Tuhan Maha Tahu, tapi Dia Menunggu

Judul: Tuhan Maha Tahu, tapi Dia Menunggu
Penulis: Tolstoy
Penerbit: Jalasutra

Buku Tuhan Maha Tahu, tapi Dia Menunggu berisi kumpulan cerita pendek karya sastrawan Rusia, Leo Tolstoy. Tokoh utama dalam cerita ini adalah Ivan Dmitrich Aksionov, seorang saudagar yang dituduh membunuh saudagar lain. Karena semua bukti mengarah kepada dirinya maka ia dipenjara. Aksionov kemudian menulis petisi kepada Tsar namun ditolak, bahkan istrinya pun tak memercayainya. Ia kemudian dikirim ke Siberia untuk menjalani hukuman panjang walaupun sebenarnya ia tidak bersalah. Di dalam penjara Aksionov senantiasa berdoa pada Tuhan. Ia telah melepaskan harapannya pada manusia.

Setelah dua puluh enam tahun, Aksionov bertemu dengan pembunuh sebenarnya di dalam penjara. Saat ia semustinya bisa membalas perbuatan si pembunuh, Aksionov justru memilih bungkam demi iman. Si pembunuh kemudian meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Surat pembebasan untuk Aksionov dikeluarkan. Namun terlambat, ia sudah meninggal. Kisah Aksionov adalah cerita tentang ketidakadilan, iman, serta pengampunan.

Kebenaran tidak selalu datang sesuai keinginan manusia. Adakalanya ia datang setelah manusia lelah menunggu, atau bahkan ketika manusia tidak lagi berharap.

Tolstoy mengingatkan bahwa apa pun yang kita lakukan, ada Zat Yang Maha Melihat. Tuhan bukan tidak tahu. Tuhan Tahu, tetapi manusia harus menunggu. Ketika menunggu itulah manusia belajar mengenal dirinya sendiri.

Sebab, ketika diperlakukan tidak adil, pertanyaan terpenting bukan hanya kapan kebenaran akan datang, melainkan kita ingin menjadi manusia yang seperti apa?

Kisah lainnya adalah Setelah Pesta Dansa. Bercerita tentang seorang pemuda yang jatuh hati pada seorang wanita di sebuah pesta dansa. Varenka adalah nama perempuan tersebut. Ayah Varenka seorang kolonel yang penuh wibawa, ramah, dan tampak penuh kasih kepada putrinya. Ivan berkenalan dengan ayah Varenka dan mereka bercakap-cakap. Ivan mengagumi keluarga ini.

Setelah pesta dansa berakhir, Ivan pulang dalam keadaan bahagia. Pagi hari Ivan keluar dan melihat barisan tentara yang sedang menghukum seorang prajurit. Prajurit itu tampak kesakitan dan teriakannya sangat memilukan. Namun komandan pasukan tak memerdulikan teriakan pilu tersebut. Dan yang membuat Ivan terkejut, pemimpin pasukan itu adalah kolonel Barishnykov, ayah Varenka.

Ivan masih beberapa kali menemui Varenka. Tapi setiap kali menatap mata Varenka, Ivan melihat bayangan peristiwa dini hari itu. Kengerian menghantuinya. Akhirnya Ivan memutuskan pergi dari kota tersebut dan meninggalkan Varenka.

Pelajaran dari cerita ini adalah bahwa kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari satu situasi saja. Ayah Varenka bisa menjadi seorang ayah yang penuh kasih di dalam pesta sekaligus menjadi komandan yang kejam terhadap bawahannya.

Manusia bisa mempunyai dua wajah yang berbeda. Di keluarga ia bisa menjadi seorang yang penuh kasih, di dalam sistem kekuasaan, orang yang sama bisa melakukan kekerasan. Menurut Tolstoy, ini bukan hanya tentang karakter individu, tetapi juga mengenai sistem yang membuat kekejaman dianggap sebagai sesuatu yang mormal dan sah.

Cerita ini adalah kritik terhadap kekuasaan dan budaya kepatuhan. Apakah sesuatu menjadi benar karena hanya diperintahkan?

Dalam kehidupan modern saat ini, kita bisa menemui ruang-ruang yang tampak baik, sopan, profesional, dan terhormat. Tetapi dibaliknya mungkin terdapat orang-orang yang mengalami penderitaan yang tidak terlihat. Sebuah institusi mungkin terlihat teratur, sebuah organisasi mungkin tampak profesional, sebuah jabatan mungkin terlihat terhormat, seseorang mungkin tampak baik dan ramah. Tapi pertanyaannya adalah, bagaimana ia memperlakukan orang yang berada di bawah kekuasaannya?

Bisa jadi, ada kehidupan yang nyaman bagi sebagian orang karena kehidupan itu dibangun di atas penderitaan orang lain.

This entry was posted in Klasik dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.