Category Archives: Non Fiksi

Steal Like An Artist

books
Judul: Steal Like An Artist
Penulis: Austin Kleon
Penerjemah: Rini Nurul B
Penerbit: Noura Books
Tebal: 147

“Semua ide baru hanyalah campuran atau leburan dengan satu ide lain atau lebih” (halaman 9)

Kleon adalah penulis dan seniman. Dalam bukunya Steal Like An Artist, ia memaparkan bahwa tidak ada ide yang benar-benar murni. Seperti diungkapkan oleh Pablo Picasso “Semua karya seni adalah hasil pencurian”. Namun, pencurian yang seperti apa? Jangan salah paham, buku ini sama sekali tidak mengajarkan teknik-teknik menipu 🙂

Seniman yang baik menyadari bahwa tak ada yang muncul tiba-tiba. Semua kreasi berasal dari sesuatu yang pernah ada.

Kleon mengibaratkan silsilah ide dengan silsilah keluarga dalam ilmu genetika. Kamu punya Ayah dan Ibu. Ada beberapa ciri fisikmu yang mirip mereka, tetapi karaktermu sendiri lebih banyak. Kamu adalah paduan orang tua dan semua leluhurmu. Demikian juga dengan silsilah ide. Kamu tak bisa memilih keluarga, tetapi bisa menentukan guru, teman, dan musik yang kamu dengarkan, juga buku bacaan dan film yang kamu tonton. Kamu adalah leburan pilihan yang kamu terima dalam hidup. Kamu adalah paduan pengaruh. “Kita dibentuk dan dipoles oleh hal yang kita cintai”~ Goethe.

Lalu, bagaimana mencuri yang baik? mencuri lah seperti seorang seniman. Seorang seniman adalah seorang kolektor yang sangat selektif. Mereka hanya mengumpulkan yang benar-benar mereka sukai. Demikian juga ide. Ide yang kamu peroleh bergantung kepada hal-hal di sekitarmu. Itu sebabnya kamu perlu memperhatikan apa yang kamu baca, lihat, dan dengar.

Tugasmu hanya menghimpun gagasan bagus. Semakin banyak ide keren yang kamu kumpulkan, semakin banyak pengaruh yang bisa kamu pilih. (Benar banget :)). Namun, ada baiknya, pilih satu tokoh yang kamu suka untuk kamu serap ilmunya. Pelajari semua mengenai tokoh itu. Lalu, temukan tiga orang yang disukai si tokoh dan gali lebih dalam tentang mereka. Ulangi sesering mungkin. Jadikan mereka sebagai gurumu, yang dari mereka kamu belajar apa pun yang kamu mau.

Jangan lupa, selalu belajar. Belajar bukan ketika hanya kamu sekolah.

“Sekolah itu satu hal. Pendidikan lain lagi. Keduanya tidak selalu beriringan. Bersekolah atau tidak, belajar selalu menjadi tugasmu.” (halaman 19)

Jadi, bagaimana belajar yang baik? Ini kata Kleon
Rasa ingin tahu adalah kuncinya. Perhatikan berbagai hal. Buru semua referensi dan telusuri lebih dalam dibandingkan siapapun. Dan, teruslah membaca.

Nah, oke banget kan tips dari mr. Kleon ini. Sederhananya, mencuri ide ala seniman adalah dengan belajar terus menerus, mengisi otakmu dengan hal-hal positif, dan banyak membaca. Bacaan adalah aset yang berharga, yang membuka jalan bagi ide-ide yang awalnya tertutup serupa dengan musik, film, yang kamu dengar dan tonton. Pengalaman hidup juga memberikan sumbangan bagi munculnya ide-ide kreatif.

Buku yang bagus, layak dibaca untuk semua orang terutama bagi mereka yang barangkali bertanya, bikin ide apa ya? 🙂

Girls & Tech

girls-and-tech
Judul: Girls & Tech
Penulis: Ollie
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Tebal: 184

“…women with husband and children sometimes feel guilty when they have to work busier or travel away from their family for works. You might have to choose between your career and your family. But now with technology women can do both and can find balance in their life. They can use video conference without having to physically attend the meeting, so they can stay at home. They can do a lot of activities with the help of technology.” (halaman 30)

Kutipan di atas adalah bagian lektur Ibu Betty Alisyahbana yang dituliskan kembali oleh mbak Ollie ke dalam bukunya yang berjudul Girls & Tech. Selaras dengan tujuan buku ini dibuat yaitu untuk mendekatkan perempuan dengan teknologi. Apa manfaat teknologi untuk perempuan khususnya? Wow, banyak.

Perempuan seringkali mengalami dilema ketika mereka sudah berkeluarga, meneruskan karir di luar rumah atau sepenuhnya mengurus keluarga. Bagaimana kalau perempuan ingin memilih keduanya? Mengurus keluarga dan juga bekerja?

Pernah ada yang mengatakan bahwa orang yang bisa menguasai dunia adalah mereka yang menguasai bahasa inggris dan komputer. Teknologi berkembang pesat. Layanan surel (surat elektronik) memungkinkan kita mengirim dan menerima surat secara cepat dan mudah. Anda tidak perlu repot-repot menerjang kemacetan ibukota hanya agar bisa bertatap muka dengan rekan bisnis Anda, Anda cukup menyalakan webcam dan bisa melakukan teleconference (percakapan jarak jauh). Anda tidak perlu mendatangi sebuah toko untuk membeli barang yang Anda butuhkan. Anda bisa membaca buku tanpa perlu repot-repot membawa banyak tumpukan buku di dalam tas. Semua bisa dilakukan hanya di perangkat gadget Anda.

Yang perlu Anda, perempuan lakukan adalah mempelajari dan memanfaatkan segala kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi untuk memberdayakan diri Anda agar mandiri dalam menghadapi permasalahan-permasalahn hidup, begitu kata mbak Ollie :).

Menjeburkan diri ke dalam sosial media itu perlu loh. Masuki grup dan komunitas-komunitas yang dapat memberikan nilai tambah ke dalam diri kita sembari menjalin pertemanan dengan kawan-kawan baru. Belajar itu perlu sepanjang hayat dikandung badan :).

Selain menceritakan peran dan kiprah perempuan-perempuan di dalam bidang teknologi, buku ini juga memberikan tips-tips praktis untuk meningkatkan ketrampilan kita, seperti blogging, berbicara di depan umum, dan networking.

Tak lupa mbak Ollie juga menuangkan tips membangun usaha rintisan di bidang IT atau digital. Pengalamannya sebagai co-founder tokobuku online Kutukutubuku.com dan CTO serta co-founder Nulisbuku.com-platform online self-publishing print on demand, ia tuangkan dalam tulisannya tips membangun startup. Dari merumuskan ‘pitch’ untuk menjual ide, membuat business plan, mencari partner, dan memulai bisnis dengan modal Rp 0,-.

Untuk saya yang berprofesi sebagai pengajar TIK, buku ini membantu saya memberikan wawasan dan bahan cerita menarik yang kelak bisa saya bagi ke murid-murid. Thanks mbak Ollie 🙂

Startup, Indonesia

1426446
Judul: Startup, Indonesia!
Penulis: Restituta Ajeng Arjanti & Reney Lendy Mosal
Penerbit: Kompas
Tebal: 305

“The Internet is becoming the town square for the global village of tomorrow.” ~ Bill Gates

Dewasa ini kita seringkali mendengar berita mengenai bermunculannya startup-startup berbasis digital yang dirintis oleh anak-anak muda. Apakah itu startup?

Startup adalah perusahaan baru atau rintisan. Mengapa disebut berbasis digital? Karena para pengusaha muda itu menggunakan internet sebagai platform usaha yang mereka dirikan.

Masih ingat kisah sukses Mark Zuckenberg si pendiri facebook? Atau mungkin kepopuleran Google sebagai mesin pencari paling handal yang digawangi oleh Larry Page dan Sergei Bin? Mereka adalah beberapa anak muda yang mengawali bisnis atau usaha mereka yang berorientasi teknologi.

Jika dua contoh di atas diambil dari negara belahan utara, bagaimana dengan di Indonesia?
Pernah mendengar Koprol? Koprol adalah jejaring sosial berbasis lokasi buatan anak negeri yang digagas oleh Satya Witoelar bersama tiga orang rekannya, yaitu Leo Laksmana dan Fajar Budiprasetyo serta Daniel Armanto. Fitur yang ada di dalam koprol ini menarik perhatian Yahoo, yang kemudian mengakuisisi Koprol. Keberhasilan Koprol diakuisisi perusahaan internet Yahoo membuka peluang bagi kebangkitan startup-startup yang ada di Indonesia. Walaupun pada April 2012 Yahoo membubarkan Koprol. Namun demikian kisah Koprol menjadi kisah sukses dan inspiratif dalam sejarah digital di Indonesia, di mana startup asli Indonesia dibeli oleh raksasa internet sekelas Yahoo.

Perusahaan baru atau startup ini umumnya masih membutuhkan proses R&D untuk mencari ceruk pasar dan target konsumennya dikarenakan perusahaan ini masih berusia muda. Perusahaan startup juga memiliki biaya produksi yang rendah, potensi bisnis yang menarik walapun memiliki risiko yang tinggi.

Dan bagaimana startup bisa berkembang dan sukses mengembangkan bisnisnya? Inilah beberapa tips yang diberikan langsung oleh para tokoh startup yang sudah malang melintang menjajal bisnis ini, antara lain: pilih bidang sesuai passion, mulailah dari value bukan profit, miliki visi, mau bekerja keras, pantang menyerah, konsisten, kerja tim, fokus pada konsumen dan lakukan pemasaran yang efektif, rajin menganalisis pasar serta jangan abaikan kompetitor.

Kisah Koprol hanyalah sebagian kecil cerita sukses startup di Indonesia. Masih banyak startup asli Indonesia yang didirikan oleh anak-anak muda yang kreatif dan jeli melihat peluang yang ada dan berkembang serta sukses. Siapa sajakah mereka? Ingin tahu? Nah, buku ini tidak hanya mengisahkan profil para startup lokal itu, namun juga sejarah dan perkembangan para technopreneurship; technopreneurship di tanah air dan membahas kiat-kiat untuk menjadi technopreneurship yang sukses, langsung dari para tokohnya.

Misi Apollo 13

Misi Apollo 13m
Judul: Misi Apollo 13
Penulis: Donald B. Lemke
Ilustrasi: Keith Tucker
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 27

Misi Apollo 13 ini adalah buku komik berwarna. Berkisah tentang bencana-bencana besar yang pernah terjadi. Selain bencana misi Apollo 13, ada juga Pandemik Flu di tahun 1918 serta Gempa Bumi Besar dan Kebakaran Hebat San Fransisco.

Kisah pertama mengenai misi Apollo 13, yang diluncurkan pada tanggal 11 April 1970, setahun setelah NASA berhasil mendaratkan awak Apollo 11 di bulan disusul dengan Apollo 12 yang juga berhasil melakukan hal yang sama empat bulan setelah keberhasilan Apollo 11.

Sebagai pemimpin awak dalam modul perintah Odyssey dari Apollo 13 ini adalah komandan Jim Lovell. Sebelum sampai ke bulan, awak Apollo 13 mendapati masalah adanya kebocoran oksigen di kabin pesawat. Para tim di bumi berupaya memikirkan langkah penyelamatan untuk membawa pulang para astronaut. Pusat kendali misi memerintahkan awak pesawat untuk mematikan modul perintah Odyssey dan pindah ke modul bulan Aquarius. Para awak akan menggunakan Aquarius sebagai semacam perahu penyelamat. Cadangan oksigen dan tenanganya yang cukup akan membuat mereka tetap hidup. Para astronaut harus berhemat, karena itu mereka menjaga agar air, oksigen, dan tenaga pesawat itu cukup. Namun dengan menurunnya tenaga Odyssey, suhu di dalam pesawat turun drastis 58 derajat. Astronaut harus mempercepat pesawat untuk pulang sebelum tenaganya habis. Sementara itu karbondioksida yang berasal dari napas para astronaut telah memenuhi seisi Aquarius. Dengan cepat, pesawat akan berisi racun. Tim di Pusat Kendali Misi menemukan suatu cara untuk menggunakan jaringan Odyssey dalam aquarius sehingga tingkat karbondioksida menurun. Dengan demikian mereka bisa melakukan kegiatan untuk tetap merasa hangat. Suhu di dalam pesawat turun sampai 38 derajat.

17 April pukul 12.07, setelah melakukan perjalanan pulang yang panjang dan mendebarkan, modul perintah Odyssey mendarat di Samudra Pasifik. Misi Apollo 13 dikenal dengan kegagalan yang berhasil. Gagal mendarat di bulan, tapi mereka berhasil membawa kembali pesawat yang rusak beserta awaknya kembali ke bumi.

Selanjutnya, NASA memperbaiki masalah yang ditemukan pada Apollo 13 dan menyelesaikan empat misi lagi ke bulan.

Kisah kedua adalah mengenai ancaman penyakit yang mematikan, menyebar di kalangan tentara yang saat itu sedang bertempur dalam Perang Dunia I (1914-1918). Penyakit ini kemudian menyebar di seluruh Eropa, Afrika, Asia, Pasifik Selatan dan Amerika Utara dan Selatan. Penyakit ini awalnya merupakan endemi tapi kemudian menjadi pandemik di seluruh dunia. Para ilmuwan dan dokter berusaha mencari penyebab serta penanggulangan penyakit yang akhirnya mematikan ini, namun belum berhasil. Banyak penderita meninggal karena flu itu kemudian berkembang menjadi radang paru-paru. Sekolah, pasar, dan tempat-tempat berkumpulnya orang banyak ditutup karena penyebaran flu tersebut. Di akhir musim gugur tahun 1918, dokter di seluruh dunia melaporkan berkurangnya kasus penyakit flu tersebut. Bulan November bertepatan dengan berakhirnya Perang Dunia I, flu yang mematikan itu tampaknya menghilang.

Kasus flu terakhir yang ditangani adalah pada akhir tahun 1919. Sampai saat ini para ilmwan belum berhasil mengungkapkan virus yang menyebabkan flu 1918 tersebut. Mereka baru sampai pada tahap pengertian mengapa penyebaran flu itu mematikan.

Bencana berikutnya adalah yang terjadi di San Fransisco. Dulu, San Fransisco merupakan sebuah pelabuhan kecil dengan penduduk kurang dari 1.000 orang. Namun penemuan emas di dekat pelabuhan itu mengubah sejarah kota ini. San Fransisco kemudian tumbuh menjadi kota yang gemerlap dengan 50.000 penduduk. San Fransisco tumbuh menjadi kota terbesar di bagian barat Sungai Mississippi.

Dari tahun 1849 sampai 1851, enam kebakaran besar melanda San Fransisco. Disusul oleh kebakaran di tahun-tahun berikutnya. Namun setiap kali terbakar penduduknya akan membangun kembali kota mereka. Kota ini terletak di sepanjang San Andreas Fault (Patahan San Andreas) maka beberapa kali gempa dengan skala kecil maupun besar melanda kota ini. Yang terbesar gempa bumi dan kebakaran hebat yang terjadi di tahun 1906. Dengan sekitar 250.000 penduduk, mereka membangun kembali kota itu dibantu oleh para pemimpin kota dan negara, karena San Fransisco merupakan pusat bisnis yang penting. Tahun 1915 pembangunan kembali kota telah selesai. San FRansisco muncul dengan wajah barunya. Kota itu juga kemudian menjadi tuan rumah pameran tingkat dunia bernama Panama Pacific International Exposition. San Fransisco tumbuh menjadi kota berkelas di dunia. Beberapa kali gempa kecil dan besar pernah mampir kembali di kota ini, namun tidak sedahsyat di tahun 1906.

Pesan moral dari buku ini adalah barangkali mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja dan dimanapun. Dan dibutuhkan perjuangan, semangat serta penyatuan tenaga dan pikiran bersama untuk menghadapi ketika bencana itu datang menimpa, karena bukankah Tuhan menjanjikan bahwa harapan itu selalu ada?

Cosmos

cosmos-234x300

Lestarinya Kenangan

Sekarang nasib langit dan bumi sudah ditetapkan,
Parit dan saluran sudah mendapatkan alirannya yang benar,
Tepian Tigris dan Eufrat sudah mendapatkan bentuknya,
Apa lagi yang akan kita lakukan?
Apa lagi yang akan kita ciptakan?
Ah Anuki, dewa langit yang Agung, apa lagi yang akan kita lakukan?
~~Cerita Assyria tentang penciptaan manusia, 800 SM-Kosmos, Carl Sagan~~

Apakah manusia sungguh sendiri di alam semesta ini?

Yang menarik di bab ini adalah ketika Sagan memberikan ilustrasi sederhana bagaimana kita, manusia, yang tinggal dalam sebuah planet juga dapat berkomunikasi dengan makhluk lainnya di planet entah mana. Jadi, begini ceritanya:

“Buku dibuat dari pohon. Bentuknya berupa kumpulan lembaran-lembaran yang luwes (masih disebut daun) yang diberi cetakan tulisan tangan pendek-pendek dari pigmen warna gelap. Dengan membacanya, Anda akan mendengar suara orang lain-mungkin sudah meninggal ribuan tahun yang lalu. Terpisah dalam jangka waktu beribu-ribu tahun, pengarang berbicara dengan diam-diam dan jelas di kepala Anda, langsung kepada Anda. Menulis mungkin adalah penemuan manusia terbesar, yang mengikat manusia bersama-sama, menyatukan rakyat dari masa-masa yang terpisah jauh, yang tidak akan pernah saling bertemu.

Bila bumi dimulai dari awal lagi dengan semua sifat-sifat fisiknya tepat sama, tampaknya tidak akan mungkin muncul lagi sesuatu atau makhluk yang mirip dengan manusia. Proses evolusi memiliki sifat acak yang sangat kuat.”

Dengan demikian Sagan mengasumsikan bahwa di planet lain pun, dengan urutan proses acak berbeda yang membangkitkan aneka ragam keturunan dan lingkungan yang berbeda untuk memilih kombinasi gen tertentu, dia percaya bahwa kemungkinan untuk mendapatkan makhluk yang secara fisik sangat mirip dengan manusia hampir tidak ada. Sebaliknya, kemungkinan untuk mendapatkan kecerdasan lain mungkin ada. Otak mereka mungkin berkembang dari dalam ke luar. Mereka mungkin memiliki elemen kenop yang setara dengan neuron manusia, namun berbeda dan tidak berhubungan langsung, melainkan dalam komunikasi radio.

Jika demikian mengapa mereka tidak bisa berkomunikasi dengan kita?

Mungkin bukan tidak bisa, mungkin bisa tapi entah berapa lama pesan yang kita sampaikan ke mereka akan sampai. Seperti tulisan-tulisan dalam buku. Mungkin makhluk lain di sana itu akan membacanya berpuluh beratus tahun kemudian. Atau mungkin mereka memilih mendiamkan saja?

Dan kaitan dengan judul bab di atas, manusia telah meluncurkan pesawat angkasa voyager yang diarahkan ke bintang-bintang. Di dalamnya tersimpan kepingan aluminium yang menyimpan segala keunikan kita, manusia, kenangan tentang warga planet bumi. Informasi yang disimpan ini akan bertahan sampai semiliar tahun.

Ya, kita ingin mengenalkan diri, sekaligus mengakhiri keterasingan kita, dan adanya keinginan untuk dapat berkomunikasi dan berhubungan dengan makhluk lain di kosmos. Mungkinkah?

Bumi, Drama Kemanusiaan Digelar

Penciptaan Adam dan Hawa adalah bab pertama dari buku Ternyata Akhirat Tidak kekal, ditulis oleh Agus Mustofa.

Ketika Tuhan akan menciptakan khalifah di muka bumi, konon diceritakan bahwa malaikat bertanya: mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Lalu Tuhan berkata: Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya.

Di buku ini Agus Mustofa memaparkan penjelasannya. Pertama kali, mengapa malaikat tahu bahwa manusia akan membuat kerusakan? Bagaimana mungkin malaikat bisa mendahului ilmu Allah? Darimana malaikat mendapat kesimpulan itu?

Merujuk penafsiran Prof Ahmad Baiquni; “bahwa pada waktu itu sebenarnya telah ada makhluk seperti manusia (tetapi bukan manusia) yang telah hidup di muka Bumi. Mereka memliki kebiasaan yang buruk, yaitu selalu membuat kerusakan dan pertumpahan darah di antara sesamanya.

Itulah sebabnya, malaikat tak setuju jika Allah menjadikan ‘makhluk itu’ sebagai khalifah di muka Bumi. Nyatanya, malaikat kecele. Bukan makhluk itu yang dijadikan kahlifah oleh Allah, melainkan Adam-seorang manusia.

Adam tentu berbeda dengan ‘makhluk itu’. Bahkan Adam digambarkan memiliki ilmu pengetahuan yang bisa mengalahkan malaikat. Malaikat kecele menganggap Adam sama dengan ‘makhluk itu’ karena secara fisik makhluk itu mirip dengan Adam. Namun tentu saja, Adam sangat berbeda dalam jiwa dan kepribadiannya.

Di sini Prof. Baiquni menafsirkan bahwa makhluk sebelum Adam itu adalah makhluk ‘setengah manusia’ yang telah ditemukan fosil-fosilnya oleh para pakar anthropologi. mereka adalah manusia purbakala yang belum bisa disebut sebagai ‘manusia’. Fisiknya boleh mirip, tapi mereka memiliki perbedaan yang mendasar, yaitu ruh. Makhluk setengah manusia itu tidak memiliki ruh. Sebaliknya, Adam telah memiliki ruh yang ditiupkan oleh Allah pada saat penciptannya. Ruh adalah potensi ‘Kesadaran’ dan ‘Akal Budi’.

**
Ada salah satu ayat yang berbunyi:

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya RuhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS. Al Hijr (15) : 29

Maka, bukankah ruh adalah anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah kepada manusia? Karena setiap ruh manusia mewarisi sifat-sifat Allah.

Dan karena ruh bersifat ilahiah maka setiap ruh manusia mungkin saja terpancar langsung dari pikiran Tuhan. Tuhan mengenalkan diri-Nya pada kita. Sebab itulah, manusia, dari jaman ke jaman dan dunia belahan manapun mencari dan meyakini keberadaan-Nya. Mungkin mereka hanya menyebut-Nya dengan nama yang berbeda.

Itukah sebabnya diri kita, setiap waktu, merasai dan terus mencari berputar-putar pada suatu pikiran tertentu? Apakah manusia terus mencari jiwa sejatinya? Tempat ia berada sebelum ruh ditiupkan?

Manajemen Alhamdulillah


Judul: Manajemen Alhamdulillah
Penulis: Indra Utoyo
Penerbit: Mizania
Tebal: 153

“Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah dengan ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan dua-duanya, hendaklah dengan ilmu.” (Hadis Nabi Saw.)

Manajemen Alhamdulillah. Jika ditelisik dari judulnya kita bisa menebak bahwa buku ini berbicara tentang rasa syukur. Tidak salah. Penulis menekankan rasa “syukur sebagai bagian dari mendidik diri kita untuk menjadi lebih ikhlas dan optimis dalam mencapai cita-cita. Orang yang jarang atau tidak bersyukur, berarti ia tidak mengerti dan tidak pula menghargai potensi dirinya.” (halaman 135)

Ikhlas jangan diartikan sebagai sikap yang pasif. Sebaliknya, ikhlas adalah menerima dengan penuh kesadaran bahwa segala sesuatu datang dari Allah dan memang telah ada dalam peta rencana Allah. Sesuatu itu ada yang dapat kita pahami maksudnya dan ada yang tidak dapat kita pahami maksudnya. Jalan terbaik untuk menghadapi kenyataan-kenyataan hidup ialah kita terima apa adanya, baik kita pahami atau tidak kita pahami. Menyangkalnya, mempertanyakannya, atau menolaknya hanya akan mendatangkan kerugian  besar (halaman 21)

Bagaimana menerapkan rasa syukur di dalam kehidupan kita sehari-hari, baik untuk pribadi dan ketika kita bekerja. Pak Indra memberikan tiga unsur penting yang harus dimiliki untuk menjadi great people (orang-orang besar), yaitu: self-development, self-conciousness, dan self-contribution.

Siapa sih great people itu? Orang-orang besar adalah mereka yang bersedia berkorban dan menunda kepentingan diri sendiri untuk kepentingan orang banyak. Dengan kata lain, great people adalah:
1. mereka yang merasa berbahagia bila membuat orang lain sukses atau bahagia.
2. mereka yang bersedia berkorban demi kebahagiaan dan kesuksesan orang lain.
3. mereka yang mengutamakan kepentingan orang banyak ketimbang kepentingan diri sendiri.
4. mereka yang mampu melahirkan pengganti yang lebih baik dari dirinya.
5. mereka yang memberikan manfaat dan energi positif di manapun dia berada.
6. mereka yang merupakan hasil dari proses perjalanan yang teguh dan konsisten, bukan sebuah gift.
Keenam hal yang ada dalam pemahaman tentang great people terasa benar kesamaannya dengan konsep al-insân al-kâmil (manusia sempurna) menurut terminologi tasawuf maupun konsep keutamaan manusia dalam Islam. (halaman 12)

Bersyukur akan membawa manusia pada pemaknaan religi dalam kehidupannya. Mereka yang menerapkan perilaku religi dalam bekerja akan mengembangkan pola pikir yang religius, memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya, taat pada etika profesional, memiliki integritas moral yang tinggi dan selalu berupaya melakukan inovasi.

Dengan kata lain, mereka yang bersyukur akan senantiasa mendayagunakan anugerah yang telah diberikan Tuhan-Nya. Seorang yang bersyukur akan mengoptimalkan segala pemberian-Nya, baik dalam soal waktu, pekerjaan, kecerdasan, dan hal-hal lainnya untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Manajemen Alhamdulillah adalah buku Seri Penuntun Motivasi Islam. Ini kali pertama saya membaca buku motivasi islam sejenis yang mengena di hati. Dipaparkan secara sederhana tanpa bermaksud menggurui.

Buku ini sangat layak dibaca untuk semua orang dan para pemimpin negeri ini. Jika perilaku religi diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, dan tidak hanya mengumbar penampilan agamawi saja, alangkah indahnya. Korupsi dan segala kecurangan serta perilaku negatif lainnya yang menyengsarakan orang lain semoga dapat dikikis habis dari negeri tercinta ini, selamanya.

untuk yang tertarik dengan buku ini, silakan pesan melalui situs Mizan di sini atau ini: http://mizan.com/buku_full/manajemen-alhamdulillah.html. Atau jika kamu ingin membaca dalam versi digitalnya, buku ini dapat diunduh di Qbaca. Caranya, bisa lihat di sini atau ini: http://buku.enggar.net/2012/11/17/e-book-dari-qbaca/

Dan untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai koleksi buku-buku dari Qbaca bisa kamu peroleh di sini atau di sana. Untuk mendaftar ke Qbaca silakan klik laman berikut ini.

Sekilas Tentang Penulis:

Indra Utoyo adalah praktisi telekomunikasi dan teknologi informasi di PT Telekomunikasi Indonesia. Beliau sarjana Teknik Elektro Telekomunikasi ITB dan memperoleh gelar Master of Science in Communication and Signal Processing dari Imperial College, University of London, UK, pada 1994. Pak Indra juga aktif di berbagai aktivitas dan kepengurusan sosial, antara lain sebagai Ketua Umum Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), Ketua Bidang Infokom Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan Dewan Penasihat Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI)

Tak Sengaja Menjadi Guru


Judul asli: My First Year As A Teacher
Editor: Pearl Rock Kane
Penerjemah: Penerbit MLC
Penerbit: Penerbit MLC (http://mizanlc.com)
Tebal: 282 halaman

“Bu Schulz, aku bisa membaca!” Aku memeluknya, merasakan kasih sayang luar biasa kepada murid kecilku yang tengah bangga.”

Sonny nama anak laki-laki itu. Setelah kecelakaan yang dialaminya, respon sosial dan verbal Sonny sering tidak tepat. Ia mengalami kesulitan untuk melihat hubungan antara kosa kata lisan dengan tulisan. Perkembangan membacanya sangat lambat. Ibu Schulz, guru baru di kelas itu sampai pada titik kehilangan kepercayaan diri akan kemampuannya mengajar. Sampai pada suatu hari anak-anak berlatih membaca satu buku keras-keras. Tujuannya adalah mereka akan membacakan buku untuk teman kecil mereka di TK. Semua siswa antusias. Demikian juga dengan Sonny. Ibu Schulz memberi Sonny sebuah buku yang berisi gambar tanpa kata. Sonny diminta untuk mengarang cerita sendiri yang kemudian akan diketikkan oleh Ibu Schulz di buku itu. Semua anak-anak berlatih dengan rajin pun demikian dengan Sonny.

Pada hari H Sonny membacakan cerita untuk teman kecilnya. Ia sangat bahagia. Sonny mengira bahwa dirinya bisa membaca. Hari itu Ibu Schulz belajar bahwa walaupun ia masih merasa kegagalannya sbegai guru karena tidak mampu memberi Sonny kemampuan membaca yang terukur namun ia menyadari bahwa dirinya mampu mendorong Sonny agar percaya pada kemampuannya sendiri.

Sonny menyadarkannya bahwa seorang guru berperan untuk memberi penghargaan pada diri siswa mereka atas apa yang telah mereka lakukan dengan benar dan bahwa menyuntikkan semangat belajar dalam diri siswa bukanlah hal yang remeh.

Di kisah yang lain dituliskan bahwa anak-anak membutuhkan imajinasi dan kepercayaan diri untuk menempa kehidupan mereka kelak. Adalah tugas guru untuk membantu anak-anak itu menemukan hal terbaik dalam diri mereka. Seperti Ralph Waldo Emerson bilang “Rahasia pendidikan terletak pada penghargaan terhadap murid.”

Di atas adalah beberapa kisah dari buku Tidak Sengaja Menjadi Guru. Buku dari Mizan ini berisi pengalaman guru-guru baru ketika mereka mengajar pertama kali. Apa yang mereka rasakan, mereka pelajari semua tertuang dalam kisah indah dan menginspirasi.

Buku yang bagus. Sangat layak dimiliki oleh mereka yang menekuni profesi sebagai pengajar atau siapapun yang memiliki perhatian terhadap dunia anak dan pendidikan. Kisah-kisah dalam buku ini akan membukakan kita pada banyak hal.

Kosmos


Judul Asli: Cosmos
Penulis: Carl Sagan
Penerjemah: Bambang Hidayat, Djuhana Widjajakusumah, dan S. Maimoen
Cetakan: April 1997
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Tebal: 458, 494 (dengan lampiran, indeks, dan daftar pustaka)

“Alam tidak mengungkapkan rahasianya sekaligus.”

Buku favorit saya yang dikenalkan oleh seorang kawan. Saya mendapatkan buku ini di stand Penerbit Yayasan Obor Indonesia, di antara tumpukan buku obral. Hanya satu dan kondisi menyedihkan. Kertasnya kusam dan beberapa lembar kertas lengket, kalaupun memaksa dibuka maka ada bagian yang ikut tersobek.

Satu-satunya kesulitan adalah ketika saya membacanya. Selain tidak berani di atas kasur saya kadang menggunakan masker. Duh, sengsara memang. Alhamdulillah tahun berikutnya, di stand yang sama ada dua buku Kosmos. Salah satunya dalam kondisi yang jauh lebih baik. Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini 🙂

Buku ini berisi 13 bab. Bercerita tentang asal mula alam semesta, kelahiran dan kematian bintang, benda-benda antariksa, miliaran galaksi dengan miliaran bintang serta planet di dalamnya. Ada juga upaya dan penjelajahan yang telah dilakukan manusia untuk memahami alam semesta.

Kosmos ialah semua yang atau selalu pernah atau selalu akan ada (halaman 2). Apa yang khas dari kosmos? Dingin, kosong dan malam yang begitu abadi.

Sejak dahulu nenek moyang kita ingin sekali memahami dunia. Namun mereka tidak tahu caranya. Mereka membayangkan alam semesta yang kecil, aneh, teratur dan ada tenaga dominan di dalamnya, yaitu dewa. Saat ini kita telah menemukan cara yang hebat dan bagus untuk memahami alam semesta, yaitu dengan melalui sains atau ilmu pengetahuan. Sains menemukan bahwa alam semesta mempunyai kemegahan yang mengejutkan dan menggairahkan, dan kegairahan itu semakin bertambah menyadari bahwa diri kita pun bagian dari kosmos, lahir darinya dan nasib kita berhubungan erat sekali dengannya.

Sains tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Demi kelangsungan hidup kita harus memahami sains. Dan berbicara sains tidak dapat dibahas tanpa mengacu, kadang-kadang, pada persoalan sosial, politik, agama, dan filsafat.

Buku ini dasarnya adalah buku ilmu pengetahuan. Tapi percayalah buku ini dikemas dengan gaya bahasa yang berbeda. Membacanya seperti menciptakan imajinasi dalam ruang kecil di benak kita. Memesona. Mengutip kata pengantar yang ada dalam buku ini:

“.. dengan gaya bahasa khas, sekali lagi kita melihat bahwa ilmu pengetahuan dapat dan harus menjadi santapan nikmat masyarakat luas. Kompleksitas ilmu pengetahuan harus dapat diurai dengan kekayaan bahasa wacana. Dia mengajak dan mendidik kita melihat tempat dan arah evolusi jasad serba hidup dan mati dalam skala kosmik, tanpa mendahului kehendak-Nya.”

Tidak hanya bagus tapi buku ini begitu menyentuh. Seperti dikutipkan dalam buku ini: “”Penjelajahan ke Kosmos adalah perjalanan menapak tilas menemui diri sendiri,” Dan ilmu pengetahuan adalah kendaraannya.
Benar adanya manusia selalu rindu untuk kembali ke tempatnya bermula.

See Inside Sains


Judul asli: See Inside Sains
Penulis: Alex Frith & Colin King
Penerjemah: Damaring Tyas Wulandari, S.Si
Cetakan: 2006
Penerbit: Erlangga for Kids
Tebal: 15 full colour
Cover: Hard cover

Pernahkah kamu bertanya-tanya dibuat dari apakah alam semesta? Dan apa sebenarnya rahasia besar dibalik semua itu?

Pada awalnya tidak ada apa-apa. Tidak ada ruang dan waktu, gelap dan terang. Hanya kehampaan. Kemudian, sesuatu yang misterius terjadi. Waktu bermula, dan materi serta energi muncul. Semuanya bergumpal menjadi satu di dalam sebuah bola kecil yang sangat panas. Kemudian suhu mendingin dan isi bola panas menyebar dan menjadi alam semesta. Para ilmuwan menyebutnya dengan Big Bang atau Dentuman Besar.

Lama kemudian manusia muncul. Mereka juga ingin tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Mereka menggunakan sains untuk mencari jawaban-jawaban tentang rahasia alam semesta dan isinya. Sains telah membantu manusia memberitahu berbagai hal, namun demikian masih banyak yang belum kita ketahui.

See Inside Sains adalah buku dengan lebih dari 50 lipatan di dalamnya. Di setiap lipatan misterius kamu akan temui rahasia-rahasia alam semesta yang menakjubkan, dari benda-benda luar angkasa, kehidupan yang kita kenal, benda-benda terkecil, rahasia di balik segala hal, macam-macam reaksi, merancang ini itu, menengok masa depan dan bermacam-macam istilah.

Penjelajahanmu menyelusuri alam semesta menjadi lebih menyenangkan bersama See Inside Sains. Selamat berpetualang.