Abu Dzar, Penentang Kezaliman

download
Judul: Abu Dzar, Penentang Kezaliman
Penyunting naskah: Salman Faridi
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 153
Jenis: Seri Komik Islam

Di suatu sore, Abu Dzar bertemu dengan sepupunya Unais yang baru saja pulang dari Mekkah untuk mencari berita mengenai seorang pria yang mengaku sebagai utusan Allah.
Unais: Demi pemilik bintang di langit. Ia mengajarkan sesuatu yang mirip dengan apa yang kau perjuangkan selama ini.”

Abu Dzar menjadi semakin penasaran. Segera ia memutuskan berangkat ke Mekkah. Perjalanan menuju Mekkah tidaklah mudah, sepanjang perjalanan Abu Dzar diterpa oleh panasnya siang dan debu pasir. Hingga sampailah ia di Mekkah. Abu Dzar tahu bahwa ia harus berhati-hati karena hampir seluruh penduduk Makkah memusuhi dan menentang Nabi Muhammad saw.

Suatu hari Abu Dzar bertemu dengan Ali Bin Abi Thalib (sepupu Nabi Muhammad Saw). Ali menanyakan perihal keperluan Abu Dzar demi diperhatikannya Abu Dzar adalah seorang musafir. Abu Dzar lalu menceritakan tujuannya. Ali merasa gembira dan menuntun Abu Dzar menemui Nabi Muhammad saw. Abu Dzar lalu meminta Nabi membacakan ayat quran yang mulia. Nabi membacakan dan pada saat itu juga Abu Dzar menyatakan masuk islam. Abu Dzar mengucapkan dua kalimah syahadat dengan dituntun oleh Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad berpesan kepadanya, “Pulanglah engkau kepada kaummu. Dan beritakan kepada mereka sehingga perintahku datang lagi kepadamu.”

Keesokan harinya, Abu Dzar yang pemberani memproklamirkan keislamannya di hadapan Ka’bah, dimana saat itu banyak orang, utamanya kaum Quraisy berkumpul untuk menyembah Latta dan Uzza. Mendengar hal itu, mereka marah besar. Akibatnya Abu Dzar dipukuli. Pertolongan datang ketika Al Abbas bin Abdul Mutthalib, tokoh Bani Hasyim paman Rasulullah yang disegani kamu Quraisy berteriak kepada masyarakat, “Dia seorang suku Ghifari. Kalian tahu sendiri kan suku ghifari letaknya mesti kalian lalui bila hendak ke Syams.” Sontak mereka berhenti memukuli Abu Dzar.

Setelah itu Abu Dzar pulang ke kampung halamannya. Di sana ia berdakwa dan berhasil mengajak keluarga dan saudara-saudaranyanya masuk islam diikuti oleh separuhnya kaum Bani Ghifar.

Setelah masuknya islam ke seluruh kampung Bani Ghifar, Abu Dzar hijrah ke Madinah. Di sana ia berkhidmat melayani berbagai kepentingan pribadi dan keluarga Rasulullah. Ia selalu mendampingi dan mengawal Nabi.

Setelah wafatnya Rasululah saw, Abu Dzar menyendiri. Abu Dzar adalah seorang penyayang terhadap kaum miskin dan lemah. Ia selalu menyuarakan kebenaran walau pahit. Maka ketika sepeninggal Nabi dan penguasa baru banyak melupakan ajaran Nabi dengan hidup berfoya-foya dan menelantarkan orang miskin, Abu Dzar tidak berdiam diri. Ia berdakwah.

Para pemimpin merasa khawatir oleh dakwah Abu Dzar yang dianggap dapat menghasut rakyat kecil. Beberapa kali Abu Dzar diusir dari kota yang ia diami dan berakhir di pengungsian. Abu Dzar meninggal seorang diri, tanpa ditemani oleh sahabat-sahabatnya, seperti sabda Nabi Muhammad SAW mengenai Abu Dzar.
“Ia berjalan kaki seoranng diri. Kelak akan meninggal seorang diri. Dan akan dibangkitkan seorang diri pula.”

Abu Dzar, sahabat Nabi, ia menghembuskan nafas terakhirnya di tengah panasnya gurun pasir, di Rabadzah. Jenasah Abu Dzar dishalati dan dikubur oleh rombongan kafilah yang melewati jalan itu.

Abu Dzar mengajarkan kepada kita tentang konsistensi pada sebuah keyakinan untuk menyayangi dan mencintai kaum miskin dan lemah, berbuat baik terhadap sesama dan tidak ikut hanyut dalam kezaliman. Kisah yang mengharu biru sekaligus menerbitkan kebahagiaan melihat orang-orang seperti Abu Dzar. Kesendirian dan terkucil adalah harga yang harus dibayar oleh Abu Dzar di dunia, namun baginya nikmat akhirat lebih dari segalanya.

Vader’s little son

download
Judul: Darth Vader and Son
Penulis: Jeffrey Brown
Penerbit: Chronicle Books, San Fransisco
Tebal: –
Jenis: novel grafis (komik)

Ini adalah review lanjutan dari novel grafis pertama di sini. Bagaimana Darth Vader menangani Luke, anak laki-lakinya? Sama seperti perlakuan Ayah terhadap anak laki-laki mereka pada umumnya lah :)

Luke belajar dengan cepat, sulit diatur dan penuh rasa ingin tahu membuat si Ayah seringkali tak berkutik. Walau kadang kewalahan menghadapi perilaku anak laki-lakinya namun Darth Vader memiliki kesabaran tanpa batas untuk putra kesayangannya. Dan sebagai Ayah, terbit juga rasa bangganya ketika suatu hari Luke memperoleh medali di sekolahnya :).

Gambar-gambar di buku ini menceritakan kisah sehari-hari yang umum ditemui dalam sebuah hubungan keluarga. Sisi romantisme hubungan Ayah dan anak terlukis dalam gambar ketika Luke tertidur di pelukan tangan si Ayah (wow, so sweet).Atau cerita ketika mereka bermain hide and seek dan tertawa bersama. Pokoknya, gambar-gambar di dalam buku ini sangat menyentuh hati. Dan di halaman terakhir novel grafis, Jeffrey Brown menggambarkan Luke kecil yang sedang memeluk kaki ayahnya sambil berucap, “I love you, Dad” dan sang Ayah yang berdiri canggung tanpa bisa menutupi perasaannya sendiri. :)

Hatta. Aku Datang karena Sejarah

18942841
Judul: Hatta. Aku Datang karena Sejarah
Penulis: Sergius Sutanto
Penerbit: Qanita
Tebal: 354

“Sekali lagi, para pejabat di Istana harus kembali kepada buku.”

Hatta mencintai buku seperti penari gandrung irama lagu. Buku adalah kawan setianya. Buku-buku itu telah mengajarkan banyak kebenaran. Kebenaran yang terasa menyakitkan bagi mereka yang bergumul dengan penyelewengan dan kesalahan, tapi menyegarkan bagi yang tahan penderitaan. (halaman 24)

Buku-buku itu pula yang menjadi alasan Hatta meninggalkan kemegahan Istana Merdeka. Bagi Hatta, kejujuran adalah mempelai hati nurani. Ia menolak segala bentuk penyelewengan, penyimpangan, keserakahan yang bernama: korupsi.

Hatta teringat pada pesan sang kakek, Ayah Gaek Arsyad.
“Harta dunia ini tidak ada yang kekal, yang kekal hanya harta, ilmu dan pengetahuan serta ibadah. Segala yang terjadi di dunia ini sudah ditakdirkan Allah. Sudah ada suratannya lebih dahulu.” (halaman 20)

Sang kakek menggantikan peran Ayah sejak Ayah kandung Hatta meninggal. Ketertiban dan kedispilinan Hatta adalah teladan sang kakek yang sehari-hari menangani usaha gerobak pos dengan kuda-kudanya. Kisah-kisah religi dan nasihat baik dari Ayah Gaek terserap baik oleh Hatta.

“Kita wajib belajar dan bersekolah agar pandai dan berbudi.” (halaman 28)

Hatta melanjutkan sekolahnya di Jakarta kemudian ke Belanda. Ia pun aktif berorganisasi. Hatta bergabung dengan Perhimpunan Indonesia, organisasi yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Karena aktivitasnya ini, Hatta beberapa kali dipenjara sebelum akhirnya dibuang ke Digul dan dipindahkan ke Banda Neira bersama tahanan politik lainnya.

Dalam pergerakan itulah Hatta bertemu dengan Syahrir, kelak bersama Syahrir Hatta membentuk PNI. PNI adalah organisasi yang bertujuan untuk menyusun kekuatan baru lewat pikiran dan mental anggotanya sampai saatnya lahir sebagai satu kekuatan penuh untuk kemerdekaan.

Syahri dan Hatta memercayai bahwa pendidikan adalah hal penting dan menjadi masalah serius di Tanah Air. Oleh karena itu visi Hatta dan Syahrir adalah membentuk sebuah gerakan politik yang lebih mengedepankan pendidikan bagi para anggotanya. Menurut Hatta proses pembelajaran mampu membukakan mata hati.

Di sana pula Hatta bertemu dengan Soekarno. Soekarno yang ketika itu juga baru mendirikan Partindo, berniat menggabungkan Partindo dengan PNI Hatta-Syahrir. Namun, Hatta merasa bahwa mereka berbeda visi. Partindo-nya Soekarno lebih mengedepankan mobilisasi massa, sedangkan PNI versi Hatta-Sjahrir ingin mendidik kader.

“Ya, aku dan Soekarno memang sudah berbeda jalan sejak awal.” (halaman 167)

Partindo Soekarno dan PNI Hatta-Syahrir adalah awal perbedaan yang muncul diantara Soekarno-Hatta. Namun demikian kawan-kawan seperjuangan adalah sahabat sepanjang hayat. Pun ketika pada akhirnya mereka berselisih jalan, yang menyebabkan Hatta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden. Ikatan yang lekat karena rasa pertemanan tidaklah putus begitu saja, dan itu dibuktikan Hatta dengan datang menjenguk di saat-saat terakhir Soekarno.

Didikan agama dan teladan baik dari Ayah Gaek, Ibu dan paman serta bibinya selalu mengiringi setiap langkah hidup Hatta, tak lupa ribuan buku yang menjadi kawan setianya, kawan sepenanggungan yang menyimpan banyak rahasia dan cerita.

Kebanyakan buku biografi berkesan serius dan berat, sehingga seringkali membuat orang mengurungkan niat untuk membacanya. Namun melalui sebuah novel tentang Bung Hatta ini, Sergius ingin menampilkan kisah biografi yang dikemas dengan cara berbeda. Walaupun berbentuk novel, data tentang riwayat dan sejarah perjuangan Bung Hatta tidak diubah. Untuk Anda yang ingin mengetahui Bung Hatta dan sejarah perjuangannya tanpa harus mengerutkan kening, buku ini layak dibaca.

Vincent

GetImage
Judul: Vincent
Penulis: Barbara Stok
Penerbit: Self Made Hero
Tebal: 141

Vincent adalah buku komik grafis yang bercerita tentang pelukis ternama, Vincent Van Gogh. Cerita bermula ketika Vincent berpamitan kepada sang adik untuk kepergiannya ke Arles. Arles adalah kota kecil yang dipilih Vincent untuk menekuni karirnya sebagai pelukis. Sementara bagi Theo, Arles adalah kota yang diharapkan bisa mengembalikan kesehatan untuk Vincent. Udara bersih, suasana nyaman dan pemandangan indah adalah tempat yang tepat untuk kedua tujuan tersebut sekaligus.

Biasan cahaya matahari pada ladang-ladang gandum, bunga-bunga yang bermekaran serta geliat para pekerja adalah pemandangan indah tak terlukiskan di Arles. Vincent ingin berbagi keindahan itu kepada adik dan semua orang melalui karyanya.

Kesukaan Vincent adalah menuangkan warna-warna secara berlebihan. Cara itu menurutnya untuk menangkap jiwa dari sebuah objek lukisan. Bagi Vincent sebuah lukisan yang baik adalah yang memiliki jiwa. Setiap guratan dan tarikan garis pada setiap lukisan karya Vincent adalah gambaran emosi yang ia rasakan. Begitu hidup.

Inilah buku yang menceritakan tidak saja mengenai proses kreatif sebuah karya seni yang mengagumkan namun juga kesepian dan keterasingan yang dirasakan oleh si pelukis. Dibalik kesuksesan -yang tidak pernah dirasakan si pelukis selama ia hidup-, Vincent, adalah sosok sang adik tercinta, Theo, yang tidak pernah putus mendukungnya. Theo memercayai bahwa suatu saat dunia akan mengerti dan memahami keindahan karya-karya sang kakak.

“How rich art is; if one can only remember what one has seen, one is never without food for thought or truly lonely, never alone.”

Sampar

IMG_0010
Judul: Sampar
Penulis: Albert Camus
Alih Bahasa: NH.Dini
Penerbit: Pustaka Obor
Tebal: 386

“Harapan yang menghalangi manusia pasrah kepada kematian dan yang hanya berupa kegigihan buat hidup.” (halaman 323)

Kisah bermula ketika kota dipenuhi oleh timbunan tikus-tikus mati. Ribuan tikus keluar dari tempat gelap, berjalan terhuyung-huyung dan sempoyongan di tempat terang sebelum akhirnya mati. Tikus-tikus itu telah membawa bakteri mematikan yang bisa menularkan manusia.

Kota dipenuhi oleh orang sekarat. Setiap hari puluhan orang mati karena penyakit sampar. Penduduk yang panik dan ketakutan berusaha keluar dari kota. Namun epidemi sampar telah menyebabkan kota dikucilkan. Mereka yang telah berada di dalam tidak bisa keluar dan sebaliknya.

Camus barangkali ingin menggambarkan berbagai karakter manusia melalui kisah kota yang dikucilkan. Dokter Rieux si tokoh utama misalnya, memilih untuk bertugas setiap hari, melakukan tugasnya dengan baik. Ada Grand, pegawai balai kota yang secara teratur bekerja di bagian statistik Pencatatan Sipil, yang artinya juga dia harus menghitung angka-angka kematian. Grand adalah pribadi yang langka. Ia jujur, sederhana dan memiliki sifat-sifat kebaikan yang tidak banyak dimiliki orang pada masa itu. Ada Rambert, si jurnalis yang bersedia melakukan apapun agar keluar dari kota. Namun di tengah-tengah bencana juga ada orang-orang yang berusaha mengambil keuntungan untuk memperkaya diri sendiri.

Kisah Sampar mengingatkan saya pada sebuah pertanyaan dalam sebuah cerita karya Jostein Gaarder di sini.
“Apa yang akan kamu pilih seandainya kamu punya kesempatan untuk memilih? Akankah kamu memilih hidup yang singkat di bumi kemudian dicerabut lagi? Atau, apakah kamu akan berkata tidak, terima kasih? Kamu hanya punya dua pilihan ini. Itulah aturannya. Dengan memilih hidup, kamu juga memilih mati.” (hal 212)

Dan, ketika kamu memilih hidup, bagaimanakah kamu ingin menjalani kehidupan itu? Sementara kamu tahu bahwa suatu saat kamu akan mati. Apakah kamu membiarkan kekhawatiran dan kecemasan meringkupimu sampai kematian itu datang? Atau kamu memilih untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dengan sebaik-baiknya? Atau ? …

Kisah Sampar adalah kisah tentang kita manusia. Ingin menjadi apakah diri kita?

Steal Like An Artist

books
Judul: Steal Like An Artist
Penulis: Austin Kleon
Penerjemah: Rini Nurul B
Penerbit: Noura Books
Tebal: 147

“Semua ide baru hanyalah campuran atau leburan dengan satu ide lain atau lebih” (halaman 9)

Kleon adalah penulis dan seniman. Dalam bukunya Steal Like An Artist, ia memaparkan bahwa tidak ada ide yang benar-benar murni. Seperti diungkapkan oleh Pablo Picasso “Semua karya seni adalah hasil pencurian”. Namun, pencurian yang seperti apa? Jangan salah paham, buku ini sama sekali tidak mengajarkan teknik-teknik menipu :)

Seniman yang baik menyadari bahwa tak ada yang muncul tiba-tiba. Semua kreasi berasal dari sesuatu yang pernah ada.

Kleon mengibaratkan silsilah ide dengan silsilah keluarga dalam ilmu genetika. Kamu punya Ayah dan Ibu. Ada beberapa ciri fisikmu yang mirip mereka, tetapi karaktermu sendiri lebih banyak. Kamu adalah paduan orang tua dan semua leluhurmu. Demikian juga dengan silsilah ide. Kamu tak bisa memilih keluarga, tetapi bisa menentukan guru, teman, dan musik yang kamu dengarkan, juga buku bacaan dan film yang kamu tonton. Kamu adalah leburan pilihan yang kamu terima dalam hidup. Kamu adalah paduan pengaruh. “Kita dibentuk dan dipoles oleh hal yang kita cintai”~ Goethe.

Lalu, bagaimana mencuri yang baik? mencuri lah seperti seorang seniman. Seorang seniman adalah seorang kolektor yang sangat selektif. Mereka hanya mengumpulkan yang benar-benar mereka sukai. Demikian juga ide. Ide yang kamu peroleh bergantung kepada hal-hal di sekitarmu. Itu sebabnya kamu perlu memperhatikan apa yang kamu baca, lihat, dan dengar.

Tugasmu hanya menghimpun gagasan bagus. Semakin banyak ide keren yang kamu kumpulkan, semakin banyak pengaruh yang bisa kamu pilih. (Benar banget :)). Namun, ada baiknya, pilih satu tokoh yang kamu suka untuk kamu serap ilmunya. Pelajari semua mengenai tokoh itu. Lalu, temukan tiga orang yang disukai si tokoh dan gali lebih dalam tentang mereka. Ulangi sesering mungkin. Jadikan mereka sebagai gurumu, yang dari mereka kamu belajar apa pun yang kamu mau.

Jangan lupa, selalu belajar. Belajar bukan ketika hanya kamu sekolah.

“Sekolah itu satu hal. Pendidikan lain lagi. Keduanya tidak selalu beriringan. Bersekolah atau tidak, belajar selalu menjadi tugasmu.” (halaman 19)

Jadi, bagaimana belajar yang baik? Ini kata Kleon
Rasa ingin tahu adalah kuncinya. Perhatikan berbagai hal. Buru semua referensi dan telusuri lebih dalam dibandingkan siapapun. Dan, teruslah membaca.

Nah, oke banget kan tips dari mr. Kleon ini. Sederhananya, mencuri ide ala seniman adalah dengan belajar terus menerus, mengisi otakmu dengan hal-hal positif, dan banyak membaca. Bacaan adalah aset yang berharga, yang membuka jalan bagi ide-ide yang awalnya tertutup serupa dengan musik, film, yang kamu dengar dan tonton. Pengalaman hidup juga memberikan sumbangan bagi munculnya ide-ide kreatif.

Buku yang bagus, layak dibaca untuk semua orang terutama bagi mereka yang barangkali bertanya, bikin ide apa ya? :)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

13414402
Judul: Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 507

Kisah di dalam buku ini berlatar kota Pontianak. Sejujurnya saya baru tahu kalau Pontianak itu adalah nama hantu dalam bahasa Melayu. Konon menurut cerita, pendiri kota ini adalah pemuda perkasa keturunan raja-raja yang mengalahkan hantu Ponti. Maka, untuk merayakan kemenangan itu sang raja menamakan kota ini dengan nama musuhnya, yaitu Pontianak. Kota Pontianak adalah kota sungai, maka tak heran transportasi air sangat penting. Perahu bertenaga motor atau yang mereka sebut sepit menjadi kendaraan utama warga Pontianak. Namun keberadaan perahu sepit berangsur-angsur berkurang setelah adanya jembatan beton besar di kota Pontianak. Persaingan semakin sulit dengan munculnya perahu feri, musuh utama pengemudi perahu sepit.

Cerita bermula ketika Borno, anak laki-laki berusia 12 tahun meraung-raung di sudut rumah sakit ketika dokter menyimpulkan bahwa Ayah yang dikasihinya telah dinyatakan meninggal secara klinis. Sebelum tubuhnya benar-benar berhenti bekerja, Ayah Borno telah menyetujui untuk mendonorkan jantungnya untuk seorang pasien gagal jantung.

10 tahun kemudian Borno lulus dari SMA. Lelaki berhati lurus ini beberapa kali berganti pekerjaan, sebelum akhirnya memutuskan menjadi pengemudi sepit-(dan kelak menjadi pemilik bengkel) yang awalnya ia hindari karena pesan sang Ayah. Namun keluarga dan kawan-kawan Ayahnya meyakinkan bahwa hakikat sejati pesan sang Ayah adalah agar dirinya menjadi lebih baik. Maka, walaupun melanggar wasiat Ayah, Borno memutuskan menjadi pengemudi sepit dan berjanji akan menjadi orang baik, “setidaknya aku tidak akan mencuri, tidak akan berbohong, dan senantiasa bekerja keras-meski akhirnya hanya jadi pengemudi sepit. (halaman 54)

Dibawah bimbingan Pak Tua, Borno belajar mengemudikan sepit. Menjadi pengemudi sepit juga memberi jalan bagi Borno untuk berkenalan dengan seorang gadis peranakan Cina berwajah sendu yang meninggalkan sepucuk amplop berwarna merah. Surat yang ia kira berisi angpau, serupa yang diberikan gadis itu kepada semua pengemudi sepit di perayaan tahun baru Cina. Sepucuk surat itu kelak memberi jawaban atas semua pertanyaan yang menyeruak di kepala Borno tentang keputusan Mei, nama gadis itu untuk menjauh dari dirinya setelah kedekatan mereka.

Ada banyak tokoh di dalam cerita ini, selain tokoh utama Borno dan Mei. Andi, sahabat sejati, teman sepermainan sejak kecil, Pak Tua yang setia dengan kata-kata bijak dan petuah cinta untuk Borno dan Bang Togar, pemuda tinggi besar menyebalkan namun tidak ada yang mengalahkan ia mengenai kepedulian dan setia kawan.

Sebuah buku yang sarat dengan cinta, persahabatan dan kerja keras. Cinta yang dipenuhi dengan kesabaran dan penghormatan, pun ketika harus merelakan sang pujaan memilih untuk pergi menjauh dan kesadaran untuk menata hati yang patah.

“Boleh jadi ketika orang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi. Tapi kau masih memilik separuh hati yang tersisa, bukan? Maka jangan ikut merusaknya pula. Itulah yang kau punya sekarang. Satu-satunya yang paling berharga.” Hal. 479

Saya baru pertama kali membaca buku Tere Liye, dan bisa dibilang selama membaca buku ini saya seringkali tergoda untuk tersenyum dan tertawa membaca rangkaian kisah di dalam buku. Kisah getir kehidupan dan cinta sendu yang dikemas dengan warna ceria, selintas mengingatkan saya kepada gaya penulisan Andrea Hirata. Pintar benar mengaduk-aduk isi hati pembacanya :). Tampaknya, saya berminat untuk membeli buku Tere Liye lainnya. woahh.. hehe :)

Girls & Tech

girls-and-tech
Judul: Girls & Tech
Penulis: Ollie
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Tebal: 184

“…women with husband and children sometimes feel guilty when they have to work busier or travel away from their family for works. You might have to choose between your career and your family. But now with technology women can do both and can find balance in their life. They can use video conference without having to physically attend the meeting, so they can stay at home. They can do a lot of activities with the help of technology.” (halaman 30)

Kutipan di atas adalah bagian lektur Ibu Betty Alisyahbana yang dituliskan kembali oleh mbak Ollie ke dalam bukunya yang berjudul Girls & Tech. Selaras dengan tujuan buku ini dibuat yaitu untuk mendekatkan perempuan dengan teknologi. Apa manfaat teknologi untuk perempuan khususnya? Wow, banyak.

Perempuan seringkali mengalami dilema ketika mereka sudah berkeluarga, meneruskan karir di luar rumah atau sepenuhnya mengurus keluarga. Bagaimana kalau perempuan ingin memilih keduanya? Mengurus keluarga dan juga bekerja?

Pernah ada yang mengatakan bahwa orang yang bisa menguasai dunia adalah mereka yang menguasai bahasa inggris dan komputer. Teknologi berkembang pesat. Layanan surel (surat elektronik) memungkinkan kita mengirim dan menerima surat secara cepat dan mudah. Anda tidak perlu repot-repot menerjang kemacetan ibukota hanya agar bisa bertatap muka dengan rekan bisnis Anda, Anda cukup menyalakan webcam dan bisa melakukan teleconference (percakapan jarak jauh). Anda tidak perlu mendatangi sebuah toko untuk membeli barang yang Anda butuhkan. Anda bisa membaca buku tanpa perlu repot-repot membawa banyak tumpukan buku di dalam tas. Semua bisa dilakukan hanya di perangkat gadget Anda.

Yang perlu Anda, perempuan lakukan adalah mempelajari dan memanfaatkan segala kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi untuk memberdayakan diri Anda agar mandiri dalam menghadapi permasalahan-permasalahn hidup, begitu kata mbak Ollie :).

Menjeburkan diri ke dalam sosial media itu perlu loh. Masuki grup dan komunitas-komunitas yang dapat memberikan nilai tambah ke dalam diri kita sembari menjalin pertemanan dengan kawan-kawan baru. Belajar itu perlu sepanjang hayat dikandung badan :).

Selain menceritakan peran dan kiprah perempuan-perempuan di dalam bidang teknologi, buku ini juga memberikan tips-tips praktis untuk meningkatkan ketrampilan kita, seperti blogging, berbicara di depan umum, dan networking.

Tak lupa mbak Ollie juga menuangkan tips membangun usaha rintisan di bidang IT atau digital. Pengalamannya sebagai co-founder tokobuku online Kutukutubuku.com dan CTO serta co-founder Nulisbuku.com-platform online self-publishing print on demand, ia tuangkan dalam tulisannya tips membangun startup. Dari merumuskan ‘pitch’ untuk menjual ide, membuat business plan, mencari partner, dan memulai bisnis dengan modal Rp 0,-.

Untuk saya yang berprofesi sebagai pengajar TIK, buku ini membantu saya memberikan wawasan dan bahan cerita menarik yang kelak bisa saya bagi ke murid-murid. Thanks mbak Ollie :)

The Cat Mummy

thecatmummy-mumikucing_14548
Judul: The Cat Mummy
Penulis: Jacqueline Wilson
Alih bahasa: Diniarty Pandia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 149

Lihat buku ini di sebuah toko buku kecil di Kota Kasablanka. Melihat nama penulisnya saya langsung teringat teman-teman BBI yang sering merekomendasikan karya Beliau.

Buku Mumi Kucing bercerita tentang gadis kecil bernama Verity. Verity tinggal bersama nenek, kakek dan Ayahnya. Ibu Verity meninggal ketika melahirkan Verity. Bersama mereka juga tinggal seekor kucing yang diberi nama Mabel. Mabel adalah kucing milik Ibu Verity. Verity sangat menyayangi Mabel. Mabel adalah kawan satu-satunya bagi Verity untuk bercerita mengenai Ibu, karena Mabel tidak akan menangis. Setiap kali Verity bertanya mengenai Ibu, maka semua orang di rumah akan bersedih, nenek bahkan masih sering menitikkan air mata setiap kali mengingat Ibu.

Suatu hari, sepulang dari sekolah, Verity menginjak muntahan Mabel. Verity marah-marah. Nenek mengingatkan Verity untuk tidak marah-marah kepada Mabel karena tampaknya ia sakit. Verity menyesal. Ia memutuskan mencari Mabel untuk memeluknya erat-erat. Namun Mabel menghilang. Hari itu dan keesokan harinya Mabel tak tampak. Verity, nenek, kakek dan Ayah sudah mencari Mabel kemana-mana, namun Mabel tak kunjung muncul.

Verity merasa tak tenang. Di sekolah ia pun tidak memperhatikan Ibu Guru yang sedang menjelaskan tentang Orang Mesir Kuno. Perhatian Verity tergugah ketika Ibu Guru menyinggung mengenai orang-orang Mesir Kuno yang sangat menyukai kucing. Orang-orang Mesir Kuno menganggap kucing adalah hewan peliharaan yang istimewa. Mereka takut melukai kucing. Mereka akan merawat kucing dengan sangat baik. Mereka juga memiliki dewi kucing bernama Bastet dan membangun pemakaman yang besar untuknya. Kalau ada kucing yang mati maka pemiliknya akan mencukur alis sebagai tanda berduka, dan untuk kucing-kucing yang sangat istimewa, mereka dijadikan mumi.

Apakah Mabel akhirnya ditemukan? Bagaimana kelanjutan kisahnya? Silakan baca sendiri ya :)

Tutur bahasa yang rapi, cerita yang menarik dan pesan yang tidak menggurui, semuanya mengingatkan saya kepada bacaan masa kanak-kanak yang dipenuhi Enid Blyton dan Astrid Lingdren.

Buku yang layak dibaca tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun bisa mengambil kearifan pesan di dalamnya.

Vader’s little princess

15852522
Judul: Vader’s little princess
Penulis: Jeffrey Brown
Penerbit: Chronicle Books, San Fransisco
Tebal: –
Jenis: novel grafis (komik)

Siapa tak kenal Star Wars? Seri film epik yang terkenal sepanjang masa ini memang mampu menyihir penontonnya. Berkisah tentang kehidupan peradaban di galaksi yang sangat jauh di masa depan. Menyandingkan tema filsafat dan agama serta kecanggihan teknologi masa depan menjadikan film ini fenomena.

Tokoh utama dalam Star Wars yaitu keluarga Anakin Skywalker dan Padme Amidala. Anakin adalah Ksatria Jedi yang dilatih oleh Obi-Wan Kenobi. Ia menjadi pahlawan dalam serial film ini. Namun karena terlalu khawatir akan istrinya, Anakin beralih ke ‘Dark Side’ karena terbujuk rayuan dari Palpatine, pemimpin kegelapan yang menjanjikan keselamatan istrinya jika Anakin mau bergabung.

Dalam sebuah pertempuran dengan Obi Wan, Anakin terjatuh ke dalam lava. Agar Anakin dapat bertahan hidup maka organ-organ tubuhnya yang rusak digantikan dengan mesin. Sejak itu Anakin berganti nama menjadi Darth Vader.

Anakin tidak pernah mengetahui bahwa anak dan istrinya selamat. Padma Amidala, istri Anakin melahirkan si kembar, Luke Skywalker dan Princess Leia.

Di atas adalah sekilas cerita sekuel Star Wars. Nah, komik ini mengajak pembaca berandai-andai ketika Darth Vader harus mengasuh putrinya dari gadis mungil yang manis menjadi gadis remaja pemberontak. Sosok Darth Vader yang seram dan sadis mendadak hilang setiap kali bersama putri dan putranya. Ia akan menjelma menjadi Ayah yang sabar dan meladeni keinginan si putri.

Gambar dalam komik ini lucu, sisi-sisi manusiawi Darth Vader terlukis sempurna.

Salah satu nya ini, cerita ketika Vader menatap foto putri kecilnya yang manis sementara layar komputer di depan menampilkan putri Leia remaja yang sedang menembak. Dan si Ayah tampak tercenung mengeluh.

Atau ketika, Vader memprotes pakaian yang dikenakan sang putri. Dari semua gambar yang paling mengharu biru adalah gambar terakhir, ketika si putri kecil memeluk sang Ayah. Romantis :).

Walaupun berkesan candaan, namun komik ini memberikan pesan transparan, di balik sisi jahat manusia selalu ada hal-hal yang bisa menyentuh hatinya.

Jeffrey Brown, dikenal sebagai komikus untuk cerita-cerita autobiografi dan novel grafis bertema humor. Selain tentu saja ia pun penggemar Star Wars :)