Category Archives: Non Fiksi

Show Your Work

B2sUGDeCcAAZwMc
Judul: Show Your Work
Penulis: Austin Kleon
Penerjemah: Rini NB
Penerbit: Noura Books
Tahun terbit: 2014
Tebal: 215

Ingin diperhatikan? Atau ingin dipromosikan? Kleon punya nasihat yang bagus untuk ini, jangan sibuk membicarakan promosi diri. Sebaliknya, “Berkaryalah sebagus mungkin supaya tidak diabaikan.”

“Bila kamu berfokus pada kualitas, orang akan datang kepadamu.” Bagaimana caranya agar mereka menemukanmu? Berbagi lah.

Buku ini untuk kamu yang tidak suka mempromosikan diri. Austin memberikan alternatif cara promosi yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

Berbagi adalah kunci untuk memperkenalkan karyamu kepada banyak orang. Dengan demikian kamu pun mudah ditemukan dan berfokus menjadi ahli di bidangmu.

Alih-alih pelit dengan ilmu yang kamu miliki, bermurah hati membagi ide dan pengetahuan akan membukakan jalan kepada peluang dan kesempatan yang bahkan tidak kamu bayangkan. Berbagilah proses kreatifmu dengan banyak orang. Yang kamu perlukan hanya menunjukkan karyamu.

Nah, ingin tahu cara alternatif promosi dari mr. Austin? Mari kita simak beberapa tips Beliau di bawah ini.
1. Tidak perlu menjadi genius?
He? Serius? Iya, ini era digital, bukan? Dengan internet maka siapapun saling terhubung. Blog, media sosial, grup e-mail, ruang diskusi, forum, semuanya menjadi tempat virtual yang bisa didatangi orang untuk membicarakan hal-hal yang mereka anggap penting. Di dunia maya, semua orang mampu menyumbangkan sesuatu tanpa mengenal status, kekayaan, atau pun gelar.
“Berikan yang kamu punya. Bagi seseorang, bisa jadi itu berguna baginya melebihi dugaanmu.” – Henry Wadsworth (halaman 9, Show Your Work).

Untuk berani berbagi, kamu harus berani menjadi amatir. Seorang amatir bersedia mencoba apa saja dan berbagi hasilnya. Seorang amatir tahu bahwa menyumbangkan sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali. Yang membedakan adalah berkarya atau tidak berkarya. Kalaupun hasil karyamu belum termasuk bagus, selalu ada kesempatan untuk berlatih. Menjadi amatir adalah menjadi pembelajar seumur hidup. Dan itu menyenangkan, menurut saya 🙂
Selain menjadi amatir, kamu harus menemukan dan menggunakan suaramu sendiri. Maksudnya? Bicarakan hal yang kamu suka dan suaramu akan datang sendiri. Jika ingin karyamu dianggap ada maka kamu harus berbagi. Internet memberi kamu banyak kesempatan untuk menemukan dan menggunakan suaramu. Berikutnya, baca obituarium. Kata Kleon, membaca tentang orang-orang yang sudah tiada dan berbuat banyak dalam hidup akan membuat kita bangkit dan mengukir hidup sendiri dengan baik. Ambil inspirasi dari orang-orang yang berjuang dalam hidup-mereka semua mulai sebagai amatir, mencapai tujuan dengan mengolah apa yang dimiliki, lalu memberanikan diri menunjukkannya pada dunia. Teladani mereka. (halaman 25)

2. Pikirkan proses bukan hasil.
Kebanyakan kita sudah memahami bahwa proses lebih bernilai dibandingkan hasil. Dengan berbagi poses harian maka kita pun menjalin keakraban dengan penikmat karya kita. Berbagi proses sebuah karya membuka kemungkinan bagi orang-orang untuk terus terhubung dengan kita dan karya kita sehingga membantu promosi produk lebih jauh. (hal 38). Selanjutnya, arsipkan semua yang telah kamu kerjakan. Potongan arsip adalah juga bagian proses kreatif yang dapat kamu kumpulkan untuk kemudian kamu tunjukkan.

3. Berbagilah hal kecil setiap hari.

Nah, di atas itu 3 tips dari Kleon. Masih banyak tips lainnya yang menarik dari Beliau, kamu bisa membaca bukunya untuk mengetahui nasihat lainnya dari Kleon.

Jadi, sesibuk apapun dirimu, jangan mengunci diri dan menimbun karya untuk diri sendiri. Berbagilah, tunjukkan karyamu kepada orang lain. Perhatikanlah, akan ada orang-orang yang memberi perhatian lebih kepada karyamu.

Dan mengutip pesan Kleon, “Dokumentasikan perkembanganmu, lalu bagikan prosesnya supaya orang lain bisa belajar bersamamu. Tunjukkan karyamu, dan ketika orang yang tepat muncul, amati mereka baik-baik, karena banyak yang akan mereka perlihatkan kepadamu.”

Tiada Ojek di Paris

ojekparis
Judul: Tiada Ojek di Paris
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: Mizan
Tebal: 207

Jakarta, Rembulan, dan Keterasingan

Bulan telah pingsan
di atas Kota Jakarta
tapi tak seorang menatapnya!

Bulan telah pingsan
Mama, bulan telah pingsan
Menusuk tikaman beracun
dari lampu-lampu Kota Jakarta
dan gedung-gedung tak berdarah
berpaling dari bundanya

Siapa yang terasingkan dari Jakarta? Bahkan bulan pun merasa tak seorang menatapnya. Begitulah personifikasi rembulan yang merupakan identifikasi diri dari manusia yang merasa terasing di Kota Jakarta.

Keterasingan atau alienasi adalah wacana yang tumbuh bersama lahirnya sebuah kota, tempat manusia tak dihubungkan oleh kesatuan adat, apalagi darah, seperti dalam masyarakat tradisional dalam pola kekerabatan di kampung, melainkan oleh kesatuan kepentingan. Orang datang ke Jakarta untuk menyambung dan mempertahankan hidup, dalam arti kiasan atau sebenarnya, bukan karena cinta kepada Jakarta. Kepentingan survival ini membuat orang Jakarta berkompetisi. Keakraban mengalami reduksi. Maka manusia pun hidup dalam keterasingan.

Namun, keterasingan bukanlah akhir dunia. Seterasing-asingnya, mereka yang tinggal di Jakarta selalu mempunyai perasaan mesra tentang kotanya. Keterasingan selalu bertimbal balik dengan kerinduan. (hal 35-36)

Ulasan:
Siapa tak kenal Seno? Tulisan-tulisannya selalu bernas. Tiada Ojek di Paris adalah kumpulan esai Seno tentang masyarakat urban dan kota metropolitan. Esai ini terdiri dari 44 cerita pendek yang dapat dibaca secara terpisah.

Buku ini berisi pengamatan Seno tentang masyarakat urban. Jakarta adalah kota yang dipilih Seno sebagai latar belakang kisah-kisah di dalam buku ini. Kota yang terus bertumbuh dan menuntut semua elemen di dalamnya untuk ikut bergerak gegas dan cepat. Kehidupan urban menjadi simbol perkembangan sebuah kota. Mobilitas kaum urban dikenal sangat tinggi dikarenakan beragamnya kegiatan yang mereka ikuti. Tak ketinggalan gaya hidup yang menjadi identitas kaum urban yang dapat menentukan strata sosial mereka di masyarakat.

Barangkali kita akan merasa sedikit tertohok, atau bahkan tertawa dan kemudian mengernyitkan kening ketika membaca kumpulan esai yang bercerita tentang berbagai polah kaum urban. Sadar atau tidak kita seringkali tertipu dan terkungkung oleh kehidupan yang kita sebut dengan modern itu.

The Boy Who Loved Math

content
Judul: The Boy Who Loved Math
Penulis: Deborah Heiligman
Penerbit: Roaring Book Press, New York
Tebal: 37

Paul Erdős adalah seorang anak laki-laki yang tinggal bersama ibunya di Budapest, Hungaria. Sang mama sangat menyayangi Paul. Ketika Paul berumur 3 tahun ibunya harus kembali bekerja sebagai Guru matematika. Maka, Paul kemudian dititipkan kepada Fräulein (pengasuh).

Fräulein mempunyai banyak peraturan, sebaliknya Paul benci pada peraturan. Satu-satunya hiburan yang paling menyenangkan Paul adalah menanti musim semi datang. Pada saat itu ibu Paul akan datang dan menghabiskan waktunya di rumah bersama Paul. Maka, Paul sibuk menghitung hari kapan saat itu tiba. Dan itu lah asal mula Paul menyukai angka.

Pada umur 4 tahun, Paul mengajukan pertanyaan tahun lahir dan jam kepada tamu yang berkunjung ke rumahnya. Dan dengan perhitungan di luar kepala, Paul menyebutkan jumlah detik yang telah dilalui sang tamu. (Bayangkan, anak umur 4 tahun loh itu 🙂 ). Paul menyukai trik itu dan ia sering melakukannya.

Paul senang bermain dengan angka-angka. Dia menambah dan mengurang angka-angka tersebut. Suatu hari ia mengurangkan angka besar dengan angka kecil. Hasil yang diperoleh adalah lebih kecil dari 0. Ibu Paul menerangkan bahwa angka tersebut disebut dengan bilangan negatif. Paul merasakan keajaiban. Sejak saat itu ia bercita-cita untuk menjadi seorang matematikawan.

Paul kemudian menjadi seorang matematikawan yang berkelana dari satu universitas ke universitas untuk membagikan ilmunya. Ia berdiskusi dengan matematikawan lainnya dan terus menghasilkan karya. Kontribusinya di dunia matematika membuka jalan bagi generasi setelahnya untuk memahami bagaimana komputer dan mesin pencari bekerja. Dan yang tak kalah penting adalah pemrograman.

Dikutip dari Wikipedia di sini
“Sepertinya Paul Erdos tidak mencintai uang dan wanita seperti pria lainnya. Paul Erdos hanya mencintai angka dan matematika. Erdos pernah memenangi hadiah $50000 dari Wolf Prize, sebuah ajang paling bergengsi di bidang matematika. Namun, dari $50000 itu, Erdos hanya menyimpan $720 untuk dirinya, sisanya didonasikan ke sebuah yayasan di Israel. Uang $720 bersama satu koper berisi baju-bajunya menjadi bekal dirinya untuk berkelana menuju universitas-universitas di dunia ini. Paul Erdos menetap di tempat matematikawan di dunia ini, kemudian berdiskusi, kemudian menghasilkan karya. Setidaknya itu menjadi bukti bahwa Paul Erdos tidak mencari kesuksesan berupa uang, tapi Paul Erdos mencari sebuah kesempurnaan dalam hidupnya. Kesempurnaan itu yang mengantarkan dirinya menuju kesuksesan melalui karya-karyanya.”

**
Di satu cerita dikisahkan Paul sangat tertarik dengan bilangan prima. Ketertarikan Paul terhadap bilangan prima membangkitkan rasa ingin tahu saya. Iseng saya membayangkan flow chart untuk mencari rumus bilangan prima. Haha. Sungguh saya baru sadar ternyata kok nggak ketemu ya? Dan kalau sudah buntu sementara rasa penasaran nggak mau hilang bertanyalah saya kepada si mas.

Ini lah jawabannya:
Bilangan prima tidak bisa dikalkukasi, oleh sebab itu bilangan prima digunakan untuk enkripsi.

Wow, menarik ya? Pantas saja Paul Erdos menyukai bilangan prima, ternyata bilangan ini memang sangat unik 🙂

Orange Economy

86494_f
Judul: Orange Economy
Penulis: Felipe Buitrago & Ivan Duque
Penerjemah: Hedwigis Hapsari
Penerbit: Noura Books
Tebal: 242

Gagasan bahwa manusia mampu menciptakan sesuatu sudah ada sejak jaman purbakala sampai era modern. Pemahaman proses kreatif itu bertumbuh dan berkembang di dalam kehidupan bermasyarakat dan mengambil peran dalam perekonomian negara.

John Howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai semua sektor yang barang dan jasanya berdasarkan kekayaan intelektual: periklanan, arsitektur, kerajinan, desain, mode, game dan mainan, penerbitan, musik, penelitian dan pengembangan, perangkat lunak, TV dan radio, video games, seni visual dan pertunjukan.

Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru yang berbasis kreativitas setelah ia melihat pada tahun 1997 Amerika Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaaan Intelektual (HKI) senilai 414 milyar dolar yang menjadikan HKI sebagai barang ekspor nomor satu di Amerika Serikat. (sumber: Wikipedia)

Orange economy memiliki banyak istilah seperti industri budaya, industri kreatif, industri rekreasi, industri hiburan, industri konten, industri yang terproteksi hak cipta, ekonomi budaya dan ekonomi kreatif.
Walaupun memiliki banyak istilah namun perlu disepakati bahwa kesemuanya merujuk pada satu tujuan yaitu ide atau gagasan.

Ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi untuk menghasilkan ide atau gagasan. Seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan dari karya ciptanya yang dilindungi oleh HKI. Contohnya: penulis, pencipta lagu, periset, dan lain-lain.

Perdagangan kreatif ini juga tidak mudah goyah dan dapat memulihkan pertumbuhannya dengan cepat jika terjadi krisis finansial. Industri film besar seperti Hollywood di AS, Bollywood di India, dan Nollywood di Nigeria bersama-sama memproduksi lebih dari empat ribu film per tahun. lebih dari 80 per minggu penjualan film box office mereka mencapai miliaran dollar di seluruh dunia. Begitu pun industri video game dan Itunes yang melaporkan sejak peluncurannya pada tahun 1998 lebih dari 25 miliar lagu telah diunduh pada harga $0.99 per lagu dan lebih dari 50 miliar aplikasi telah diunduh dari AppStore.

Industri hiburan, video game, seni pertunjukan, kerajinan dan industri kreatif lainnya ini faktanya mampu bertahan dan melewati dekade sukses dalam perdagangan internasional.

Jika ekonomi kreatif diibaratkan sebagai sebuah negara di dunia, maka ia akan menjadi negara terbesar ke-empat di bidang ekonomi dan tenaga kerja. (Statistik menurut analisa Felipe Buitrago dan Ivan Duque)
1. Ekonomi terbesar ke-empat dengan $70,4 triliun dollar
2. Pengekspor barang dan jasa terbesar ke-sembilan $22,2 triliun dollar
3. Jumlah tenaga kerja 3,226 miliar pekerja, 2011

Buku ini menaparkan potensi besar yang dimiliki orange economy yang seringkali tak terlihat. Fakta dan data yang disajikan dalam buku ini membuktikan bahwa orange economy merupakan bagian yang sangat penting dari perekonomian dan budaya di dunia.

Inonesia dengan beragam suku, seni dan kebudayaan, kerajinan serta nilai-nilai budaya luhur warisan dunia dan anak-anak muda yang kreatif mampu berperan serta di dalam industri kreatif dan menjadi bagian dari orange economy yang diperhitungkan dunia.

Jadi, mengapa tidak mulai memfokuskan diri kepada kegiatan dalam orange economy yang selama ini dianggap tak berpotensi? Faktanya, aktivitas bisnis ini mampu memperbaiki ekonomi negara serta mampu menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi anak-anak muda dan meningkatkan kesejahteraan.

Startuppedia

f39e4fed25601bbe707c343f338dde8f
Judul: StartupPedia
Penulis: Anis Uzzaman
Penerjemah: Yenni Saputri
Penerbit: Bentang
Tebal: 229

Beberapa tahun belakangan gerakan startup di negara-negara Asia mengalami peningkatan, termasuk di Indonesia. Kemunculan perusahaan-perusahaan baru berbasis digital yang digawangi oleh anak-anak muda ini menarik perhatian para investor dan venture capitalist dari luar untuk menanamkan modal mereka kepada calon-calon startup potensial.

Startuppedia adalah buku panduan bagi para entrepreneur sebelum memulai startup. Buku ini memberikan informasi yang lengkap bagi para entrepreneur untuk kembali dan memecahkan masalah di setiap tahapan proses pembentukan startup dan memberi cara baru bagi semua orang serta membantu semua orang untuk menjadi entrepreur yang lebih baik.

Startup yang ingin masuk ke pasar global ada baiknya memperhatikan enam elemen penting yang dipaparkan oleh Anis, yaitu:

1. Membentuk sebuah tim.
Tim adalah aspek utama dari startup. Dalam bagian ini, Anis memaparkan pentingnya pembentukan tim dan cara mengembangkan sumber daya manusia yang kuat. Tim merupakan elemen penting yang menentukan seorang investor berinvestasi atau tidak pada sebuah startup. Oleh karena itu tim yang baik adalah yang bersemangat, fleksibel dan jujur serta memahami kultur perusahaan dan mau bersama-sama mewujudkan visi CEO.

Bagaimana merekrut anggota tim dengan persyaratan di atas? Anis menyarankan untuk merekrut orang-orang terbaik melalui rekomendasi kawan, acara, inkubator dan lokakarya startup.

2. Menciptakan sebuah produk.
Produk yang berkualitas dan berpengaruh sangat penting dalam kesuksesan sebuah startup. Penting pula mengingat bahwa sebagian alasan startup mampu sukses karena fondasi pengembangan produk yang kuat. Entrepreneur sebaiknya jangan fokus pada menciptakan produk sesuai keinginan mereka saja namun juga harus fokus pada logistik seperti ukuran pasar, kebutuhan konsumen dan permintaan publik. Selain mengembangkan dan menyempurnakan produk mereka juga perlu melakukan riset pasar mendalam untuk memastikan bahwa produk mereka akan sukses.

Menurut Anis, kita tidak perlu membuat produk yang sempurna dari awal, lebih baik melengkapi produk di tiap tahapannya. Kewirausahaan memberi ruang bagi sebuah produk untuk terus diperbaiki dan disempurnakan di sepanjang prosesnya.

Konsep Lean Startup Model merupakan metode pengembangan produk baru yang menyebar ke seluruh dunia. Komponen utama model ini adalah memeriksa berkali-kali apakah produk ini sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Lean Startup Model adalah pendekatan pengembangan bisnis yang didasarkan pada prinsip produksi ramping dan melihat produk dari sudut pandang konsumen.

Tujuan utama saat mengembangkan produk adalah memenuhi kebutuhan konsumen. Selanjutnya, apa yang terjadi jika produk tidak benar-benar bisa memenuhi kebutuhan konsumen selama beberapa tahun. Jawabannya adalah pengembangan ulang. Pengembangan ulang adalah bagian alamiah dari penyempurnaan produk. Memulai lagi dari awal jelas bukan hal yang efisien oleh karena itu lah Lean Startup dibutuhkan.

“Luncurkan produk ke pasar meski kelengkapan produk masih 60%, lalu ulangi proses verifikasi dan perbaikan berdasarkan respon pasar secepatnya.”

Sebuah contoh pengembangan produk yang bagus adalah instagram. Awalnya instagram adalah aplikasi check in sosial, tempat pengguna bisa berbagi foto di lokasi mereka saat itu. Setelah peluncurannya instagram menemukan bahwa para pengggunanya kebanyakan lebih tertarik untuk berbagi foto daripada check in (measure). Tim kemudian memutuskan untuk mengubah fokusnya pada fitur berbagi foto saja. Ini merupakan contoh dari apa yang disebut “Pivot” (bagian dari learn (Build-Measure-Learn Feedback Loop), teknik lain dari pengembangan produk.

3. Melindungi keuntungan melalui paten.
Hak paten adalah cara untuk melindungi produk Anda. Startup di Asia Tenggara kurang mementingkan hak paten dibandingkan startup di Amerika. Di sana, startup yang baru dibentuk diharapkan mendaftarkan hak paten untuk melindungi teknologi yang mereka miliki, jika tidak, tidak mungkin untuk memperluas bisnis seperti yang mereka harapkan.

Perlindungan hak paten penting dalam keputusan investasi seorang venture capitalist. Dengan banyak bermunculannya startup di Asia maka diharapkan hak paten akan menjadi masalah yang kian penting.

4. Memasarkan produk
“Strategi pemasaran yang berbeda di tahapan yang berbeda.”

Startup harus mampu mengidentifikasikan perbedaan untuk setiap tahap siklus hidup startup demi menyatukan rencana pemasaran yang berbeda. Pada tahap awal peranan media sosial dan mengadakan acara memegang peranan penting bagi strategi pemasaran utama mereka. Selanjutnya, mendapatkan pengguna melalui investor, penasihat, dan direksi. Sebagai contoh jika ada investor terkenal berinvestasi pada sebuah startup, akan lebih efektif jika si investor tersebut yang mempromosikan perusahaan startup tersebut, karena startup tersebut bisa lebih sering diliput media yang kemudian akan meningkatkan kesadaran khalayak terhadapnya.

Ini barangkali alasan mengapa banyak perusahaan sering menggunakan selebritas sebagai ikon produk mereka 🙂

Langkah berikutnya adalah pemasaran dengan menggunakan pengguna. Nah, seperti orang jaman dulu bilang, pemasaran yang efektif itu adalah dari mulut ke mulut. Dropbox adalah contoh terbaik untuk teknik pemasaran ini.

Jika tahap seed telah dilampaui maka yang berikutnya adalah tahap exit. Pada tahap exit dan ekspansi mempromosikan perusahaan melalui humas dan iklan di koran lebih efisien karena langkah ini dapat membantu startup menjangkau lebih banyak orang dan wilayah yang lebih luas.

5. Mengembangkan strategi pembiayaan
Penggalangan dana adalah sumber kehidupan startup. Tanpa dana yang stabil dari berbagai sumber dipastikan pertumbuhan startup dan pengembangan produknya mati.

Beragam sumber pendanaan yang bisa diperoleh startup, diantaranya: melalui teman atau keluarga, crowdfunding, angel investor, inkubator, venture capital, rekanan strategis.

Sementara cara untuk memperoleh pendanaan melalui venture capitalist dan angel investor dengan cara mempresentasikan startup Anda kepada mereka.

6. Membentuk strategi exit
Exit merupakan tahapan paling penting dalam siklus kehidupan startup. Dua strategi exit tahapan startup adalah IPO dan M&A.

Nah, enam elemen tadi adalah panduan bagi para startup yang ingin mencapai kesuksesan. Membangun sebuah stratup memang bukan proses yang mudah, tentu akan banyak ditemui rintangan. Oleh sebab itu buku ini hadir untuk menyiapkan para entrepreneuer mengatasi masalah umum yang kerap terjadi pada banyak startup.

Tentang Penulis
Anis Uzzaman adalah seorang venture capitalist yang aktif berinvestasi pada startup-startup terkemuka di silicon valley dan berbagai negara lainnya. Anis memiliki ketertarikan khusus pada pasar Asia Tenggara. Bagi Anis, tim startup di wilayah ini dikenal kreatif dengan ide-ide inovasi yang luar biasa. Namun ada satu mata rantai yang belum terpasang: strategi dan informasi untuk mengangkat startup menuju silicon valley. Dan untuk membuatnya lengkap, buku ini hadir.

Business Model Generation

download (1)
Judul: Business Model Generations
Penulis: Alexander Osterwalder & Yves Pigneur
Alih bahasa: Natalia Ruth Sihandrini
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tebal: 278

Apa itu Kanvas Model Bisnis?

Sebelum membahas tentang kanvas model bisnis ada baiknya mencari tahu definisi model bisnis. Menurut Wikipedia, suatu model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai – baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya.

Contoh sederhana misalnya kalau kita mau membuka usaha bakso. Yang paling mudah adalah membuka tenda di lokasi di mana pelanggan potensial penikmat bakso berada. Abis buka tenda bakso terus ngapain? Ya tentu aja memajang produk bakso di tenda Anda :). Memajang di sini bisa berarti membiarkan aroma bakso Anda yang menggoda itu tercium dari segala penjuru. Selain aroma bakso yang harum luar biasa itu, boleh juga pamerkan koleksi bakso super lengkap di kaca gerobak bakso Anda. Kalau sudah begini, siapa yang nggak ngiler? #eh 🙂

Nah, cara di atas adalah model bisnis ala pemilik toko. Model bisnis yang paling dasar.

Ternyata, bisnis bakso Anda laris manis. Selanjutnya, Anda mau ekspansi bisnis jualan barang elektronik dengan membuka counter di mall. Kira-kira model bisnis ala pemilik toko yang Anda terapkan dengan bisnis bakso bisa nggak? Mungkin aja sih bisa, tapi kalau ternyata gagal, resiko yang Anda tanggung dijamin lebih berat daripada kerugian di bisnis bakso pertama Anda tadi.
Nah, karena itu Anda perlu persiapan model bisnis yang lebih matang dan berbeda.

Dalam perkembangannya banyak model bisnis berkembang dan semakin canggih. Model-model bisnis ini bisa saja berubah menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk itu diperlukan sebuah tools yang dirancang untuk membangun dan menggali ide bisnis. Tools tersebut adalah kanvas model bisnis, sebuah bahasa yang sama untuk menggambarkan, memvisualisasikan, menilai dan mengubah model bisnis.

Alih-alih menulis proposal usaha sebanyak 49 halaman untuk mendokumentasikan model bisnis kita, tidakkah lebih baik menggantinya dengan satu halaman dan fokus pada sesuatu yang benar-benar akan membangun bisnis kita?

Alat visual satu halaman yang memungkinkan startup untuk tetap fokus pada value creation (penciptaan nilai) tersebut adalah Kanvas Model Bisnis (Busniess Model Canvas). Tools ini ditemukan oleh Alexander Osterwalder.

Kanvas Model Bisnis mendokumentasikan 9 blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang. Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu: pelanggan, penawaran, infrastruktur dan kelangsungan finansial.

9 blok bangunan dasar tersebut yaitu:
1.Customer Segments (Segmen Pelanggan), menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh perusahaan.
2.Value Propositions (Proposisi Nilai), menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai untuk segmen pelanggan spesifik.
3.Channels (Saluran), menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk memberikan proposisi nilai.
4.Customer Relationship (Hubungan Pelanggan), menggambarkan berbagai jenis hubungan yang dibangun perusahaan bersama segmen pelanggan yang spesifik.
5.Revenue Streams (Arus Pendapatan), menggambarkan uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari masing-masing segmen pelanggan (biaya harus mengurangi pendapatan untuk menghasilkan pemasukan).
6.Key Resources (Sumber Daya Utama), menggambarkan aset-aset terpenting yang diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berfungsi.
7.Key Activities (Aktivitas Kunci), menggambarkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya dapat bekerja.
8.Key Partnership (Kemitraan Utama), menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis dapat bekerja.
9.Cost Structure (Struktur Biaya), menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis.

Alat bantu kanvas model ini adalah dasar bagi pebisnis untuk membuat model bisnis yang akan mereka gunakan. Di dalam buku ini dicontohkan lima pola model bisnis yang diterjemahkan ke dalam kanvas model bisnis, yaitu: Model bisnis Unbundling, Long Tail, Platform Bersisi-Banyak (multi-sided), Gratis sebagai model bisnis dan model bisnis terbuka.

Buku setebal 278 halaman ini super lengkap baik penyajian beserta contoh-contohnya. Situs web Flickr misalnya, Flickr menjadi contoh tepat untuk model bisnis freemium. Freemium adalah model bisnis dengan pola Gratis, tepatnya menerima gratis untuk fasilitas dasar serta membayar untuk lainnya. Model bisnis Freemium ini banyak digunakan oleh bisnis-bisnis yang berbasis web. Model bisnis perusahaan yang satu tidak selalu memberikan hasil yang sama untuk industri lainnya. Sebagai contoh, penerbit surat kabar. Industri ini hancur karena dampak dari menerapkan pola Gratis.

Di buku ini juga dipaparkan teknik-teknik mendesain model bisnis. Masing-masing teknik diceritakan dengan sebuah cerita yang kemudian didemosntrasikan bagaimana teknik itu diterapkan pada desain model bisnis.

Nah, buat Anda yang tertarik pada dunia bisnis, ini adalah buku yang tepat untuk Anda. Must read and must have :). Selamat membaca.

Anak Bukan Kertas Kosong

download (7)
Judul: Anak Bukan Kertas Kosong
Penulis: Bukik Setiawan
Penerbit: Pandamedia
Tebal: 249

Setiap anak itu istimewa, barangkali itu lah pesan singkat yang saya tangkap dari buku Anak Bukan Kertas Kosong. Pak Bukik, penulis buku ini akan mengingatkan kita kembali kepada visi dan misi yang pernah disampaikan oleh Bapak Pendidikan Negeri Indonesia tercinta, Ki Hadjar Dewantara.

Jauh sebelum teori kecerdasan majemuk Howard Gardner diamini oleh banyak orang, Ki Hadjar Dewantara sudah menelurkan dasar-dasar pendidikan yang mengarah kepada keragaman kodrat anak dan interaksi mereka dengan lingkungannya.

Ada tiga pemikiran KDH yang kemudian menjadi dasar penulis untuk membuat buku Anak Bukan Kertas Kosong. Pertama, bahwa setiap anak itu istimewa. “Hidup dan tumbuhnya anak-anak itu terletak di luar kecakapan dan kehendak kita kaum pendidik. Anak-anak itu sebagai makhluk, sebagai manusia, sebagai benda hidup, teranglah hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri.”

Anak, sejak lahir telah dibekali kecerdasan tertentu. Kecerdasan satu anak dengan anak lainnya akan berbeda. Mereka hanya butuh bertemu orang yang dapat menumbuhkembangkan kecerdasan tersebut agar optimal. Siapakah orang-orang itu? Mereka lah yang disebut KDH sebagai pendidik, yaitu: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Namun, keluarga, dalam hal ini orang tua memegang peranan yang sangat penting sebagai pendidik utama putra-putri mereka. Seperti diungkapkan oleh KDH dalam tulisannya berikut ini.
“Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapa, karena hanya dua orang inilah yang dapat berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas.”

Pendidikan tidak bisa dialihtugaskan kepada sekolah, lembaga bakat, atau sesiapapun. Pendidikan putra-putri kita adalah tanggung jawab kita sendiri terhadap mereka. Keluarga adalah benteng yang dapat melindungi anak-anak kita dari pengaruh luar yang buruk. Setidaknya, kita berharap agar pengaruh buruk dari luar yang masuk dapat diminimalisir.

Pemikiran kedua dari KDH adalah, belajar bukanlah proses memasukkan pengetahuan ke diri anak. Belajar adalah proses membentuk pengetahuan, mengonstruksikan pemahaman.

Sistim pendidikan konvensional, tidak hanya di Indonesia, memang belum bisa menampung semua keistimewaan anak. Kurikukulum tunggal membuat kecerdasan anak diseragamkan sedemikian rupa agar sesuai dengan parameter kecerdasan yang ditentukan oleh pusat. Akibatnya, tanpa disadari kita telah mematikan bibit-bibit potensi kecerdasan lain yang dimiliki oleh anak-anak itu.
“Ketika keberagaman potensi anak hanya dilihat dari kecerdasan tunggal, banyak anak yang akan mengalami kesulitan belajar.” (halaman 67).

Di sinilah tugas pendidik diperlukan, bagaimana ia bisa menumbuhkan potensi yang dimiliki oleh seorang anak alih-alih memasukkan pengetahuan sebanyak-banyaknya di benak mereka.

Ketiga, pentingnya peranan keluarga dalam pendidikan anak.

Kehidupan modern saat ini telah banyak mengubah cara pandang orang bersikap dan berperilaku. Keluarga, dalam hal ini orang tua, melupakan peran mereka sebagai pendidik utama untuk putra-putri mereka. Pendidikan seolah cukup diserahkan kepada sekolah. Padahal bukan itu, sejatinya “keluarga adalah pusat dan keadaan terbaik bagi pendidikan anak.”

Tugas kita, orang tua, adalah mendidik mereka dengan baik, mengarahkan potensi yang mereka miliki untuk bisa bertumbuhkembang optimal sehingga memberikan manfaat bagi diri sendiri, orang lain dan sekelilingnya.

Dengan merujuk kepada tiga pemikiran KDH di atas, Pak Bukik mengajak kita semua untuk bersama kembali meluruskan tujuan pendidikan ke arah yang lebih baik untuk putra-putri kita. Menggali potensi yang mereka miliki dengan memberikan ruang dan kebebasan bagi putra-putri kita untuk berkreasi. Terdapat juga panduan bagi para orang tua untuk berperan di dalam mengembangkan bakat dan kecerdasan anak. Buku yang patut dibaca utamanya oleh orang tua dan pendidik di sekolah.

Saya ingin mengutip kalimat bagus dari Abuya Assayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawy Almaliki
“Orang tua laksana busur, dan anak-anaknya bagaikan anak panah. Busur yang baik adalah yang mampu melesatkan anak panah jauh melewati zamannya”.

Sebagai penutup review buku Anak Bukan Kertas Kosong, berikut ini adalah syair Khalil Gibran yang bercerita tentang anak. I really like this poem 🙂

Anakku : Kahlil Gibran
Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

(Terima kasih untuk Pak Bukik yang telah memercayakan saya untuk me-review buku Anak Bukan Kertas Kosong. Semoga bermanfaat 🙂 ).

The Best Stories of Quran

9752-the_best_stories_of_
Judul: The Best Stories of Quran
Penulis: CBM Creative Agency (Tim Erlangga For Kids)
Penerbit: Erlangga
Tebal: 225

Buku ini ditujukan untuk anak-anak. Disajikan dengan unsur cerita dan gambar mengenai nilai-nilai keteladanan dari Alquran yang bertujuan untuk menghidupkan konsep ketuhanan (ilahiyah). Terdiri dari 103 cerita yang diawali dari kisah penciptaan alam semesta, manusia pertama, sampai kisah dan sejarah Nabi.

Tidak hanya untuk anak-anak, buku ini juga bisa dikonsumsi oleh orang dewasa dan terutama bagi siapa saja yang ingin belajar dan mengenal Islam.

Pada kisah pertama dan kedua dipaparkan asal mula bumi terbentuk. Yang awalnya adalah kegelapan kemudian Allah menjadikan bumi beserta isinya untuk kelangsungan hidup manusia kelak. Kemudian kehadiran Adam di surga yang sempat ditolak oleh para malaikat. Namun setelah Allah menjelaskan baru lah para malaikat mau menerima dan bersujud kepada Adam. Hanya lah iblis, makhluk ciptaan Allah yang tak sudi bersujud kepada Adam. Bahkan ia bersumpah untuk menggoda dan membawa sesat anak cucu Adam di muka bumi untuk berbuat maksiat (dan kerusakan). Mendengar perkataan iblis itu Allah menjawab:
“Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi penghuni neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dengan sepenuh hatinya.” (QS. Al-A’raaf: 11-25 dan Shaad: 71-83)

Sering kemudian orang menyalahkan setan sebagai alibi dari perbuatan buruknya. Apakah setan yang melakukan kejahatan? Manusia sendiri lah yang menjerumuskan dirinya ke dalam perbuatan menyesatkan. Perbuatan jahat yang ditiupkan setan ke dalam diri kita adalah bagian dari ujian keimanan kita kepada Allah SWT. Dan sesuai firman-Nya, maka godaan setan tidak akan bisa memasuki hati hamba yang beriman kepada-Nya dengan sepenuh hati. Semoga kia semua selalu berada di dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk. Amin yra.

Kisah berikutnya adalah manusia-manusia pilihan Allah yang diutus sebagai nabi dan Rasul untuk memberikan pengajaran agama dari Allah terhadap umat manusia yang saat itu berada di jaman kegelapan (kebodohan) atau dikenal dengan jaman jahiliah.

Buku ini meneladani sikap-sikap Nabi dan Rasul yang bisa menjadi panutan tidak hanya bagi anak-anak kita namun juga untuk diri kita sendiri di dalam mengarungi kehidupan. Barangkali, rutinitas dan hiruk pikuknya kehidupan telah membuat kita lupa akan makna hidup kita di dunia, peran dan tanggungjawab kita terhadap diri sendiri dan sesama. Meluangkan waktu sebentar untuk membacai kembali kisah-kisah di dalam Alquran mungkin bisa menjadi pengingat dan melembutkan hati kita kembali. Semoga.

Habis Galau Terbitlah Move On

habis-galau-terbitlah-move-on-dpn-189x300
Judul: Habis Galau Terbitlah Move On
Penulis: J. Sumardianta
Penerbit: Penerbit Bentang
Tebal: 326

Buku ini berisi pemikiran dan perenungan Pak Guru J. Sumardianta mengenai hal-hal yang kerap ia temui dalam interaksi sosialnya di masyarakat. Wawasan luas penulis dapat dikenali dari beranekaragam kisah yang terkumpul dalam buku Habis Galau Terbitlah Move On.

Buku pertama Beliau, Guru Gokil Murid Unyu, telah menarik perhatian saya. Buku itu lama tuntas sudah saya baca. Saya terkagum-kagum dengan pilihan buku bacaan Beliau. Sesudahnya saya malah memburu beberapa buku yang sering Pak Guru ini kutip di tulisan-tulisannya :). Salah satunya adalah buku perjalanan dari Agustinus Wibowo.

Oke, back to the topik. Membuat review buku Pak Guru ini tidak mudah. Ada banyak tulisan yang ingin dikutip saking bagusnya.. hehe.

Tetapi, saya akan mengambil satu bab terakhir tulisan mengenai persepakbolaan.

“Manusia, memang gemar membangun sarang berlindung dalam kecongkakan yang dipicu ego. Mereka mengira ego itu kekuatan. Ego, pada kenyataannya, hanyalah kelemahan buat menyelubungi perasaan rendah diri. Mereka merasa dibutuhkan, dihormati, dicintai, dan diharapkan.” (halaman 310)

Menurut Pak Guru (halaman 311), pemain yang memiliki ego tinggi menciptakan kesenjangan dalam hubungan antarpemain. Ego tinggi membuat seorang pesepakbola mudah melukai orang lain. Orang yang suka melukai pun akan lebih mudah terluka. Menampilkan ego, apalagi secara demonstratif, akan memancing dan mengusik ego orang lain. Ego mengobarkan semangat persaingan dan saling menjatuhkan. Ego melahirkan pesepak bola sombong terang-terangan maupun tersembunyi. Ego membuat orang berfokus secara defensif pada kebutuhan diri sendiri. Begitu seorang pesepak bola berfokus kepada diri sendiri maka kepentingan kolektif terbengkalai. Padahal inti dari kesuksesan adalah kemampuan untuk berfokus kepada khalayak yang menjadi pemangku kepentingan.

“Your enemies is your ownself in a different uniform. Musuh Anda adalah kedirian Anda sendiri dalam seragam yang berbeda.”

Pemain sepak bola adalah watak kita di dunia nyata. Dalam pergaulan sosial, individu yang hanya fokus kepada kebutuhannya sendiri lambat laun akan diliputi perasaan sengsara, dan tanpa daya. Karena, sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak bisa hidup sendiri. Manusia memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi dengan sesamanya.

Sepak bola telah mengajarkan bahwa setiap pemain harus mengesampingkan rasa ego untuk mencapai tujuan bersama. Pun demikian dalam hidup, di dalam hubungan sosial antarmanusia, kita tak lepas dari konsekuesi sosial, dimana setiap individu harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama.

Permainan sepak bola adalah juga permainan yang dimainkan oleh banyak orang yang berada dalam sebuah tim. Selain ada pemain juga ada manajer. Ada juga peraturan yang harus dipatuhi oleh semua pemain di lapangan. Tidak hanya peraturan lapangan namun juga menyangkut rasisme. Pengatur regulasi sepak bola dunia pasti menindak tegas segala bentuk perundungan rasisme. Pelanggaran sekecil apapun akan dikenai sanksi. Ketika tim sepak bola saling bertanding dengan ketat kita melihat kerasnya perjuangan hidup. Permainan ini juga memberikan kepuasan dan rasa senang kepada semua orang karena betapapun kerasnya perjuangan kita mengetahui bahwa perilaku dan regulasi menyatu.

Bagaimana di dunia nyata? Berbeda dengan dunia sepak bola, aturan di dunia nyata bisa dibelokkan. Jabatan dan kedudukan bisa dibeli. Pelanggar aturan diringankan hukumannya selama bisa membayar mahal, dan lain sebagainya.

Barangkali tak mengherankan jika sepak bola dicintai banyak orang. Keberadaan sepak bola bagaikan oase di tengah kesumpekan hidup dunia nyata. Mungkin, dunia kecil sepak bola adalah representasi keinginan diam-diam diri kita sebagai individu yang merindukan keselarasan.

Sayap-sayap Sakinah

22735782
Judul: Sayap-sayap Sakinah
Penulis: Afifah Afra & Riawani Elyta
Penerbit: Indiva
Tebal: 239

Bila cinta mendatangimu, ikuti dia walaupun jalannya sulit dan terjal
Dan ketika sayapnya mengembang mengundangmu
Walaupun pedang yang tersembunyi di antara ujung sayapnya dapat melukaimu
Ketika dia berkata padamu untuk mempercayainya
walaupun suaranya berserak dalam mimpimu bagaikan
angin utara yang menghembus di kebun
(Kahlil Gibran)

Mungkin sekali waktu kita pernah bertanya-tanya, siapakah jodoh kita? Dimanakah ia berada saat ini dan bagaimanakah kelak kami dipertemukan?

Jodoh adalah rahasia Allah yang tak satu pun manusia bisa mengetahuinya. Sebagai manusia kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar agar dipertemukan dengan seseorang yang menjadi pasangan hidup sejati kita.

Nah, bagaimana menemukan jodoh kita? Tak ada satu pun yang tahu. Barangkali doa dan upaya yang kita lakukan akan menuntun jalan menuju kepada jodoh yang Tuhan pilihkan kepada kita.

Ada banyak kisah perjodohan di muka bumi ini. Setiap manusia memiliki kisah cinta dan perjodohannya sendiri. Ada yang mudah dan sederhana, pun ada yang berliku-liku untuk sampai kepada jodohnya. Bahkan, jodoh dan cinta pun ternyata tidak selalu berpasangan. Kisah Abu Bakar dan Zainab di buku ini barangkali bisa menggambarkan bahwa cinta tidak menjadi kepastian seseorang berjodoh dengan yang dicintainya.

Ada orang yang beruntung menikah dengan jodohnya. Ada yang menikah lebih dari satu kali untuk sampai kepada jodohnya. “Jodoh memang misteri, karena hanya Allah yang Mahatahu siapa yang berhak berada di samping kita saat duduk di pelaminan. Allah juga yang Mahatahu, siapa yang berstatus sebagai pasangan sah kita saat kelak Allah mencabut nyawa kita.” (halaman 36)

Yang kita, manusia, bisa lakukan adalah membuat rencana dan mempersiapkan segalanya dengan baik, selebihnya Allah lah yang menentukan.

Dalam mencari jodoh tentu tak salah jika kita mengharapkan jodoh terbaik. Untuk mendapatkan jodoh terbaik nyatanya harus dimulai dari diri kita sendiri dengan cara memperbaiki diri kita terlebih dahulu.

Perjalanan berikutnya dalam hidup manusia setelah menemukan jodoh pilihannya adalah melangkah ke jenjang pernikahan. Ini lah babak baru kehidupan anak manusia dimulai. Indah, menyenangkan barangkali di awalnya, berikutnya adalah jalan panjang yang terkadang terjal dan penuh badai. Bagaimanakah kita melaluinya?

Afifah Afra penulis buku ini bersama Riawani Elyta menuliskan berbagai hal yang perlu Anda persiapkan sejak awal dalam rangka menuju cinta kepada jodoh kita kelak sampai kepada pernikahan serta pernak-pernik di dalam kehidupan pernikahan itu sendiri. Dikemas dengan bahasa yang ringan, renyah dan diselingi candaan menjadikan buku ini mudah diserap.

Buku yang saya rekomendasikan buat Anda yang sedang atau ingin mencari bacaan bermutu mengenai seluk beluk perjodohan, pernikahan dan kiat-kiat membangun rumah tangga yang penuh barakah dengan tulisan yang enak dibaca tanpa kesan menggurui.

Terakhir, terima kasih mbak Riawani atas hadiah bukunya. Buku yang bagus sekali 🙂