Masyitoh

Masyitoh (Drama 3 babak), ditulis kembali oleh Ajip Rosyidi.

Kisah Masyitoh adalah cerita yang terdapat dalam al-Hadist. Kisah seorang sahaya Fir’aun, yang bertugas menyisiri rambut putri sang Raja. Suatu hari, ketika Masyitoh sedang mengandam tuan putri, tiba-tiba sisir terjatuh dari tangannya. Maysitoh terkejut dan langsung mengucapkan beberapa kalimat yang menyentak hati tuan putri. Singkat cerita, sang putri mengadukan percakapan yang telah terjadi antara dirinya dan Maysitoh kepada baginda raja Fir’aun. Fir’aun yang murka segera menimpakan hukuman kepada Maysitoh dan keluarganya, yaitu digodog dalam timah mendidih.

Dalam buku ini dilukiskan pengorbanan Maysitoh bukanlah pengorbanan sekedar mengharapkan surga dan takut masuk neraka. Pengorbanan Maysitoh dilandasi oleh keikhlasan untuk menegakkan hak Allah dan martabat manusia.

Kisah Maysitoh mengingatkan dan mengajarkan bahwa tanpa sadar dalam melakukan sesuatu kita seringkali berhitung dengan pahala. Pahala itu wilayah Allah. Urusan kita adalah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya seperti yang telah diamanahkan oleh-NYA.

3 Comments

  1. Kisah ini juga menggambarkan ke-istiqomah-an (ketetapan) keyakinan, yang tidak pernah tergoyahkan oleh ancaman manusia, tahta, ataupun harta. Hanya ridho Allah yang beliau harapkan. Jenis manusia yang akan sangat jarang kita temui pada masa kini, bahkan hampir tidak ada.

    Emang ada bukunya ya bu ? thx.

  2. Enggar

    Hevi: Ada Pak, penulisnya Ajip Rosidi, dari penerbit Pustaka Jaya.

  3. yang lebih parah lagi apabila kita melakukan sesuatu dengan hitung-hitungan materi.. setuju g, Mba’?

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*