Category Archives: Cerita Anak

Homo Deus

Judul: Homo Deus, Masa Depan Umat Manusia
Penulis: Yuval Noah Harari
Penerbit: PT Pustaka Alvabet
Tahun terbit: Cetakan 4, Februari 2019
Tebal: 527

“Kemana kita pergi dari sini? Takdir baru apa yang kita jalani? Bagaimana kita melindungi planet rapuh ini dan umat manusianya dari kekuatan destruktif kita sendiri?”

Ini adalah buku kedua dari trilogi Homo Sapiens karya Yval Noah Harari. Homo Sapiens bercerita dari mana kita berasal, maka buku kedua ini berandai-andai kemana kita akan pergi. Kalau buku pertama bercerita kehadiran kita adalah hasil evolusi, seleksi alam maka buku Homo Deus bercerita tentang teknologi baru setingkat dewa, yaitu kecerdasan buatan dan rekayasa genetika yang akan hadir di tengah-tengah keberadaan sapiens. Apakah kemunculan robot dan otomatisasi ini akan menggeser keberadaan manusia di planet bumi? Seperti dahulu ketika manusia bertarung dengan saudara-saudara spesies lainnya agar mampu bertahan di planet bernama bumi?

Kata Harari, saat ini kita (manusia) meyakini bahwa kita telah mampu
mengatasi masalah-masalah besar seperti wabah, perang, dan kelaparan. Belum
sepenuhnya teratasi namun setidaknya persoalan tersebut saat ini dapat dipahami
dan dikendalikan menjadi tantangan-tantangan yang bisa dicarikan solusinya.
Manusia telah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah kelaparan,
wabah, dan perang dan berhasil melakukannya. Kegagalan tentu masih ada, tetapi
kini manusia tak lagi menyerah begitu saja dengan mengatasnamakan takdir.
Ketika perang, wabah, dan kelaparan melanda di luar kendali kita, kita tahu
bahwa seseorang atau sesuatu pasti sudah mengacau dan kita berusaha
mengatasinya dan bertindak lebih baik. Dan memang berhasil. Bencana-bencana itu
semakin jarang dan sedikit. Lalu, masalah apa yang akan menghadang kita di masa depan? Hal-hal apa yang dapat menuntut perhatian dan kemampuan kita? Sebelum menjawab pertanyaan yang diberikan Harari, pembaca akan diajak melihat cerita-cerita masa lalu yang melatarbelakangi persoalan besar manusia seperti kelaparan, wabah, dan perang. 

Harari mengumpulkan banyak temuan di berbagai bidang ilmu dan kemudian menyatukan semuanya dengan sudut pandang yang tak terduga.  Dalam buku Homo Deus (Manusia Dewa), Harari menggambarkan  ramalan agenda baru manusia di masa depan dengan menjadi dewa buatan sendiri di bumi. Untuk mencapai tujuannya itu maka manusia memfokuskan dirinya pada ilmu pengetahuan dan teknologi informasi utamanya kecerdasan buatan. 

Harari dalam bukunya Homo Deus mengungkapkan kemungkinan masa depan yang akan dialami umat manusia. Walaupun terkesan kelam namun ada pesan yang sangat tegas yang ingin disampaikan oleh Harari, yaitu langkah apa yang kita semua harus lakukan agar jangan sampai umat manusia di masa depan mengalami kehancuran.  

Selaras dengan 3 isu penting yang selalu disampaikan Harari, yaitu teknologi nuklir, pemanasan global  dan kecerdasan buatan, buku ini membahas lanjutan untuk ketiga isu penting tersebut dalam kerangka humanisme, kekuatan data dan manusia super (kecerdasan buatan). 

Mengapa humanisme? Rasa kemanusiaan itu sangat penting, dan inilah yang mulai hilang di masyarakat. Di buku pertama, Harari mengungkapkan bahwa orang pintar yang tidak mengenal dirinya sendiri dapat membahayakan. “Perkembangan bioteknologi memungkinkan kita mengalahkan bakteri dan virus tetapi pada saat yang sama mengubah manusia sendiri menjadi ancaman yang tak ada presedennya. Alat sama yang memungkinkan para dokter dengan cepat mengidentifikasi dan mengobati penyakit-penyakit baru juga memungkinkan militer dan teroris merekayasa penyakit yang lebih mengerikan dan penyakit kiamat. Karena itu, sangat mungkin epedemi besar akan terus membahayakan manusia pada masa depan hanya jika umat manusia sendiri menciptakannya, demi kepentingan ideologi yang kejam. (Homo Deus, halaman 15).

Kekuatan data. Tidak bisa dinafikan di era digital data memegang peran yang besar. Semua orang ingin menjadi bagian dari aliran data. Walaupun untuk itu orang harus menyerahkan privasi, otonomi, dan individualitas mereka. 

Manusia super. Kecerdasan buatan. Mengutip sinopsis buku, Prof. Harari menunjukkan visi masa depan yang awalnya tak dpaat dipahami tapi kemudian tak terbantahkan: manusia akan kehilangan tak cuma dominasinya atas dunia, tapi juga semuanya. Manusia akan tergantikan oleh mesin; atas nama kebebasan dan individualisme, mitos humanis akan dibuang bak keset lama yang usang. Lalu, kemana kita akan pergi dari sini?

 

 

Sapiens

Judul: Sapiens, Riwayat Singkat Umat Manusia
Penulis: Yuval Noah Harari
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun terbit: Cetakan pertama, September 2017
Tebal: 521

Dahulu kala, bumi adalah rumah bagi beberapa spesies manusia sekaligus. Setidaknya ada enam spesies manusia berbeda, seperti yang kita ketahui dalam buku-buku sejarah masa sekolah, seperti homo neandhertal, homo erectus, homo soloensisi, dan lain sebagainya. Homo sapiens (kita) satu kerabat dengan mereka (homo neandhethal, ercetus, dll). Namun bukan berarti semua spesies ini tersusun dalam garis keturunan yang lurus. Kalau kata Harari, tidak ada satu tipe manusia yang menghuni bumi dalam suatu saat. Dan semua spesies terdahulu bukanlah model diri kita versi yang lama.

Namun, mengapa pada akhirnya hanya kita sendiri yang masih ada? Kemana saudara spesies kita lainnya? Mengapa mereka punah? Apa yang membuat manusia mampu bertahan? Menurut Harari, manusia lebih unggul dibandingkan spesies lainnya karena kita tidak hanya mampu mengenali objek secara riil (nyata) namun juga mampu menciptakan dan mempercayai khayalan (mitos) yang diyakini secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Kita juga bisa bekerjasama dalam kelompok besar.

Dalam sebuah video ceramahnya, Harari mengatakan bahwa semua spesies hewan di dunia berkomunikasi untuk menggambarkan suatu kondisi yang nyata. Misalnya, seekor monyet yang melihat pisang mengatakan, lihat ada pisang. Ayo kita ke sana. Manusia berbeda, mereka berkomunikasi tidak hanya untuk melukiskan suatu kondisi riil namun juga menciptakan mitos. Uang adalah contoh yang paling sederhana. Ketika seorang manusia mengatakan bahwa uang mempunyai nilai. Dan kemudian semua orang mengikuti dan memercayai nya maka kita semua dapat bekerjasama. Hanya manusia yang dapat melakukan ini. Manusia juga menciptakan mitos-mitos mengenai kepercayaan kepada dewa-dewa, hak asasi, kemerdekaan, kapitalisme, dan lain-lain. Mitos-mitos inilah yang mampu menyatukan beragam sapiens yang tidak saling kenal ke dalam ikatan perasaan kebersamaan sehingga mereka mampu bekerjasama.

Untuk sampai berada seperti saat ini, manusia mengalami pertarungan brutal tidak hanya dengan sepupu-sepupunya yang tak beradab namun juga iklim dan cuaca. Pada masa depan yang tidak lama lagi datang, mungkinkan manusia harus kembali berurusan dengan manusia-manusia non sapiens? Akankah kita kembali mampu bertahan atau kita yang punah?

Revolusi pertanian merupakan lompatan jauh ke depan bagi umat manusia. Pada masa ini kekuasaan dipegang oleh mereka yang memiliki tanah. Sesudahnya disusul oleh revolusi industri, dimana orang yang memiliki peralatan dan mesin-mesin memiliki kekuatan untuk menguasai ekonomi. Kini kita berada pada revolusi digital, ketika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin marak. Pengembangan kecerdasan buatan (AI) membuka jalan bagi peningkatan taraf hidup kesehatan manusia. Namun manusia juga tidak bisa menafikan bahwa robot-robot kecerdasan buatan mereka dapat mencoba menjadi manusia dan mungkin melebihi kemampuan manusia itu sendiri. Jika ini terjadi, apakah yang telah kita siapkan?

Belajar dari sejarah, manusia adalah makhluk yang tak pernah puas. Harari mengingatkan kita bahwa orang tidak cukup hanya dengan pintar. Namun yang utama adalah mereka harus menemukan dirinya kembali (mendefinisikan ulang tujuan-tujuan hidupnya). Orang yang pintar namun tidak mengenal dirinya sendiri dapat membahayakan.

Ini buku yang bagus banget. Tidak hanya berkisah tentang masa lalu namun juga memberi gambaran masa depan seperti apa yang kita (mungkin) hadapi. Membaca buku ini memberi renungan mendalam kepada diri bagaimana melihat asal usul dan keberadaan kita di planet bumi dan apa tujuan kita di dunia. Buku Sapiens merupakan trilogi dari Sapiens, Homo Deus, dan 21 Lessons yang ditulis oleh Yuval Noah Harari.

Kitab Komik Sufi 3

download
Judul: Kitab Komik Sufi 3
Penulis: Ibod
Penerbit: Muara (Imprint Kepustakaan Populer Gramedia)
Tebal:146

Sufisme adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi. (sumber dari sini)

Sufisme merupakan konsep dalam Islam yang mengajarkan tentang cinta kepada Tuhan, Nabi, dan kepada sesama makhluk.

Kebijaksanaan sufi tidak hanya dapat ditemukan di cerita-cerita bijak, nasihat dan hikayat namun juga dalam cerita keseharian yang seringkali tampak sepele bahkan mengundang tawa.

Kisah kebijaksanaan sufi yang ada dalam cerita-cerita Nasruddin Hoja, misalnya menyimpan pesan yang memunculkan banyak persepsi. Nasruddin Hoja adalah salah satu tokoh legenda kaum sufi yang memiliki anugerah kebijaksanaan. Ia seringkali membuat ulah yang menarik perhatian bagi banyak orang. Namun dibalik tingkahnya yang tampak jenaka dan lugu, terdapat pelajaran berharga bagi kita untuk menempuh perjalanan hidup di dunia.

Di antara kisah Nasruddin Hoja adalah ketika suatu hari seorang kawan melihat Nasruddin shalat tergesa-gesa. Si kawan ini kemudian memerintahkan Nasruddin untuk mengulang shalatnya dengan perlahan. Usai menyelesaikan shalat, si kawan bertanya kepada Nasruddin, “Bagaimana menurutmu sekarang, mana yang lebih baik antara shalatmu yang pertama atau yang kedua,” Dan Nasruddin menjawab yang pertama. “Karena shalatku yang pertama walau bagaimanapun kulakukan karena Allah semata, sedangkan yang kedua kulakukan untuk penilaian Anda.” (hal 18)

Reaksi kita sebagai pembaca barangkali tersenyum pahit, karena boleh jadi kita sering melakukan sesuatu karena berharap penilaian orang lain dan bukan atas dasar keikhlasan dalam diri.

Nasruddin pun seringkali menyindir perilaku kita, manusia, dengan menempatkan dirinya sendiri sebagai tokoh yang tampak bodoh dan lugu.
Misal, dalam cerita lain dimana ia kedatangan tamu dari jauh. Ketika ia meminta tolong istrinya untuk menghidangkan makanan ternyata istrinya mengatakan bahwa Nasruddin lupa membeli beras. Dan Nasruddin pun kemudian menyajikan piring kosong di depan tamunya sambil berujar, “Kawan, seharusnya di piring ini ada nasi goreng, sayang aku lupa beli beras.” (hal 31)

Lainnya adalah ketika Nasruddin bertanya kepada seorang pemuda.
N: Engkau akan bekerja apa di kota nanti?
P: Aku belum tahu pasti, yang jelas aku akan bekerja dengan jujur
N: Kalau begitu engkau akan punya sedikit saingan

Pesan: Kejujuran adalah hal yang langka dan berharga. (hal 53)
(meskipun langka, tetap milikilah kejujuran. Karena nilai tertinggi manusia itu ada pada kejujurannya).

Beberapa kutipan bagus dari buku ini:
“Mengharap kebahagiaan abadi dengan menzalimi orang lain adalah sesuatu yang tidak mungkin”. (halaman 69)
“Hawa nafsu ibarat keledai tunggangan, kalau tidak dikendalikan akan menjadi liar sehingga bahkan si pemilik hawa nafsu tak punya kendali atasnya. (hal 78)

Buku Kitab Komik Sufi 3 ini tidak sekedar menyajikan cerita jenaka kosong tanpa arti sebaliknya sarat makna dan juga sindiran atas sikap perilaku kita. Cerita Nasruddin yang mengalir di dalam buku ini adalah juga cerita keseharian kehidupan manusia dengan berbagai permasalahannya.
Membaca buku ini diperlukan kelapangan hati untuk menerima atau bahkan mentertawai diri kita sendiri. Barangkali kita tersindir, tertohok apapun itu namanya. Bersyukurlah, itu tanda bahwa kita masih punya hati nurani.

The Best Stories of Quran

9752-the_best_stories_of_
Judul: The Best Stories of Quran
Penulis: CBM Creative Agency (Tim Erlangga For Kids)
Penerbit: Erlangga
Tebal: 225

Buku ini ditujukan untuk anak-anak. Disajikan dengan unsur cerita dan gambar mengenai nilai-nilai keteladanan dari Alquran yang bertujuan untuk menghidupkan konsep ketuhanan (ilahiyah). Terdiri dari 103 cerita yang diawali dari kisah penciptaan alam semesta, manusia pertama, sampai kisah dan sejarah Nabi.

Tidak hanya untuk anak-anak, buku ini juga bisa dikonsumsi oleh orang dewasa dan terutama bagi siapa saja yang ingin belajar dan mengenal Islam.

Pada kisah pertama dan kedua dipaparkan asal mula bumi terbentuk. Yang awalnya adalah kegelapan kemudian Allah menjadikan bumi beserta isinya untuk kelangsungan hidup manusia kelak. Kemudian kehadiran Adam di surga yang sempat ditolak oleh para malaikat. Namun setelah Allah menjelaskan baru lah para malaikat mau menerima dan bersujud kepada Adam. Hanya lah iblis, makhluk ciptaan Allah yang tak sudi bersujud kepada Adam. Bahkan ia bersumpah untuk menggoda dan membawa sesat anak cucu Adam di muka bumi untuk berbuat maksiat (dan kerusakan). Mendengar perkataan iblis itu Allah menjawab:
“Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi penghuni neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dengan sepenuh hatinya.” (QS. Al-A’raaf: 11-25 dan Shaad: 71-83)

Sering kemudian orang menyalahkan setan sebagai alibi dari perbuatan buruknya. Apakah setan yang melakukan kejahatan? Manusia sendiri lah yang menjerumuskan dirinya ke dalam perbuatan menyesatkan. Perbuatan jahat yang ditiupkan setan ke dalam diri kita adalah bagian dari ujian keimanan kita kepada Allah SWT. Dan sesuai firman-Nya, maka godaan setan tidak akan bisa memasuki hati hamba yang beriman kepada-Nya dengan sepenuh hati. Semoga kia semua selalu berada di dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk. Amin yra.

Kisah berikutnya adalah manusia-manusia pilihan Allah yang diutus sebagai nabi dan Rasul untuk memberikan pengajaran agama dari Allah terhadap umat manusia yang saat itu berada di jaman kegelapan (kebodohan) atau dikenal dengan jaman jahiliah.

Buku ini meneladani sikap-sikap Nabi dan Rasul yang bisa menjadi panutan tidak hanya bagi anak-anak kita namun juga untuk diri kita sendiri di dalam mengarungi kehidupan. Barangkali, rutinitas dan hiruk pikuknya kehidupan telah membuat kita lupa akan makna hidup kita di dunia, peran dan tanggungjawab kita terhadap diri sendiri dan sesama. Meluangkan waktu sebentar untuk membacai kembali kisah-kisah di dalam Alquran mungkin bisa menjadi pengingat dan melembutkan hati kita kembali. Semoga.

The Cat Mummy

thecatmummy-mumikucing_14548
Judul: The Cat Mummy
Penulis: Jacqueline Wilson
Alih bahasa: Diniarty Pandia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 149

Lihat buku ini di sebuah toko buku kecil di Kota Kasablanka. Melihat nama penulisnya saya langsung teringat teman-teman BBI yang sering merekomendasikan karya Beliau.

Buku Mumi Kucing bercerita tentang gadis kecil bernama Verity. Verity tinggal bersama nenek, kakek dan Ayahnya. Ibu Verity meninggal ketika melahirkan Verity. Bersama mereka juga tinggal seekor kucing yang diberi nama Mabel. Mabel adalah kucing milik Ibu Verity. Verity sangat menyayangi Mabel. Mabel adalah kawan satu-satunya bagi Verity untuk bercerita mengenai Ibu, karena Mabel tidak akan menangis. Setiap kali Verity bertanya mengenai Ibu, maka semua orang di rumah akan bersedih, nenek bahkan masih sering menitikkan air mata setiap kali mengingat Ibu.

Suatu hari, sepulang dari sekolah, Verity menginjak muntahan Mabel. Verity marah-marah. Nenek mengingatkan Verity untuk tidak marah-marah kepada Mabel karena tampaknya ia sakit. Verity menyesal. Ia memutuskan mencari Mabel untuk memeluknya erat-erat. Namun Mabel menghilang. Hari itu dan keesokan harinya Mabel tak tampak. Verity, nenek, kakek dan Ayah sudah mencari Mabel kemana-mana, namun Mabel tak kunjung muncul.

Verity merasa tak tenang. Di sekolah ia pun tidak memperhatikan Ibu Guru yang sedang menjelaskan tentang Orang Mesir Kuno. Perhatian Verity tergugah ketika Ibu Guru menyinggung mengenai orang-orang Mesir Kuno yang sangat menyukai kucing. Orang-orang Mesir Kuno menganggap kucing adalah hewan peliharaan yang istimewa. Mereka takut melukai kucing. Mereka akan merawat kucing dengan sangat baik. Mereka juga memiliki dewi kucing bernama Bastet dan membangun pemakaman yang besar untuknya. Kalau ada kucing yang mati maka pemiliknya akan mencukur alis sebagai tanda berduka, dan untuk kucing-kucing yang sangat istimewa, mereka dijadikan mumi.

Apakah Mabel akhirnya ditemukan? Bagaimana kelanjutan kisahnya? Silakan baca sendiri ya 🙂

Tutur bahasa yang rapi, cerita yang menarik dan pesan yang tidak menggurui, semuanya mengingatkan saya kepada bacaan masa kanak-kanak yang dipenuhi Enid Blyton dan Astrid Lingdren.

Buku yang layak dibaca tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun bisa mengambil kearifan pesan di dalamnya.

Because of Winn Dixie

images
Judul: Because of Winn Dixie
Penulis: Kate Dicamillo
Penerjemah: Diniarty Pandia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 174

“Kadang-kadang rasanya semua orang di dunia ini kesepian.” (halaman 128)

Suatu hari seorang anak perempuan bernama Opal India sedang berada di sebuah toko makanan ketika tiba-tiba kegaduhan terjadi. Ada banyak sekali makanan bergulingan ke lantai dan para karyawan toko berlarian ke sana kemari sambil melambaikan tangan. Awalnya Opal tak menyadari bahwa semua itu adalah ulah seekor anjing sampai kemudian ia melihatnya. Seekor anjing besar yang jelek namun memiliki senyum memesona. Anjing itu tersenyum dan berhenti tepat dihadapannya sebelum kemudian berlari menuju ke arah manajer toko yang berteriak-teriak.

Tanpa berpikir panjang Opal membawa Winn Dixie pulang bersamanya. Ia akan meminta ijin ayahnya untuk memelihara Winn Dixie. Ayah Opal adalah seorang pendeta dan mereka berdua belum lama pindah ke Naomi, Florida. Ibu Opal meninggalkan Opal ketika ia masih kecil. Opal senantiasa merasa kesepian karena ayahnya begitu sibuk dengan kegiatan berkhotbahnya. Opal juga tak memiliki banyak kawan, karena memang tak banyak anak tinggal di sana. Hanya beberapa dan tampaknya mereka pun tak ingin berdekatan dengan Opal karena khawatir diadukan segala perbuatan mereka kepada pendeta.

Kehadiran Winn Dixie memberi keajaiban-keajaiban kecil pada Opal. Karena Winn Dixie ia berkenalan dengan Gloria Dump, Otis, Miss Franny. Gloria Dump seorang nenek tua yang penglihatannya sudah kabur dan Dunlap serta Stevie Dewberry, anak-anak seusia Opal menjulukinya sebagai nenek sihir. Mereka takut berdekatan dengan Gloria Dump. Otis, seorang pemuda aneh yang dianggap berbahaya karena pernah dipenjara serta Miss Franny penjaga perpustakaan yang kemudian mengenalkan Opal kepada permen hasil ramuan kakek buyutnya. Permen itu menyajikan sensasi rasa manis dan melankolis bagi yang menyicipnya. Permen itu adalah uangkapan kesedihan sang penciptanya, yang kehilangan orang tua serta saudara-saudara perempuannya dalam peristiwa perang saudara dan kesakitan. Hal itu membuat Opal teringat kepada Ibunya.

“Apakah menurutmu semua orang merindukan seseorang? Seperti aku merindukan mamaku?” (halaman 130)

Seperti biasa Kate Dicamillo menyuguhkan kisah yang mengharu biru. Walau tak sepuitis karya-karya Kate di buku lainnya, namun cerita ini pun tak kalah bagusnya. Kate menyisipkan pesan mengenai kasih sayang.

“Tuhan yang baik, kami berterima kasih untuk karunia-karunia rumit dan indah yang Kau berikan pada kami dalam diri kami masing-masing. Dan kami berterima kasih untuk tugas yang Kau serahkan pada kami, yaitu saling menyayangi sebaik mungkin, seperti Kau menyayangi kami.” (halaman 148)

Dan bagaimana kita belajar untuk mengikhlaskan seseorang atau sesuatu.

“Tidak mungkin kau bisa menahan sesuatu yang ingin pergi. Kau hanya bisa menyayangi apa yang kau miliki selama kau memilikinya.” (halaman 154)

Serta bagaimana kita memandang orang lain tanpa mengkaitkan dengan masa lalunya yang buruk.

“Kau tidak selalu bisa menilai orang dari hal-hal yang pernah mereka lakukan. Kau harus menilai orang dari apa yang mereka lakukan sekarang.” (halaman 95)

Ah, saya selalu suka dengan tulisan-tulisan Kate. Teduh 🙂

Terima kasih banyak untuk mbak Evyta yang telah bersedia meminjamkan buku ini.

George Berburu Harta Kosmis


Judul asli: George’s Cosmic Treasure Hunt
Penulis: Lucy & Stephen Hawking
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 365 halaman

Ini adalah lanjutan kisah petualangan George menjelajah ruang angkasa. Di buku pertama (resensinya ada di sini) diceritakan pertemuan George dengan Annie dan Ayahnya Pak Eric yang seorang ilmuwan. Perkenalan itu membawa George pada petualangan yang mendebarkan di ruang angkasa.

Di buku ini diceritakan Pak Eric dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Pak Eric mendapat tugas untuk mencari tanda-tanda kehidupan di alam semesta. Salah satu proyek andalan mereka adalah menempatkan sebuah robot bernama Homer yang akan melaporkan hal-hal penting yang menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan di planet Mars. Sayangnya, setelah Homer mendarat di Mars ia tidak melakukan hal-hal pintar yang mereka perintahkan. Homer masih tetap memberikan informasi untuk mereka di bumi namun informasi-informasi itu tidak berguna, seperti foto kaki-kakinya sendiri. Ia bertingkah aneh. Pak Eric merasa tertekan oleh hal itu. Namun suatu hari Annie mendapatkan sebuah pesan yang dilihatnya dari layar komputer super cangggih, Kosmos, yang sebenarnya telah rusak akibat petualangan mereka di buku pertama. Annie kemudian mendapat gagasan untuk mengundang George ke rumah mereka di Amerika Serikat untuk membantunya memecahkan sandi rahasia tersebut.

Berhasilkah Annie, George, dan teman baru mereka Emmett memecahkan sandi rahasia tersebut? Betulkah sandi itu berasal dari makhluk angkasa luar? Benarkah ada kehidupan di planet Mars?

Pertanyaan mengenai adanya kehidupan di planet lain seringkali mengusik hati kita. Apakah kita sungguh-sungguh sendiri di alam semesta yang sangat luas ini? Pertanyaan itu membuat manusia kemudian mencari tahu melalui ilmu pengetahuan. Mars adalah salah satu planet terdekat yang sampai saat ini masih menjadi perhatian kita, hal itu disebabkan oleh adanya penemuan-penemuan yang mengindikasikan kemungkinan adanya makhluk hidup, jauh sebelumnya.

Buku ini sangat menarik, menceritakan apa saja yang ingin kita ketahui tentang Mars.

Sungguh buku panduan ke alam semesta yang tidak membosankan untuk dibaca 🙂

Pintu Waktu


Judul: Pintu Waktu
Penulis: Pierdomenico Baccalario
Penerjemah: Damaring Tyas Wulandari, S.Si.
Cetakan: 2006
Penerbit: Erlangga for Kids (Penerbit Erlangga)
Tebal: 222
Cover: Hard cover

“Jangan pernah berpikir kalau hantu tidak bersuara. Mereka dapat membuat berbagai macam kebisingan (langkah kaki, rantai yang berdencing, bel yang berdentang) dan sering kali dapat berbicara. Selain itu, mereka tidak selalu tanpa raga. Hantu biasanya menghantui rumah-rumah yang di dalamnya ada suatu masalah yang belum terselesaikan.”

Jason dan saudara perempuannya Julia, pindah ke sebuah rumah baru yang disewa oleh orang tua mereka di dekat teluk Kilmore Cove. Nama rumah itu Argo Manor. Argo Manor berada di atas sebuah tebing tinggi yang menghadap ke laut. Di bawah tebing ombak berdebur menghantam karang. Deretan pepohonan berdiri rapi di setiap sisi rumah, dengan bunga beraneka warna. Rumah tua yang besar ini menyimpan misteri bagi Jason. Ia bahkan sudah merasakannya sejak pertama kali meletakkan koper di halaman Argo Manor. Jason selalu merasakan hal-hal yang tidak dirasakan oleh orang lain, sejak dulu. Tubuhnya kadang bisa merasakan jika ada sesuatu yang tidak biasa.

Rumah itu dulunya dimiliki oleh seorang laki-laki tua yang bernama Ulysses Moore. Lelaki ini tidak pernah keluar rumah sepanjang hidupnya.

Suatu hari ketika Ayah dan Ibu mereka pergi ke London, kedua bersaudara: Jason dan Julia serta Rick -teman baru mereka di sekolah- mendapatkan kesempatan untuk menjelajah ruangan-ruangan yang ada di dalam rumah tua yang luas dan besar itu. Berawal dari kecelakaan kecil yang menimpa Jason, mereka menemukan sebuah surat misterius. Tulisan dalam surat itu berisi simbol-simbol dari sebuah peradaban kuno kerajaan Mesir. Dapatkah mereka memecahkan sandi tersebut?

Apa hubungan sandi itu dengan pintu misterius yang ada di dalam ruang batu? Rahasia apakah yang tersimpan di belakang pintu misterius itu?

Jason, Julia, dan Rick bertekad mencari tahu. Berhasilkah mereka?

“Terkadang yang tersisa hanyalah keberuntungan. Lelucon terakhir dari takdir.”

Berlatar sejarah peradaban kuno kerajaan Mesir menjadikan kisah dalam buku ini sebuah cerita petualangan yang tak biasa. Menarik dan mengusik rasa ingin tahumu sekaligus.

Oh ya, buku ini berseri. Dan ini adalah seri pertama dari serial Ulysses Moore.

Si Jerapah dan si Pelly dan Aku


Judul asli: The Giraffe and The Pelly and Me
Penulis: Roald Dahl
Alih bahasa: Poppy Damayanti Chusfani
Cetakan: Jakarta, Agustus 2006
Penerbit: PT Gramedia Pustaka utama
Tebal: 79

Tak jauh dari tempat tinggal Billy ada sebuah rumah kayu kosong yang aneh berdiri sendirian di sisi jalan. Billy ingin sekali melihat ke dalam rumah. Namun ia hanya bisa mengintip dan yang dapat dilihatnya hanya debu dan kegelapan. Kata Ibu, rumah itu dahulu adalah toko permen. Suatu hari di jendela toko seseorang mengecatkan sebaris tulisan yang berbunyi Dijual. Dan lama kemudian, tulisan dijual telah berubah menjadi Kejual. Billy sangat berharap bahwa ia lah yang membeli rumah itu. Ia akan menyulap rumah itu menjadi toko permen seperti impiannya.

Suatu hari Billy berdiri di seberang jalan dekat rumah kayu, ketika tiba-tiba bunyi nyaring disertai benda-benda berat berjatuhan. Tampaknya ada orang yang memporakporandakan isi rumah tersebut. Billy menunggu tapi tak terdengar apa-apa lagi. Ia memutuskan pulang dan kembali keesokan harinya. Pagi hari ketika Billy kembali ia terkejut. Pintu rumah yang kotor telah berganti menjadi pintu baru yang fantastis. Pintu itu sangat tinggi. BIlly bertanya-tanya siapakah yang memerlukan pintu setinggi itu. Tak lama satu-satu jendela di rumah itu terbuka. Pertama, jerapah, disusul burung pelikan dan si kera. Mereka adalah si pembersih jendela. Mereka mengajak Billy masuk. Perkenalan itu kemudian mengantarkan Billy menjadi manajer bagi tim pembersih jendela tersebut.

Tim pembersih jendela yang terdiri dari Billy, si jerapah, pelikan dan kera ini kemudian mendapat tugas pertama untuk membersihkan jendela rumah Yang Mulia Duke of Hampshire. Rumah itu memiliki banyak jendela yang tinggi-tinggi. Duke ingin melihat cara mereka bekerja. Kera kemudian melompat turun dan membuka keran air di kebun. Si Pelikan menempatkan paruhnya yang besar untuk menampung air. Tak lama kera kembali melompat ke punggung si jerapah dan berlari naik ke leher si jerapah yang sangat panjang dan berdiri di kepala si jerapah. Burung pelikan kemudian terbang. Pekerjaan membersihkan jendela segera dimulai. Duke sangat puas melihat kecakapan tim pembersih jendela itu. Namun tak lama berselang, tim pembersih jendela terpaku. Dan selanjutnya, seorang laki-laki telah terperangkap di dalam paruh pelikan. Laki-laki itu adalah perampok yang telah mencuri berlian-berlian milik Duchess.

Duke sangat bersuka hati karena tim pembersih jendela telah menyelamatkan berlian-berlian yang sangat berharga itu. Sebagai imbalannya, Duke menghadiahkan perkebunan tinkle-tinkle sebagai makanan si jerapah. Ribuan pohon kacang walnut untuk kera, dan pelikan mendapat kebebasan untuk mengambil ikan salmon yang ada di sungai Hamp milik Duke. Mereka akan tinggal di sana selama hayat sambil membersihkan jendela-jendela rumah Duke of Hampshire. Bagaimana dengan Billy? Billy mendapatkan impiannya memiliki toko permen.

“Ada tetesan air mata
Saat berkata ‘sampai jumpa;,
Kami senang berada di sisimu
Maka sekali-sekali
Kunjungilah kami,
Si jerapah dan si Pelly dan aku.

Kami dapat kau jumpai
Di halaman buku ini
Karena di sinilah kami selalu.
Takkan berakhir cerita
Jika kawan-kawanmu ada
Si jerapah dan si Pelly dan aku.”

Roald Dahl menuliskan kisah ini dengan manis. Ide ceritanya dengan memasukkan tokoh-tokoh jerapah, pelikan dan kera sebagai tim pembersih jendela sungguh unik. Pesan yang ingin disampaikannya kepada kita mungkin singkat saja. Dalam pergaulan dan berhubungan dengan masyarakat kita memerlukan sikap bekerjasama dan saling menghargai.

Buku anak-anak yang bagus dengan pesan yang sederhana tanpa berkesan menggurui.

Kunci Rahasia George ke Alam Semesta

Judul asli: George’s Secret Key To The Universe
Penulis: Lucy & Stephen Hawking
Alih bahasa: Andang H. Sutopo
Cetakan: Jakarta, Mei 2009
Penerbit: PT Gramedia Pustaka utama
Tebal: 326

“Ilmu pengetahuan membantu kita untuk mengerti dunia di sekeliling kita dan semua keajaiban-keajaibannya.”

George adalah anak laki-laki yang memelihara seekor babi yang ia beri nama Freddy. Suatu hari Freddy menghilang. Freddy menyelusup ke rumah tetangga. Rumah itu sangat misterius, sepi dan gelap. Tanaman di kebun belakang rumah pun tumbuh liar, seperti tidak pernah diurus bertahun-tahun. George mengintip ke dalam lubang hitam pagar yang membatasi rumahnya. Ia ingat cerita Ibunya tentang penghuni rumah yang sudah tua dan menghilang tiba-tiba serta bunyi-bunyi misterius dari rumah itu. Namun George tidak menyurutkan langkahnya. Ia harus menyusul dan membawa pulang babi miliknya.

Pencarian Freddy membawa George berkenalan dengan seorang anak perempuan dari rumah misterius itu. Ternyata mereka adalah tetangga baru, yang belum lama menempati rumah itu. Nama gadis kecil itu Annie. Annie tinggal bersama Ayah dan Ibunya. Ayah Annie, Eric adalah seorang ilmuwan. Pak Eric mempunyai komputer paling canggih di dunia, namanya Cosmos. Cosmos bisa mengantarkan George menyelusuri alam semesta. George bisa berpetualang melewati planet, komet, menembus badai asteroid, bimasakti, dan lainnya. Sebelum pulang, Pak Eric meminta George untuk tidak menceritakan mengenai Cosmos pada orang lain. Itu adalah rahasia di antara mereka.

Namun sayangnya George lupa pada janjinya. Ia terpaksa menceritakan coretan gambar yang dibuatnya ketika pelajaran Mr. Greeper. Ia menceritakan Cosmos di hadapan seluruh teman dan gurunya.

George tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menginginkan cosmos, dan akan membawa ia dan Pak Eric ke dalam bahaya besar. Bahaya itu adalah lubang hitam. Tidak ada yang lebih berbahaya di luar angkasa melebihi lubang hitam.

**
Lucy dan Stephen Hawking mengemas novel sains untuk anak-anak ini dengan sangat menarik. Tidak hanya anak-anak, kita, orang dewasa pun akan sangat menikmati novel dengan suguhan fakta-fakta ilmiah tentang alam semesta. Tak lupa diselipkan di dalamnya gagasan Hawking mengenai lubang hitam.

Lubang hitam mempunyai kekuatan untuk menelan benda-benda di sekitarnya. Oleh sebab gaya gravitasinya yang sangat besar memungkinkan lubang hitam menarik semua benda yang ada di dekatnya.

Dahulu orang percaya bahwa tak ada sesuatupun yang bisa keluar dari lubang hitam. Ternyata gambaran seperti itu tidak tepat. Dengan radiasi Hawking diketahui bahwa sesuatu bisa keluar dari sebuah lubang hitam. Penasaran? Coba saja membaca bukunya 🙂