Gelombang

23252584
Judul: Gelombang
Penulis: Dewi Lestari
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Tebal: 474

“Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka.” (hal16)

Keping 43, mengisahkan seorang lelaki bernama Gio. Gio ditemani Paulo, rekan kerjanya kembali ke Taman Nasional Bahuaja-Sonene, untuk mencari Diva, kekasih Gio. Diva hilang di Rio Tambopata. Namun pencarian itu tidak menemukan hasil sehingga Paulo dan Gio kembali ke Cusco.

Cusco adalah markas kantor Paulo dan Gio. Mereka membuka kantor tur ekspedisi yang melayani permintaan ekspedisi bagi para petualang atau wisatawan yang ingin menjajal Amerika Selatan dengan cara lebih menantang, seperti: arung jeram, panjat tebing, trekking ke tempat-tempat yang tidak akan ditemui di paket wisata pada umumnya. Usaha ini lalu melebarkan sayap ke Peru. Gio sendiri memilih menetap di Amerika Selatan.

Pada saat Gio mulai berhasil menerima kenyataan hilangnya Diva, seorang lelaki muncul secara tiba-tiba mengetuk pintu apartemennya. Mereka pernah bertemu sebelumnya di Vallagrande. Saat itu lelaki yang belakangan diketahui bernama Amaru menjejalkan empat batu misterius ke tangannya. Amaru juga muncul dengan tiba-tiba di tengah kerumuman orang dan bicara tentang kehilangan seseorang yang dicintai sesaat sebelum sebelum Gio mendengar kabar Diva hilang. Seakan Amaru sudah mengetahui nasib Gio.

Kedatangan Amaru membuka jalan bagi Gio ke arah pencarian baru hilangnya Diva. Petunjuknya adalah empat batu bersimbol, yang mewakili empat orang, dan Gio adalah salah seorang dari mereka.

Keping 44, bercerita tentang tokoh yang bernama Alfa Sagala, lelaki batak yang terhantui mimpi seram sejak mengikuti ritual upacara gondang. Sejak saat itu pula Alfa diperebutkan oleh banyak orang sakti. Dari kampung Sianjur Mula-Mula, Alfa hijrah ke kota besar, Jakarta bersama Ayah, Ibu dan kedua kakaknya demi cita-cita sang Ayah untuk memberikan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik untuk anak dan keluarganya serta sekaligus menjauhkan Alfa dari orang-orang sakti tersebut.

Dari Jakarta Alfa kemudian menjadi migran illegal di Amerika Serikat. Tinggal di lingkungan kumuh sekaligus lokasi strategis bagi para gangster mencari korban para imigram illegal. Mereka tak segan merampok atau membunuh. Untungnya Alfa seorang yang pintar, otak encernya membuat pimpinan salah satu gangster mempercayakan adiknya untuk belajar bersama Alfa, dengan misi bisa menembus beasiswa universitas. Misi itu berhasil. Alfa bersama dua orang kawannya masuk ke universitas yang sama dengan beasiswa penuh.

Berkat kecemerlangan otaknya Alfa ditawari bekerja di sebuah bursa saham. Pimpinan perusahaan juga bersedia mengeluarkan biaya pengurusan ijin tinggal untuk Alfa. Satu-satunya alasan Alfa menerima tawaran bekerja di sana adalah karena ia bisa bekerja sampai malam. Ia menjauh dari keinginan berlama-lama tidur karena setiap tidurnya menjadi pertaruhan nyawa.

Namun sebuah peristiwa memaksa Alfa mencari tahu rahasia di balik mimpi yang menggangggu tidurnya. Alam mimpinya ternyata menyimpan rahasia besar yang harus ia pecahkan. Di lembah Yarlung, Tibet, perlahan jawaban atas rahasia itu mulai terkuak.

Di buku ini Dee banyak menuliskan pengetahuan tentang alam mimpi. Dikisahkan ketika Nicky akan mengobservasi polisomnogram (pola tidur) untuk mendeteksi masalah Alfa.

Mimpi, kata buku itu (hal 283), terutama yang kuat terjadi di tahap REM (Rapid Eye Movement). Mulanya NREM, lanjut REM. Di siklus pertama, REM umumnya singkat, hanya beberapa menit. Pada tahap REM manusia memiliki mekanisme lumpuh tidur. Mekanisme itu adalah perlindungan supaya tubuh kita tidak melakoni apa yang terjadi di dalam mimpi.

Saya dulu pernah membaca buku tentang mimpi, teorinya Freud kalau nggak salah, tapi udah lupa :).

Nah, di buku ini ada istilah teknik mimpi sadar. Teknik ini akan membuat diri kita bertahan lama di kondisi REM. (Halaman 303). Pertama, kamu harus punya objek yang kamu pegang untuk panduan di alam mimpi nanti. Objek itu harus sesuatu yang bisa kamu lihat dengan mudah, misalnya tanganmu. Sebelum tidur kamu harus melihat tanganmu terus menerus, serta tanamkan dalam pikiran bahwa kamu akan melihat kedua tanganmu dalam posisi yang sama dalam mimpi nanti. Jika kamu sudah tidur dan mulai mimpi, kamu akan ingat untuk melihat tanganmu, dan saat itu pula kamu akan ingat kalau kamu sedang mimpi. Tanganmu akan menjadi jangkar bagi batinmu untuk tidak hanyut dalam arus mimpi. Tanganmu menjadi pengingat. Begitu kamu berhasil mengingat, mimpi sadarmu dimulai. Kamu bermimpi, tapi kamu tahu bahwa itu cuma mimpi. Kekuatan menjadi berbalik. Kamu tidak lagi diseret. Kamu punya kendali.”

Apakah itu artinya kita punya kendali di alam mimpi? Tidak tepat seperti itu. Kata buku itu lagi, tidak ada yang bisa mengendalikan alam bawah sadar. Namun kamu bisa berdialog dengannya, meminta penjelasan. Biasanya akan dimunculkan figur mimpi atau penjelasan dalam bentuk lain.

“Kekuatan alam bawah sadar jauh lebih besar daripada yang bisa manusia bayangkan. Mimpi adalah jalan cepat untuk memasuki dan mengenalnya. ”

*
Saya nggak mengikuti serial Supernova ini. Hanya satu judul bukunya yang saya baca yaitu Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Agak nekad juga sih membaca buku ini tanpa membaca sekuel sebelumnya, terasa blank.. hehe.

Awalnya memang tak terasa kalau buku ini adalah lanjutan dari serial sebelumnya, namun begitu di halaman akhir tertera “Bersambung ke episode Intelegensi Embun Pagi”, saya baru tersadarkan walau kisah novel di buku ini seolah berdiri sendiri sebenarnya satu dengan lainnya saling berkaitan. Baik lah, mungkin saya memang harus menuntaskan serial Supernova sebelumnya sambil menunggu si Intelegensia terbit :).

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*