Pengumuman Pemenang Buku BBI 1st GiveAway
Hai..hai.. sudah tak sabarkah menanti siapa pemenang GiveAway dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya Blogger Buku Indonesia?
Nah, ada 2 buku yang akan saya berikan, yaitu:
1. 9 dari Nadira karya Leila S. Chudori

2. Sebagai Pengganti Dirimu dari Andrei Aksana

Tolong konfirmasinya untuk para pemenang, saya tunggu dalam waktu 1×24 jam saja. Kalau 2 hari agak lama dan saya keburu lupa nanti
. Jika sampai waktu yang saya tentukan tidak ada kabar maka pemenang akan saya alihkan.
Baiklah, saya langsung umumkan saja. Pemenangnya adalah:
1. La Alginat – facebook
email: n_paizah2009@yahoo.co.id
2. Alvina
email: orybun@yahoo.com
Karena kebetulan kedua pemenang menginginkan buku yang sama maka saya memutuskan:
1. Pemenang pertama akan mendapatkan buku sesuai yang diminta.
2. Pemenang kedua akan mendapatkan buku yang berbeda.
Namun jika tidak sesuai, pemenang kedua boleh mengundurkan diri dan hadiah akan diberikan kepada pemenang berikutnya.
Terima kasih untuk semuanya. Senang karena begitu banyak yang cinta buku dan apresiasi kalian sungguh sangat besar.
Untuk para pemenang semoga hadiah bukunya bermanfaat dan untuk yang belum menang jangan kecewa ya. Sering-sering saja mengunjungi blog kami di sini. Di sana beberapa dari kami sering loh mengadakan giveaway.
Selamat kepada para pemenang dan untuk semuanya selamat membaca
update:
Karena pemenang pertama tidak memberi kabar sampai waktu yang telah disepakati, maka pemenang berikutnya jatuh kepada:
Asdewi, blognya ada di sini. Saya tunggu konfirmasinya sampai besok tanggal 30 April jam 24. Terima kasih.
Tak Sengaja Menjadi Guru

Judul asli: My First Year As A Teacher
Editor: Pearl Rock Kane
Penerjemah: Penerbit MLC
Penerbit: Penerbit MLC (http://mizanlc.com)
Tebal: 282 halaman
“Bu Schulz, aku bisa membaca!” Aku memeluknya, merasakan kasih sayang luar biasa kepada murid kecilku yang tengah bangga.”
Sonny nama anak laki-laki itu. Setelah kecelakaan yang dialaminya, respon sosial dan verbal Sonny sering tidak tepat. Ia mengalami kesulitan untuk melihat hubungan antara kosa kata lisan dengan tulisan. Perkembangan membacanya sangat lambat. Ibu Schulz, guru baru di kelas itu sampai pada titik kehilangan kepercayaan diri akan kemampuannya mengajar. Sampai pada suatu hari anak-anak berlatih membaca satu buku keras-keras. Tujuannya adalah mereka akan membacakan buku untuk teman kecil mereka di TK. Semua siswa antusias. Demikian juga dengan Sonny. Ibu Schulz memberi Sonny sebuah buku yang berisi gambar tanpa kata. Sonny diminta untuk mengarang cerita sendiri yang kemudian akan diketikkan oleh Ibu Schulz di buku itu. Semua anak-anak berlatih dengan rajin pun demikian dengan Sonny.
Pada hari H Sonny membacakan cerita untuk teman kecilnya. Ia sangat bahagia. Sonny mengira bahwa dirinya bisa membaca. Hari itu Ibu Schulz belajar bahwa walaupun ia masih merasa kegagalannya sbegai guru karena tidak mampu memberi Sonny kemampuan membaca yang terukur namun ia menyadari bahwa dirinya mampu mendorong Sonny agar percaya pada kemampuannya sendiri.
Sonny menyadarkannya bahwa seorang guru berperan untuk memberi penghargaan pada diri siswa mereka atas apa yang telah mereka lakukan dengan benar dan bahwa menyuntikkan semangat belajar dalam diri siswa bukanlah hal yang remeh.
Di kisah yang lain dituliskan bahwa anak-anak membutuhkan imajinasi dan kepercayaan diri untuk menempa kehidupan mereka kelak. Adalah tugas guru untuk membantu anak-anak itu menemukan hal terbaik dalam diri mereka. Seperti Ralph Waldo Emerson bilang “Rahasia pendidikan terletak pada penghargaan terhadap murid.”
Di atas adalah beberapa kisah dari buku Tidak Sengaja Menjadi Guru. Buku dari Mizan ini berisi pengalaman guru-guru baru ketika mereka mengajar pertama kali. Apa yang mereka rasakan, mereka pelajari semua tertuang dalam kisah indah dan menginspirasi.
Buku yang bagus. Sangat layak dimiliki oleh mereka yang menekuni profesi sebagai pengajar atau siapapun yang memiliki perhatian terhadap dunia anak dan pendidikan. Kisah-kisah dalam buku ini akan membukakan kita pada banyak hal.
BBI 1st Giveaway Hop
Selamat ulang tahun BBI
Untuk memeriahkan ultah BBI yang pertama, sebagai anggota BBI saya juga mau ikutan BBI 1st giveaway hop yang diprakarsai oleh Fanda’s Historical Fiction, Kumpulan Sinopsis dari Okeyzz dan Dear Readers.


Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak (“Melukis Langit”); seorang wartawan (“Tasbih”); seorang kekasih (“Ciuman Terpanjang”); seorang istri, hingga akhirnya membawa nadira kepada sebuah penjelajahan ke dunia yang baru, dunia seksualitas yang tak pernah disentuhnya (“Kirana”). (sinopsis buku 9 dari Nadira)
Buku kedua: Sebagai Pengganti Dirimu dari Andrei Aksana.

“Glenn, sang kekasih, menolak mengawini Sadira, meski telah menghamili. Ibunya menjodohkan dia dengan pria lain yang tak dicintainya. Tepat di hari pernikahannya, Sadira nekat kabur bersama Feran, sopir limusin pengantinnya yang mengubah hidup Sadira. Perhatian dan ketulusan pria itu membuat Sadira sanggup menjadi ibu tunggal membesarkan Rava. Lalu Glenn muncul lagi, menghadirkan nostalgia cinta mereka, meminta Sadira kembali padanya. Sadira terombang-ambing. Siapa yang harus dipilihnya? Betulkah cinta tak pernah tergantikan? Sekalipun telah menorehkan luka dan dendam?” (via-goodreads)
Berminat? Syaratnya mudah kok. Silahkan isi rafflecopter di bawah ini. Atau cukup jawab pertanyaan ini: “Buku apa favoritmu? Sertakan juga alasannya dan tulis di bawah kolom komentar di bawah. Oh ya, jangan lupa cantumkan judul buku apa yang diinginkan dari 2 pilihan hadiah buku di atas. Pemenang akan dipilih satu untuk setiap buku.
Giveaway akan berakhir pada tanggal 26 April 2012. Pengumuman pemenang akan dilakukan tanggal 27 April 2012. Pemenang akan dihubungi melalui email/akun fb/twitter. Pemenang yang tidak mengkonfirmasi dalam waktu 2×24 jam dianggap gugur dan hadiah akan dialihkan kepada yang lain.
Selamat mencoba dan semoga menang
George Berburu Harta Kosmis

Judul asli: George’s Cosmic Treasure Hunt
Penulis: Lucy & Stephen Hawking
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 365 halaman
Ini adalah lanjutan kisah petualangan George menjelajah ruang angkasa. Di buku pertama (resensinya ada di sini) diceritakan pertemuan George dengan Annie dan Ayahnya Pak Eric yang seorang ilmuwan. Perkenalan itu membawa George pada petualangan yang mendebarkan di ruang angkasa.
Di buku ini diceritakan Pak Eric dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Pak Eric mendapat tugas untuk mencari tanda-tanda kehidupan di alam semesta. Salah satu proyek andalan mereka adalah menempatkan sebuah robot bernama Homer yang akan melaporkan hal-hal penting yang menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan di planet Mars. Sayangnya, setelah Homer mendarat di Mars ia tidak melakukan hal-hal pintar yang mereka perintahkan. Homer masih tetap memberikan informasi untuk mereka di bumi namun informasi-informasi itu tidak berguna, seperti foto kaki-kakinya sendiri. Ia bertingkah aneh. Pak Eric merasa tertekan oleh hal itu. Namun suatu hari Annie mendapatkan sebuah pesan yang dilihatnya dari layar komputer super cangggih, Kosmos, yang sebenarnya telah rusak akibat petualangan mereka di buku pertama. Annie kemudian mendapat gagasan untuk mengundang George ke rumah mereka di Amerika Serikat untuk membantunya memecahkan sandi rahasia tersebut.
Berhasilkah Annie, George, dan teman baru mereka Emmett memecahkan sandi rahasia tersebut? Betulkah sandi itu berasal dari makhluk angkasa luar? Benarkah ada kehidupan di planet Mars?
Pertanyaan mengenai adanya kehidupan di planet lain seringkali mengusik hati kita. Apakah kita sungguh-sungguh sendiri di alam semesta yang sangat luas ini? Pertanyaan itu membuat manusia kemudian mencari tahu melalui ilmu pengetahuan. Mars adalah salah satu planet terdekat yang sampai saat ini masih menjadi perhatian kita, hal itu disebabkan oleh adanya penemuan-penemuan yang mengindikasikan kemungkinan adanya makhluk hidup, jauh sebelumnya.
Buku ini sangat menarik, menceritakan apa saja yang ingin kita ketahui tentang Mars.
Sungguh buku panduan ke alam semesta yang tidak membosankan untuk dibaca
Kisah-kisah Kucing

Judul asli: Cat Stories
Penulis: James Herriot
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 216 halaman
Buku ini berisi kumpulan cerita mengenai kucing dan para pemiliknya yang diceritakan oleh seorang dokter hewan di pedesaan Yorkshire yang bernama James Herriot.
Betulkah kucing adalah hewan yang sangat memikirkan dirinya sendiri dan tidak mampu merasakan cinta murni seperti para anjing? Nah, Herriot menyangkalnya. Ia pernah merasakan bagaimana kucing-kucing menggosokkan wajah mereka ke wajahnya serta menyentuh pipinya dengan cakar-cakar yang dengan hati-hati mereka sembunyikan. Itu semua adalah ekspresi cinta.
Perasaan cinta yang begitu kuat antara hewan peliharaan dengan pemiliknya kadang kala menularkan sifat dan perilaku yang identik, seperti ada di dalam kisah Alfred, si Kucing Toko Permen. Alfred adalah nama kucing di toko milik Geoffrey Hatfield, Penjual gula-gula. Ketika Mr. Hatfield meladeni pelanggan dengan sabar maka Alfred dengan setia duduk di ujung meja. Ia tidak pernah meninggalkan tempatnya. Duduk tegak dan tenang memandang majikan bernegosiasi dengan tamunya. Mereka begitu mirip dan saling menyayangi satu sama lain.
Kisah kedua adalah mengenai Oscar, si kucing sosialita. Oscar adalah kucing yang datang dalam kondisi terluka parah yang ditemukan oleh seorang gadis bernama Marjorie. Oscar kemudian dipelihara oleh Herriot dan Helen, istrinya. Namun ada sesuatu yang misterius pada Oscar, ia selalu menghilang pada jam-jam tertentu.
Herriot menuliskan kisah-kisah dalam buku ini dengan penuh kehangatan dan kasih sayang seperti ciri khas semua tulisannya. Ada juga kelucuan yang diam-diam membuat kita menahan senyum seperti di kisah Olly dan Ginny.
Olly dan Ginny adalah sepasang kucing liar. Mereka datang bersama induknya untuk mencari makan. Suatu hari induk kucing meninggalkan kedua anaknya di rumah kayu yang berjarak beberapa meter dengan rumah Herriot dan Helen, istrinya. Kedua kucing itu kemudian dipelihara oleh Helen dan Herriot. Helen perlahan berhasil mendekatkan dirinya pada hewan-hewan itu. Mereka memercayainya. Sebaliknya tidak dengan Herriot. Pengalaman kucing-kucing itu dengan Herriot lebih kepada suntikan, ketika keduanya sakit flu parah. Tampaknya kedua kucing itu mempunyai ingatan yang buruk terhadap Herriot sehingga mereka kompak menghindarinya dengan berlarian setiap kali melihatnya. Perlakuan ini menyayat hati Herriot yang sebenarnya penyayang kucing. Ia bertekad untuk memenangkan hati kedua kucing tersebut.
Indonesia Mengajar

Judul: Indonesia Mengajar
Penulis: Pengajar Muda
Penerbit: Bentang
Cetakan: Movember 2011
“Education is not filling a bucket, but lighting a fire.” – William Butler Yeats.
Buku ini berisi kumpulan kisah dari para pengajar muda yang rela meninggalkan kenyamanan kota dan jauh dari keluarga untuk mengabdi di pelosok negeri. Ada banyak kisah mengharukan, lucu, dan manis dari hasil interaksi para guru bersama siswa-siswa mereka. Dari tulisan-tulisan di buku ini pembaca (guru utamanya) dapat belajar mengenali berbagai pendekatan yang dilakukan oleh para pengajar muda untuk membimbing murid-murid mereka. Beberapa kisah diantaranya:
Asisten Guru – Intan, pengajar dari Bengkalis.
Syahrul seorang anak yang tidak bisa diam dan suka mengganggu kawan-kawannya. Perilakunya terkadang kasar. Tak ada seorangpun yang berani melawannya. Untuk menertibkan kelas dan mendisiplinkan Syahrul Ibu guru ini berinisiatif mengangkat Syahrul menjadi asisten guru. Syahrul ternyata menjalankan tugasnya dengan baik. Perlahan seluruh anak menjadi aktif dan tertib di kelas.
Kisah mengharukan ada di tulisan “Anak itu Bernama Rijin.” – Aisy.
Rijin adalah bocah berusia 6 tahun. Suatu hari ia datang ke rumah Ibu guru dan menunjukkan luka di sekujur tubuhnya. Orang tua Rijin memukuli anak itu dengan batang pohon lemon berduri, karena Rijin tidak mematuhi perkataan orang tuanya. Ibu guru ini membersihkan luka dan menemani Rijin. Ketika Rijin dijemput oleh neneknya, anak itu hanya menatap ibu gurunya dengan lama. Esok harinya dan hari-hari berikutnya Rijin selalu menunggu, menyapa, dan menggandeng tangan Ibu gurunya sebelum memasuki halaman sekolah.
Banyak lagi cerita yang membuat dada kita kadang terasa sesak oleh rasa haru. Anak-anak, mereka tidak pernah mendendam dan mudah untuk beradaptasi. Seperti juga anak-anak lainnya di kota besar, mereka memiliki kegairahan belajar dan menyerap berbagai ilmu pengetahuan. Yang membedakan adalah kesempatan. Kesempatan untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik, pendidikan yang lebih baik.
Pengajar muda hadir seperti oase bagi mereka. Tidak hanya siswa tapi juga guru dan lingkungan sekitar.
Membaca buku ini sekaligus memutar ulang suka duka bersama murid-murid saya sendiri dahulu. (hehe.. curcol). Pengalaman yang sangat berharga dan tidak ingin saya lupakan dalam hidup saya.
One Day

Judul Asli: One Day
Penulis: David Nicholls
Penerjemah: Bob Sabran dan Melody Violine
Cetakan: 2010
Penerbit: Esensi (Divisi dari Erlangga)
Tebal: 421
“Kalau aku bisa memberimu satu hadiah saja untuk sepanjang sisa hidupmu, hadiah itu adalah ini. Kepercayaan diri.”
Emma Morley dan Dexter Mayhew kuliah di tempat yang sama, tapi mereka baru saling bertegur sapa di malam kelulusan. Saat itu pula Dexter menginap di tempat kos Emma. Mereka menghabiskan malam dengan saling mengobrol. Dexter, pria tampan yang memesona dan seorang playboy dari keluarga yang cukup terpandang. Emma, wanita cerdas dan cantik yang tidak menyadari dirinya menarik, anti kemapanan serta kaku. Dua tipe yang bertolak belakang tapi berhasil menjalin sebuah persahabatan. Malam itu Emma mengajak Dexter bercakap tentang rencana mereka setelah lulus kuliah. Dexter bercita-cita keliling dunia untuk memenuhi hasrat berpetualangnya. Emma dengan cita-citanya yang sederhana, mengubah sesuatu, hal-hal kecil di sekitar hidupnya.
Semalam bersama Emma, yang awalnya sempat membuat Dexter ingin segera meninggalkannya, berubah menjadi hal menyenangkan ketika esok paginya mereka meluangkan waktu bersama. Mereka mendaki tebing Salisbury, tertawa dan mengobrol. Inilah awal persahabatan mereka dimulai.
Emma dan Dexter saling menyayangi dan membutuhkan satu sama lain. Namun mereka tak ingin mempertaruhkan jalinan persahabatan yang ada. Ikatan pertemanan mereka tak selamanya indah. Ada tahun-tahun ketika mereka tidak berhubungan satu sama lain. Tidak sepenuhnya menghilang, karena baik Dexter dan Emma menyimpan kerinduan yang sama. Mereka bertemu kembali di sebuah pesta pernikahan kawan lama. Berjanji untuk kembali berteman.
“Mereka sangat jarang membicarakan perasaan satu sama lain: kata-kata indah dan perhatian hangat mungkin tidak diperlukan antarsahabat yang hubungannya telah teruji dengan baik.” (hal 339)
Kisah diceritakan secara berurut, sampai terakhir kematian Emma. Kemudian alur cerita maju mundur. Novel ringan dengan pemikiran yang cukup mendalam dan mencerahkan. Konflik batin serta perenungan-perenungan yang dialami oleh setiap tokohnya sangat hidup.
Yang menarik dari novel One Day adalah adanya proses pendewasaan diri dari masa dewasa ke saat paruh baya melalui renungan dari tokoh Emma dan Dexter.
Namun ada beberapa kesalahan eja di dalam novel ini, seperti penulisan nama Dexter. Di awal di tulis Dexter Mayhem, kadang kala tertera Mayhew. Dan teksnya sangat imut serta rapat membuat saya tidak bisa melepas kacamata.. hehe. Namun cerita yang menarik membuat saya bertahan menyelesaikannya dalam dua hari
.
Kosmos

Judul Asli: Cosmos
Penulis: Carl Sagan
Penerjemah: Bambang Hidayat, Djuhana Widjajakusumah, dan S. Maimoen
Cetakan: April 1997
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Tebal: 458, 494 (dengan lampiran, indeks, dan daftar pustaka)
“Alam tidak mengungkapkan rahasianya sekaligus.”
Buku favorit saya yang dikenalkan oleh seorang kawan. Saya mendapatkan buku ini di stand Penerbit Yayasan Obor Indonesia, di antara tumpukan buku obral. Hanya satu dan kondisi menyedihkan. Kertasnya kusam dan beberapa lembar kertas lengket, kalaupun memaksa dibuka maka ada bagian yang ikut tersobek.
Satu-satunya kesulitan adalah ketika saya membacanya. Selain tidak berani di atas kasur saya kadang menggunakan masker. Duh, sengsara memang. Alhamdulillah tahun berikutnya, di stand yang sama ada dua buku Kosmos. Salah satunya dalam kondisi yang jauh lebih baik. Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini
Buku ini berisi 13 bab. Bercerita tentang asal mula alam semesta, kelahiran dan kematian bintang, benda-benda antariksa, miliaran galaksi dengan miliaran bintang serta planet di dalamnya. Ada juga upaya dan penjelajahan yang telah dilakukan manusia untuk memahami alam semesta.
Kosmos ialah semua yang atau selalu pernah atau selalu akan ada (halaman 2). Apa yang khas dari kosmos? Dingin, kosong dan malam yang begitu abadi.
Sejak dahulu nenek moyang kita ingin sekali memahami dunia. Namun mereka tidak tahu caranya. Mereka membayangkan alam semesta yang kecil, aneh, teratur dan ada tenaga dominan di dalamnya, yaitu dewa. Saat ini kita telah menemukan cara yang hebat dan bagus untuk memahami alam semesta, yaitu dengan melalui sains atau ilmu pengetahuan. Sains menemukan bahwa alam semesta mempunyai kemegahan yang mengejutkan dan menggairahkan, dan kegairahan itu semakin bertambah menyadari bahwa diri kita pun bagian dari kosmos, lahir darinya dan nasib kita berhubungan erat sekali dengannya.
Sains tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Demi kelangsungan hidup kita harus memahami sains. Dan berbicara sains tidak dapat dibahas tanpa mengacu, kadang-kadang, pada persoalan sosial, politik, agama, dan filsafat.
Buku ini dasarnya adalah buku ilmu pengetahuan. Tapi percayalah buku ini dikemas dengan gaya bahasa yang berbeda. Membacanya seperti menciptakan imajinasi dalam ruang kecil di benak kita. Memesona. Mengutip kata pengantar yang ada dalam buku ini:
“.. dengan gaya bahasa khas, sekali lagi kita melihat bahwa ilmu pengetahuan dapat dan harus menjadi santapan nikmat masyarakat luas. Kompleksitas ilmu pengetahuan harus dapat diurai dengan kekayaan bahasa wacana. Dia mengajak dan mendidik kita melihat tempat dan arah evolusi jasad serba hidup dan mati dalam skala kosmik, tanpa mendahului kehendak-Nya.”
Tidak hanya bagus tapi buku ini begitu menyentuh. Seperti dikutipkan dalam buku ini: “”Penjelajahan ke Kosmos adalah perjalanan menapak tilas menemui diri sendiri,” Dan ilmu pengetahuan adalah kendaraannya.
Benar adanya manusia selalu rindu untuk kembali ke tempatnya bermula.
A Short History of Tractors in Ukrainian

Judul Asli: A Short History Of Tractors In Ukrainian (Sejarah Singkat Traktor Dalam Bahasa Ukraina)
Penulis: Marina Lewycka
Cetakan: Februari, 2008
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 413
Jangan tertipu dengan judulnya
.
Nikolai adalah seorang duda berusia 84 tahun. Dua tahun setelah kematian istrinya ia jatuh cinta pada seorang wanita bernama valentina, 36 tahun yang mempunyai seorang putra. Valentina masuk ke Inggris bersama putranya, Stanislav dengan visa turis. Ia bekerja secara illegal di panti perawatan. Stanislav belajar di sekolah swasta yang bergengsi. Valentina sendiri bersuamikan seorang direktur politeknik ternopil di Ukraina.
Segera setelah visa turis Valentina berakhir, ia akan kembali ke Ukraina, mengajukan gugatan cerai kepada suaminya dan kembali ke Inggris untuk menikah dengan Nikolai. Valentina dan Stanislav selanjutnya akan tinggal bersama Nikolai.
Namun sesungguhnya Valentina yang cantik ini tidak sungguh-sunggguh mencintai Nikolai. Ia memanfaatkan Nikolai untuk mendapatkan hak tinggal di Inggris, sekolah yang baik untuk Stanislav dan hidup mewah serta nyaman di negara ini. Valentina seringkali menganiaya Nikolai, terutama ketika keinginannya tidak terpenuhi. Ia sangat licik dan kejam.
Ketika suatu hari, Nadia, putrinya mengetahui perbuatan semena-mena Valentina terhadap ayahnya, Nadia memprotes sang Ayah. Namun Nikolai hanya menjawab dengan singkat: “Orang bisa memaafkan wanita cantik atas banyak hal.” (hal 224)
Kedua putri Nikolai, Vera dan Nadezhda, yang sejak awal tidak menyetujui pernikahan ini, kemudian bersatu padu untuk menyelamatkan Ayah mereka dari Valentina yang hanya menginginkan uang dan harta dari ayah mereka.
Nadia adalah seorang dosen sosiologi. Pandangan Nadia yang sosialis (si kakak sering menyebutnya dengan pekerja sosial) seringkali berbenturan dengan si kakak yang lebih bersikap sinis menyikapi sesuatu. Perbedaan pandangan itu menyebabkan permusuhan di antara mereka. Namun demi ayah, kedua bersaudara ini kemudian melupakan permusuhan mereka. Dan dalam rentang waktu inilah Nadia dipaksa kembali kepada masa lalu Ayah dan Ibunya serta kakak yang begitu tampak gagah di luar namun sesungguhnya menyimpan rahasia dan luka masa kecil. Nadia dan Vera berbeda sepuluh tahun. Vera lahir dalam keadaan negara diancam perang. Sebaliknya Nadia, lahir ketika negara dalam keadaan damai.
“Yang menurutku sulit dipahami, Vera, mengapa orang-orang begitu mudah saling mengkhianati? Mestinya mereka menunjukkan solidaritas dalam menghadapi penjajahan.”
“Tidak tidak, itu pandangan naif, Nadeshda. Kau tahu, ini sisi gelap manusia. Kalau seseorang punya kekuasaan, kalangan yang ditindas semakin berusaha mendapat perlakuan baik dari mereka. Lihat saja bagaimana Pappa selalu mencoba menyenangkan hati Valentina, meski Valentina menganiayanya. Lihat saja bagaimana cara kaum politikus Buruh merangkak untuk menawarkan kesetiaan mereka kepada kaum kapitalis padahal mereka sudah bersumpah akan menggulingkan kaum kapitalis. Tentu saja bukan cuma kaum politisi, ini terjadi di seluruh kerajaan hewan juga.” (hal 269-270)
Dan bagaimana pandangan vera mengenai sisi gelap manusia? Ini dia:
“Dari mana kau pikir kepicikan dan keegoisan berasal, kalau bukan dari semangat kemanusiaan? Apa kau benar-benar percaya ada kekuatan jahat yang mengganggu dunia? Tidak, kejahatan datang dari dalam hati manusia.” (hal 329)
Pada akhirnya, kisah yang mengulas begitu banyak hal ini juga menyelipkan sebuah kesadaran bahwa: “Wanita selalu mau berbuat apa saja demi anak mereka.”
(Mengacu pada kisah di buku: Valentina mengupayakan apapun agar Stanislav bisa mendapatkan pendidikan yang baik. Vera yang materialis, yang juga diam-diam menginginkan harta warisan orang tuanya melakukan itu semata-mata demi masa depan anak-anaknya. Pun demikian dengan Nadia.)
Buku yang menarik, sunguh sayang dilewatkan. Melalui buku ini kita bisa menapak tilas Ukraina beberapa tahun yang lampau. Sebuah negara kecil yang berulangkali dijajah oleh negara-negara tetangganya.
Ada suatu pengetahuan berharga (sekaligus pertanyaan) yang saya peroleh dari sini.
“Ambil apel, tancapkan paku besi ke dalamnya, biarkan semalam, lalu keluarkan paku dan makan apelnya- dengan begitu, kau akan mendapat vitamin C sekaligus zat besi.”
update:
Oya, kalau Anda bertanya apa hubungannya dengan traktor, saya lupa menceritakan bahwa Ukraina adalah negeri pertanian. Dalam buku ini dikisahkan Nikolai sedang menulis sebuah buku mengenai traktor. Kemunculan traktor di negara itu mengubah pola tradisional kehidupan di desa, di mana yang awalnya dibutuhkan banyak pekerja untuk membajak ladang maka dengan traktor dapat mengurangi pekerjaan manusia. Namun yang menyedihkan adalah ketika kehadiran traktor di negara itu diluncurkan dengan mekanisme yang mengerikan.
Maka, Nikolai menutup ceritanya dengan menuliskan pesan ini.
“Maka aku meninggalkan Anda dengan pikiran ini, pembaca yang budiman. Gunakan teknologi yang dikembangkan insinyur, tetapi gunakan dengan semangat rendah hati dan selalu mempertanyakan. Jangan pernah membiarkan teknologi menjadi penguasamu, dan jangan manfaatkan demi menguasai orang lain.”
Atas Nama Malam

Judul: Atas Nama Malam
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Cetakan: Jakarta, 1999
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 157
Berisi kumpulan cerpen yang bercerita tentang kehidupan di malam hari. Ada 14 cerita dari tokoh yang sama dalam satu bab dan ada 10 kisah dari bab kedua.
Tokoh pertama adalah seorang peracik minuman di sebuah bar. Sebagai pekerja malam kehidupannya dimulai ketika senja datang sampai menjelang pagi. Kehidupan malam yang kelam dan hening menjadi hingar bingar dengan musik, lampu disko serta asap nikotin yang memenuhi ruangan. Orang-orang kesepian yang mencari kesenangan duniawi berkumpul dan menyatu dalam lingkaran kebahagiaan yang semu. Dibalik keriaan tersembunyi tangis, kebencian dan juga pertanyaan tentang makna hidup, seperti yang ada di dalam kisah Hidup Terasa Panjang.
“Hidup akhirnya memang jalan terus. Namun, mimpi juga jalan terus. Hidup ini seperti perjalanan yang panjang dan melelahkan.”
Pada sebuah kisah juga diceritakan seorang dokter yang ternyata sering datang ke bar tempat si tokoh bekerja. Tak bisa ia mengerti bagaimana seorang dokter yang tentunya suka membaca buku dan tidak rendah seleranya bisa sering mengunjungi bar. Bukankah bar tempat berkumpulnya orang-orang sakit yang tak tahu harus melakukan apa, selain minum dan memeluki perempuan-perempuan.
Pada akhir bab ini, si tokoh menutup kisahnya dengan Senja, Penutupan. Cinta.
“Hidup berlalu dan aku pun berlalu, kenyataan dan khayalan menyatu dalam waktu.”
Buku ini tidak hanya bercerita tentang cinta, dan kehidupan yang berlangsung di malam hari, tetapi juga sisi gelap dalam kehidupan manusia. Setiap kita, manusia, mempunyai sebuah rahasia dalam hidupnya.
Tulisan-tulisan Seno seperti biasa memaksa kita untuk merenung. Tapi itulah kelebihannya, dalam sebuah kisah yang biasa, yang terjadi di sekitar kita, begitu banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita petik.

