Manajemen Alhamdulillah


Judul: Manajemen Alhamdulillah
Penulis: Indra Utoyo
Penerbit: Mizania
Tebal: 153

“Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah dengan ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan dua-duanya, hendaklah dengan ilmu.” (Hadis Nabi Saw.)

Manajemen Alhamdulillah. Jika ditelisik dari judulnya kita bisa menebak bahwa buku ini berbicara tentang rasa syukur. Tidak salah. Penulis menekankan rasa “syukur sebagai bagian dari mendidik diri kita untuk menjadi lebih ikhlas dan optimis dalam mencapai cita-cita. Orang yang jarang atau tidak bersyukur, berarti ia tidak mengerti dan tidak pula menghargai potensi dirinya.” (halaman 135)

Ikhlas jangan diartikan sebagai sikap yang pasif. Sebaliknya, ikhlas adalah menerima dengan penuh kesadaran bahwa segala sesuatu datang dari Allah dan memang telah ada dalam peta rencana Allah. Sesuatu itu ada yang dapat kita pahami maksudnya dan ada yang tidak dapat kita pahami maksudnya. Jalan terbaik untuk menghadapi kenyataan-kenyataan hidup ialah kita terima apa adanya, baik kita pahami atau tidak kita pahami. Menyangkalnya, mempertanyakannya, atau menolaknya hanya akan mendatangkan kerugian  besar (halaman 21)

Bagaimana menerapkan rasa syukur di dalam kehidupan kita sehari-hari, baik untuk pribadi dan ketika kita bekerja. Pak Indra memberikan tiga unsur penting yang harus dimiliki untuk menjadi great people (orang-orang besar), yaitu: self-development, self-conciousness, dan self-contribution.

Siapa sih great people itu? Orang-orang besar adalah mereka yang bersedia berkorban dan menunda kepentingan diri sendiri untuk kepentingan orang banyak. Dengan kata lain, great people adalah:
1. mereka yang merasa berbahagia bila membuat orang lain sukses atau bahagia.
2. mereka yang bersedia berkorban demi kebahagiaan dan kesuksesan orang lain.
3. mereka yang mengutamakan kepentingan orang banyak ketimbang kepentingan diri sendiri.
4. mereka yang mampu melahirkan pengganti yang lebih baik dari dirinya.
5. mereka yang memberikan manfaat dan energi positif di manapun dia berada.
6. mereka yang merupakan hasil dari proses perjalanan yang teguh dan konsisten, bukan sebuah gift.
Keenam hal yang ada dalam pemahaman tentang great people terasa benar kesamaannya dengan konsep al-insân al-kâmil (manusia sempurna) menurut terminologi tasawuf maupun konsep keutamaan manusia dalam Islam. (halaman 12)

Bersyukur akan membawa manusia pada pemaknaan religi dalam kehidupannya. Mereka yang menerapkan perilaku religi dalam bekerja akan mengembangkan pola pikir yang religius, memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya, taat pada etika profesional, memiliki integritas moral yang tinggi dan selalu berupaya melakukan inovasi.

Dengan kata lain, mereka yang bersyukur akan senantiasa mendayagunakan anugerah yang telah diberikan Tuhan-Nya. Seorang yang bersyukur akan mengoptimalkan segala pemberian-Nya, baik dalam soal waktu, pekerjaan, kecerdasan, dan hal-hal lainnya untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Manajemen Alhamdulillah adalah buku Seri Penuntun Motivasi Islam. Ini kali pertama saya membaca buku motivasi islam sejenis yang mengena di hati. Dipaparkan secara sederhana tanpa bermaksud menggurui.

Buku ini sangat layak dibaca untuk semua orang dan para pemimpin negeri ini. Jika perilaku religi diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, dan tidak hanya mengumbar penampilan agamawi saja, alangkah indahnya. Korupsi dan segala kecurangan serta perilaku negatif lainnya yang menyengsarakan orang lain semoga dapat dikikis habis dari negeri tercinta ini, selamanya.

untuk yang tertarik dengan buku ini, silakan pesan melalui situs Mizan di sini atau ini: http://mizan.com/buku_full/manajemen-alhamdulillah.html. Atau jika kamu ingin membaca dalam versi digitalnya, buku ini dapat diunduh di Qbaca. Caranya, bisa lihat di sini atau ini: http://buku.enggar.net/2012/11/17/e-book-dari-qbaca/

Dan untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai koleksi buku-buku dari Qbaca bisa kamu peroleh di sini atau di sana. Untuk mendaftar ke Qbaca silakan klik laman berikut ini.

Sekilas Tentang Penulis:

Indra Utoyo adalah praktisi telekomunikasi dan teknologi informasi di PT Telekomunikasi Indonesia. Beliau sarjana Teknik Elektro Telekomunikasi ITB dan memperoleh gelar Master of Science in Communication and Signal Processing dari Imperial College, University of London, UK, pada 1994. Pak Indra juga aktif di berbagai aktivitas dan kepengurusan sosial, antara lain sebagai Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), Ketua Bidang Infokom Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan Dewan Penasihat Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI)

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*