Kisah-kisah Kucing


Judul asli: Cat Stories
Penulis: James Herriot
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 216 halaman

Buku ini berisi kumpulan cerita mengenai kucing dan para pemiliknya yang diceritakan oleh seorang dokter hewan di pedesaan Yorkshire yang bernama James Herriot.

Betulkah kucing adalah hewan yang sangat memikirkan dirinya sendiri dan tidak mampu merasakan cinta murni seperti para anjing? Nah, Herriot menyangkalnya. Ia pernah merasakan bagaimana kucing-kucing menggosokkan wajah mereka ke wajahnya serta menyentuh pipinya dengan cakar-cakar yang dengan hati-hati mereka sembunyikan. Itu semua adalah ekspresi cinta.

Perasaan cinta yang begitu kuat antara hewan peliharaan dengan pemiliknya kadang kala menularkan sifat dan perilaku yang identik, seperti ada di dalam kisah Alfred, si Kucing Toko Permen. Alfred adalah nama kucing di toko milik Geoffrey Hatfield, Penjual gula-gula. Ketika Mr. Hatfield meladeni pelanggan dengan sabar maka Alfred dengan setia duduk di ujung meja. Ia tidak pernah meninggalkan tempatnya. Duduk tegak dan tenang memandang majikan bernegosiasi dengan tamunya. Mereka begitu mirip dan saling menyayangi satu sama lain.

Kisah kedua adalah mengenai Oscar, si kucing sosialita. Oscar adalah kucing yang datang dalam kondisi terluka parah yang ditemukan oleh seorang gadis bernama Marjorie. Oscar kemudian dipelihara oleh Herriot dan Helen, istrinya. Namun ada sesuatu yang misterius pada Oscar, ia selalu menghilang pada jam-jam tertentu.

Herriot menuliskan kisah-kisah dalam buku ini dengan penuh kehangatan dan kasih sayang seperti ciri khas semua tulisannya. Ada juga kelucuan yang diam-diam membuat kita menahan senyum seperti di kisah Olly dan Ginny.

Olly dan Ginny adalah sepasang kucing liar. Mereka datang bersama induknya untuk mencari makan. Suatu hari induk kucing meninggalkan kedua anaknya di rumah kayu yang berjarak beberapa meter dengan rumah Herriot dan Helen, istrinya. Kedua kucing itu kemudian dipelihara oleh Helen dan Herriot. Helen perlahan berhasil mendekatkan dirinya pada hewan-hewan itu. Mereka memercayainya. Sebaliknya tidak dengan Herriot. Pengalaman kucing-kucing itu dengan Herriot lebih kepada suntikan, ketika keduanya sakit flu parah. Tampaknya kedua kucing itu mempunyai ingatan yang buruk terhadap Herriot sehingga mereka kompak menghindarinya dengan berlarian setiap kali melihatnya. Perlakuan ini menyayat hati Herriot yang sebenarnya penyayang kucing. Ia bertekad untuk memenangkan hati kedua kucing tersebut.

2 Comments

  1. hihihi, suka menghindar klo liat kucing mulai mendekat soalnya geli, tapi sekarang yang jadi masalah, anak suka banget ma kucing -.-‘

  2. Enggar

    @Sinta: hehe, jadi udah mulai nggak geli sama kucing donk? 🙂

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*