Maya, Misteri Dunia dan Cinta

Judul: Maya, Misteri Dunia dan Cinta
Penulis: Jostein Gaarder
Penerjemah: Winny Prasetyowati
Penerbit: Mizan
Halaman: 458

“Kita adalah teka-teki yang tak teterka siapapun”

Di sebuah kepulauan Fiji, tepatnya pulau Taveuni beberapa turis tanpa sengaja bertemu. Mereka ada di sana dalam rangka menyaksikan pergantian milenium. Ada John Spooke, seorang penulis Inggris yang masih berduka akan kematian istrinya. Frank Andersen, seorang ahli biologi evolusioner dari Norwegia, yang telah kehilangan seorang anak dalam sebuah kecelakaan tragis dan berpisah dari istrinya, Vera serta Ana dan Jose, pasangan penuh teka-teki dari spanyol.

Frank adalah narator dari kisah ini. Ia menuliskan surat untuk Vera, istrinya. Cerita bermula ketika Frank melakukan ekspedisi di sebuah pulau Fiji untuk tugas menyelidiki bagaimana spesies-spesies tanaman dan hewan yang didatangkan dari luar daerah telah memengaruhi keseimbangan ekologi. Pulau Taveuni merupakan rangkaian tahap akhir dari ekspedisi panjang Frank di Pasifik. Sebelum kembali ke negaranya, Frank memutuskan untuk berlibur beberapa hari di Taveuni sekaligus merayakan datangnya abad milenium di pulau yang disebut menjadi tempat berpenduduk pertama di dunia yang akan melihat milenium ketiga.

Di sebuah resor ini lah Frank bertemu dan berkenalan dengan beberapa turis lainnya. Mereka adalah: Laura, Bill, John, Jose dan Ana-pasangan penuh teka-teki dari spanyol. Beberapa kali kesempatan, disengaja maupun tidak, Frank, Jose dan Ana seringkali bertemu. Kesenangan Jose dan Ana mengutip kalimat-kalimat ganjil tentang alam semesta dan joker menarik perhatian Frank. Rasanya sejak pertama kali John melihat Ana, ia meyakini bahwa dirinya pernah melihat wajah Ana, entah di mana. Ada sesuatu yang begitu misterius pada diri perempuan itu. Dan pada saat yang sama, Frank pun memiliki perasaan yang tidak menyenangkan bahwa pada suatu waktu telah terjadi sesuatu pada Ana.

Rasa ingin tahu Frank yang tinggi terhadap pesan-pesan Jose dan Ana memenuhi sebagian besar isi surat Frank kepada Vera. Belum lagi percakapan imajiner Frank dengan seekor tokek di kamar hotelnya. Siapakah Ana? Siapakah joker? Dan apa hubungan Ana dengan Maya, si model lukisan Maja dari karya Goya yang terkenal itu?

Jostein memberikan renungan kepada kita bahwa keberadaan alam semesta dan seluruh isinya memiliki makna, pun hidup kita sendiri.

“Kita adalah bagian dari sesuatu yang sangat besar.” (halaman 366)

1 Comment

Trackbacks

  1. Dewey |

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*