Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran


Judul asli: The Curious Incident of the Dog in the Night-time
Penulis: Mark Haddon
Penerjemah: Hendarto Setiadi
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tebal: 311

Christopher Boone adalah seorang bocah laki-laki berusia lima belas tahun dan penyandang sindrom Asperger. Asperger adalah sejenis autisme. Christopher menyukai matematika dan komputer tapi canggung berhubungan dengan orang lain. Ia anak yang pintar. Tapi, mungkin Christopher akan menyangkal jika ada yang menyebutnya pintar. Menurutnya, ia hanya suka memperhatikan keadaan sekeliling. Dengan demikian ia lebih jeli dibanding orang lain pada umumnya. Christopher juga senang segala sesuatu berlangsung teratur sehingga ia merasa nyaman. Satu-satunya cara agar hal-hal berlangsung teratur adalah berpikir logis, terutama jika hal-hal itu berhubungan atau menyangkut angka-angka dan argumen. Itulah sebabnya Christopher sangat pandai dalam berhitung.

Suatu hari Christopher mendapati anjing tetangganya mati. Kematian misterius anjing itu kemudian membawa Christopher menempuh perjalanan menakutkan yang akan menjungkirbalikkan seluruh dunianya.

Tepat kiranya kalau buku ini ada dalam daftar “1001 Books You Must Read Before You Die”, yang link-nya ada di sini. Kisah dalam buku ini sungguh mengharu biru perasaan. Anak-anak penderita asperger seperti Christopher tidak memiliki kemampuan untuk menunjukkan emosi. Mereka tidak suka disentuh dan tidak mau bertatapan ketika berkomunikasi. Mereka menyibukkan diri dengan hitungan dan bilangan-bilangan rumit untuk menenangkan diri ketika mereka merasa cemas dan ketakutan. Melalui tokoh Christopher, kita diajak untuk memahami bagaimana mereka berpikir, melihat dan memandang sesuatu dari dunia mereka yang tampak hening.

Mengutip kata-kata penerjemah buku ini, Hendarto Setiadi “Insiden anjing..bukan buku biasa..gaya bahasanya sederhana, bahkan berkesan bersahaja…Namun kesan pertama itu menyesatkan. Di balik kalimat-kalimat bersahaja itu tersimpan kisah yang luar biasa, kisah yang jenaka tetapi sekaligus getir dan mengharukan.”

Banyak kalimat-kalimat bersahaja yang pantas dikutip dalam buku ini. Salah satu yang saya suka adalah ini.

“Dan kalau kau memandang langit kau tahu bahwa apa yang kau lihat adalah bintang-bintang yang berjarak ratusan dan ribuan tahun cahaya darimu. Dan beberapa bintang bahkan sudah tidak ada sebab cahaya bintang-bintang itu sudah mati, atau sudah meledak dan berubah menjadi bintang kerdil merah. Dan itu semua membuat kau merasa begitu kecil, dan kalau kau mempunyai kesulitan dalam hidupmu maka ada baiknya kalau masalah itu dianggap sepele atau begitu tak berarti sehingga tidak perlu dipersoalkan ketika kau memperhitungkan sesuatu.” (halaman 179)

Posted in Novel | 7 Comments

Pengantin Surga


Judul asli: The Story of Layla and Majnun
Penulis: Nizami Ganjavi
Penerjemah: Ali Nur Zaman
Penyunting: Salahuddien Gz
Penerbit: Dolphin
Tebal: 250

“Roh agung yang berbicara tentang perhelatan termanis dari cinta yang terdalam, itulah Nizami.” ~ Goethe

“Karya Nizami adalah selubung yang menirai kebenaran hakiki dan pengetahuan ilahi.” ~ Abdurrahman Jami

Pengantin Surga, yang naskah aslinya berjudul Layli o Majnun adalah cinta klasik turun temurun yang dikisahkan di tanah Arab sejak masa dinasti Umayyah berkuasa.

Alkisah adalah seorang penguasa Badui bernama Syed Omri yang berkuasa atas Bani Amir. Ia memiliki seorang putra yang telah lama dinantinya. Anak itu bernama Qays. Qays tumbuh menjadi anak yang rupawan dan menjadi salah satu murid terbaik di sekolahnya. Qays pun cepat menguasai seni baca tulis. Apapun yang keluar dari mulutnya bak mutiara. Indah didengar.

Suatu hari sekolah itu kedatangan murid baru, seorang perempuan yang jelita. Kecantikannya memabukkan bagi siapapun yang melihatnya, tak terkecuali Qays.

Qays dan Layla-nama anak perempuan itu-kemudian saling tertarik. Kedekatan mereka kemudian diketahui oleh guru, teman dan orang tua Layla. Orang tua Layla membawa gadis itu pulang ke rumah dan mengurungnya. Sejak itu Qays tidak dapat lagi bertemu dan melihat Layla. Qays menjadi gila oleh karena kerinduan dan cintanya pada Layla. Sementara Layla hanya memendam kesedihannya sendiri.

Hidup Qays menjadi tidak karu-karuan. Ia larut dalam pemujaannya terhadap kekasih hatinya. Ia melantunkan syair-syair cinta dan kerinduan untuk Layla. Syair-syair indah itu membuat siapapun yang mendengarnya begitu tersentuh. Mereka mencerap dalam-dalam dan mendendangkannya kembali. Tak jarang dari mereka kemudian menjadi pecinta.

Qays tak lagi peduli pada sekitarnya. Segenap jiwa dan hatinya hanya dipenuhi oleh Layla seorang. Karena itu kemudian orang-orang memanggilnya dengan majnun (dalam bahasa arab artinya gila). Segala upaya Ayah, keluarga, dan teman-temannya agar Qays melupakan Layla tidak berhasil. Sebaliknya, cintanya semakin kuat. Ia bahkan tidak menghiraukan kesedihan dirinya sendiri.

“Seorang manusia yang dilanda cinta tak akan mencemaskan hidupnya. Manusia yang mencari kekasihnya tak akan jeri dengan dunia sama sekali. Di manakah pedang itu? Biarlah pedang itu melukaiku sebagaimana awan menelan rembulanku. Jiwaku telah jatuh ke dalam pelukan api. Sekalipun harus sakit terbakar di dalamnya, aku tidaklah memedulikannya.” (hal 55).

Kedua sejoli itu bercakap dengan alam. Syair-syair Qays untuk Layla didendangkan oleh banyak orang. Layla mendengar syair-syair itu dan mengirimkan balasan melalui carik-carik kertas yang ia tulis dan membiarkan angin menyampaikannya untuk Qays.

“Aku tetap milikmu, betapapun jauh dirimu!
Deritamu, bila kau bersedih, juga akan menyedihkanku.
Tiada tiupan angin yang tak menghantarkan bau tubuhmu.
Semua burung seperti memanggil-manggil namamu.
Setiap kenangan yang meninggalkan jejaknya bersamaku,
Bertahan selamanya, seakan menjadi bagian dari diriku.” (hal 102).

Waktu berlalu dan Layla kemudian dinikahkan dengan Ibnu Salam. Namun sampai akhir hayatnya, Layla tetap setia kepada Qays. Sementara itu Qays kehilangan unsur kemanusiaan dalam dirinya. Ia berkawan dengan binatang-binatang. Mereka pun menjaga dan melindunginya. Jiwa Qays sepenuhnya lebur ke dalam bayang-bayang kekasihnya.

“Bila kau tahu hakikat seorang pecinta, kau akan menyadari bahwa ketunggalan harus meniadakan dirinya, untuk musnah ke dalam pelukan kekasihnya.” (hal 146)

**
Kisah Layla dan Majnun ini oleh beberapa orang diyakini bersumber dari kisah nyata pemuda arab bernama Qays. Ada banyak versi. Namun semuanya memiliki kemiripan, yaitu Qays menjadi gila oleh karena cintanya pada Layla.

Cinta dan kerinduan pada Layla melarutkan Qays pada kesedihan. Namun sesungguhnya kesedihan itu memberi Qays jalan menuju kebebasan, membebaskannya dari belengu keakuan, yaitu ketika ia lebur dalam bayang kekasihnya.

Kisah Layla dan Majnun ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tidak sekedar kisah cinta antara sepasang manusia, namun juga tingkatan cinta yang lebih tinggi, yaitu cinta kepada Sang Pencipta. Bagi sufi, tokoh Majnun mewakili gambaran seorang pecinta. Seorang hamba yang mencari Tuhan-Nya.

Dalam kaitannya dengan sufisme, saya teringat pada sebuah buku “Indahnya Menjadi Sufi”, yang memaparkan tentang ekstatik. Ekstatik adalah model penyatuan dengan mensyaratkan sebuah kunjungan khusus yang mengangkat jiwa keluar dari badan-dan membawanya menuju yang lebih tinggi, yakni sebuah tingkat kesadaran yang berbeda. Pengalaman ini bisa berlangsung begitu hebat, sangat emosional sehingga mengirimkan badan menuju ledakan-ledakan. Mereka mengistilahkan dengan sebutan ‘pemabuk spiritual’, sebab mabuk ketuhanan memisahkan mereka dari dunia normal. (Seperti yang terjadi pada tokoh Majnun dalam cerita di atas).

Majnun adalah representasi dari kelas sufi yang paling besar, yaitu cinta, ketika tokoh Qays menarik apa yang barangkali menjadi emosi yang paling kuat dalam hati manusia meskipun banyak manusia yang menahannya.

Kisah yang indah dan menggugah, meniupkan letupan-letupan menuju cinta yang hakiki, Tuhan Sang Pencipta.

Sekilas mengenai penulis (dikutip dari buku Pengantin Surga).

dokumentasi: dari sini.
Nizami Ganjavi (1141-1209) adalah pujangga terbesar dalam khazanah sastra Persia, dianggap sebagai penulis yang membawa gaya tutur realistis ke dalam kisah epik di Persia. Lahir di Ganja, salah satu kota besar di Azerbaijan, bagian Kesultanan Seljuk, ia menghabiskan seluruh masa hidupnya di sana. Karya-karyanya tak hanya dipengaruhi oleh sastra Arab dan Persia, baik tradisi lisan maupun tulisan, melainkan juga oleh matematika, astrologi, kimia, farmasi, ilmu tafsir, teori dan hukum Islam, sejarah, filsafat, mistisisme, musik, dan seni visual. Jejak-jejak Nizami sangat terasa dalam kesusastraan Islam. Karya tulisnya mempengaruhi perkembangan sastra Persia, Arab, Turki, Kurdi, Urdu, juga Nusantara.

Pengantin Surga (yang judul aslinya Layli o Majnun) adalah karyanya yang paling tersohor. Karyanya yang lain adalah Makhzan Al-Asrar (Gudang Rahasia), Haft Peykar (Tujuh Bidadari), dan Eskandarnameh (Kitab Iskandar).

Posted in Novel | 3 Comments

Sang Penerjemah


Judul asli: The Translator
Penulis: Leila Aboulela
Alih Bahasa: Rahmani Astuti
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 272

“…betapa syariah dari Allah lebih pengertian dan lebih seimbang daripada aturan yang dibuat umat manusia untuk diri mereka sendiri.”

Sammar adalah seorang janda dari Sudan yang bekerja sebagai penerjemah bahasa Arab-Inggris di universitas Skotlandia. Kepergian suaminya yang mendadak dalam sebuah kecelakaan telah meluluhlantakkan kehidupan Sammar. Ia kemudian menghabiskan hari-harinya dalam ruang sepi dan kelabu yang dibangunnya sendiri di Aberdeen. Menitipkan putra semata wayangnya pada bibi yang menetap di Khartoum, Sudan.

Sammar menenggelamkan dirinya dalam lautan kesedihan yang panjang. Sampai suatu hari ia bertemu dengan Rae, seorang peneliti islam dari Skotlandia. Mereka kemudian bersahabat. Kehadiran Rae membangkitkan keinginan hidup Sammar yang telah lama diredamnya. Rae yang mengagumi keyakinan yang dianutnya. Rae yang tahu lebih banyak tentang islam daripada dirinya sendiri. Rae yang menyayangi Sammar.

Sammar berusaha membohongi hatinya. Ia terikat pada aturan-aturan yang dibuatnya sendiri. Namun perasaan sayang yang begitu kuat terjalin di antara mereka. Dan ia tahu, entah kapan, suatu saat perasaan itu akan mencuat keluar. Sammar tidak siap menghadapinya, ia tak ingin kehilangan Rae namun juga tak bisa melupakannya.

Mereka berdua menyadari bahwa mereka harus terlebih dahulu mengatasi perbedaan keyakinan yang ada. Kesempatan itu datang ketika keduanya harus berpisah untuk sementara waktu. Dalam sebuah tugas yang diberikan Rae, Sammar berkesempatan menengok kembali Khartoum, menemui bibi, keluarga dan putra yang ditinggalkannya. Di negara asalnya dimana matahari bersinar sepanjang waktu, Sammar merasakan hidup kembali. Kehangatan yang ditawarkan sekaligus memunculkan kepedihan dalam hati Sammar.

Kisah tentang keyakinan seorang wanita pada diri, cinta dan Tuhannya dikemas dengan indah dan puitis oleh si pengarang. Novel yang bagus. Penyampaiannya yang sederhana mengenai cinta dan keyakinan. Obrolan biasa sehari-hari tapi penuh makna lengkap dengan untaian kalimat yang sangat puisi. Lembut dan menyentuh.

Posted in Novel | 1 Comment

Pengumuman Pemenang Buku BBI 1st GiveAway

Hai..hai.. sudah tak sabarkah menanti siapa pemenang GiveAway dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya Blogger Buku Indonesia?

Nah, ada 2 buku yang akan saya berikan, yaitu:
1. 9 dari Nadira karya Leila S. Chudori


2. Sebagai Pengganti Dirimu dari Andrei Aksana

Tolong konfirmasinya untuk para pemenang, saya tunggu dalam waktu 1×24 jam saja. Kalau 2 hari agak lama dan saya keburu lupa nanti :). Jika sampai waktu yang saya tentukan tidak ada kabar maka pemenang akan saya alihkan.

Baiklah, saya langsung umumkan saja. Pemenangnya adalah:
1. La Alginat – facebook
email: n_paizah2009@yahoo.co.id

2. Alvina
email: orybun@yahoo.com

Karena kebetulan kedua pemenang menginginkan buku yang sama maka saya memutuskan:
1. Pemenang pertama akan mendapatkan buku sesuai yang diminta.
2. Pemenang kedua akan mendapatkan buku yang berbeda.

Namun jika tidak sesuai, pemenang kedua boleh mengundurkan diri dan hadiah akan diberikan kepada pemenang berikutnya.

Terima kasih untuk semuanya. Senang karena begitu banyak yang cinta buku dan apresiasi kalian sungguh sangat besar.

Untuk para pemenang semoga hadiah bukunya bermanfaat dan untuk yang belum menang jangan kecewa ya. Sering-sering saja mengunjungi blog kami di sini. Di sana beberapa dari kami sering loh mengadakan giveaway.

Selamat kepada para pemenang dan untuk semuanya selamat membaca 🙂

update:
Karena pemenang pertama tidak memberi kabar sampai waktu yang telah disepakati, maka pemenang berikutnya jatuh kepada:

Asdewi, blognya ada di sini. Saya tunggu konfirmasinya sampai besok tanggal 30 April jam 24. Terima kasih.

Posted in Lain | 2 Comments

Tak Sengaja Menjadi Guru


Judul asli: My First Year As A Teacher
Editor: Pearl Rock Kane
Penerjemah: Penerbit MLC
Penerbit: Penerbit MLC (http://mizanlc.com)
Tebal: 282 halaman

“Bu Schulz, aku bisa membaca!” Aku memeluknya, merasakan kasih sayang luar biasa kepada murid kecilku yang tengah bangga.”

Sonny nama anak laki-laki itu. Setelah kecelakaan yang dialaminya, respon sosial dan verbal Sonny sering tidak tepat. Ia mengalami kesulitan untuk melihat hubungan antara kosa kata lisan dengan tulisan. Perkembangan membacanya sangat lambat. Ibu Schulz, guru baru di kelas itu sampai pada titik kehilangan kepercayaan diri akan kemampuannya mengajar. Sampai pada suatu hari anak-anak berlatih membaca satu buku keras-keras. Tujuannya adalah mereka akan membacakan buku untuk teman kecil mereka di TK. Semua siswa antusias. Demikian juga dengan Sonny. Ibu Schulz memberi Sonny sebuah buku yang berisi gambar tanpa kata. Sonny diminta untuk mengarang cerita sendiri yang kemudian akan diketikkan oleh Ibu Schulz di buku itu. Semua anak-anak berlatih dengan rajin pun demikian dengan Sonny.

Pada hari H Sonny membacakan cerita untuk teman kecilnya. Ia sangat bahagia. Sonny mengira bahwa dirinya bisa membaca. Hari itu Ibu Schulz belajar bahwa walaupun ia masih merasa kegagalannya sbegai guru karena tidak mampu memberi Sonny kemampuan membaca yang terukur namun ia menyadari bahwa dirinya mampu mendorong Sonny agar percaya pada kemampuannya sendiri.

Sonny menyadarkannya bahwa seorang guru berperan untuk memberi penghargaan pada diri siswa mereka atas apa yang telah mereka lakukan dengan benar dan bahwa menyuntikkan semangat belajar dalam diri siswa bukanlah hal yang remeh.

Di kisah yang lain dituliskan bahwa anak-anak membutuhkan imajinasi dan kepercayaan diri untuk menempa kehidupan mereka kelak. Adalah tugas guru untuk membantu anak-anak itu menemukan hal terbaik dalam diri mereka. Seperti Ralph Waldo Emerson bilang “Rahasia pendidikan terletak pada penghargaan terhadap murid.”

Di atas adalah beberapa kisah dari buku Tidak Sengaja Menjadi Guru. Buku dari Mizan ini berisi pengalaman guru-guru baru ketika mereka mengajar pertama kali. Apa yang mereka rasakan, mereka pelajari semua tertuang dalam kisah indah dan menginspirasi.

Buku yang bagus. Sangat layak dimiliki oleh mereka yang menekuni profesi sebagai pengajar atau siapapun yang memiliki perhatian terhadap dunia anak dan pendidikan. Kisah-kisah dalam buku ini akan membukakan kita pada banyak hal.

Posted in Non Fiksi | 3 Comments

BBI 1st Giveaway Hop

Selamat ulang tahun BBI 🙂

Untuk memeriahkan ultah BBI yang pertama, sebagai anggota BBI saya juga mau ikutan BBI 1st giveaway hop yang diprakarsai oleh Fanda’s Historical Fiction, Kumpulan Sinopsis dari Okeyzz dan Dear Readers.

Ada dua buah buku yang akan saya berikan sebagai hadiah. Buku pertama: 9 Dari Nadira karya Leila S. Chudori.

“Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri di lantai rumahnya. Kematian sang Ibu, Kemala Yanus-yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu bertarung mencari diri-sungguh mengejutkan.
Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak (“Melukis Langit”); seorang wartawan (“Tasbih”); seorang kekasih (“Ciuman Terpanjang”); seorang istri, hingga akhirnya membawa nadira kepada sebuah penjelajahan ke dunia yang baru, dunia seksualitas yang tak pernah disentuhnya (“Kirana”). (sinopsis buku 9 dari Nadira)

Buku kedua: Sebagai Pengganti Dirimu dari Andrei Aksana.


“Glenn, sang kekasih, menolak mengawini Sadira, meski telah menghamili. Ibunya menjodohkan dia dengan pria lain yang tak dicintainya. Tepat di hari pernikahannya, Sadira nekat kabur bersama Feran, sopir limusin pengantinnya yang mengubah hidup Sadira. Perhatian dan ketulusan pria itu membuat Sadira sanggup menjadi ibu tunggal membesarkan Rava. Lalu Glenn muncul lagi, menghadirkan nostalgia cinta mereka, meminta Sadira kembali padanya. Sadira terombang-ambing. Siapa yang harus dipilihnya? Betulkah cinta tak pernah tergantikan? Sekalipun telah menorehkan luka dan dendam?” (via-goodreads)

Berminat? Syaratnya mudah kok. Silahkan isi rafflecopter di bawah ini. Atau cukup jawab pertanyaan ini: “Buku apa favoritmu? Sertakan juga alasannya dan tulis di bawah kolom komentar di bawah. Oh ya, jangan lupa cantumkan judul buku apa yang diinginkan dari 2 pilihan hadiah buku di atas. Pemenang akan dipilih satu untuk setiap buku.

Giveaway akan berakhir pada tanggal 26 April 2012. Pengumuman pemenang akan dilakukan tanggal 27 April 2012. Pemenang akan dihubungi melalui email/akun fb/twitter. Pemenang yang tidak mengkonfirmasi dalam waktu 2×24 jam dianggap gugur dan hadiah akan dialihkan kepada yang lain.

Selamat mencoba dan semoga menang 🙂

Continue reading

Posted in Lain | 59 Comments

George Berburu Harta Kosmis


Judul asli: George’s Cosmic Treasure Hunt
Penulis: Lucy & Stephen Hawking
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 365 halaman

Ini adalah lanjutan kisah petualangan George menjelajah ruang angkasa. Di buku pertama (resensinya ada di sini) diceritakan pertemuan George dengan Annie dan Ayahnya Pak Eric yang seorang ilmuwan. Perkenalan itu membawa George pada petualangan yang mendebarkan di ruang angkasa.

Di buku ini diceritakan Pak Eric dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Pak Eric mendapat tugas untuk mencari tanda-tanda kehidupan di alam semesta. Salah satu proyek andalan mereka adalah menempatkan sebuah robot bernama Homer yang akan melaporkan hal-hal penting yang menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan di planet Mars. Sayangnya, setelah Homer mendarat di Mars ia tidak melakukan hal-hal pintar yang mereka perintahkan. Homer masih tetap memberikan informasi untuk mereka di bumi namun informasi-informasi itu tidak berguna, seperti foto kaki-kakinya sendiri. Ia bertingkah aneh. Pak Eric merasa tertekan oleh hal itu. Namun suatu hari Annie mendapatkan sebuah pesan yang dilihatnya dari layar komputer super cangggih, Kosmos, yang sebenarnya telah rusak akibat petualangan mereka di buku pertama. Annie kemudian mendapat gagasan untuk mengundang George ke rumah mereka di Amerika Serikat untuk membantunya memecahkan sandi rahasia tersebut.

Berhasilkah Annie, George, dan teman baru mereka Emmett memecahkan sandi rahasia tersebut? Betulkah sandi itu berasal dari makhluk angkasa luar? Benarkah ada kehidupan di planet Mars?

Pertanyaan mengenai adanya kehidupan di planet lain seringkali mengusik hati kita. Apakah kita sungguh-sungguh sendiri di alam semesta yang sangat luas ini? Pertanyaan itu membuat manusia kemudian mencari tahu melalui ilmu pengetahuan. Mars adalah salah satu planet terdekat yang sampai saat ini masih menjadi perhatian kita, hal itu disebabkan oleh adanya penemuan-penemuan yang mengindikasikan kemungkinan adanya makhluk hidup, jauh sebelumnya.

Buku ini sangat menarik, menceritakan apa saja yang ingin kita ketahui tentang Mars.

Sungguh buku panduan ke alam semesta yang tidak membosankan untuk dibaca 🙂

Posted in Cerita Anak, Sains | Leave a comment

Kisah-kisah Kucing


Judul asli: Cat Stories
Penulis: James Herriot
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 216 halaman

Buku ini berisi kumpulan cerita mengenai kucing dan para pemiliknya yang diceritakan oleh seorang dokter hewan di pedesaan Yorkshire yang bernama James Herriot.

Betulkah kucing adalah hewan yang sangat memikirkan dirinya sendiri dan tidak mampu merasakan cinta murni seperti para anjing? Nah, Herriot menyangkalnya. Ia pernah merasakan bagaimana kucing-kucing menggosokkan wajah mereka ke wajahnya serta menyentuh pipinya dengan cakar-cakar yang dengan hati-hati mereka sembunyikan. Itu semua adalah ekspresi cinta.

Perasaan cinta yang begitu kuat antara hewan peliharaan dengan pemiliknya kadang kala menularkan sifat dan perilaku yang identik, seperti ada di dalam kisah Alfred, si Kucing Toko Permen. Alfred adalah nama kucing di toko milik Geoffrey Hatfield, Penjual gula-gula. Ketika Mr. Hatfield meladeni pelanggan dengan sabar maka Alfred dengan setia duduk di ujung meja. Ia tidak pernah meninggalkan tempatnya. Duduk tegak dan tenang memandang majikan bernegosiasi dengan tamunya. Mereka begitu mirip dan saling menyayangi satu sama lain.

Kisah kedua adalah mengenai Oscar, si kucing sosialita. Oscar adalah kucing yang datang dalam kondisi terluka parah yang ditemukan oleh seorang gadis bernama Marjorie. Oscar kemudian dipelihara oleh Herriot dan Helen, istrinya. Namun ada sesuatu yang misterius pada Oscar, ia selalu menghilang pada jam-jam tertentu.

Herriot menuliskan kisah-kisah dalam buku ini dengan penuh kehangatan dan kasih sayang seperti ciri khas semua tulisannya. Ada juga kelucuan yang diam-diam membuat kita menahan senyum seperti di kisah Olly dan Ginny.

Olly dan Ginny adalah sepasang kucing liar. Mereka datang bersama induknya untuk mencari makan. Suatu hari induk kucing meninggalkan kedua anaknya di rumah kayu yang berjarak beberapa meter dengan rumah Herriot dan Helen, istrinya. Kedua kucing itu kemudian dipelihara oleh Helen dan Herriot. Helen perlahan berhasil mendekatkan dirinya pada hewan-hewan itu. Mereka memercayainya. Sebaliknya tidak dengan Herriot. Pengalaman kucing-kucing itu dengan Herriot lebih kepada suntikan, ketika keduanya sakit flu parah. Tampaknya kedua kucing itu mempunyai ingatan yang buruk terhadap Herriot sehingga mereka kompak menghindarinya dengan berlarian setiap kali melihatnya. Perlakuan ini menyayat hati Herriot yang sebenarnya penyayang kucing. Ia bertekad untuk memenangkan hati kedua kucing tersebut.

Posted in Novel | 2 Comments

Indonesia Mengajar


Judul: Indonesia Mengajar
Penulis: Pengajar Muda
Penerbit: Bentang
Cetakan: Movember 2011

“Education is not filling a bucket, but lighting a fire.” – William Butler Yeats.

Buku ini berisi kumpulan kisah dari para pengajar muda yang rela meninggalkan kenyamanan kota dan jauh dari keluarga untuk mengabdi di pelosok negeri. Ada banyak kisah mengharukan, lucu, dan manis dari hasil interaksi para guru bersama siswa-siswa mereka. Dari tulisan-tulisan di buku ini pembaca (guru utamanya) dapat belajar mengenali berbagai pendekatan yang dilakukan oleh para pengajar muda untuk membimbing murid-murid mereka. Beberapa kisah diantaranya:

Asisten Guru – Intan, pengajar dari Bengkalis.
Syahrul seorang anak yang tidak bisa diam dan suka mengganggu kawan-kawannya. Perilakunya terkadang kasar. Tak ada seorangpun yang berani melawannya. Untuk menertibkan kelas dan mendisiplinkan Syahrul Ibu guru ini berinisiatif mengangkat Syahrul menjadi asisten guru. Syahrul ternyata menjalankan tugasnya dengan baik. Perlahan seluruh anak menjadi aktif dan tertib di kelas.

Kisah mengharukan ada di tulisan “Anak itu Bernama Rijin.” – Aisy.
Rijin adalah bocah berusia 6 tahun. Suatu hari ia datang ke rumah Ibu guru dan menunjukkan luka di sekujur tubuhnya. Orang tua Rijin memukuli anak itu dengan batang pohon lemon berduri, karena Rijin tidak mematuhi perkataan orang tuanya. Ibu guru ini membersihkan luka dan menemani Rijin. Ketika Rijin dijemput oleh neneknya, anak itu hanya menatap ibu gurunya dengan lama. Esok harinya dan hari-hari berikutnya Rijin selalu menunggu, menyapa, dan menggandeng tangan Ibu gurunya sebelum memasuki halaman sekolah.

Banyak lagi cerita yang membuat dada kita kadang terasa sesak oleh rasa haru. Anak-anak, mereka tidak pernah mendendam dan mudah untuk beradaptasi. Seperti juga anak-anak lainnya di kota besar, mereka memiliki kegairahan belajar dan menyerap berbagai ilmu pengetahuan. Yang membedakan adalah kesempatan. Kesempatan untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik, pendidikan yang lebih baik.

Pengajar muda hadir seperti oase bagi mereka. Tidak hanya siswa tapi juga guru dan lingkungan sekitar.

Membaca buku ini sekaligus memutar ulang suka duka bersama murid-murid saya sendiri dahulu. (hehe.. curcol). Pengalaman yang sangat berharga dan tidak ingin saya lupakan dalam hidup saya.

Posted in Novel | 1 Comment

One Day


Judul Asli: One Day
Penulis: David Nicholls
Penerjemah: Bob Sabran dan Melody Violine
Cetakan: 2010
Penerbit: Esensi (Divisi dari Erlangga)
Tebal: 421

“Kalau aku bisa memberimu satu hadiah saja untuk sepanjang sisa hidupmu, hadiah itu adalah ini. Kepercayaan diri.”

Emma Morley dan Dexter Mayhew kuliah di tempat yang sama, tapi mereka baru saling bertegur sapa di malam kelulusan. Saat itu pula Dexter menginap di tempat kos Emma. Mereka menghabiskan malam dengan saling mengobrol. Dexter, pria tampan yang memesona dan seorang playboy dari keluarga yang cukup terpandang. Emma, wanita cerdas dan cantik yang tidak menyadari dirinya menarik, anti kemapanan serta kaku. Dua tipe yang bertolak belakang tapi berhasil menjalin sebuah persahabatan. Malam itu Emma mengajak Dexter bercakap tentang rencana mereka setelah lulus kuliah. Dexter bercita-cita keliling dunia untuk memenuhi hasrat berpetualangnya. Emma dengan cita-citanya yang sederhana, mengubah sesuatu, hal-hal kecil di sekitar hidupnya.

Semalam bersama Emma, yang awalnya sempat membuat Dexter ingin segera meninggalkannya, berubah menjadi hal menyenangkan ketika esok paginya mereka meluangkan waktu bersama. Mereka mendaki tebing Salisbury, tertawa dan mengobrol. Inilah awal persahabatan mereka dimulai.

Emma dan Dexter saling menyayangi dan membutuhkan satu sama lain. Namun mereka tak ingin mempertaruhkan jalinan persahabatan yang ada. Ikatan pertemanan mereka tak selamanya indah. Ada tahun-tahun ketika mereka tidak berhubungan satu sama lain. Tidak sepenuhnya menghilang, karena baik Dexter dan Emma menyimpan kerinduan yang sama. Mereka bertemu kembali di sebuah pesta pernikahan kawan lama. Berjanji untuk kembali berteman.

“Mereka sangat jarang membicarakan perasaan satu sama lain: kata-kata indah dan perhatian hangat mungkin tidak diperlukan antarsahabat yang hubungannya telah teruji dengan baik.” (hal 339)

Kisah diceritakan secara berurut, sampai terakhir kematian Emma. Kemudian alur cerita maju mundur. Novel ringan dengan pemikiran yang cukup mendalam dan mencerahkan. Konflik batin serta perenungan-perenungan yang dialami oleh setiap tokohnya sangat hidup.

Yang menarik dari novel One Day adalah adanya proses pendewasaan diri dari masa dewasa ke saat paruh baya melalui renungan dari tokoh Emma dan Dexter.

Namun ada beberapa kesalahan eja di dalam novel ini, seperti penulisan nama Dexter. Di awal di tulis Dexter Mayhem, kadang kala tertera Mayhew. Dan teksnya sangat imut serta rapat membuat saya tidak bisa melepas kacamata.. hehe. Namun cerita yang menarik membuat saya bertahan menyelesaikannya dalam dua hari :).

Posted in Novel | 1 Comment