. Ia mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah puas ia pun hendak keluar. Namun Qasim lupa kata sandi. Sial bagi Qasim, rombongan penyamun datang. Begitu pintu terbuka, para penyamun mendapati Qasim di dalam gua. Nasib Qasim selanjutnya bisa ditebak.

Kisah Ali Baba dan Qasim mengajarkan kita pada banyak hal. Boleh jadi kita sama-sama memiliki keilmuan. Boleh jadi kita sama-sama mengetahui rahasia ilahi. Boleh jadi juga kita sama-sama hafal ayat ilahi. Namun, kesucian hatilah yang membedakan kita. Ali Baba tidak silau dengan harta duniawi. Sementara itu, meskipun sudah diberitahu mantra sakti, tetapi karena silau dengan harta duniawi, Qasim mendadak lupa mantra itu. Keserakahan membutakan pikiran Qasim. Ketika kepala penuh dengan keserakahan, seseorang akan lupa dengan mantra sakti. Ayat ilahi, atau yang diumpamakan dengan mantra sakti dalam kisah Ali Baba, hanya akan menghampiri mereka yang suci hatinya. Boleh jadi kita sama-sama tahu makna ayat ilahi, namun nasib kita bisa berbeda. (halaman 80)

Sementara di bab Tantangan Iman ada sebuah kisah keseharian penulis dimana suatu ketika ia ditegur oleh seorang kawan mengenai ketidaksempurnaannya dalam shalat. Pada waktu lain si kawan tadi menegur jamaah lain yang rukuknya dianggap tidak sempurna sehingga si jamaah yang ditanya menjadi gelagapan. Penulis menjadi bertanya-tanya apakah pekerjaan kawannya itu adalah mengamati setiap gerakan shalat orang lain dan bersiap menegurnya selepas salam. Dalam hadis Qudsi disebutkan bahwa tanda seseorang mendapat hikmah adalah ia mudah melihat kesalahan dirinya sehingga ia tak sibuk memikirkan kesalahan orang lain.

Dalam surah al-Najm ayat 32 Allah berfirman, Dia lebih mengetahui keadaanmu ketika Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Jika hanya Allah yang mengetahui kadar ketakwaan seseorang maka mengapa kita harus terlalu bersemangat memikirkan kesalahan orang lain. Dakwah itu penting, tetapi yang harus dihindari dalam berdakwah adalah merasa dirinya paling benar, paling suci, dan paling bertakwa, juga hanya sibuk memikirkan kesalahan orang lain tanpa peduli pada kesalahan dan kekurangannya sendiri. Semoga kita semua tidak termasuk golongan terakhir ini. Insya Allah. (halaman 103)

Bab terakhir bercerita tentang Keberkahan Ramadhan. Sebentar lagi, insya Allah kita akan akan memasuki bulan ramadhan. Ramadhan adalah saat rahmat Allah turun begitu banyak. Salah satunya adalah terkabulnya doa-doa. Mari rebahkan diri kita dan banyaklah berdoa pada bulan ini. Tuhanmu amat dekat denganmu pada bulan suci dan Ia telah menjanjikan akan mengabulkan semua permohonanmu. Setelah ramadhan berlalu, apakah doa-doa kita tetap terkabul? Apakah Allah tetap dekat dengan kita pada selain Ramadhan? Ayat penutup dari rangkaian ayat puasa, ayat ke-188 berbunyi:
Jangan sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil. Dan, janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, dengan berniat memakan sebagian harta itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.

Saat Ramadhan, kita diperintahkan menahan menikmati makanan halal pada waktu tertentu. Di luar Ramadhan, kita diperintahkan menahan diri dari harta yang haram. Jika demikian-insya Allah- di dalam dan di luar Ramadhan, Allah selalu dekat dan mengabulkan doa-doa kita.

Demikianlah sebagian penggalan kisah dari buku Mari Bicara Iman. Sebagai umat muslim maka tunjukkanlah kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang indah, mengajarkan kebaikan budi dan kelembutan hati, seperti teladan yang telah diberikan oleh Nabi Muhammad saw.

Salju


Judul: Salju
Penulis: Orhan Pamuk
Penerbit: Serambi
Tahun terbit: Agustus 2015
Tebal: 665

“Salju mengingatkan saya kepada Tuhan. Salju mengingatkan saya pada keindahan dan kemisteriusan makhluk hidup, pada kebahagiaan yang paling asasi, yaitu kehidupan.” (halaman 146)

Salju berkisah tentang seorang buangan politik bernama Ka. Ka adalah penyair Turki yang menganut paham ateis. Oleh karena pilihannya ia kemudian diasingkan dan diberi suaka ke Frankfurt, Jerman. Ka kemudian memutuskan hubungan dengan para komunis Turki setelah ia dinyatakan sebagai buangan politik dan diberi tunjangan suaka. Setelah lama tidak mengunjungi negaranya, Ka memutuskan kembali Ke Turki untuk menyelidiki banyaknya wanita muda berkerudung yang melakukan bunuh diri.

Kota Kars adalah tempat Ka menetap sebagai utusan wartawan dari tempatnya bekerja. Di sana Ka bertemu dengan cinta lamanya, seorang wanita bernama Ipek. Ipek yang kini telah bercerai dari suaminya kemudian menjalin hubungan kembali dengan Ka. Pada suatu peristiwa ketika Ka dan Ipek sedang berada dalam sebuah cafe terjadi penembakan yang dilakukan oleh seorang ekstrimis muslim kepada direktur pendidikan. Kejadian ini menyeret Ka menjadi saksi mata dalam peristiwa tersebut.

Kota Kars, Ipek dan Salju ternyata menginspirasi Ka untuk membuat puisi kembali. Kepingan salju mengingatkan Ka akan masa kecil dan perasaan mistik akan keberadaan dirinya di masa lampau dan kini. Ka seolah mendapatkan kemampuan menulis puisi-puisinya kembali.

Tokoh lainnya dalam kisah ini yang juga mengambil peran penting adalah Kadife. Kadife, adik kandung Ipek adalah seorang muslimat taat. Kadife bergabung dan menjadi pemimpin dalam sebuah kelompok perempuan Turki yag memperjuangkan hak mereka untuk berhijab. Ka menyebut kelompok ini sebagai feminis islam. Kadife mencintai seorang islamis politis yang hendak melakukan kudeta militer untuk mengembalikan Turki menjadi negara islam.

Ulasan
Salju adalah kisah tentang benturan peradaban Timur dan Barat. Bercerita tentang Turki sebagai negara sekuler dibawah pemerintahan Kemal Ataturk, novel ini berisi dilema yang dihadapi oleh sebuah bangsa yang terpecah belah antara tradisi, agama, dan modernisasi. Ataturk adalah pendiri dan presiden pertama Republik Turki. Dikutip dari Wikipedia, “Setelah kekalahan Kekaisaran Ottoman di tangan tentara Sekutu, dan rencana-rencana berikutnya untuk memecah negara itu, Mustafa Kemal memimpin gerakan nasional Turki dalam apa yang kemudian menjadi Perang Kemerdekaan Turki. Kampanye militernya yang sukses menghasilkan kemerdekaan negara ini dan terbentuknya Republik Turki. Sebagai presiden pertama negara ini, Mustafa Kemal memperkenalkan serangkaian pembaruan yang luas yang berusaha menciptakan sebuah negara modern yang sekuler dan demokratis.”

Reformasi Ataturk ini melarang penggunaan jilbab yang dinilai sebagai sebuah kemunduran dan menjadi hambatan dalam mencapai tujuan Turki yang modern. Pelarangan ini kemudian mendapat pertentangan dari kaum muslim konservatif sehingga mengakibatkan bentrokan dengan pihak militer.

Sejujurnya, ini novel yang berat. Namun demikian tetap layak untuk dituntaskan. Dialog dan pemikiran tokoh-tokoh di dalam buku ini membuka wawasan kita tentang pertentangan yang terjadi antara dunia islam radikal dan sekuler, bahasan yang masih akurat sampai saat ini pun.

5W1H


Judul: 5W1H
Penulis: Yoris Sebastian
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Januari 2016
Tebal: 131

Ingin bikin bisinis, tapi masih bingung usaha apa? Jangan khawatir, buku ini akan membedah jurus-jurus memulai bisnis online. Tentunya kita harus bersyukur bahwa kita ada di era dimana peluang terbuka untuk siapa saja dan dimana saja.

Nah, apa saja yang harus dipersiapkan untuk mulai membangun sebuah bisnis? Yoris Sebastian merangkumnya dalam 4 huruf yang juga menjadi judul buku ini, yaitu 5W1H. Apa sih 5W1H itu?
1. Who am i?
Kenalilah dirimu. Mengenali diri sendiri itu ternyata perlu loh jika kamu ingin memulai bisnis pribadi. Banyak enterpreneur sukses karena mereka mengenali kekuatan yang ada pada diri mereka sendiri. Perjalanan hidup setiap individu bisa dijadikan ide bisnis yang baru. Jeli dan peka terhadap talenta yang kamu miliki.
2. What am i offering?
Setelah mengenali diri sendiri lalu apa? Apakah cukup dengan mengetahui kesukaan diri sendiri maka bisnis dapat dimulai? Ide bisnis yang baik tidak dapat dijalankan hanya cukup dengan minat namun juga memiliki dasar-dasar yang kuat.
3. Why does it matter?
Tanyakan alasan mengapa produkmu perlu? Untuk mengetahui jawabannya kamu harus banyak membaca, browsing, bertanya kepada teman, mentor, dan jangan lupa dengarkan kata hati. Misalnya, kamu ingin membuat usaha kaos. Apa yang membedakan kaos mu dengan kaos lain? Apa pentingnya produk kaos yang kamu buat? Kisah anak SMA di sini mungkin bisa menjadi sumber inspirasi bisnis mu.
4. Whom are we talking to?
Kepada siapa pasar kita tujukan? Nah, ini bagian yang penting loh. Karena di sini kamu akan memilih pelanggan untuk awal bisnis mu. Jika pun produk yang kita buat nantinya ditujukan untuk semua kalangan, ada baiknya kamu menentukan pasar utamamu terlebih dahulu.
5. When is the right time?
Tidak ada yang waktu yang benar-benar tepat untuk menjalankan sebuah bisnis selain kamu harus memulainya. Adakalanya bisnis dimulai secara tidak sengaja atau bertepatan dengan situasi atau kondisi saat itu.
6. How to attract customer?
Bagian terakhir dari sebuah proses menjalankan bisnis adalah memasarkan. Bagaimana cara kamu mempromosikan bisnis mu agar dikenal dan diingat orang. Manfaatkanlah dunia digital untuk mempromosikan bisnismu. Berbagai layanan sosial media, blog, ataupun bergabung di market place dapat kamu coba untuk mengenalkan produkmu di masyarakat.

Itu tadi di atas adalah poin-poin untuk memulai sebuah bisnis yang saya rangkum dari buku 5W1H. Di dalam bukunya sendiri diberikan contoh dan pengalaman beberapa onlinepreneur kreatif di Indonesia disertai proses perjalanan bisnis mereka. Jika kamu tertarik menjadi seorang enterpreneur maka buku ini bisa menjadi rujukan. Ditulis dalam kalimat yang ringan dan mudah dicerna maka membaca buku ini tidak akan membuatmu bosan. Oya, ada juga halaman catatan pembaca untuk setiap tahapan proses memulai bisnis yang dapat kamu isi. Siapa tahu kelak halaman catatan yang kamu isi dan tulis itu sendiri bisa diwujudkan menjadi sebuah bisnis kelak :).

Drupadi


Judul: Drupadi
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2017
Tebal: 149

“…pengabdian yang sempurna adalah setia kepada peranan hidup kita, apapun peran yang kita mainkan.” (hal 78)

Drupadi adalah tokoh wanita dari kisah Mahabharata. Konon Drupadi diciptakan dari sekuntum bunga teratai yang sedang merekah. Itulah sebabnya ia memiliki kecantikan yang tiada terkira. Banyak ksatria dari seluruh penjuru yang memperebutkan dirinya. Hingga suatu hari, Drupada, ayah Drupadi menyelenggarakan sayembara untuk mencari pasangan bagi putrinya. Karna, seorang putra kusir berhasil memanah sasaran. Namun Drupadi menolak Karna karena tidak ingin bersuamikan seorang yang lebih rendah derajatnya.

Arjuna, ksatria Pandawa yang saat itu menyamar sebagai brahmana berhasil memenangkan sayembara. Namun Arjuna menolak menikahi Drupadi, sebaliknya ia mempersembahkan Drupadi untuk kakaknya, Yudhistira. Yudhistira yang tidak mengikuti pertandingan menolak permintaan Arjuna dan memberikan Drupadi untuk saudara pandawa lainnya. Namun mereka semua menolak. Dewi Kunti, ibu ksatria Pandawa akhirnya memutuskan untuk menikahkan Drupadi dengan kelima putranya, yaitu Yudhistira, Arjuna, Bima, Nakula, dan Sadewa. Arjuna adalah ksatria Pandawa yang paling dicintai oleh Drupadi.

Drupadi bersama kelima suaminya tinggal di dalam istana Indraprastha yang mewah. Saudara Pandawa lainnya, Kurawa, yaitu Duryodana merasa iri dengan keberuntungan Yudhistira. Akhirnya dibuatlah sebuah rencana yang mengakibatkan Yudhistira tidak hanya kehilangan harta, istana, dan kerajaannya namun juga saudara-saudara Pandawa lainnya beserta Drupadi. Pandawa mengalami kejatuhan, kehilangan kehormatan dan kemerdekaan mereka sebagai manusia. Istri mereka, Drupadi dihinakan oleh Kurawa. Terhina, terlunta-lunta dan terusir adalah derita yang harus ditanggung Drupadi di dalam masa pengasingan bersama kelima suaminya. Namun Drupadi tak tinggal diam. Ia melakukan perlawanan melalui kata-kata, doa, dan mantra yang pada akhirnya membawa kemenangan bagi Pandawa.

Ulasan
Drupadi, menggambarkan sosok wanita cerdas, yang dengan kekuatan dan kelembutannya mampu memberi perlawanan atas penghinaan yang dilakukan Kurawa. Sepanjang hidupnya Drupadi ingin memanusia (hal 128). Kisah Drupadi dalam buku ini juga menggambarkan bentuk pengabdian Drupadi kepada hidup yang dilakoninya. Perannya sebagai istri dari lima ksatria Pandawa membawa Drupadi kepada kebahagiaan dan kesengsaraan yang tidak terperi. Namun demikian ia tetap bersetia kepada takdir yang telah menentukan jalan kehidupannya.

“Maka hidup di dunia bukan hanya soal kita menjadi baik atau menjadi buruk, tapi soal bagaimana kita bersikap kepada kebaikan dan keburukan itu.”

Time is More Valuable Than Money. Dampak Transportasi pada Hidup Kita.


Judul: Time is More Valuable Than Money
Penulis: Yoris Sebastian
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: November 2013
Tebal: 145

Time is Money. Kalau kata penulisnya, time is more valuable than money.

Waktu adalah uang. Uang di sini menurut saya tidak diartikan uang dalam bentuk fisik semata. Di dalam masyarakat kita mengenal uang sebagai benda yang memiliki nilai. Maka, uang di sini merepresentasikan sesuatu yang berharga. Dengan demikian semboyan waktu adalah uang bertujuan mengingatkan manusia agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik, karena waktu yang hilang tidak akan pernah bisa kembali.

Nah, penulis di buku ini memberikan berbagai solusi bagaimana kita dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di tengah keriuhan kehidupan modern dan perkembangan teknologi yang semakin maju. Teknologi yang berkembang pesat sejatinya dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi hidup manusia. Oleh karena itu gunakanlah teknologi semaksimal mungkin untuk membuat waktu kita berharga. Alih-alih menunggu taxi lewat, mengapa tidak menggunakan fitur aplikasi untuk memesan taxi. Dengan demikian sambil menunggu pesanan taxi kita datang, kita masih bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor pada hari itu.

Tidak hanya itu. Beberapa permasalahan transportasi terbukti dapat diminimalisir dengan keberadaan fasilitas app di ponsel. Dikutip dari buku, “Pertumbuhan pasar gadget di Indonesia adalah yang paling pesat di ASEAN dengan penjualan sebesar 1,2 juta unit smartphone pada 2009 dan diperkirakan meningkat hingga 18,7 juta unit pada 2015 alias menguasai 43% pasar ASEAN. (halaman 89).
Maka, peluang untuk menciptakan berbagai app di ponsel yang dapat membantu kehidupan orang banyak sungguh terbuka lebar di Indonesia ini. Pasar bagus buat para programmer :).

Kembali ke buku Time is more valuable than money, maka transportasi adalah faktor yang berperan penting di dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup manusia. Transportasi masa depan semustinya mampu memberikan alternatif kendaraan yang lebih cepat, lebih aman, lebih nyaman dan tentu saja terintegrasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan demikian maka moda transportasi yang nyaman dan bergerak lebih cepat tidak hanya dapat menghemat waktu melainkan juga memberikan kita kesempatan untuk memanfaatkan waktu melakukan aktivitas lainnya.

Buku yang Menginspirasi di Tahun 2016

Tahun 2016 baru saja berlalu. Rasanya tak banyak buku yang saya baca tahun itu. Jumlahnya mungkin tak sampai 20 an. Ah, sedih :(. Selain buku-buku rujukan untuk mengajar, berikut ini adalah daftar buku-buku yang telah saya baca dan buatkan review nya di blog ini juga.

Nah, berikut ini adalah daftar buku bacaan saya sepanjang tahun 2016.
1. Zero to One, Peter Thiel. Kategori buku: Inovasi (Bisnis dan Kewirausahaan). 238 halaman.
2. The Innovators, Walter Isaacson. Kategori buku: Biografi. 450 halaman.
3. Fenomenologi Wanita Ber-high heels, Ika Noorharini. Kategori buku: Fashion. 112 halaman.
4. Bakat Bukan Takdir, Bukik Setiawan & Andrie Firdaus. Kategori buku: Parenting, Pendidikan. 250 halaman.
5. All Things Bright and Beautiful, James Herriot. Kategori buku: Biografi. 640 halaman.
6. Night Flight, Antoine de Saint-Exupery. Kategori buku: Memoar. 190 halaman.
7. The Housekeeper & the Professor, Yoko Ogawa. Kategori buku: Romance. 251 halaman.
8. The Martian, Andy Weir. Kategori buku: Fiksi sains. 527 halaman.

Sedikit banget ya? Itu yang sempat saya bikin review nya. Selebihnya ada yang belum sempat terselesaikan baca, nggak sempat bikin review dan lainnya adalah buku-buku teks bahan tambahan mengajar semisal buku The art of packaging nya Sri Julianti, Pertanian Terpadu, Transportasi, Lesson in Teaching Computing dan yang sejenisnya. Agak susah juga dibuatkan resensinya. Tapi barangkali kapan-kapan boleh juga dicoba… hehe :).

Semoga tahun 2017 ini buku bacaan saya disertai penulisan resensinya bisa lebih ditingkatkan. Amin yra.

The Martian

the-martian_20160127145159
Judul: The Martian
Penulis: Andy Weir
Alih bahasa: Rosemary Kesauli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2011, 2014
Tebal: 527

The Martian berkisah tentang seorang astronaut yang berjuang untuk bertahan hidup di Mars. Si tokoh, Watney, adalah seorang ahli botani yang turut dalam program NASA yang dinamai dengan Ares. Ares memiliki misi mencoba menggapai Mars untuk mengirim orang-orang ke planet lain untuk pertama kalinya, mengembangkan cakrawala pengetahuan dan misi kemanusiaan lainnya. Kru Ares 1 dan Ares 2 berhasil menjalankan tugas dan kembali pulang ke bumi dengan selamat sebagai pahlawan. Bagaimana dengan Ares 3? Ares 3 adalah program NASA yang diikuti oleh Watney.

Seperti para pendahulunya, semua misi Ares menggunakan Hermes, nama pesawat angkasa yang membawa para kru untuk pulang-pergi ke Mars.
Tahu nggak? Ternyata untuk mengirim para kru ke Mars, mereka (NASA) terlebih dahulu harus mengirim semua perlengkapan yang dibutuhkan Ares 3 ke Mars. Dan itu memakan waktu tiga tahun. Setelah NASA memastikan semua perlengkapan berhasil mencapai permukaan dengan selamat, baru lah mereka memberangkatkan para kru Ares 3 menuju Mars.

Para kru kemudian menggunakan kendaran yang diberi nama MAV. MAV adalah kendaraan untuk turun dan naik dari Mars. Kendaraan ini pula yang akan mengantarkan mereka kembali ke Hermes setelah operasi permukaan planet selesai.

Nah, ini lah awal kisah Watney, sang astronaut yang diduga tewas dan hilang di Mars. Ketika sedang melakukan operasi permukaan, Mars diterjang badai pasir. Mulanya para kru diminta untuk berteduh di bawah HAB. Namun kemudian pihak NASA memerintahkan agar mereka kembali ke MAV dikarenakan kecepatan angin yang semakin tinggi. Dalam perjalanan dari HAB menuju MAV, terjadilah insiden yang menyebabkan Watney terlempar dan terpisah dari kawan-kawannya. Dalam kebimbangan dan perintah NASA yang semakin mendesak dengan terpaksa para kru meninggalkan Watney setelah sang komandan gagal menemukan Watney.

Bagaimana kehidupan Watney selanjutnya di Mars? Apa yang menyebabkan ia selamat dari kecelakaan yang menimpanya di badai pasir? Dan bagaimana cara awak NASA di bumi membawanya kembali ke bumi?

Ulasan
Apa yang kamu rasakan ketika mengetahui dirimu berada di tempat yang ekstrim, sendirian dan kemungkinan untuk bertahan hidup barangkali tinggal menghitung hari? Putus asa, marah, ketakutan?

Putus asa adalah hal pertama yang juga dirasakan Watney. Namun kemudian, bagi seorang Watney, dengan karakternya yang humoris dan pantang menyerah ia bertekad untuk bisa bertahan hidup. Untungnya, ia seorang ahli botani. Tempat yang tandus, gersang dan tidak memungkinkan bagi bertumbuhnya tanaman barangkali bisa menjadi semacam tantangan sekaligus penentu keberlangsungan hidup sang astronaut. Menyediakan pasokan pangan adalah hal pertama yang harus ia persiapkan. Tidak hanya proses mempersiapkan lahan berkebun di Mars yang membuat kita sebagai pembaca akan terkagum-kagum membaca buku ini. Cara Watney memecahkan masalah dengan melibatkan semua unsur ilmu pengetahuan dan teknologi membangkitkan rasa cinta dan keingintahuan yang lebih mendalam terhadap ilmu pengetahuan. Sepertinya buku ini pas banget buat pelajar yang sedang kehilangan minat belajar fisika, matematika, kimia, dan biologi :). Tidak hanya itu, dari karakter Watney sebenarnya kita bisa belajar bagaimana ia berinteraksi dengan diri dan sekitarnya. Perjuangan Watney bertahan hidup di Mars tidak selalu mulus dan lancar. Namun berbekal semangat hidup untuk mempertahankan diri, kerja keras dan rasa humor, Watney mampu menguatkan dirinya untuk pantang menyerah.

Hm, jadi apa pesan moral buku ini? Salah satunya adalah jangan pernah meremehkan pelajaran apapun, karena semua ilmu saling terhubung, saling terkait untuk membekali manusia agar dapat berjuang mempertahankan hidup di bumi, planet terindah dan nyaman untuk ditempati bagi semua penduduk bumi.

Sebagai tambahan, saya mendiskusikan buku ini dengan partner. Dia bilang, The Martian menyuguhkan kondisi-kondisi yang masuk akal. Secara logika, solusi yang ditawarkan atas peristiwa di buku ini dapat diterima seiring dengan kemajuan teknologi yang mengikutinya.

The Housekeeper & the Professor

THAT
Judul: The Housekeeper & the Professor
Penulis: Yoko Ogawa
Penerjemah: Maria Lubis
Penerbit: PT Qanita
Tahun terbit: 2016
Tebal: 251

√100 = 10, √16 = 4, Berapa √-1 = ?
Halaman awal buku ini sudah membuat saya sedikit mengerenyitkan dahi. Hei, ini memang bukan buku roman, itulah asyiknya :).

Seorang profesor matematika hanya memiliki ingatan selama delapan puluh menit. Kecelakaan mobil tujuh belas tahun lalu telah menyebabkan kerusakan pada otaknya. Dia tidak pikun, otaknya masih berfungsi dengan baik, terutama terhadap matematika. Ingatannya berhenti pada tahun 1975. Dia mampu mengingat teorema yang dia kembangkan tiga puluh tahun lalu namun tak tahu apa yang dia santap saat makan semalam.

Profesor tinggal sendiri. Namun ia tak sepenuhnya sendiri. Pondok tempat ia tinggal berada di dalam lingkungan rumah utama yang dibatasi dengan pintu taman. Di rumah utama itulah kakak ipar sang profesor tinggal, seorang perempuan tua yang anggun. Ia yang membiayai semua keperluan sang profesor.

Perempuan muda dengan satu anak laki-laki itu bekerja untuk mengurus semua keperluan profesor. Profesor senang berbicara tentang bilangan-bilangan. Bilangan membuatnya merasa nyaman. Setiap pagi perempuan muda mengulangi tanya jawab yang sama. Bagi sang profesor, yang ingatannya hanya bertahan selama delapan puluh menit si perempuan muda itu selalu merupakan pengurus rumah yang baru dia jumpai untuk pertam kali. Untuk mengatasi ingatannya yang lemah, profesor menuliskan hal-hal yang harus dia ingat dan menempelkannya di tubuhnya sendiri, di dalam setelan jasnya yang tertutup oleh banyak potongan kertas.

Keduanya membangun jalinan kasih sayang yang lebih misterius daripada bilangan imajiner. Sama misteriusnya dengan hasil akar kuadrat -1 yang berupa i, representasi dari imajiner. i adalah jenis bilangan paling rahasia, tidak pernah keluar sehingga bisa terlihat. Seperti itulah hubungan aneh tapi indah yang berkembang di antara keduanya.

Ulasan
Membaca sekilas judul buku ini memang bisa memberikan persepsi yang berbeda kepada setiap orang. Saya awalnya mengira ini buku roman sehingga saya sempat ragu untuk membelinya. Namun berbagai simbol matematika di sampul buku dan sinopsis di halaman belakang buku membuat saya penasaran. Saya nggak suka matematika sih tetapi cerita atau film yang membahas tentang misteri alam semesta dengan ilmu pengetahuannya selalu mampu membangkitkan rasa ingin tahu. Buku ini tuntas saya baca setelah seorang kawan saya meminjam buku ini karena tertarik dengan barisan kalimat di sampul depan buku.

Walau banyak persamaan matematika yang tidak saya kenal dan sukses membuat saya terpaksa browsing di internet mencari istilah-istilah semisal bilangan kembar, bilangan bersahabat, dan lain-lain, saya sungguh tidak menyesal membacanya. Buku yang keren. Ternyata, untuk bisa meresapi indahnya kisah di buku ini memang harus ‘ngeh’ matematika juga ya? Hehehe :).

Night Flight

Untitled-1 copy
Judul: Night Flight
Penulis: Antoine de Saint-Exupery
Alih bahasa: Isao Arief
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2010
Tebal: 190

Buku Night Flight ini berbentuk grafis (komik). Kisah dalam buku ini lebih merupakan memoar pengalaman Exupery sendiri sebagai pilot pos udara dan tragedi yang nyaris merenggut nyawanya.

Night Flight bercerita tentang perusahaan angkutan pos udara pertama yang melayani rute Amerika Selatan. Pada masa itu pengangkutan dan transportasi didominasi oleh kereta api dan kapal untuk jalur darat dan laut. Riviere adalah nama pemilik perusahaan armada pos udara ini. Ia melihat pasar yang cukup potensial untuk melakukan pengangkutan pada malam hari dengan mengggunakan pesawat untuk mempersingkat waktu.

Riviere memimpin dengan sangat keras. Para pilot mengemudikan pesawat dengan mengandalkan baling-baling pesawat, tongkat kendali penentu arah, sinar bulan dan bintang-bintang. Pesawat pada masa itu belum dilengkapi dengan radar dan peralatan digital seperti saat ini. Pekerjaan ini sepenuhnya mengandalkan kemampuan seorang pilot dengan keberanian tinggi.

Dikisahkan seorang pilot pemberani bernama Fabien yang baru menikah dan harus bertugas mengantarkan paket dengan rute Patagonia, Buenos Aires. Cuaca yang semula cerah berubah menjadi badai. Fabien pilot yang terlatih dan tidak mudah menyerah. Setelah ia berhasil melewati badai angin Fabien dan rekannya terpaksa harus menerima kenyataan bahwa bahan bakar mereka tidak mencukupi. Sementara pesawat mereka tersesat terbawa angin sampai lautan atlantik.

Fabien adalah bagian dari sebuah kisah mengenai kebanggaan dan keberanian orang-orang yang bekerja di udara. Pengorbanan Fabien dan para pilot pemberani lainnya tidak pernah sia-sia karena pengabdian mereka melebihi cinta dan kematian.

Terima kasih untuk mbak Lilik Wijayati yang telah memberikan buku ini. Kejutan buat saya karena tidak menyangka ada buku di dalam paket benih tanaman :).

All Things Bright and Beautiful

all_things_bright_beautiful
Judul: All Things Bright and Beautiful
Penulis: James Herriot
Alih bahasa: Lanny Murtihardjana
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2014
Tebal: 640 hlm

“Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya. Belum pernah kata-kata itu terasa begitu berarti. Tiba-tiba saja aku melihat diriku sebagai bagian sangat kecil dalam rencana-Nya yang Agung.” (halaman 287)

Tulisan-tulisan Herriot selalu memikat hati. Sarat dengan kehalusan budi, kebajikan berlimpah, dedikasi terhadap profesi yang dijalaninya dengan penuh tanggungjawab dan perikemanusiaan.

Buku All Things Bright and Beautiful adalah buku lanjutan dari kisah hidup James Herriot, seorang dokter hewan dalam buku All Creatures Great and Small. Herriot, yang baru menikah mulai memantapkan karirnya sebagai dokter hewan di daerah pertanian Yorkshire. Sebagai dokter hewan, maka Herriot harus selalu siap setiap waktu, bahkan di saat cuaca tidak ramah sekalipun. Penduduk Yorkshire yang semula meragukan kemampuannya sebagai dokter hewan muda perlahan mulai memercayainya.

James Herriot menuliskan kisahnya dengan penuh kehangatan, humor, dan kecintaan terhadap pasien-pasiennya serta para pemilik mereka.

Kalau ditanya cerita apa yang paling bagus? Maka saya tak akan ragu menjawabnya, semua. Hehe. Tetapi saya ingin mengulas beberapa diantaranya, secara acak saja ya 🙂

Kisah Herbert si anak domba memberikan pengetahun baru untuk saya bahwa induk domba yang hamil dalam kondisi stres dan kehilangan anaknya akan mudah sekali menyerah untuk bertahan hidup. Setelah berhasil mengeluarkan anak domba yang sudah mati dari dalam perut induknya, Herriot membutuhkan anak domba cadangan. Saat itu Herriot teringat Herbert, anak domba berumur 2 minggu yang ditolak oleh induknya. Anak domba pemberani itu menyelinap di domba betina lain yang sedang menyusui anak-anaknya untuk ikut menyusu. Seringkali domba-domba betina menolaknya. Namun adakalanya Herbert berhasil menyusu. Untuk menyelamatkan nyawa domba betina yang nyaris mati itu, Herriot menjadikan Herbert sebagai anak domba cadangan. Herbert dibungkus dengan kulit anak domba yang sudah mati. Solusi ini ternyata membuahkan hasil. Keduanya memang saling membutuhkan.

Di bab lain ada cerita tentang Mr. Crump, seorang petani yang awalnya dinilai Herriot sebagai pribadi yang kikuk, membosankan dan tak berperasaan. Namun semuanya berubah ketika Herriot menerima tawaran Mr. Crump untuk mencoba anggur-anggur buatannya. Keluarga Mr. Crump sendiri sering dibuat kesal oleh tingkah Mr. Crump yang selalu menawarkan tamu-tamu mereka untuk mencicipi anggur bikinan Mr. Crump. Bahkan di dalam keluarganya pun Mr. Crump dianggap aneh. Kesediaan Herriot disambut sukacita oleh Mr. Crump. Setiap kali anggur aneka rasa itu disediakan oleh Mr. Crump, Herriot menanggapi dengan komentar tulus yang membuat wajah Mr. Crump berbinar memancarkan persahabatan. Herriot melihat Mr. Crump berubah menjadi orang yang ramah dan penuh pengertian. Walaupun dampaknya tidak begitu baik karena Herriot masih harus melakukan satu tugas lagi yaitu membantu kelahiran sapi di keluarga petani lain dalam pengaruh alkohol.

Hamparan rumput luas di daerah perbukitan hijau Yorkshire adalah godaan yang tak tertahankan bagi Herriot. Berbaring sendirian hanya ditemani bisikan angin yang berembus dan mendengar kicau burung adalah cara untuk menghindar dari hiruk-pikuk kehidupan.

Pengobatan tak sengaja pada domba betina yang sedang sekarat kelak membantu Herriot untuk menangani kasus serupa yang terjadi pada hewan kecil, Penny, anjing milik keluarga Flaxton. Domba betina yang megap-megap dan dibiarkan menunggu kematian oleh pemiliknya sendiri itu mampu bertahan hidup setelah Herriot, tanpa sepengetahuan si pemilik memberikan obat bius untuk mengurangi sakit sehingga si domba akan mati dengan tenang. Namun pada kunjungan berikutnya ternyata domba betina itu sehat. Dan si pemilik menceritakan bahwa selama 2 hari sang domba tertidur lelap dan hari berikutnya domba sudah berdiri dan mampu makan dengan lahap. Herriot melakukan pengobatan anestesi pada kasus Penny yang mengalami kasus peradangan akut pencernaan anjing. Pembiusan dilakukan salah satunya sebagai tambahan bagi penanganan normal. Cara ini mampu menghentikan lingkaran meletihkan dan mematikan serta menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang menyertainya. Namun demikian bukan berarti Herriot menganjurkan penggunaan anestesi bagi semua penyakit hewan.

Ada banyak kisah bagus, dan mengharu biru. Membaca karya Herriot tak cukup hanya dengan membaca review-nya, Anda harus membaca bukunya untuk meresapi setiap kebaikan yang memancar dari sosok sederhana dokter hewan ini.

“Adegan yang belangsung di hadapanku amat berbeda dengan pekerjaan rutinku yang sarat tendangan, serudukan, kotoran, dan peluh. Tapi aku sama sekali tidak meyesal. Kehidupan yang terpaksa kujalani karena keadaan, ternyata justru sangat memuaskan dan luar biasa. Aku begitu yakin lebih suka menjalani hari-hariku dengan berkendara melintasi jalan-jalan pedesaan tanpa pagar daripada membungkuk di atas meja operasi itu. Lagipula, aku tak kan bisa menjadi seorang Bennet. Rasanya aku takkan sanggup menyamai tekniknya, dan seluruh penataan ini sangat terkesan seperti bisnis, tinjauan ke masa depan, dan ambisi tinggi yang tidak kumiliki.” (halaman 237).

Di atas adalah nukilan dari kisah ketika Herriot membawa seekor anjing untuk dibedah oleh seorang pakar hewan. Dan ketika ia memperhatikan Mr. Bennet mengoperasi anjing kecil bernama Dinah, ingatan Herriot kembali kepada cita-cita awalnya sebagai dokter hewan.

Tulisan-tulisan Herriot selalu membuat saya merenung dan mensyukuri segala anugerah yang telah Tuhan berikan kepada saya. Kebaikan hatinya menular dan memberikan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Saya sangat bersyukur mengenal karya Beliau. Jaman boleh saja berubah tapi semustinya kehalusan budi senantiasa hidup dalam diri manusia.