Sang Penerjemah


Judul asli: The Translator
Penulis: Leila Aboulela
Alih Bahasa: Rahmani Astuti
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 272

“…betapa syariah dari Allah lebih pengertian dan lebih seimbang daripada aturan yang dibuat umat manusia untuk diri mereka sendiri.”

Sammar adalah seorang janda dari Sudan yang bekerja sebagai penerjemah bahasa Arab-Inggris di universitas Skotlandia. Kepergian suaminya yang mendadak dalam sebuah kecelakaan telah meluluhlantakkan kehidupan Sammar. Ia kemudian menghabiskan hari-harinya dalam ruang sepi dan kelabu yang dibangunnya sendiri di Aberdeen. Menitipkan putra semata wayangnya pada bibi yang menetap di Khartoum, Sudan.

Sammar menenggelamkan dirinya dalam lautan kesedihan yang panjang. Sampai suatu hari ia bertemu dengan Rae, seorang peneliti islam dari Skotlandia. Mereka kemudian bersahabat. Kehadiran Rae membangkitkan keinginan hidup Sammar yang telah lama diredamnya. Rae yang mengagumi keyakinan yang dianutnya. Rae yang tahu lebih banyak tentang islam daripada dirinya sendiri. Rae yang menyayangi Sammar.

Sammar berusaha membohongi hatinya. Ia terikat pada aturan-aturan yang dibuatnya sendiri. Namun perasaan sayang yang begitu kuat terjalin di antara mereka. Dan ia tahu, entah kapan, suatu saat perasaan itu akan mencuat keluar. Sammar tidak siap menghadapinya, ia tak ingin kehilangan Rae namun juga tak bisa melupakannya.

Mereka berdua menyadari bahwa mereka harus terlebih dahulu mengatasi perbedaan keyakinan yang ada. Kesempatan itu datang ketika keduanya harus berpisah untuk sementara waktu. Dalam sebuah tugas yang diberikan Rae, Sammar berkesempatan menengok kembali Khartoum, menemui bibi, keluarga dan putra yang ditinggalkannya. Di negara asalnya dimana matahari bersinar sepanjang waktu, Sammar merasakan hidup kembali. Kehangatan yang ditawarkan sekaligus memunculkan kepedihan dalam hati Sammar.

Kisah tentang keyakinan seorang wanita pada diri, cinta dan Tuhannya dikemas dengan indah dan puitis oleh si pengarang. Novel yang bagus. Penyampaiannya yang sederhana mengenai cinta dan keyakinan. Obrolan biasa sehari-hari tapi penuh makna lengkap dengan untaian kalimat yang sangat puisi. Lembut dan menyentuh.

1 Comment

  1. Neneng jannah

    mau tau dong kutipan unsur ekstrinsik dari novel ini apa?

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*