Category Archives: Sains

Kisah Unik Ilmuwan Dunia

Cover-Ilmuwan-v02
Judul: Kisah Unik Ilmuwan Dunia
Penulis: Kuncoro Wastuwibowo
Penerbit: Qbaca
Tebal: 90 (versi digital dengan pengaturan huruf sangat besar)

Siapa penemu telefon? Sebelum menjawabnya dengan Alexander Graham Bell, yuk baca buku ini dulu πŸ™‚

Ilmuwan identik dengan rumus dan bahasan yang rumit. Bagaimana pribadi dan keseharian mereka ya? Apakah serumit dan seunik aper-paper ilmiah mereka? Yuk kita cari tahu sisi lain dari para ilmuwan dunia ini. Siapa saja mereka? Inilah diantaranya:

1. Michael Faraday
Ilmuwan eksperimental terbesar abad 19. Penulis buku ini memberi istilah eksperimental karena penemuan-penemuan Faraday tercipta dari berbagai eksperimen fisika dan kimia yang ia lakukan. Uniknya, Faraday bukanlah matematikawan dan ia tidak memahami kalkulus. Beberapa penemuan Faraday yang paling penting adalah konsep garis gaya, mengenalkan istilah medan dan sekaligus penemu generator dan motor listrik.

Formulasi Faraday kemudian disusun oleh Maxwell yang kemudian dikenal dengan Persamaan Maxwell. Di dalam persamaan itu Maxwell juga memasukkan formulasi dari Coulomb dan Ampere. Faraday yang selalu jujur mengucapkan terima kasih dan penghargaan serta kekagumannya kepada Maxwell, dengan menambahkan kalimat berikut: “Tapi di sisi lain, saya tidak dapat memahami persamaan Anda sedikitpun.”

Atas penemuannya, kerajaan memberikan gelar Sir dan mengangkat Faraday menjadi Presiden Royal Society. Namun Faraday yang bersahaja menolak keduanya. Keren ya? πŸ™‚

2. Stephen Hawking
Ketika mengetahui dirinya divonis penyakit ALS dan hidupnya tidak akan bertahan lama, musik Wagner menjadi teman yang tepat bagi Hawking. Menurut Hawking, musik Wagner, khususnya Die WalkΓΌre adalah musik yang paling gelap sekaligus paling megah.

Hawking mendalami fisika teoretis, khususnya kosmologi dan gravitasi kuantum. Salah satu kutipan yang menarik adalah:
“If we do discover a complete theory of the universe, it should in time be understandable in broad principle by everyone, not just a few scientists. Then we shall all – philosophers, scientists and just ordinary people – be able to take part in the discussion of why it is that we and the universe exist. If we find the answer to that, it would be the ultimate triumph of human reason. For then, we would know the mind of God.”

Dan yang paling menarik adalah jawaban Hawking ketika ia diwawancarai oleh Larry King.
King: What is that inner thing that keeps you going?
Hawking: Curiosity

3. Feynman
Ilmuwan satu ini paling jahil. Suatu masa ketika kemandegan melanda bidang ilmu pengetahuan yang ditekuninya, Feynman melakukan kegiatan untuk kesenangan pribadi, seperti: membaca 1001 malam, lempar-lemparan piring di kafetaria dan menghitung formulasi fisika. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah kecepatan putar logo Cornel di piring yang dilempar di udara, waktu itu piring bergelincir di udara. Feynman membuat perhitungan. Dari keisengan ini kemudian Feynman menmperoleh hadiah nobel Fisika, untuk formulasi elektrodinamika kuantum.

Ada banyak kisah ilmuwan lainnya yang menarik. Lucunya, atau tampaknya beberapa ilmuwan memiliki kesamaan yang serupa. Salah satunya adalah pelupa. Atau lebih tepatnya melupakan hal-hal yang tidak mereka anggap penting, karena mungkin terlalu banyak yang dipikirkan. Apa yang dipikirkan? Tak lain rumus-rumus itu tentu saja :).

Pribadi mereka yang canggung kerap kali menjadi masalah bagi pergaulan sosial di antara orang kebanyakan. Namun mungkin itulah kelebihan sekaligus keunikan para ilmuwan itu. Buku ini sangat tepat bagi mereka yang ingin mengetahui sisi lain dari para ilmuwan ternama beserta penemuan keren mereka. Barangkali kisah sederhana yang ditulis secara ringkas ini dapat memberi kita pengetahuan baru.

Oya, buku ini dapat diunduh secara gratis melalui aplikasi Qbaca. Tidak ada versi cetaknya. Untuk yang ingin mengetahui mengenai Qbaca, silakan lihat di sini.
Penulis buku dapat ditemui melalui blognya di sini.

Kontak


Judul asli: Contact
Penulis: Carl Sagan
Alih bahasa: Andang H Sutopo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 591

Apakah sebenarnya kita hidup sendiri di ruang angkasa yang hingar bingar ini? Benar-benar sendiri?

Sejak lama manusia bertanya-tanya dan mencari tahu mengenai keberadaan makhluk hidup lain di luar bumi. Kita begitu rindu ingin bertemu mereka. Khayalan mengenai kehidupan makhluk-makhluk asing di luar tata surya kita menjadi kisah yang menarik untuk dibukukan atau dijadikan film. Salah satunya ini: Kontak.

Setelah menamatkan gelar doktornya, Ellie mendapatkan pekerjaan sebagai peneliti pendamping di observatorium Arecibo, sebuah mangkuk raksasa bergaris tengah 350 meter di lembah di kaki bukit bagian barat laut Puerto Rico, teleskop radio terbesar di planet bumi. Di sini Ellie memperoleh kesempatan untuk melakukan observasi sebanyak mungkin meneliti benda-benda langit, planet-planet di dalam tata surya, bintang-bintang, pusat galaksi, pulsar dan quasar.

Minat Ellie yang besar pada ilmu pengetahuan menjadi kendala bagi kehidupan cintanya. Demikiam juga hubungan dengan rekan-rekan sekerjanya yang tidak selalu mulus disebabkan Ellie adalah ilmuwan astronom wanita diantara kebanyakan kaum lelaki.

Sejak kecil Ellie terpesona pada bintang-bintang. Ia menyukai matematika, fisika, dan teknik. Kelak ia menyibukkan diri dalam sebuah projek mencari peradaban di luar bumi.

Dalam satu temuan yang diprasangkai sebagai pesan dari planet lain, Ellie terpaksa harus berurusan dengan seorang rohaniawan, Mr. Rankin, yang mengejar keyakinannya terhadap Tuhan.

“Apa pun yang tak kau mengerti, Mr. Rankin, kaukaitkan dengan Tuhan. Tuhan bagimu adalah tempat kau menyapu semua misteri dunia, semua tantangan terhadap kecerdasanmu. Kaukunci pikiranmu, dan dengan mudah kau katakan bahwa Tuhan yang melakukannya.” (halaman 231).

Melalui tokoh Ellie, Sagan menyikapi keyakinan-keyakinan terhadap agama yang merugikan ilmu pengetahuan.

Saya ingat ketika percobaan LHC (Large Hadron Collider) berhasil menemukan partikel yang dicari. Pencarian partikel high boson sempat mengundang banyak komentar negatif. Apakah kemudian berhasil ditemukannya partikel ini menandakan berakhirnya pencarian kita akan keberadaan Tuhan? Karena rahasia alam semesta telah berakhir?

Penemuan baru apapun itu semustinya disikapi secara bijak. Tidak ada ciptaan-Nya yang sia-sia. Setiap penemuan baru akan melahirkan penemuan baru lainnya. Dan sungguh rahasia alam semesta sangatlah luas. Untuk itulah Tuhan ingin kita terus belajar, bertanya dan tidak menutup diri terhadap berbagai pengetahuan. Tuhan memperlihatkan sedikit rahasia-Nya yang ingin Ia bagi dengan kita. Namun Ia juga menyimpan bagian lain yang tetap menjadi rahasia-Nya.

Dan pada suatu waktu, kesadaran spiritual manusia pun bisa tumbuh melalui pencarian ilmu pengetahuan.

“Di dalam struktur ruang dan di dalam sifat-sifat benda, seperti di dalam hasil karya seni agung, tertulis kecil-kecil tanda tangan sang artis. Berdiri di atas manusia, dewa, iblis dan makhluk-makhluk lain, termasuk para Penjaga galaksi dan para pembuat terowongan, Dia telah ada lebih dahulu sebelum terciptanya alam semesta.” (halaman 588)

Maka, apakah sia-sia jika pencarian kita akan ‘saudara’ di luar bumi tidak mendatangkan hasil seperti yang kita harapkan? Inilah jawabannya.

“Kalau kita tidak menemukan apa-apa, setidaknya kita menemukan bahwa kehidupan di Bumi ini sesuatu yang unik, yang tidak ada duanya di seluruh alam semesta, sehingga merupakan sesuatu yang sangat tak ternilai. Dan pengetahuan akan kenyataan itu pun merupakan sesuatu yang tak ternilai.” (halaman 87)

Sekilas mengenai Carl Sagan (dikutip dari sini, dengan sedikit penambahan).

Carl Edward Sagan (lahir di Brooklyn, New York,Amerika Serikat, 9 November 1934 – meninggal di Seattle, Washington, AS, 20 Desember 1996 pada umur 62 tahun) adalah seorang astronom Amerika Serikat dan dikenal sebagai orang yang gigih memopulerkan sains. Ia memelopori disiplin ilmu eksobiologi dan penggagas upaya pencarian makhluk cerdas dari luar angkasa (Search for ExtraTerrestrial Intelligence/SETI). Ia dikenal di seluruh dunia karena buku-buku best-seller dengan tema sains populer yang ia tulis. Salah satu bukunya yang populer adalah Kosmos.

George Berburu Harta Kosmis


Judul asli: George’s Cosmic Treasure Hunt
Penulis: Lucy & Stephen Hawking
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 365 halaman

Ini adalah lanjutan kisah petualangan George menjelajah ruang angkasa. Di buku pertama (resensinya ada di sini) diceritakan pertemuan George dengan Annie dan Ayahnya Pak Eric yang seorang ilmuwan. Perkenalan itu membawa George pada petualangan yang mendebarkan di ruang angkasa.

Di buku ini diceritakan Pak Eric dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Pak Eric mendapat tugas untuk mencari tanda-tanda kehidupan di alam semesta. Salah satu proyek andalan mereka adalah menempatkan sebuah robot bernama Homer yang akan melaporkan hal-hal penting yang menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan di planet Mars. Sayangnya, setelah Homer mendarat di Mars ia tidak melakukan hal-hal pintar yang mereka perintahkan. Homer masih tetap memberikan informasi untuk mereka di bumi namun informasi-informasi itu tidak berguna, seperti foto kaki-kakinya sendiri. Ia bertingkah aneh. Pak Eric merasa tertekan oleh hal itu. Namun suatu hari Annie mendapatkan sebuah pesan yang dilihatnya dari layar komputer super cangggih, Kosmos, yang sebenarnya telah rusak akibat petualangan mereka di buku pertama. Annie kemudian mendapat gagasan untuk mengundang George ke rumah mereka di Amerika Serikat untuk membantunya memecahkan sandi rahasia tersebut.

Berhasilkah Annie, George, dan teman baru mereka Emmett memecahkan sandi rahasia tersebut? Betulkah sandi itu berasal dari makhluk angkasa luar? Benarkah ada kehidupan di planet Mars?

Pertanyaan mengenai adanya kehidupan di planet lain seringkali mengusik hati kita. Apakah kita sungguh-sungguh sendiri di alam semesta yang sangat luas ini? Pertanyaan itu membuat manusia kemudian mencari tahu melalui ilmu pengetahuan. Mars adalah salah satu planet terdekat yang sampai saat ini masih menjadi perhatian kita, hal itu disebabkan oleh adanya penemuan-penemuan yang mengindikasikan kemungkinan adanya makhluk hidup, jauh sebelumnya.

Buku ini sangat menarik, menceritakan apa saja yang ingin kita ketahui tentang Mars.

Sungguh buku panduan ke alam semesta yang tidak membosankan untuk dibaca πŸ™‚

Kosmos


Judul Asli: Cosmos
Penulis: Carl Sagan
Penerjemah: Bambang Hidayat, Djuhana Widjajakusumah, dan S. Maimoen
Cetakan: April 1997
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Tebal: 458, 494 (dengan lampiran, indeks, dan daftar pustaka)

“Alam tidak mengungkapkan rahasianya sekaligus.”

Buku favorit saya yang dikenalkan oleh seorang kawan. Saya mendapatkan buku ini di stand Penerbit Yayasan Obor Indonesia, di antara tumpukan buku obral. Hanya satu dan kondisi menyedihkan. Kertasnya kusam dan beberapa lembar kertas lengket, kalaupun memaksa dibuka maka ada bagian yang ikut tersobek.

Satu-satunya kesulitan adalah ketika saya membacanya. Selain tidak berani di atas kasur saya kadang menggunakan masker. Duh, sengsara memang. Alhamdulillah tahun berikutnya, di stand yang sama ada dua buku Kosmos. Salah satunya dalam kondisi yang jauh lebih baik. Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini πŸ™‚

Buku ini berisi 13 bab. Bercerita tentang asal mula alam semesta, kelahiran dan kematian bintang, benda-benda antariksa, miliaran galaksi dengan miliaran bintang serta planet di dalamnya. Ada juga upaya dan penjelajahan yang telah dilakukan manusia untuk memahami alam semesta.

Kosmos ialah semua yang atau selalu pernah atau selalu akan ada (halaman 2). Apa yang khas dari kosmos? Dingin, kosong dan malam yang begitu abadi.

Sejak dahulu nenek moyang kita ingin sekali memahami dunia. Namun mereka tidak tahu caranya. Mereka membayangkan alam semesta yang kecil, aneh, teratur dan ada tenaga dominan di dalamnya, yaitu dewa. Saat ini kita telah menemukan cara yang hebat dan bagus untuk memahami alam semesta, yaitu dengan melalui sains atau ilmu pengetahuan. Sains menemukan bahwa alam semesta mempunyai kemegahan yang mengejutkan dan menggairahkan, dan kegairahan itu semakin bertambah menyadari bahwa diri kita pun bagian dari kosmos, lahir darinya dan nasib kita berhubungan erat sekali dengannya.

Sains tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Demi kelangsungan hidup kita harus memahami sains. Dan berbicara sains tidak dapat dibahas tanpa mengacu, kadang-kadang, pada persoalan sosial, politik, agama, dan filsafat.

Buku ini dasarnya adalah buku ilmu pengetahuan. Tapi percayalah buku ini dikemas dengan gaya bahasa yang berbeda. Membacanya seperti menciptakan imajinasi dalam ruang kecil di benak kita. Memesona. Mengutip kata pengantar yang ada dalam buku ini:

“.. dengan gaya bahasa khas, sekali lagi kita melihat bahwa ilmu pengetahuan dapat dan harus menjadi santapan nikmat masyarakat luas. Kompleksitas ilmu pengetahuan harus dapat diurai dengan kekayaan bahasa wacana. Dia mengajak dan mendidik kita melihat tempat dan arah evolusi jasad serba hidup dan mati dalam skala kosmik, tanpa mendahului kehendak-Nya.”

Tidak hanya bagus tapi buku ini begitu menyentuh. Seperti dikutipkan dalam buku ini: “”Penjelajahan ke Kosmos adalah perjalanan menapak tilas menemui diri sendiri,” Dan ilmu pengetahuan adalah kendaraannya.
Benar adanya manusia selalu rindu untuk kembali ke tempatnya bermula.

See Inside Sains


Judul asli: See Inside Sains
Penulis: Alex Frith & Colin King
Penerjemah: Damaring Tyas Wulandari, S.Si
Cetakan: 2006
Penerbit: Erlangga for Kids
Tebal: 15 full colour
Cover: Hard cover

Pernahkah kamu bertanya-tanya dibuat dari apakah alam semesta? Dan apa sebenarnya rahasia besar dibalik semua itu?

Pada awalnya tidak ada apa-apa. Tidak ada ruang dan waktu, gelap dan terang. Hanya kehampaan. Kemudian, sesuatu yang misterius terjadi. Waktu bermula, dan materi serta energi muncul. Semuanya bergumpal menjadi satu di dalam sebuah bola kecil yang sangat panas. Kemudian suhu mendingin dan isi bola panas menyebar dan menjadi alam semesta. Para ilmuwan menyebutnya dengan Big Bang atau Dentuman Besar.

Lama kemudian manusia muncul. Mereka juga ingin tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Mereka menggunakan sains untuk mencari jawaban-jawaban tentang rahasia alam semesta dan isinya. Sains telah membantu manusia memberitahu berbagai hal, namun demikian masih banyak yang belum kita ketahui.

See Inside Sains adalah buku dengan lebih dari 50 lipatan di dalamnya. Di setiap lipatan misterius kamu akan temui rahasia-rahasia alam semesta yang menakjubkan, dari benda-benda luar angkasa, kehidupan yang kita kenal, benda-benda terkecil, rahasia di balik segala hal, macam-macam reaksi, merancang ini itu, menengok masa depan dan bermacam-macam istilah.

Penjelajahanmu menyelusuri alam semesta menjadi lebih menyenangkan bersama See Inside Sains. Selamat berpetualang.

Kunci Rahasia George ke Alam Semesta

Judul asli: George’s Secret Key To The Universe
Penulis: Lucy & Stephen Hawking
Alih bahasa: Andang H. Sutopo
Cetakan: Jakarta, Mei 2009
Penerbit: PT Gramedia Pustaka utama
Tebal: 326

“Ilmu pengetahuan membantu kita untuk mengerti dunia di sekeliling kita dan semua keajaiban-keajaibannya.”

George adalah anak laki-laki yang memelihara seekor babi yang ia beri nama Freddy. Suatu hari Freddy menghilang. Freddy menyelusup ke rumah tetangga. Rumah itu sangat misterius, sepi dan gelap. Tanaman di kebun belakang rumah pun tumbuh liar, seperti tidak pernah diurus bertahun-tahun. George mengintip ke dalam lubang hitam pagar yang membatasi rumahnya. Ia ingat cerita Ibunya tentang penghuni rumah yang sudah tua dan menghilang tiba-tiba serta bunyi-bunyi misterius dari rumah itu. Namun George tidak menyurutkan langkahnya. Ia harus menyusul dan membawa pulang babi miliknya.

Pencarian Freddy membawa George berkenalan dengan seorang anak perempuan dari rumah misterius itu. Ternyata mereka adalah tetangga baru, yang belum lama menempati rumah itu. Nama gadis kecil itu Annie. Annie tinggal bersama Ayah dan Ibunya. Ayah Annie, Eric adalah seorang ilmuwan. Pak Eric mempunyai komputer paling canggih di dunia, namanya Cosmos. Cosmos bisa mengantarkan George menyelusuri alam semesta. George bisa berpetualang melewati planet, komet, menembus badai asteroid, bimasakti, dan lainnya. Sebelum pulang, Pak Eric meminta George untuk tidak menceritakan mengenai Cosmos pada orang lain. Itu adalah rahasia di antara mereka.

Namun sayangnya George lupa pada janjinya. Ia terpaksa menceritakan coretan gambar yang dibuatnya ketika pelajaran Mr. Greeper. Ia menceritakan Cosmos di hadapan seluruh teman dan gurunya.

George tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menginginkan cosmos, dan akan membawa ia dan Pak Eric ke dalam bahaya besar. Bahaya itu adalah lubang hitam. Tidak ada yang lebih berbahaya di luar angkasa melebihi lubang hitam.

**
Lucy dan Stephen Hawking mengemas novel sains untuk anak-anak ini dengan sangat menarik. Tidak hanya anak-anak, kita, orang dewasa pun akan sangat menikmati novel dengan suguhan fakta-fakta ilmiah tentang alam semesta. Tak lupa diselipkan di dalamnya gagasan Hawking mengenai lubang hitam.

Lubang hitam mempunyai kekuatan untuk menelan benda-benda di sekitarnya. Oleh sebab gaya gravitasinya yang sangat besar memungkinkan lubang hitam menarik semua benda yang ada di dekatnya.

Dahulu orang percaya bahwa tak ada sesuatupun yang bisa keluar dari lubang hitam. Ternyata gambaran seperti itu tidak tepat. Dengan radiasi Hawking diketahui bahwa sesuatu bisa keluar dari sebuah lubang hitam. Penasaran? Coba saja membaca bukunya πŸ™‚