Kurcaci dan Pulau Ajaib

Ini dongeng tentang kurcaci dan pulau ajaib, dari buku Misteri Soliter. Soliter sendiri adalah nama salah satu permainan kartu remi, yang dapat dimainkan sendiri.

Jadi, begini ceritanya: Alkisah ada seorang pelaut terdampar di sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Dalam kesendiriannya ia sering melamunkan bercakap-cakap dengan teman-teman khayalan. Mereka adalah sekumpulan kartu remi dalam wujud kurcaci. Si pelaut sangat intens berkomunikasi dengan teman-teman khayalannya, seolah-seolah mereka betul-betul ada. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan mereka dalam kehidupan nyata. Para kurcaci itu hadir karena khayalan si pelaut. Mereka membentuk koloni dan bertindak seperti titah sang pelaut dalam dongeng yang dihidupkannya sendiri.

Setelah 52 tahun berselang (jumlah satu pak kartu remi), seorang pelaut lain terdampar di pulau ajaib itu. Suatu hari dia bertemu dengan para kurcaci dan menanyakan siapa raja di pulau itu. Para kurcaci menjawab bahwa mereka punya banyak raja. Sang pelaut merasa kebingungan. Sampai ketika akhirnya dia bertemu dengan pelaut tua yang lebih dahulu terdampar di pulau ajaib ini. Dia lah, sang pelaut tua, penguasa pulau ajaib.

Pada permainan kartu remi, dikenal 4 simbol raja yang berbeda satu sama lain, yaitu sekop, keriting, wajik, dan hati. Menurut cerita, 4 simbol raja pada kartu remi, ternyata melambangkan 4 raja yang terkenal di jaman masing-masing, yaitu: Sekop (David/Raja Daud), Keriting (Alexander the Great/Iskandar Agung), Hati (Charlemagne/Raja Prancis), Wajik(Julius Caesar). Oya, ada juga dua buah kartu joker, merah dan hitam sebagai kartu tambahan. Joker adalah kartu yang ikut menentukan kemenangan dan kekalahan dalam setiap permainan remi. Kartu remi adalah contoh bagaimana sebuah keteraturan bekerja.

Demikian juga kehidupan di pulau ajaib. Mereka punya banyak raja. Dan ada juga tokoh joker. Joker adalah tokoh yang pintar dan tak berhenti bertanya.  Kehadirannya seringkali menimbulkan kekacauan pada sistem nilai yang telah lama dianut. Namun demikian ia adalah seorang yang netral. Joker tidak masuk ke dalam kelompok manapun tapi ia bisa masuk ke kelompok mana saja. Ia lah chaos di antara keteraturan.

Apakah akhirnya para kurcaci itu mengetahui asal usul mereka? Atau akankah selamanya dunia dan kehidupan mereka di pulau ajaib menjadi misteri selamanya? Seperti juga, manusia?

Enzo

“Hidup, seperti halnya balapan, tidaklah hanya soal melaju kencang. Dengan menggunakan teknik-teknik di arena balap, manusia dapat berhasil menjalani liku-liku kehidupan.”

imagesEnzo adalah kisah seekor anjing yang berjiwa manusiawi. Kebersamaan yang dilaluinya bersama Denny, sang majikan, dan keluarganya mengajarkan Enzo untuk memahami kehidupan manusia.

Pelajaran pertama Enzo dalam kehidupan (keluarga) Denny adalah kedatangan Eve, istri Denny. Enzo merasakan ketakutan walaupun dia sendiri ingin belajar mencintai Eve, sebagaimana Denny mencintainya. Dan bagaimana Enzo kemudian memperbaiki hubungan dengan Eve, adalah sebuah pelajaran menarik yang diberikan Denny, ketika suatu hari mereka berkumpul menonton rekaman balap mobil. ….. “Apa yang kau wujudkan ada di depanmu; kitalah yang menciptakan nasib kita sendiri. Baik disengaja atau tidak, kesuksesan dan kegagalan disebabkan oleh kita sendiri, bukan orang lain.” Dengan demikian Enzo bersikukuh untuk memberi kesempatan kepada Eve untuk melihat dirinya dari sudut yang berbeda.

Dan bagaimana kemudian Enzo berusaha menghilangkan sisi manusiawinya ketika menghadapi kenyataan bahwa Eve pergi selamanya, setelah menderita sakit parah dan meninggalkan duka yang dalam untuk Denny dan Zo, putri tunggal mereka.

Bagaimana kelanjutannya? Baca sendiri ya :). Nilai-nilai yang diajarkan dalam buku ini tidak cukup sekadar dibuat reviewnya saja.

Akeelah and The Bee

Mencuri waktu untuk bisa membaca buku adalah hal yang sangat teristimewa saat ini. Tapi, saya berhasil menyelesaikan satu buku bagus di tengah rutinitas yang padat. Ya, walaupun hingar bingar film dan novel ini sudah jauh berlalu, namun pesan dan kesan yang disampaikan tidak pernah lekang oleh waktu, bukan?

Kita mulai saja. Akeelah berkisah tentang seorang gadis kecil keturunan Afrika-Amerika. Berasal dari sebuah lingkungan di mana kebanyakan orang kulit hitam di Los Angeles Selatan tinggal. Daerah yang berbahaya, di mana kekerasan dan narkoba menjadi bagian yang tak terlepaskan. Belajar di sebuah sekolah, yang seadanya, merupakan siksaan bagi Akeelah, yang sesungguhnya cerdas dan gemar belajar. Teman-teman yang memusuhi karena dia pintar membuat gadis kecil ini mati-matian menutupi kecerdasannya. Jangan menonjol karena pintar adalah sebuah simbol yang melekat pada sebagian besar anak-anak dalam lingkungan sekolah tersebut.

Namun kesukaannya pada kata, membawa perubahan yang besar tidak saja pada gadis ini tapi juga pada lingkungan sekitarnya. Buku ini mengisahkan perjalanan Akeelah meraih mimpinya. Perjuangan berat yang dilalui Akeelah, gadis kecil dari sebuah keluarga dan lingkungan miskin untuk mengikuti dan menjuarai sebuah lomba yang sangat bergengsi. Bersaing dengan para peserta yang tidak saja bersekolah di tempat yang bagus juga mayoritas berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan.

Pada akhirnya, Akeelah membuktikan, walaupun berasal dari keluarga yang pas-pasan dengan lingkungan sosial yang penuh bahaya dan bersekolah di tempat yang tidak termasuk kategori baik, dengan dukungan dan kasih sayang orang-orang sekitarnya mampu memperlihatkan kemampuan luar biasa yang tak terduga.

Pesan yang ingin disampaikan dalam buku ini adalah bahwasanya pendidikan sangat penting. Pendidikan akan membawa kita ke dalam kehidupan yang lebih baik. Tidak saja secara materi namun yang utama adalah cara memandang dan mengatasi berbagai persoalan kehidupan yang tidak akan pernah selesai selama manusia hidup.

Masyitoh

Masyitoh (Drama 3 babak), ditulis kembali oleh Ajip Rosyidi.

Kisah Masyitoh adalah cerita yang terdapat dalam al-Hadist. Kisah seorang sahaya Fir’aun, yang bertugas menyisiri rambut putri sang Raja. Suatu hari, ketika Masyitoh sedang mengandam tuan putri, tiba-tiba sisir terjatuh dari tangannya. Maysitoh terkejut dan langsung mengucapkan beberapa kalimat yang menyentak hati tuan putri. Singkat cerita, sang putri mengadukan percakapan yang telah terjadi antara dirinya dan Maysitoh kepada baginda raja Fir’aun. Fir’aun yang murka segera menimpakan hukuman kepada Maysitoh dan keluarganya, yaitu digodog dalam timah mendidih.

Dalam buku ini dilukiskan pengorbanan Maysitoh bukanlah pengorbanan sekedar mengharapkan surga dan takut masuk neraka. Pengorbanan Maysitoh dilandasi oleh keikhlasan untuk menegakkan hak Allah dan martabat manusia.

Kisah Maysitoh mengingatkan dan mengajarkan bahwa tanpa sadar dalam melakukan sesuatu kita seringkali berhitung dengan pahala. Pahala itu wilayah Allah. Urusan kita adalah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya seperti yang telah diamanahkan oleh-NYA.

Laika

laika.jpgSuatu hari di sebuah toko buku, mata saya  terpaku pada sebuah buku dengan gambar seekor anjing dan pesawat antariksa. Buku cerita bergambar ini berjudul Laika. Sepertinya menarik, saya sempat mem-browsing halaman dalam komik tersebut. Ragu antara ingin membeli atau tidak. Tak lama, partner mendekat dan mengambil buku itu. Kemudian, “Siapa yang pertama kali ke luar angkasa?”tanyanya.

Yuri Gagarin adalah kosmonot pertama dari Uni Soviet/Rusia, yang berhasil menerbangkan pesawat antariksa pada bulan April 1961.  Jauh sebelumnya, tepatnya tanggal 4 Oktober 1957, Uni Soviet mencengangkan dunia dengan peluncuran Sputnik I, satelit buatan pertama di dunia. Pencapaian prestasi ini menjadi bukti nyata atas keunggulan teknologi negeri tersebut, yang kala itu sedang berperang dingin dengan Amerika Serikat.  Keberhasilan yang luar biasa membuat pemimpin Uni Soviet, Nikita Khruschev, memutuskan untuk memberikan kejutan yang lebih besar untuk perayaan ulang tahun ke-40 Revolusi Oktober (Kira-kira, tenggat waktu satu bulan setelah peluncuran Sputnik I yang spektakuler). Waktu yang singkat bagi para ilmuwan untuk mengelola program antariksa Uni Soviet, dengan peluncuran Sputnik II yang berpenumpang. Projek ini kelak menentukan nasib Laika, sehingga misinya menjadi misi sekali jalan saja.

Laika sendiri adalah seekor anjing jalanan yang kelak dipilih untuk menjadi pelopor sekaligus martir dalam peluncuran Sputnik II.

Alih-alih menjadikan program antariksa ini sebagai kelanjutan dari Sputnik I, penyesalan atas nasib Laika yang  dikirim untuk mati di luar angkasa menuai protes dari berbagai kalangan. Seperti dikatakan Oleg Gazenko pada akhir buku itu sendiri. “Bahwa nilai ilmiah Sputnik II sangat kecil. Tidak banyak yang bisa disumbangkannya pada penerbangan antariksa pertama yang dipiloti manusia, yakni Yuri Gagarin pada bulan April 1961.”

Penyesalan Oleg pun tertulis dalam kutipan berikut ini.

“Bekerja bersama binatang-binatang merupakan sumber penderitaan bagi kami semua. Kami memperlakukan mereka seperti bayi-bayi yang tidak bisa bicara.

Dengan berlalunya waktu, semakin besar penyesalanku. Tidak banyak yang kami pelajari dari misi itu untuk bisa membenarkan kematian anjing tersebut.”

Kisah ini dirangkum dengan indah oleh Nick Abadzis. Melalui riset yang teliti dan gabungan imajinasi antara manusia dan anjing, menjadikan cerita ini mempesona dan mengharukan.

“Sebuah renungan yang dalam atas makna takdir serta betapa indah dan rapuhnya rasa percaya.” (Alexis Siegel, 2007).

The Warrior Of The Light, A Manual

“.. ia mampu melihat hal-hal indah karena ia membawa keindahan dalam dirinya, karena dunia adalah sebuah cermin dan memantulkan bayangan wajah sang manusia itu sendiri. Sang ksatria tahu kesalahan-kesalahan dan keterbatasannya, tapi ia berbuat semampu dirinya untuk mempertahankan keriangan pada saat-saat krisis. Lebih-lebih dunia ini berbuat yang terbaik untuk membantunya, walaupun segala sesuatu yang ada di sekitarnya kelihatan berlawanan. (Ksatria Cahaya dan Pertempuran).”

Rangkaian kalimat di atas adalah nukilan dari buku The Warrior The Light A Manual (Kitab Suci Ksatria Cahaya), Paulo Coelho. Penulis satu ini memang sangat piawai mengajarkan nilai-nilai kehidupan dalam setiap tulisannya. Seperti pesan dalam buku ini “Setiap orang mampu menjadi seorang ksatria. Dan walaupun tak ada seorangpun yang mengira diri mereka sebagai seorang ksatria, tapi sebenarnya mereka adalah para ksatria.”

Belajar Tiada Henti

“Belajarlah sebanyak-banyaknya. Get all the education you can! Sesudah itu, lakukanlah sesuatu. Bagi bangsa Indonesia!” (Cacuk Sudarijanto)

image001.jpg Bagi Cacuk, hidup adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Untuk itulah buku ini ada, berkisah tentang berbagai hal yang telah Beliau pelajari dari orang-orang dan lingkungan selama hidupnya.

Mantan petinggi dari perusahaan telekomunikasi, dahulu dikenal Perumtel, ini memulai awal karirnya sebagai direktur utama di PT Telkom. Membaca sepak terjang Beliau untuk membangunkan perusahaan besar yang sedang tertidur ini sungguh mengagumkan. Dengan 40 ribu karyawan dan jumlah sarjana hanya 2% , Perumtel pada saat itu sungguh-sungguh berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Belum lagi citra yang menempel pada Perumtel saat itu, citra kekumuhan tidak saja dalam artian fisik tetapi juga mental. Mungkin tidak seperti sekarang, kala itu karyawan Perumtel tidak mempunyai kebanggaan institusional pada diri mereka. Telkom sangat beruntung pernah memiliki seorang pemimpin dengan visi besar.

Apa yang saya pelajari dari buku ini? Semangat, dedikasi dan loyalitas. Beliau meyakini bahwa ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya harus dikembalikan untuk membangun negeri ini. Seperti lagu kesukaan Beliau, Bagimu Negeri. Dulu, saya pernah bertanya-tanya mengapa Telkom selalu menyiarkan lagu ini pada saat-saat tertentu. Sekarang, saya tahu jawabannya :).

Do Not Covet Your Ideas

Give away everything you know and more will come back to you. Kalimat serupa pernah diucapkan Ibu saya ketika pertama kali saya memutuskan untuk menjadi guru. Tepatnya, seperti ini ‘yang perlu kamu ingat ketika memutuskan untuk menjadi guru, jangan pelit dengan ilmu yang kamu punya. Jangan takut ilmu mu habis karena tuhan pasti akan memberinya lebih banyak lagi’.

Kalimat awal saya kutip dari bukunya Paul Arden, yang berjudul ‘It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want To Be. Saya ambil salah satu isi dari bab Do Not Covet Your Ideas.

Kita tentu ingat ketika murid-murid di sekolah menutupi jawaban soal mereka dengan menelungkupkan lengan mengelilingi kertas untuk menghindari contekan teman. Situasi yang sama terjadi di tempat kerja. Orang akan merahasiakan ide-ide mereka. Buku ini menyatakan jika kita menyimpan ilmu hanya untuk diri sendiri maka kita hidup dengan ilmu itu saja (baca: puas dan tidak berkembang alias macet). Sebaliknya, dengan memberikan ilmu yang kita punya kepada orang lain maka diri kita akan selalu mencari pengetahuan lain untuk menggantikan ilmu yang telah kita berikan. Mengutip kembali tulisan dari bab ini ‘Somehow the more you give away the more comes back to you’.

Ide atau gagasan adalah pengetahuan yang terbuka. Jangan pernah mengakuinya sebagai milikmu sendiri. Gagasan itu bukanlah kepunyaanmu. Mereka milik orang lain. Ide-ide itu bertebaran dimana-mana. Diri kita hanyalah mengambil satu bagian daripadanya.

Totto-Chan

images
Judul: Totto Chan Gadis Jilik di Jendela
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 271

Totto-Chan adalah cerita seorang gadis cilik yang dianggap ‘nakal’ oleh gurunya. Karena kewalahan oleh kebandelan Totto-Chan maka sang guru meminta ibu gadis cilik ini untuk memindahkannya ke sekolah lain. Sekolah baru Totto-Chan bernama Tomoe Gakuen. Ruang kelas sekolah ini berada di dalam gerbong kereta. Tidak seperti sekolah lainnya, para murid bebas memilih urutan pelajaran yang mereka sukai. Setiap pagi Bapak dan Ibu guru menuliskan soal-soal dan pertanyaan yang akan diajarkan hari itu. Murid bebas memilih pelajaran yang akan mereka kerjakan terlebih dahulu. Metode pengajaran ini membantu guru dapat mengamati bakat dan minat pada setiap anak didik.

Setiap anak juga membawa bekal ke sekolah. Untuk ‘memaksa’ anak menyantap makanan yang bergizi, kepala sekolah meminta siswa untuk melengkapi bekal makanan mereka dengan ‘sesuatu dari pegunungan’ dan ‘sesuatu dari laut’. ‘Paksaan’ tersebut tidak dirasakan oleh anak, karena mereka lebih tertarik untuk menebak-nebak dan sebisa mungkin melengkapi bekal mereka dengan ‘sesuatu dari pegunungan’ (makanan dari daratan) dan ‘sesuatu dari laut’ (makanan dari laut). Sebelum mulai acara makan, kepala sekolah akan berkeliling dan memeriksa bekal setiap anak. Kadang Beliau mengajukan pertanyaan dan menjelaskan menu makanan tertentu.

Setelah seharian belajar, siswa dibolehkan memilih acara bebas. Biasanya mereka memilih untuk berjalan-jalan. Ditemani dengan Bapak atau Ibu guru mereka berjalan-jalan dengan riang, sesekali mereka bertanya tentang apa saja yang mereka lihat atau temui. Anak-anak tidak pernah menyadari, bahwa dalam acara bebas ini mereka sesungguhnya belajar banyak tentang sains, biologi, dan sejarah. Banyak sekali pengalaman menarik yang diperoleh dari siswa-siswi di sekolah Tomoe Gakuen ini. Mereka bermain dan belajar sekaligus.

Buku yang dapat memberikan inspirasi dan membuka wawasan terutama untuk dunia pendidikan.

Marya, Wanita Luar Biasa

Waktu kecil, aku punya banyak koleksi buku. Salah satunya, seri tokoh dan penemu. Lord Baden Powel , Nightingale, dan Marie Curie, beberapa diantara yang membekas cukup dalam pada ingatanku. Dan tiba-tiba aja, my partner, beli buku yang judulnya ‘Marya, Wanita Luar Biasa’. Melihat cover nya, aku langsung bisa mengenali tokoh wanita itu. Pasti Marie Curie, si penemu radium (Aku masih ingat nama suami Marie lho). Tapi kok ‘Marya’? *Halah* katanya inget tapi nama asli Marie lupa.. hehehe. Ini sedikit kisah dari buku ‘Marya, Wanita Luar Biasa’, penulis Hendrasmara, penerbit Navila.

“Aku tak akan runtuh oleh situasi maupun oleh orang atau orang-orang”. (Marie Curie)

Marya Sklodovska adalah anak bungsu dari 5 bersaudara, lahir 7 Nov 1867. Marya sekeluarga tinggal di Polandia, yang masa itu dijajah oleh bangsa Rusia. Sebagai negara jajahan, warga Polandia diharuskan mempelajari bahasa Rusia. Tidak ketinggalan di sekolah tempat Marya belajar. Namun guru kelas Marya seringkali mencuri-curi waktu menggunakan bahasa Polandia ketika mengajar. Tentu saja bila ketauan bisa cilaka. Marya yang pintar pasti lah menjadi korban jika ada pengawas sekolah datang. Karena beliau akan mengajukan berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang murid. Dan Marya tahu, bahwa ia lah yang akan dipanggil oleh guru nya.  Marya yang pintar dan fasih berbahasa Rusia akan tampil sebagai penyelamat bagi seluruh anak di kelas tersebut. Sebaliknya, Marya, tidak merasa senang. Ia sedih karena harus bersandiwara.

Ayah Marya, karena menunjukkan loyalitas terhadap tanah air, dipecat dari pekerjaannya. Marya dan saudara-saudaranya hidup dalam keprihatinan. Beruntung Marya berada dalam lingkungan yang saling mengasihi satu sama lain. Ketika Marya berusia 11 tahun, ibu yang dicintai kembali kepada Sang Pencipta, karena sakit TBC yang dideritanya. Sebelumnya, kakak Marya juga meninggal karena sakit. Demi pengorbanan sang ibu dan kakak terkasih, serta ayah yang telah bekerja keras untuk keluarga serta kesetian terhadap tanah air, Marya dan saudara-saudara nya bertekad untuk belajar tekun dan bekerja keras agar dapat menyelesaikan studi dengan gemilang.

Semua rintangan yang ada tidak menyurutkan langkah Marya untuk mewujudkan cita-cita.

Kedisiplinan, kegigihan, ketekunan, dan perjuangan hidupnya sungguh patut disimak. Pengorbanan yang tiada tara dan penyerahan diri secara total untuk mengabdikan diri demi ilmu pengetahuan, kemanusiaan, serta bangsa dan tanah air yang dicintai sungguh mengharu biru  perasaan.