Leaving Microsoft to Change the World

Judul: Leaving Microsoft to Change the World
Penulis: John Wood
Penerbit: Bentang Pustaka

John Wood adalah seorang eksekutif di Microsoft yang memiliki karier menjanjikan. Namun, kunjungannya ke sebuah desa terpencil di dataran tinggi Nepal mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Di sana, ia menemukan anak-anak yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan bahan bacaan. Menyadari bahwa kesempatan yang dia miliki sekarang adalah berkah dari sebuah pendidikan yang baik, maka Wood ingin memberikan peluang yang sama kepada anak-anak yang kurang beruntung. Ia kemudian berinisiatif mengumpulkan buku dari jaringan pertemanan dan profesionalnya untuk dikirimkan ke sekolah tersebut. Respons yang diterimanya melampaui harapan. Ia berhasil mengumpulkan ribuan buku. Pengalaman ini membuatnya menyadari bahwa tindakan sederhana, jika didukung oleh komitmen dan kerja sama banyak orang, dapat menghasilkan perubahan nyata.

Wood lalu mengambil keputusan besar dengan meninggalkan pekerjaannya di Microsoft. Ia memilih untuk memperjuangkan akses pendidikan bagi anak-anak di negara berkembang dan mendirikan Room to Read, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan literasi dan pemerataan kesempatan pendidikan untuk anak-anak di negara berkembang.

Pada proyek sosial pertamanya Wood menggunakan kas pribadi. Berikutnya, dibantu donasi dari para mitra dan donatur, organisasi ini kemudian melebarkan bantuannya ke negara-negara berkembang lain, seperti vietnam, kamboja, india. Berbagai program yang mereka kembangkan termasuk pembangunan perpustakaan, dukungan terhadap sekolah, penyediaan buku bacaan, dan beasiswa bagi anak perempuan yang diberi nama room to grow.

Mengutip kalimat bijak dari seorang rekan Wood “Ketika Anda mendidik seorang anak laki-laki, Anda mendidik hanya seorang anak laki-laki. Tetapi ketika Anda mendidik seorang anak perempuan, Anda mendidik seluruh keluarga, dan generasi berikutnya”.

Kutipan tersebut menegaskan pentingnya pendidikan anak perempuan dalam mendorong perubahan sosial. Perempuan yang memperoleh pendidikan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemandirian, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Oleh karena itu, memastikan anak perempuan dapat bersekolah dan menyelesaikan pendidikannya merupakan salah satu upaya penting untuk memutus rantai kemiskinan dan memperluas kesempatan hidup.

Dalam mengembangkan Room to Read, Wood tidak sekadar mengandalkan niat baik. Ia menerapkan keterampilan yang diperolehnya selama bekerja di dunia korporasi, seperti menyusun strategi, membangun jaringan, menggalang dana, menetapkan target, serta mengembangkan organisasi agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Buku yang bagus, terutama menyadarkan kita kepada pentingnya pendidikan. Kesempatan bersekolah bukan hanya berdampak pada kehidupan seorang anak, melainkan juga berpotensi memperbaiki kondisi keluarga dan masyarakat dalam jangka panjang.

Buku ini layak dibaca oleh semua orang. Pesan utamanya yang paling kuat adalah bahwa pendidikan dapat membuka jalan menuju nilai-nilai moral, kemandirian, serta pilihan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Kisah John Wood mengajak kita untuk tidak berhenti pada keprihatinan terhadap persoalan sosial, tetapi mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk menciptakan perubahan yang bermakna.

This entry was posted in Biografi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.