Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Judul asli: Bibbi Bokkens magische Bibliothek
Penulis: Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerbit: Mizan

Dalam keriangan musim panas ini,
Segelas coca cola kami nikmati,
Nills dan Berit, itulah kami,
Menghabiskan liburan kami di sini.
Sangat indah di atas sini,
Sampai kami tak ingin pergi.

Itulah puisi yang dibuat oleh dua saudara sepupu, Nills dan Berit. Mereka tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan satu sama lain Berit dan Nills membuat sebuah buku surat yang mereka saling tulisi dan kirimkan.

Cerita bermula ketika Berit memungut sebuah surat yang jatuh dari tas tangan seorang wanita, yang bernama Bibbi Bokken. Surat itu kemudian dikirimkannya kepada Nills. Surat yang dikirim oleh seseorang bernama Siri ini membangkitkan jiwa petualangan pada diri Berit dan Nills. Surat itu juga menyebut tentang Perpustakaan Ajaib, Bibliografer dan incunabula.

Bibbi Bokken si bibliografer itu akan mengumpulkan semua buku yang pernah ditulis dari seluruh dunia, dan termasuk di dalamnya buku-buku yang baru akan diterbitkan tahun depan dan buku-buku yang sedang ditulis.

Namun, apa hubungannya itu semua dengan Berit dan Nills? Rencana apa yang sedang dirancang oleh Bibbi Bokken dan komplotannya dengan melibatkan Berit dan Nills dalam permainan mereka? Berit dan Nills tidak tinggal diam, mereka tertantang untuk mengungkapkan semua misteri ini.

Di tangan Nills dan Berit cerita berkembang. Dari Catatan Harian Anne Frank sampai Winnie The Pooh, dari Lima Sekawan sampai Astrid Lingdren, dari kisah detektif sampai fantasi. Ada juga pembahasan sistem klasifikasi Dewey, puisi, sastra, buku, perpustakaan dan penerbitan.

**
Sebuah buku yang menarik dan tidak biasa. Di buku ini kita dapat belajar salah satunya mengenai sistem klasifikasi perpustakaan. Jika kita perhatikan buku-buku di perpustakaan ditandai oleh nomor-nomor, seperti: 000, 100, 200, dstnya. Nomor-nomor itu disebut dengan Sistem Desimal Dewey. (sumber: dari sini )

Jostein, memang piawai meramu sebuah cerita dengan latar berbagai bidang ilmu. Selalu membangkitkan rasa ingin tahu dan memberikan wawasan baru kepada pembacanya.

“.. dan “ajaib” bahwa kedua puluh enam huruf dalam alfabet kita bisa dipadukan sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi rak raksasa dengan buku-buku dan membawa kita ke sebuah dunia yang tak berujung. Dunia yang selalu bertumbuh dan bertumbuh, selama masih ada manusia dimuka bumi ini.”

4 Comments

  1. mbak enggar apakabar?
    eh ini benerkan blognya mbak enggar dwipenni…?

    • Enggar

      Bener kok Si :). Alhamdulillah baik. Thanks ya udah mampir ke sini.

  2. Rasanya sudah lama sekali enggak ke perpustakaan, huhuuhuu

  3. Enggar

    @Giewahyudi: tapi ke toko buku kan? 🙂

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*