Istanbul

Sinopsis buku Istanbul karya Orhan Pamuk ini sudah saya posting di tulisan sebelumnya. Lalu apa yang membuat saya menuliskannya kembali? Membaca buku ini membuat saya tertarik mencari tahu sejarah Khilafah Utsmaniyah. Dalam peradaban islam, khilafah Utsmaniyah ini termasuk yang memiliki periode paling lama kekuasaanya, sekitar 625 tahun (enam seperempat abad) di sekitaran abad ke-12 sampai abad 16.

Kejayaan dan keruntuhan sebuah pemerintahan ditentukan oleh pemimpinnya. Ini lah yang terjadi di Istanbul. Menjelang jatuhnya Kesultanan Utsmaniyah, disebabkan oleh perilaku para pemimpinnya yang tamak dan hidup bermewah-mewah serta menyengsarakan rakyatnya melalui pajak yang tinggi. Dan juga disebabkan oleh ketidaktegasan penguasa yang memimpin kota serta konflik internal diantara para penguasa.

Sementara itu, Eropa muncul sebagai kekuatan baru dengan teknologi perangnya yang modern. Kekuatan Kesultanan Turki Usmani yang semakin turun membuka peluang bagi Barat untuk mengambil kembali seluruh wilayah Eropa yang pernah dikuasai Kesultanan Usmani.

Istanbul kemudian menjadi negara Republik sekuler melalui presiden pertamanya, Mustafa Kemal Atatürk. Menjadi sekuler barangkali bukanlah keinginan penduduk Istanbul, namun mungkin pilihan terbaik saat itu, ketika sebagian mereka merasakan bahwa agama telah dijadikan alat untuk menindas dalam sebuah sistem kenegaraan.

Di bawah kepemimpinan Atatürk yang sekuler (Sekuler secara harfiah berarti memisahkan hukum negara dengan agama) maka meninggalkan agama berarti menjadi modern dan Barat.
Eforia kebudayaan Eropa melanda kaum borjuis yang ditampakkan dalam rumah-rumah mereka. Pamuk menggambarkan ini dalam cerita benda-benda ala Eropa yang dipamerkan di lemari-lemari kaca kaum kaya Istanbul. Menjadi Eropa adalah pilihan kaum kaya Istanbul untuk meningkatkan status mereka. Sementara itu agama menjadi lekat bagi masyarakat miskin. Keluarga borjuis menyamakan kesalehan dengan kemiskinan, sementara kaum mereka sendiri yang tidak percaya kepada Tuhan tidak sepenuhnya memiliki keberanian untuk memutuskan ikatan.

Keinginan untuk lepas dari (kejayaan) dan keruntuhan masa lalu dan menjadi negara yang modern dan makmur menjadi sebuah tekad bagi bangsa Turki dan karenanya mereka meyakini bahwa segala yang berkaitan dengan agama harus dihindari. Walaupun nyatanya pengingkaran itu menimbulkan rasa ambigu.

Istanbul dalam buku Orhan Pamuk memberi gambaran bagaimana sebuah kota yang mengalami kegemilangan lalu runtuh dan mencoba bangkit kembali dalam perasaan seorang anak yang keterikatannya dengan kota kelahirannya begitu lekat. Kenangan akan sebuah kota yang membentuk keseluruhan dirinya dalam baris-baris puisi dan kisah romantik laut Bosphorus, laut yang menjadi hiburan satu-satunya bagi penduduk saat kepekatan pernah melanda negeri dimana sebuah peradaban agung pernah berdiri.

Istanbul Kenangan Sebuah Kota

istanbul_kenangan_sebuah_kota_
Judul: Istanbul. Kenangan Sebuah Kota.
Penulis: Orhan Pamuk
Penerjemah: Rahmani Astuti
Penerbit: Serambi
Tahun terbit: 2015
Tebal: 561

Istanbul atau dulunya dikenal dengan nama Byzantium merupakan kota yang paling penting dalam sejarah. Kota ini menjadi ibu kota dari empat kekaisaran, yaitu Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Romawi Timur, Kekaisaran Latin dan terakhir Kekaisaran Utsmaniyah. Penyebaran agama kristen mengalami kemajuan pada masa kekaisaran romawi dan romawi timur sebelum utsmaniyah menaklukkannya pada tahun 1453 di bawah kepemimpinan Mehmed II (Muhammad Al-Fatih) yang mengubahnya menjadi pertahanan islam sekaligus ibu kota kekhalifahan terakhir.

Sinopsis
Kesultanan utsmaniyah berakhir pada tahun 1922. Istanbul beralih menjadi Republik Turki pada tahun 1923. Namun tak banyak kemajuan yang terjadi pada periode ini. Kota yang dahulunya pernah menjadi rebutan karena kekayaan dan posisinya yang strategis mendadak diabaikan setelah Kesultanan Usmani jatuh. Sebaliknya, kota ini menjadi lebih miskin, kumuh dan terasing. Kegemilangan kota ini perlahan memudar. Rakyat hidup dalam kemiskinan dan penderitaan akan kenangan kejayaan masa lalu.

“seakan-akan begitu kami aman berada di rumah kami, kamar tidur kami, ranjang kami, maka kami dapat kembali pada mimpi-mimpi tentang kekayaan kami yang telah lama hilang, tentang masa lalu kami yang legendaris.” (halaman 50)

Buku memoar Istanbul ini berisi catatan atau rekaman, kenangan yang dialami oleh penulis dari masa kecil sampai dewasa mengenai kota kelahirannnya. Dilahirkan dari keluarga kaya, Pamuk tinggal di apartemen yang setiap lantainya dihuni oleh masing-masing keluarga besar. Seperti rumah keluarga istanbul kaya lainnya, pernak-pernik pengaruh barat tersimpan di dalam lemari kaca yang dingin, suram dan tak tersentuh. Perabotan itu sekedar memamerkan diri kepada para tamu bahwa pemilik rumah adalah orang yang berpikiran Barat.

“, kemurungan dari kebudayaan yang sekarat ini terasa di mana-mana di sekeliling kami. Sebesar apa pun hasrat untuk meniru Barat dan menjalankan modernisasi, tampaknya keinginan yang lebih mendesak adalah terlepas dari seluruh kenangan pahit dari kesultanan yang jatuh: lebih menyerupai tindakan seorang pria yang diputus cinta membuang seluruh pakaian, barang-barang, dan foto-foto bekas kekasihnya. Namun, karena tidak ada sesuatu pun, baik dari Barat maupun dari tanah air sendiri, yang bisa digunakan untuk mengisi kekosongan itu dorongan kuat untuk berkiblat ke Barat sebagian besar merupakan usaha untuk menghapus masa lalu; pengaruhnya pada kebudayaan bersifat mereduksi dan membuat kerdil, mendorong keluarga-keluarga seperti keluargaku yang, meskipun senang melihat kemajuan Republik, melengkapi perabot rumah mereka layaknya museum. Sesuatu yang di kemudian hari aku ketahui sebagai misteri dan kemurungan yang mewabah, kurasakan pada masa kanak-kanakku sebagai kebosanan, dan kemuraman, rasa jemu mematikan, yang kuhubungkan dengan musik “alaturka” yang membuat nenekku tergerak untuk mengetuk-ngetukkan kakinya yang bersandal: aku melarikan diri dari situasi ini dengan membangun mimpi.” (halaman 43)

Pamuk membangun mimpi melalui fantasi-fantasi yang ia ciptakan sejak kecil. Pada usia lima tahun ia tinggal bersama pamannya yang saat itu menjadi editor majalah Hayat (Hidup), majalah yang paling populer di Turki. Kegemaran berimajinasi dan tinggal bersama paman yang menerbitkan banyak ratusan buku dan memberikan buku-buku tersebut kepada Pamuk setelah ia bisa membaca sedikit banyak memengaruhi dirinya. Diakui oleh Pamuk kemudian bahwa rekan dari banyak penyair dan penulis pamannya juga sangat memengaruhi gagasan-gagasannya mengenai Istanbul.

Istanbul bagi Pamuk adalah kota yang mengingatkan ia pada reruntuhan dan kemurungan, kemuraman yang menular kepada dirinya. Ia menggambarkan Istanbul dengan sangat menyentuh, kota ini seolah hidup dan nyata dalam penggambaran masa lalu. Disertai foto-foto hitam putih, Istanbul bercerita banyak tentang kegemilangan masa lalu sekaligus kemuraman yang diberikan sesudahnya.

Istanbul adalah kota sarat sejarah. Bangunan-bangunan tua yang berdiri di kota ini adalah peninggalan dari sebuah peradaban agung yang pernah berdiri di kota itu.

Tak salah kalau Istanbul (Turki) dijadikan pilihan sebagai salah satu tempat yang harus dikunjungi. Kota yang sarat sejarah ini pasti menyimpan banyak kisah menarik. Empat kekaisaran dari pendahulunya dan peralihan dari kristen, islam dan kemudian kota ini memilih menjadi negara republik yang demokratis, sekuler. Wow, bayangkan betapa kaya peninggalan yang diberikan dari sejarah kota ini. Seperti apa kira-kira Istanbul ya?

Show Your Work

B2sUGDeCcAAZwMc
Judul: Show Your Work
Penulis: Austin Kleon
Penerjemah: Rini NB
Penerbit: Noura Books
Tahun terbit: 2014
Tebal: 215

Ingin diperhatikan? Atau ingin dipromosikan? Kleon punya nasihat yang bagus untuk ini, jangan sibuk membicarakan promosi diri. Sebaliknya, “Berkaryalah sebagus mungkin supaya tidak diabaikan.”

“Bila kamu berfokus pada kualitas, orang akan datang kepadamu.” Bagaimana caranya agar mereka menemukanmu? Berbagi lah.

Buku ini untuk kamu yang tidak suka mempromosikan diri. Austin memberikan alternatif cara promosi yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

Berbagi adalah kunci untuk memperkenalkan karyamu kepada banyak orang. Dengan demikian kamu pun mudah ditemukan dan berfokus menjadi ahli di bidangmu.

Alih-alih pelit dengan ilmu yang kamu miliki, bermurah hati membagi ide dan pengetahuan akan membukakan jalan kepada peluang dan kesempatan yang bahkan tidak kamu bayangkan. Berbagilah proses kreatifmu dengan banyak orang. Yang kamu perlukan hanya menunjukkan karyamu.

Nah, ingin tahu cara alternatif promosi dari mr. Austin? Mari kita simak beberapa tips Beliau di bawah ini.
1. Tidak perlu menjadi genius?
He? Serius? Iya, ini era digital, bukan? Dengan internet maka siapapun saling terhubung. Blog, media sosial, grup e-mail, ruang diskusi, forum, semuanya menjadi tempat virtual yang bisa didatangi orang untuk membicarakan hal-hal yang mereka anggap penting. Di dunia maya, semua orang mampu menyumbangkan sesuatu tanpa mengenal status, kekayaan, atau pun gelar.
“Berikan yang kamu punya. Bagi seseorang, bisa jadi itu berguna baginya melebihi dugaanmu.” – Henry Wadsworth (halaman 9, Show Your Work).

Untuk berani berbagi, kamu harus berani menjadi amatir. Seorang amatir bersedia mencoba apa saja dan berbagi hasilnya. Seorang amatir tahu bahwa menyumbangkan sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali. Yang membedakan adalah berkarya atau tidak berkarya. Kalaupun hasil karyamu belum termasuk bagus, selalu ada kesempatan untuk berlatih. Menjadi amatir adalah menjadi pembelajar seumur hidup. Dan itu menyenangkan, menurut saya :)
Selain menjadi amatir, kamu harus menemukan dan menggunakan suaramu sendiri. Maksudnya? Bicarakan hal yang kamu suka dan suaramu akan datang sendiri. Jika ingin karyamu dianggap ada maka kamu harus berbagi. Internet memberi kamu banyak kesempatan untuk menemukan dan menggunakan suaramu. Berikutnya, baca obituarium. Kata Kleon, membaca tentang orang-orang yang sudah tiada dan berbuat banyak dalam hidup akan membuat kita bangkit dan mengukir hidup sendiri dengan baik. Ambil inspirasi dari orang-orang yang berjuang dalam hidup-mereka semua mulai sebagai amatir, mencapai tujuan dengan mengolah apa yang dimiliki, lalu memberanikan diri menunjukkannya pada dunia. Teladani mereka. (halaman 25)

2. Pikirkan proses bukan hasil.
Kebanyakan kita sudah memahami bahwa proses lebih bernilai dibandingkan hasil. Dengan berbagi poses harian maka kita pun menjalin keakraban dengan penikmat karya kita. Berbagi proses sebuah karya membuka kemungkinan bagi orang-orang untuk terus terhubung dengan kita dan karya kita sehingga membantu promosi produk lebih jauh. (hal 38). Selanjutnya, arsipkan semua yang telah kamu kerjakan. Potongan arsip adalah juga bagian proses kreatif yang dapat kamu kumpulkan untuk kemudian kamu tunjukkan.

3. Berbagilah hal kecil setiap hari.

Nah, di atas itu 3 tips dari Kleon. Masih banyak tips lainnya yang menarik dari Beliau, kamu bisa membaca bukunya untuk mengetahui nasihat lainnya dari Kleon.

Jadi, sesibuk apapun dirimu, jangan mengunci diri dan menimbun karya untuk diri sendiri. Berbagilah, tunjukkan karyamu kepada orang lain. Perhatikanlah, akan ada orang-orang yang memberi perhatian lebih kepada karyamu.

Dan mengutip pesan Kleon, “Dokumentasikan perkembanganmu, lalu bagikan prosesnya supaya orang lain bisa belajar bersamamu. Tunjukkan karyamu, dan ketika orang yang tepat muncul, amati mereka baik-baik, karena banyak yang akan mereka perlihatkan kepadamu.”

Para Pencari Keadilan

PARA PENCARI KEADILAN.indd

Pengarang: Pipiet Senja
Penerbit: Emir
Tahun terbit: 2015
Tebal: 221 halaman
Harga buku: Rp 80.000,-
Dimensi buku: 14,5 x 21

Sinopsis

Rumondang Siregar adalah satu-satunya Jaksa di Indonesia blasteran Batak-Tionghoa. Sejak bayi ia dalam pengasuhan keluarga besar ayahnya di kawasan Tapanuli Selatan, sementara kedua orang tuanya mengejar karier di Ibukota. Acapkali ia menerima tindak kekerasan dari neneknya. Beruntunglah ia memiliki seorang kakek yang sangat mengasihinya, sehingga membentuk karakter yang mandiri, dan istiqomah sebagai muslimah tangguh.

Ketika ia berhasil menduduki jabatan Jaksa di daerah, segenap pikiran dan upayanya dipusatkan demi memberantas para koruptor. Sepak-terjangnya ternyata membuat gerah para seniornya, maka ia pun ditarik ke Ibukota. Di sini ternyata ia harus berhadapan dengan situasi yang tak pernah terbayangkan; mulai dari intrik, isu murahan, sampai fitnah yang keji. Serbuan dan tantangan lawan itu bukan saja dari kalangan sejawat, melainkan juga dari keluarga besar ibunya sendiri, etnis Tionghoa.

Bagaimana sepak-terjangnya, saat ia harus berhadapan dengan para sepupu dan pamannya sendiri yang ternyata adalah gembong narkoba? Dan ia pun menjadi korban dalam suatu tragedi pemboman di Mall. Dapatkah ia bangkit dari situasi in-coma yang mengenaskan itu?

Keunggulan Buku
Novel karya penulis legendaris Indonesia ini, merupakan salah satu novel lintas etnis yang tidak biasa dari novel kebanyakan saat ini. Pipiet Senja seorang penulis yang dikenal sebagai sosok perempuan yang konsisten dengan kesederhanaan, baik dalam kehidupan maupun karya-karyanya. Dapat dilihat dari salah satu novel karyanya, Para Pencari keadilan. Novel ini menceritakan perjuangan seorang wanita tangguh di tengah maraknya kasus peradilan yang berakhir dengan tidak adil.
Sangat menarik, karena di dalamnya penuh konflik yang mengharukan, serta sarat dengan nilai-nilai Islam yang tercermin dari tokoh utama seorang muslimah, bernama Rumondang. Tentu saja dapat menginspirasi tidak hanya bagi wanita, tetapi juga untuk semua orang yang sangat mendambakan keadilan di dunia ini.

sumber: Erlangga

Romansa 2 Benua

ROMANSA DUA BENUA.indd

Penulis: Pipiet Senja
Penerbit: Erlangga
Kota Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2015
Cetakan: Ke-1
Deskripsi Fisik: 223 Halaman
Kode Buku: 808-813-002-0
ISBN: 978-602-0935-24-9

Sinopsis Romansa 2 Benua

Soli tak pernah tahu siapa ayah kandungnya dan mengapa ibunya sampai hati membuangnya begitu saja? Masa kecilnya dihiasi dengan pergulatan seru melawan kemiskinan dan kekerasan fisik bahkan seksual dari kaum adam. Soli yang tinggal hanya berdua dengan neneknya tercinta harus menjalani pahitnya hidup di sebuah desa kecil di Jawa Barat. Di usianya yang masih belia, Soli telah mendapat pelecehan dan perlakuan sadis dari seorang lelaki jahim. Drama hidup terus berlanjut, ketika Soli harus kehilangan neneknya tercinta, satu-satunya keluarga yang dimilikinya. Kini, ia harus menjalani kerasnya hidup sebatang kara. Hingga suatu hari, Soli kembali mengalami babak pahit dalam skenario hidupnya. Soli disekap berhari-hari di gerbong kereta, kesuciannya kembali direnggut untuk kedua kali. Namun, kali ini Soli telah berubah, dia berani bangkit melawan dan menghabisi si Durjana. Berbagai hujatan dan penghinaan bertubi-tubi menyerangnya. Kegetiran hidupnya tak kunjung bermuara.

Penantian panjang yang begitu indah dalam imajinasinya itu kini di depan mata. Soli telah menemukan ibu kandungnya yang telah meninggalkannya sejak masih bayi. Kebahagiaan yang menghiasi relungnya kala berjumpa untuk pertama kalinya dengan sosok perempuan yang sudah melahirkannya ke dunia fana itu pun hanya ada dalam kisah dongeng belaka. Sang ibu justru menolak kehadirannya, bahkan mengusirnya. Tidak ada sedikit pun kasih dan sayang seorang ibu yang layaknya dicurahkan kepada buah hatinya. Soli pun pasrah, dia sudah tak mampu berharap.Pada suatu hari, ibu Soli pun datang dan mengajaknya untuk tinggal bersama layaknya keluarga. Bukan girang Soli mendengar kabar itu dan sontak dia langsung mengiayakan. Tak ada sedikit pun rasa curiga terhadapo niat baik sang ibu. Namun, di balik kebaikan hatinya, sungguh tega sang ibu justru menjual Soli. Soli pun tak berdaya. Dia benar-benar telah terpenjara di rumah Baba Liong, tauke tembakau dari Deli yang juga mempunyai bisnis di kota kembang. Soli menjalani hidupnya yang baru bergelimang harta dan kemewahan di rumah Baba Liong hingga pada suatu hari Soli menemukan cinta pertamanya yang bernama Nuwa.

Cinta pertama yang telah membutakan matanya. Cinta pertama yang begitu manis di awalnya. Cinta pertama yang selalu menggetarkan hatinya setiap waktu. Cinta yang justru membawa petaka. Cinta yang justru menorehkan luka, cinta yang perih tak terperi yang meninggalkannya sorang diri di Negri Kincir Angin. Cinta yang membuahkan benih manusia di dalam rahimnya. Hingga akhirnya dia pun benar-benar tidak tahu arah setelah Nuwa meninggalkannya sebatang kara dengan janinnya. Tuhan tidak pernah melepas Soli begitu saja, Sang Maha Agung yang tidak pernah memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Titik terang dalam hidupnya kembali datang. Jan van Hartland, pria bule bertubuh sangat subur, berperawakan tinggi kini telah mengisi lembar hidupnya dengan penuh kebahagiaan. Kini, Soli telah melahirkan Nuwa, buah hatinya dengan cinta pertamanya yang telah membutakannya yang juga bernama Nuwa. Hidup terus berjalan penuh kebahagiaan hingga Soli pun melahirkan buah hati lainnya yaitu Beatrice dan Martin.

Kini, Soli bukan lagi gadis desa lugu yang bodoh dan miskin. Soli van Hartland kini telah menjadi menjelma menjadi wanita cerdas dan bergelimang harta karena kesuksesan bisnisnya di Negeri Kincir Angin. Namun, kesedihan kembali menimpanya kala dia mendengar kabar bahwa putranya meninggal karena tenggelam di laut bersama kapal pesiar pribadinya. Hatinya hancur menerima kenyataan itu. Soli mempunyai cucu bernama Max, yang tak lain adalah anak kandung Nuwa van Hartland dan istrinya, Jennifer Hamilton, artis Hollywood. Kini, Max dirawat oleh Soli. Dia begitu mencintai cucunya. Namun, Soli kembali harus kehilangan orang yang dicintainya, Jan Van Hartland, suaminya tercinta. Kini, dia membiarkan skenario Tuhan berjalan apa adanya. Seiring berjalannya waktu, usia Soli semakin tua. Kesehatannya pun semakinmenurun. Soli kini tengah tak berdaya terbaring di rumah sakit. Max, cucunya telah beranajk dewasa dan memilih jalan hidup yang benar, kini dia menjadi muslim sejati dan mengganti namanya menjadi Faiz. Bagaimana pun panjang nya perjalanan hidup Soli, kini ia kembali teringat pada Nuwa, cinta pertamanya. Ia masih menyimpan dendam yang tak kunjung padam. Faiz pun mulai tahu akan kisah cinta pertama sang nenek yang getir. Dia pun berusaha mencari sosok Nuwa, cinta pertama neneknya. Maka dia terbang ke Indonesia, tepatnya di Papua.

Pencariannya pun tak sia-sia, hingga dia menemukan cinta pertama sang nenek. Soli pun semakin sehat. Kini dia telah belajar ilmu agama dari perawatnya, Laila. Perjalanan hidup memang tak bisa ditebak, Soli tak pernah menyangka bahwa dia akan kembali ke Indonesia dan dipertemukan dengan Nuwa. Kini Soli sudah memaafkannya. Faiz merasa bahagia karena bisa mempertemukan dua insan yang saling mencintai walupun penuh dengan tragedi.

Unsur Intrinstik Novel
1. Tema
a. Seorang wanita yang kuat dan tegar dalam menghadapi kegetiran hidup
b. Wanita yang lugu dan baik hati namun terlalu mudah percaya terhadap perkataan orang lain yang justru membuatnya lara.
c. Perjuangan hidup penuh tragedi seorang gadis yang ditinggal ibu kandung sejak bayi dan kemudian harus hidup sebatang kara setelah neneknya, satu-satunya keluarganya meninggal dunia dan akhirnya ibunya tega menjualnya.

2. Tokoh
a. Tokoh Utama : Soli
b. Tokoh Kedua : Titin
c. Tokoh Ketiga : Nuwa
d. Tokoh Keempat: Jan Van Hartland
e. Tokoh Kelima: Faiz
f. Tokoh Pembantu :Mak Dijah, Tunem, Baba Liong, Beatrice, Martin

3. Penokohan :
a. Soli: Sosok perempuan yang kuat dan tegar, keinginannya untuk mandiri sejak muda, dan sangat menyayangi nenek dan ibunya.
b. Titin: Ibu kandung Soli yang cinta harta hingga tega menjual anaknya.
c. Nuwa: Sosok laki-laki yang cerdas dan mampu memikat hati Soli namun dia tega meninggalkan Soli seorang diri dalam keadaan mengandung anaknya
d. Jan van Hartland: Laki-laki bule yang berperawakan tinggi, baik hati, penyayang, dan mencintai Soli apa adanya.
e. Penokohan lainnya.

4. Alur
Alur maju mundur, dimana novel menceritakan keadaan Soli yang sedang tak berdaya berbaring di rumah sakit. Kemudian alur kembali mundur menceritakan kisah hidup Soli sejak bayi hingga remaja yang penuh tragedi hingga ia hamil namun ditinggal oleh Nuwa dan kemudian dia berjumpa dengan Jan van Hartland di Negeri Kincir Angin dan menikah dengan Jan van Hartland dan kemudian mempunyai dua anak, Beatrice dan Martin. Alur maju ditutup dengan bertemunya Soli dan Nuwa.

5. SudutPandang
Sudut pandang orang ketiga

6. Amanat :
a. Tidak ada anak yang dilahirkan dengan keadaan haram. Perbuatan orang tuanya lah yang haram.
b. Sepahit apapun hidup, tidak boleh menyerah. Hidup terus berlanjut. Berusahalah menjalani hidup dengan baik.
c. Memaafkan orang yang telah berbuat jahat memang susah, akan tetapi kita harus mampu melakukannya agar hidup tenang.
d. Jangan mudah terpercaya oleh perkataan orang, terkadang berujung sengsara.
e. Sebagai wanita, kita harus menjadi wanita yang cerdas, kuat, mandiri, dan tangguh dalam menjalani warna warni kehidupan yang tak terduga.

Keunggulan dan kelemahan novel

1. Keunggulan Novel

  • Novel ini mengajarkan kita akan apa arti tegar, kuat, mandiri dan tangguh bagi wanita
  • Sebuah bacaan menarik yang sangat inspiratif
  • Bahasanya mudah dipahami
  • Pewatakan tokoh mudah dipahami dan digambarkan secara jelas
  • Alur cerita mudah dipahami meski alur maju mundur, dan alur tersebutlah yang membuat kita menjadi semakin penasaran.
  • Sarat akan nilai religi

2. Kelemahan Novel

  • Terlalu banyak nama tokoh
  • Ada beberapa sesi cerita yang cukup panjang dan sedikit membosankan karena intinya sama saja.

Kesimpulan
Novel ini pantas dibaca untuk siapa saja, terutama untuk wanita. Novel ini mampu menginspirasi para wanita dalam menjalani hidup yang penuh tantangan agar selalu kuat, tangguh, dan mandiri. Novel ini juga mengandung nilai religi. Bahwa sejatinya hidup harus seimbang antara dunia dan akhirat. Banyak pesan dan kesan yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup dari novel ini. Sebuah novel yang mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sederhana namun mampu membangkitkan emosi pembaca.

Sumber: Erlangga

Tiada Ojek di Paris

ojekparis
Judul: Tiada Ojek di Paris
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: Mizan
Tebal: 207

Jakarta, Rembulan, dan Keterasingan

Bulan telah pingsan
di atas Kota Jakarta
tapi tak seorang menatapnya!

Bulan telah pingsan
Mama, bulan telah pingsan
Menusuk tikaman beracun
dari lampu-lampu Kota Jakarta
dan gedung-gedung tak berdarah
berpaling dari bundanya

Siapa yang terasingkan dari Jakarta? Bahkan bulan pun merasa tak seorang menatapnya. Begitulah personifikasi rembulan yang merupakan identifikasi diri dari manusia yang merasa terasing di Kota Jakarta.

Keterasingan atau alienasi adalah wacana yang tumbuh bersama lahirnya sebuah kota, tempat manusia tak dihubungkan oleh kesatuan adat, apalagi darah, seperti dalam masyarakat tradisional dalam pola kekerabatan di kampung, melainkan oleh kesatuan kepentingan. Orang datang ke Jakarta untuk menyambung dan mempertahankan hidup, dalam arti kiasan atau sebenarnya, bukan karena cinta kepada Jakarta. Kepentingan survival ini membuat orang Jakarta berkompetisi. Keakraban mengalami reduksi. Maka manusia pun hidup dalam keterasingan.

Namun, keterasingan bukanlah akhir dunia. Seterasing-asingnya, mereka yang tinggal di Jakarta selalu mempunyai perasaan mesra tentang kotanya. Keterasingan selalu bertimbal balik dengan kerinduan. (hal 35-36)

Ulasan:
Siapa tak kenal Seno? Tulisan-tulisannya selalu bernas. Tiada Ojek di Paris adalah kumpulan esai Seno tentang masyarakat urban dan kota metropolitan. Esai ini terdiri dari 44 cerita pendek yang dapat dibaca secara terpisah.

Buku ini berisi pengamatan Seno tentang masyarakat urban. Jakarta adalah kota yang dipilih Seno sebagai latar belakang kisah-kisah di dalam buku ini. Kota yang terus bertumbuh dan menuntut semua elemen di dalamnya untuk ikut bergerak gegas dan cepat. Kehidupan urban menjadi simbol perkembangan sebuah kota. Mobilitas kaum urban dikenal sangat tinggi dikarenakan beragamnya kegiatan yang mereka ikuti. Tak ketinggalan gaya hidup yang menjadi identitas kaum urban yang dapat menentukan strata sosial mereka di masyarakat.

Barangkali kita akan merasa sedikit tertohok, atau bahkan tertawa dan kemudian mengernyitkan kening ketika membaca kumpulan esai yang bercerita tentang berbagai polah kaum urban. Sadar atau tidak kita seringkali tertipu dan terkungkung oleh kehidupan yang kita sebut dengan modern itu.

The Boy Who Loved Math

content
Judul: The Boy Who Loved Math
Penulis: Deborah Heiligman
Penerbit: Roaring Book Press, New York
Tebal: 37

Paul Erdős adalah seorang anak laki-laki yang tinggal bersama ibunya di Budapest, Hungaria. Sang mama sangat menyayangi Paul. Ketika Paul berumur 3 tahun ibunya harus kembali bekerja sebagai Guru matematika. Maka, Paul kemudian dititipkan kepada Fräulein (pengasuh).

Fräulein mempunyai banyak peraturan, sebaliknya Paul benci pada peraturan. Satu-satunya hiburan yang paling menyenangkan Paul adalah menanti musim semi datang. Pada saat itu ibu Paul akan datang dan menghabiskan waktunya di rumah bersama Paul. Maka, Paul sibuk menghitung hari kapan saat itu tiba. Dan itu lah asal mula Paul menyukai angka.

Pada umur 4 tahun, Paul mengajukan pertanyaan tahun lahir dan jam kepada tamu yang berkunjung ke rumahnya. Dan dengan perhitungan di luar kepala, Paul menyebutkan jumlah detik yang telah dilalui sang tamu. (Bayangkan, anak umur 4 tahun loh itu :) ). Paul menyukai trik itu dan ia sering melakukannya.

Paul senang bermain dengan angka-angka. Dia menambah dan mengurang angka-angka tersebut. Suatu hari ia mengurangkan angka besar dengan angka kecil. Hasil yang diperoleh adalah lebih kecil dari 0. Ibu Paul menerangkan bahwa angka tersebut disebut dengan bilangan negatif. Paul merasakan keajaiban. Sejak saat itu ia bercita-cita untuk menjadi seorang matematikawan.

Paul kemudian menjadi seorang matematikawan yang berkelana dari satu universitas ke universitas untuk membagikan ilmunya. Ia berdiskusi dengan matematikawan lainnya dan terus menghasilkan karya. Kontribusinya di dunia matematika membuka jalan bagi generasi setelahnya untuk memahami bagaimana komputer dan mesin pencari bekerja. Dan yang tak kalah penting adalah pemrograman.

Dikutip dari Wikipedia di sini
“Sepertinya Paul Erdos tidak mencintai uang dan wanita seperti pria lainnya. Paul Erdos hanya mencintai angka dan matematika. Erdos pernah memenangi hadiah $50000 dari Wolf Prize, sebuah ajang paling bergengsi di bidang matematika. Namun, dari $50000 itu, Erdos hanya menyimpan $720 untuk dirinya, sisanya didonasikan ke sebuah yayasan di Israel. Uang $720 bersama satu koper berisi baju-bajunya menjadi bekal dirinya untuk berkelana menuju universitas-universitas di dunia ini. Paul Erdos menetap di tempat matematikawan di dunia ini, kemudian berdiskusi, kemudian menghasilkan karya. Setidaknya itu menjadi bukti bahwa Paul Erdos tidak mencari kesuksesan berupa uang, tapi Paul Erdos mencari sebuah kesempurnaan dalam hidupnya. Kesempurnaan itu yang mengantarkan dirinya menuju kesuksesan melalui karya-karyanya.”

**
Di satu cerita dikisahkan Paul sangat tertarik dengan bilangan prima. Ketertarikan Paul terhadap bilangan prima membangkitkan rasa ingin tahu saya. Iseng saya membayangkan flow chart untuk mencari rumus bilangan prima. Haha. Sungguh saya baru sadar ternyata kok nggak ketemu ya? Dan kalau sudah buntu sementara rasa penasaran nggak mau hilang bertanyalah saya kepada si mas.

Ini lah jawabannya:
Bilangan prima tidak bisa dikalkukasi, oleh sebab itu bilangan prima digunakan untuk enkripsi.

Wow, menarik ya? Pantas saja Paul Erdos menyukai bilangan prima, ternyata bilangan ini memang sangat unik :)

Hujan Bulan Juni

download
Judul: Hujan Bulan Juni
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 135

kita tak akan pernah bertemu
aku dalam dirimu

tiadakah pilihan
kecuali di situ?

kau terpencil dalam diriku

Novel Hujan Bulan Juni ini bercerita tentang Sarwono, dosen Antrologi UI dan dan Pingkan dosen Sastra Jepang UI, yang blasteran Jawa-Menado. Sarwono, seorang Jawa yang memiliki pembawaaan tenang, dan cenderung melankolis membuat Pingkan jatuh hati. Laki-laki ringkih dengan batuk kecilnya itu pun memiliki perasaan yang sama dengan Pingkan. Namun keduanya menyadari perbedaan “jarak” yang ada. Kekhawatiran dan kecemasan seringkali terasa mengganggu walau keduanya pandai mengalihkan kesedihan.

Suatu hari Pingkan ditugaskan ke Jepang sementara Sarwono harus berkeliling Indonesia untuk melakukan penelitian. Komunikasi melalui wa tetap terjalin diantara keduanya, walau diam-diam Sarwono menaruh kecemburuan terhadap rekanan Pingkan seorang Jepang yang juga menyayangi Pingkan.

Kesibukan penelitian serta batuk-batuk kecil yang diderita Sarwono mengharuskan ia beristirahat. Ia kembali ke Solo. Penyakit Sarwono bertambah parah. Dalam kondisi kritis Toar, kakak Pingkan mengabarinya lewat wa. Pingkan pulang ke Solo untuk menjenguk Sarwono.

Ulasan:
Hujan Bulan Juni adalah judul puisi SDD yang sangat fenomenal. Selain dibuat novelnya, sebelumnya sudah terbit dalam bentuk lagu dan komik. Rencananya, akan terbit juga filmnya.

Mematahkan bayangan saya bahwa tokoh dan cerita berlatar masa lalu, SDD membuktikan sebaliknya. Kisah berlatar kondisi saat ini, peranan wa sebagai alat komunikasi atau istilah selfie banyak digunakan SDD di buku ini. Meskipun dalam beberapa hal, nostalgia masa lalu masih sedikit tampak dalam sosok tokoh di novel.

Walau berlabel novel tetapi saya suka pemikiran yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Perbedaan pandangan dan keyakinan setiap individu ditampilkan tanpa menghakimi.

“…tidak memanfaatkan agama sebagai alat untuk mencapai apapun, kecuali untuk mendekatkan diri dengan Allah. Itu perintah Allah, itu perintah Muhammad SAW, itu yang menjadi dasar keyakinannya sebagai orang yang harus menghargai keyakinan orang lain, yang selalu mengingatkannya untuk mengharamkan kata ‘liyan’ dalam cara berpikirnya, “Biarlah kata itu tetap ada di kamus, tetapi tidak perlu digunakan untuk mencibir, apalagi menyiksa orang lain.” (halaman 76)

Perenungan akan kondisi sosial dan pemikiran individu terhadap suatu permasalahan selalu menarik minat saya, barangkali juga itu yang membuat saya melihat novel ini tidak sekedar novel biasa.

“Ia tidak ingin tinggal di manapun kecuali di negeri yang menyenangkan karena selalu geger ini. Ia masih harus menuntaskan keinginan untuk blusukan dari pulau ke pulau agar bisa menghayati hal-hal pelik yang tidak akan bisa diuraikan, apa lagi ditata, tanpa didasari keikhlasan untuk memahami dan menerimanya.” (halaman 76)

Dan, SDD masih penyair yang saya kagumi, puisi dan prosanya begitu menghangatkan hati :)

Orange Economy

86494_f
Judul: Orange Economy
Penulis: Felipe Buitrago & Ivan Duque
Penerjemah: Hedwigis Hapsari
Penerbit: Noura Books
Tebal: 242

Gagasan bahwa manusia mampu menciptakan sesuatu sudah ada sejak jaman purbakala sampai era modern. Pemahaman proses kreatif itu bertumbuh dan berkembang di dalam kehidupan bermasyarakat dan mengambil peran dalam perekonomian negara.

John Howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai semua sektor yang barang dan jasanya berdasarkan kekayaan intelektual: periklanan, arsitektur, kerajinan, desain, mode, game dan mainan, penerbitan, musik, penelitian dan pengembangan, perangkat lunak, TV dan radio, video games, seni visual dan pertunjukan.

Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru yang berbasis kreativitas setelah ia melihat pada tahun 1997 Amerika Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaaan Intelektual (HKI) senilai 414 milyar dolar yang menjadikan HKI sebagai barang ekspor nomor satu di Amerika Serikat. (sumber: Wikipedia)

Orange economy memiliki banyak istilah seperti industri budaya, industri kreatif, industri rekreasi, industri hiburan, industri konten, industri yang terproteksi hak cipta, ekonomi budaya dan ekonomi kreatif.
Walaupun memiliki banyak istilah namun perlu disepakati bahwa kesemuanya merujuk pada satu tujuan yaitu ide atau gagasan.

Ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi untuk menghasilkan ide atau gagasan. Seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan dari karya ciptanya yang dilindungi oleh HKI. Contohnya: penulis, pencipta lagu, periset, dan lain-lain.

Perdagangan kreatif ini juga tidak mudah goyah dan dapat memulihkan pertumbuhannya dengan cepat jika terjadi krisis finansial. Industri film besar seperti Hollywood di AS, Bollywood di India, dan Nollywood di Nigeria bersama-sama memproduksi lebih dari empat ribu film per tahun. lebih dari 80 per minggu penjualan film box office mereka mencapai miliaran dollar di seluruh dunia. Begitu pun industri video game dan Itunes yang melaporkan sejak peluncurannya pada tahun 1998 lebih dari 25 miliar lagu telah diunduh pada harga $0.99 per lagu dan lebih dari 50 miliar aplikasi telah diunduh dari AppStore.

Industri hiburan, video game, seni pertunjukan, kerajinan dan industri kreatif lainnya ini faktanya mampu bertahan dan melewati dekade sukses dalam perdagangan internasional.

Jika ekonomi kreatif diibaratkan sebagai sebuah negara di dunia, maka ia akan menjadi negara terbesar ke-empat di bidang ekonomi dan tenaga kerja. (Statistik menurut analisa Felipe Buitrago dan Ivan Duque)
1. Ekonomi terbesar ke-empat dengan $70,4 triliun dollar
2. Pengekspor barang dan jasa terbesar ke-sembilan $22,2 triliun dollar
3. Jumlah tenaga kerja 3,226 miliar pekerja, 2011

Buku ini menaparkan potensi besar yang dimiliki orange economy yang seringkali tak terlihat. Fakta dan data yang disajikan dalam buku ini membuktikan bahwa orange economy merupakan bagian yang sangat penting dari perekonomian dan budaya di dunia.

Inonesia dengan beragam suku, seni dan kebudayaan, kerajinan serta nilai-nilai budaya luhur warisan dunia dan anak-anak muda yang kreatif mampu berperan serta di dalam industri kreatif dan menjadi bagian dari orange economy yang diperhitungkan dunia.

Jadi, mengapa tidak mulai memfokuskan diri kepada kegiatan dalam orange economy yang selama ini dianggap tak berpotensi? Faktanya, aktivitas bisnis ini mampu memperbaiki ekonomi negara serta mampu menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi anak-anak muda dan meningkatkan kesejahteraan.

Startuppedia

f39e4fed25601bbe707c343f338dde8f
Judul: StartupPedia
Penulis: Anis Uzzaman
Penerjemah: Yenni Saputri
Penerbit: Bentang
Tebal: 229

Beberapa tahun belakangan gerakan startup di negara-negara Asia mengalami peningkatan, termasuk di Indonesia. Kemunculan perusahaan-perusahaan baru berbasis digital yang digawangi oleh anak-anak muda ini menarik perhatian para investor dan venture capitalist dari luar untuk menanamkan modal mereka kepada calon-calon startup potensial.

Startuppedia adalah buku panduan bagi para entrepreneur sebelum memulai startup. Buku ini memberikan informasi yang lengkap bagi para entrepreneur untuk kembali dan memecahkan masalah di setiap tahapan proses pembentukan startup dan memberi cara baru bagi semua orang serta membantu semua orang untuk menjadi entrepreur yang lebih baik.

Startup yang ingin masuk ke pasar global ada baiknya memperhatikan enam elemen penting yang dipaparkan oleh Anis, yaitu:

1. Membentuk sebuah tim.
Tim adalah aspek utama dari startup. Dalam bagian ini, Anis memaparkan pentingnya pembentukan tim dan cara mengembangkan sumber daya manusia yang kuat. Tim merupakan elemen penting yang menentukan seorang investor berinvestasi atau tidak pada sebuah startup. Oleh karena itu tim yang baik adalah yang bersemangat, fleksibel dan jujur serta memahami kultur perusahaan dan mau bersama-sama mewujudkan visi CEO.

Bagaimana merekrut anggota tim dengan persyaratan di atas? Anis menyarankan untuk merekrut orang-orang terbaik melalui rekomendasi kawan, acara, inkubator dan lokakarya startup.

2. Menciptakan sebuah produk.
Produk yang berkualitas dan berpengaruh sangat penting dalam kesuksesan sebuah startup. Penting pula mengingat bahwa sebagian alasan startup mampu sukses karena fondasi pengembangan produk yang kuat. Entrepreneur sebaiknya jangan fokus pada menciptakan produk sesuai keinginan mereka saja namun juga harus fokus pada logistik seperti ukuran pasar, kebutuhan konsumen dan permintaan publik. Selain mengembangkan dan menyempurnakan produk mereka juga perlu melakukan riset pasar mendalam untuk memastikan bahwa produk mereka akan sukses.

Menurut Anis, kita tidak perlu membuat produk yang sempurna dari awal, lebih baik melengkapi produk di tiap tahapannya. Kewirausahaan memberi ruang bagi sebuah produk untuk terus diperbaiki dan disempurnakan di sepanjang prosesnya.

Konsep Lean Startup Model merupakan metode pengembangan produk baru yang menyebar ke seluruh dunia. Komponen utama model ini adalah memeriksa berkali-kali apakah produk ini sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Lean Startup Model adalah pendekatan pengembangan bisnis yang didasarkan pada prinsip produksi ramping dan melihat produk dari sudut pandang konsumen.

Tujuan utama saat mengembangkan produk adalah memenuhi kebutuhan konsumen. Selanjutnya, apa yang terjadi jika produk tidak benar-benar bisa memenuhi kebutuhan konsumen selama beberapa tahun. Jawabannya adalah pengembangan ulang. Pengembangan ulang adalah bagian alamiah dari penyempurnaan produk. Memulai lagi dari awal jelas bukan hal yang efisien oleh karena itu lah Lean Startup dibutuhkan.

“Luncurkan produk ke pasar meski kelengkapan produk masih 60%, lalu ulangi proses verifikasi dan perbaikan berdasarkan respon pasar secepatnya.”

Sebuah contoh pengembangan produk yang bagus adalah instagram. Awalnya instagram adalah aplikasi check in sosial, tempat pengguna bisa berbagi foto di lokasi mereka saat itu. Setelah peluncurannya instagram menemukan bahwa para pengggunanya kebanyakan lebih tertarik untuk berbagi foto daripada check in (measure). Tim kemudian memutuskan untuk mengubah fokusnya pada fitur berbagi foto saja. Ini merupakan contoh dari apa yang disebut “Pivot” (bagian dari learn (Build-Measure-Learn Feedback Loop), teknik lain dari pengembangan produk.

3. Melindungi keuntungan melalui paten.
Hak paten adalah cara untuk melindungi produk Anda. Startup di Asia Tenggara kurang mementingkan hak paten dibandingkan startup di Amerika. Di sana, startup yang baru dibentuk diharapkan mendaftarkan hak paten untuk melindungi teknologi yang mereka miliki, jika tidak, tidak mungkin untuk memperluas bisnis seperti yang mereka harapkan.

Perlindungan hak paten penting dalam keputusan investasi seorang venture capitalist. Dengan banyak bermunculannya startup di Asia maka diharapkan hak paten akan menjadi masalah yang kian penting.

4. Memasarkan produk
“Strategi pemasaran yang berbeda di tahapan yang berbeda.”

Startup harus mampu mengidentifikasikan perbedaan untuk setiap tahap siklus hidup startup demi menyatukan rencana pemasaran yang berbeda. Pada tahap awal peranan media sosial dan mengadakan acara memegang peranan penting bagi strategi pemasaran utama mereka. Selanjutnya, mendapatkan pengguna melalui investor, penasihat, dan direksi. Sebagai contoh jika ada investor terkenal berinvestasi pada sebuah startup, akan lebih efektif jika si investor tersebut yang mempromosikan perusahaan startup tersebut, karena startup tersebut bisa lebih sering diliput media yang kemudian akan meningkatkan kesadaran khalayak terhadapnya.

Ini barangkali alasan mengapa banyak perusahaan sering menggunakan selebritas sebagai ikon produk mereka :)

Langkah berikutnya adalah pemasaran dengan menggunakan pengguna. Nah, seperti orang jaman dulu bilang, pemasaran yang efektif itu adalah dari mulut ke mulut. Dropbox adalah contoh terbaik untuk teknik pemasaran ini.

Jika tahap seed telah dilampaui maka yang berikutnya adalah tahap exit. Pada tahap exit dan ekspansi mempromosikan perusahaan melalui humas dan iklan di koran lebih efisien karena langkah ini dapat membantu startup menjangkau lebih banyak orang dan wilayah yang lebih luas.

5. Mengembangkan strategi pembiayaan
Penggalangan dana adalah sumber kehidupan startup. Tanpa dana yang stabil dari berbagai sumber dipastikan pertumbuhan startup dan pengembangan produknya mati.

Beragam sumber pendanaan yang bisa diperoleh startup, diantaranya: melalui teman atau keluarga, crowdfunding, angel investor, inkubator, venture capital, rekanan strategis.

Sementara cara untuk memperoleh pendanaan melalui venture capitalist dan angel investor dengan cara mempresentasikan startup Anda kepada mereka.

6. Membentuk strategi exit
Exit merupakan tahapan paling penting dalam siklus kehidupan startup. Dua strategi exit tahapan startup adalah IPO dan M&A.

Nah, enam elemen tadi adalah panduan bagi para startup yang ingin mencapai kesuksesan. Membangun sebuah stratup memang bukan proses yang mudah, tentu akan banyak ditemui rintangan. Oleh sebab itu buku ini hadir untuk menyiapkan para entrepreneuer mengatasi masalah umum yang kerap terjadi pada banyak startup.

Tentang Penulis
Anis Uzzaman adalah seorang venture capitalist yang aktif berinvestasi pada startup-startup terkemuka di silicon valley dan berbagai negara lainnya. Anis memiliki ketertarikan khusus pada pasar Asia Tenggara. Bagi Anis, tim startup di wilayah ini dikenal kreatif dengan ide-ide inovasi yang luar biasa. Namun ada satu mata rantai yang belum terpasang: strategi dan informasi untuk mengangkat startup menuju silicon valley. Dan untuk membuatnya lengkap, buku ini hadir.