Marya, Wanita Luar Biasa

Waktu kecil, aku punya banyak koleksi buku. Salah satunya, seri tokoh dan penemu. Lord Baden Powel , Nightingale, dan Marie Curie, beberapa diantara yang membekas cukup dalam pada ingatanku. Dan tiba-tiba aja, my partner, beli buku yang judulnya ‘Marya, Wanita Luar Biasa’. Melihat cover nya, aku langsung bisa mengenali tokoh wanita itu. Pasti Marie Curie, si penemu radium (Aku masih ingat nama suami Marie lho). Tapi kok ‘Marya’? *Halah* katanya inget tapi nama asli Marie lupa.. hehehe. Ini sedikit kisah dari buku ‘Marya, Wanita Luar Biasa’, penulis Hendrasmara, penerbit Navila.

“Aku tak akan runtuh oleh situasi maupun oleh orang atau orang-orang”. (Marie Curie)

Marya Sklodovska adalah anak bungsu dari 5 bersaudara, lahir 7 Nov 1867. Marya sekeluarga tinggal di Polandia, yang masa itu dijajah oleh bangsa Rusia. Sebagai negara jajahan, warga Polandia diharuskan mempelajari bahasa Rusia. Tidak ketinggalan di sekolah tempat Marya belajar. Namun guru kelas Marya seringkali mencuri-curi waktu menggunakan bahasa Polandia ketika mengajar. Tentu saja bila ketauan bisa cilaka. Marya yang pintar pasti lah menjadi korban jika ada pengawas sekolah datang. Karena beliau akan mengajukan berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang murid. Dan Marya tahu, bahwa ia lah yang akan dipanggil oleh guru nya.  Marya yang pintar dan fasih berbahasa Rusia akan tampil sebagai penyelamat bagi seluruh anak di kelas tersebut. Sebaliknya, Marya, tidak merasa senang. Ia sedih karena harus bersandiwara.

Ayah Marya, karena menunjukkan loyalitas terhadap tanah air, dipecat dari pekerjaannya. Marya dan saudara-saudaranya hidup dalam keprihatinan. Beruntung Marya berada dalam lingkungan yang saling mengasihi satu sama lain. Ketika Marya berusia 11 tahun, ibu yang dicintai kembali kepada Sang Pencipta, karena sakit TBC yang dideritanya. Sebelumnya, kakak Marya juga meninggal karena sakit. Demi pengorbanan sang ibu dan kakak terkasih, serta ayah yang telah bekerja keras untuk keluarga serta kesetian terhadap tanah air, Marya dan saudara-saudara nya bertekad untuk belajar tekun dan bekerja keras agar dapat menyelesaikan studi dengan gemilang.

Semua rintangan yang ada tidak menyurutkan langkah Marya untuk mewujudkan cita-cita.

Kedisiplinan, kegigihan, ketekunan, dan perjuangan hidupnya sungguh patut disimak. Pengorbanan yang tiada tara dan penyerahan diri secara total untuk mengabdikan diri demi ilmu pengetahuan, kemanusiaan, serta bangsa dan tanah air yang dicintai sungguh mengharu biru  perasaan.

5 Comments

  1. marie curie akhirnya meninggal kan karena pengaruh radiasi radium, unsur radioaktif hasila temuannya marie curie sendiri.

  2. Iya. Begitu juga dengan Piere, suaminya.

  3. Ibu teman ku mengidolakan Marie Curie, hingga (kalau tidak salah) ia berhasil menyelesaikan studi S3-nya. Pokoknya, hingga meraih nobel seperti Marie Curie.

  4. Ralat deh. Piere Curie meninggal karena kecelakaan.
    Zaki : Wah, hebat. Salut. Meraih nobel juga?

  5. Hmmm… gak jadi dapat nobel Mbak Enggar. Tapi akhirnya selesai lho S3-nya, PhD (Permanent head Disease). Wow!

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*