Category Archives: Novel

Hujan Bulan Juni

download
Judul: Hujan Bulan Juni
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 135

kita tak akan pernah bertemu
aku dalam dirimu

tiadakah pilihan
kecuali di situ?

kau terpencil dalam diriku

Novel Hujan Bulan Juni ini bercerita tentang Sarwono, dosen Antrologi UI dan dan Pingkan dosen Sastra Jepang UI, yang blasteran Jawa-Menado. Sarwono, seorang Jawa yang memiliki pembawaaan tenang, dan cenderung melankolis membuat Pingkan jatuh hati. Laki-laki ringkih dengan batuk kecilnya itu pun memiliki perasaan yang sama dengan Pingkan. Namun keduanya menyadari perbedaan “jarak” yang ada. Kekhawatiran dan kecemasan seringkali terasa mengganggu walau keduanya pandai mengalihkan kesedihan.

Suatu hari Pingkan ditugaskan ke Jepang sementara Sarwono harus berkeliling Indonesia untuk melakukan penelitian. Komunikasi melalui wa tetap terjalin diantara keduanya, walau diam-diam Sarwono menaruh kecemburuan terhadap rekanan Pingkan seorang Jepang yang juga menyayangi Pingkan.

Kesibukan penelitian serta batuk-batuk kecil yang diderita Sarwono mengharuskan ia beristirahat. Ia kembali ke Solo. Penyakit Sarwono bertambah parah. Dalam kondisi kritis Toar, kakak Pingkan mengabarinya lewat wa. Pingkan pulang ke Solo untuk menjenguk Sarwono.

Ulasan:
Hujan Bulan Juni adalah judul puisi SDD yang sangat fenomenal. Selain dibuat novelnya, sebelumnya sudah terbit dalam bentuk lagu dan komik. Rencananya, akan terbit juga filmnya.

Mematahkan bayangan saya bahwa tokoh dan cerita berlatar masa lalu, SDD membuktikan sebaliknya. Kisah berlatar kondisi saat ini, peranan wa sebagai alat komunikasi atau istilah selfie banyak digunakan SDD di buku ini. Meskipun dalam beberapa hal, nostalgia masa lalu masih sedikit tampak dalam sosok tokoh di novel.

Walau berlabel novel tetapi saya suka pemikiran yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Perbedaan pandangan dan keyakinan setiap individu ditampilkan tanpa menghakimi.

“…tidak memanfaatkan agama sebagai alat untuk mencapai apapun, kecuali untuk mendekatkan diri dengan Allah. Itu perintah Allah, itu perintah Muhammad SAW, itu yang menjadi dasar keyakinannya sebagai orang yang harus menghargai keyakinan orang lain, yang selalu mengingatkannya untuk mengharamkan kata ‘liyan’ dalam cara berpikirnya, “Biarlah kata itu tetap ada di kamus, tetapi tidak perlu digunakan untuk mencibir, apalagi menyiksa orang lain.” (halaman 76)

Perenungan akan kondisi sosial dan pemikiran individu terhadap suatu permasalahan selalu menarik minat saya, barangkali juga itu yang membuat saya melihat novel ini tidak sekedar novel biasa.

“Ia tidak ingin tinggal di manapun kecuali di negeri yang menyenangkan karena selalu geger ini. Ia masih harus menuntaskan keinginan untuk blusukan dari pulau ke pulau agar bisa menghayati hal-hal pelik yang tidak akan bisa diuraikan, apa lagi ditata, tanpa didasari keikhlasan untuk memahami dan menerimanya.” (halaman 76)

Dan, SDD masih penyair yang saya kagumi, puisi dan prosanya begitu menghangatkan hati πŸ™‚

Ayah

download
Judul: Ayah
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Tebal: 396

Ayah adalah kisah tentang para Ayah dari seorang anak laki-laki bernama Amiru. Barangkali Amiru begitu beruntung karena memiliki ayah-ayah yang mencintainya dengan cara mereka masing-masing.

Manikam, lelaki pendiam yang mencintai Marlena, Ibu Amiru. Kehidupan mapan dan tenang yang ditawarkan Manikam ternyata menggelisahkan Marlena. Belum sampai setahun pernikahan mereka, perempuan dengan jiwa pemberontak ini memutuskan bercerai. Lelaki kedua yang mengisi hidup Lena adalah Jon Picareli, gitaris kelas satu dari Medan. Kebahagiaan pernikahan mereka begitu sempurna seandainya Jon tidak melakukan keisengan yang beribu kali disesalinya kemudian. Lelaki terakhir yang mendampingi Marlena adalah Amirza.

Namun ada satu lelaki yang sangat berarti bagi Amiru. Lelaki yang dipanggilnya Aya. Ia adalah Sobari, pria sederhana dengan seluruh kebaikan yang menyelimuti dirinya. Lelaki yang sangat mencintai dan menyayangi Zoro, nama panggilan Sobari untuk Amiru.

Sobari, lelaki lugu ini bertemu Marlena ketika mereka masuk SMP. Sejak itu Sobari tak membiarkan dirinya jatuh cinta kepada perempuan lain selain Lena. Sayangnya, perempuan manis ini tak tertarik sedikitpun kepada Sobari. Jangankan melirik, ia sebal setengah mati melihat tingkah pola Sobari yang berusaha menarik perhatiannya dengan beribu cara. Alih-alih menanggapi puisi-puisi yang dikirimkan Sobari, Marlena menikmati hubungannya dengan banyak lelaki ganteng yang memujanya. Sampai suatu ketika takdir berkata lain. Marlena dan Sobari menikah. Pernikahan yang tak diinginkan oleh mempelai wanita. Pernikahan demi menyelamatkan sebuah situasi yang tak terduga.

Ulasan:
Mengutip kalimat di buku Ayah, “Seni menyenangi hal-hal yang biasa saja” (hal 51), mungkin itu juga gambaran singkat si tokoh Sobari. Lelaki sederhana, tak istimewa dalam tampilan tetapi memiliki kelapangan hati seluas samudra. Cerita di dalam buku ini juga dibumbui warna persahabatan yang tulus antara Sobari dengan kawan-kawan kecilnya, Ukun dan Tamat.

Cerita-cerita Andrea selalu mengingatkan saya untuk melihat sisi-sisi baik dari segala hal. Ia adalah penulis yang piawai merangkum kesedihan (kesengsaraan) dengan penuh humor. Hidup tak seharusnya ditangisi, sebaliknya berjuanglah karena Tuhan tak pernah lupa memberikan kejutan-kejutan manis di setiap jedanya.

Citra Rashmi

download
Judul: Citra Rashmi, Konspirasi Putri Mahkota
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Qanita (PT Mizan Pustaka)
Tebal:620

Setiap hal di dunia ini sedang berputar sesuai rencana Langit. Tak perlu bersedih, jangan terlalu bergembira. (Hal 190).

Sannaha kecil dikirim ke luar istana sebagai mata-mata. Calon putri mahkota ini berguru kepada Candrabhaga, pemimpin dari perguruan yang ditengarai sebagai tempat bersarang para pemberontak berbahaya. Ajaran yang dibawa Candrabhaga diyakini dapat memecah belah rakyat dibawah kekuasaan raja Linggabuana, ayahanda putri Sannaha.

Sannaha dimbimbing langsung oleh Candrabhaga untuk belajar ilmu kanuragan. Bukan tanpa sebab jika Sannaha harus memiliki keterampilan bela diri. Sebelum dikirim ke perguruan Sannaha pernah ditawan oleh kelompok pemberontak Yaksapurusa. Dengan bantuan salah seorang putra yang sekaligus anggota Yaksapurusa, Elang Merah, Sannaha berhasil melarikan diri dan selamat.

Setelah empat tahun belajar di perguruan, Sannaha ditarik pulang dan setelahnya perguruan diserang dan dihancurkan oleh prajurit kerajaan. Candrabhaga dan para muridnya kemudian menyingkir ke lereng pangrango.

Bertahun-tahun kemudian Sannaha kembali ke perguruan. Ia datang ke perguruan untuk menyampaikan pesan raja. Namun penghormatan dan kecintaan Sannaha kepada sang Guru memaksa ia bersimpang jalan dengan keinginan sang raja. Sannaha memiliki rencananya sendiri.

Sebagai calon putri mahkota, Sannaha paham benar bahaya yang mengincarnya. Ia terjebak ke dalam perseteruan perebutan kekuasaan dan pemberontakan paling berbahaya yang dikepalai ketua Yaksapurusa, seorang lelaki bengis dan tak mengenal kata kasihan. Puncak kemarahan Sannaha adalah ketika ia mengetahui Guru yang dikasihinya dibunuh secara sadis oleh Merak Hitam, salah seorang anggota utama Yaksapurusa. Sejak itu gendang pembalasan diserukan Sannaha kepada Yaksapurusa. Ia tak akan mundur untuk membalas kematian sang Guru.

Sementara itu, diam-diam Purandara (nama asli Elang Merah), lelaki kecil yang dahulu telah membantu Sannaha membebaskan diri dari tawanan Yaksapurusa menyimpan cinta untuk sang putri mahkota. Sannaha bukan tidak mengetahuinya, karena sesungguhnya ia pun menyimpan perasaan yang sama. Ia tahu bahwa Purandara tidak pernah meninggalkannya. Purandara selalu muncul pada saat-saat genting untuk menyelamatkan dirinya. Kisah percintaan mereka membuat kehidupan Sannaha menjadi semakin rumit.

Berbalikan dengan Purandara, Sannaha memilih untuk tidak larut ke dalam perasaannya sendiri.

“Tidak. Kau tidak mengerti. Kau tidak mau mengerti. Di atas bumi ini, banyak hal yang lebih layak untuk diperjuangkan. Perdamaian, kesejahteraan rakyat, perlawanan terhadap ketidakadilan. Itu semua jauh lebih layak untuk diutamakan.” (halaman 610).

Pun ketika Purandara mengetahui Sannaha menerima pinangan raja wilwatikta.
“Kau boleh meninggalkanku, tapi aku tak akan pernah meninggalkanmu.”

Apa rencana Sannaha, yang memiliki sebutan Putri Citra Rashmi? Konspirasi apa yang sedang direncanakan calon putri mahkota yang teguh hati dan keras kepala itu?

Nah, penasaran? Barangkali rasa ingin tahu itu harus kita simpan lebih lama karena buku ini merupakan dwilogi dari kisah Citra Rashmi.

Ulasan:
Citra Rashmi adalah novel berbalut sejarah yang terinspirasi dari kitab raja-raja. Citra Rashmi sendiri adalah putri kerajaan Sunda yang dikenal dengan nama Dyah Pitaloka Citraresmi. Konon Dyah Pitaloka atau Citraresmi digambarkan sebagai gadis yang memiliki kecantikan luar biasa. Menurut pararaton, ia dijodohkan dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit yang berkeinginan untuk menjadikan Citraresmi sebagai permaisuri. Namun dalam tragedi Perang Bubat dikisahkan Citraresmi melakukan bunuh diri.

Tragedi ini sangat merusak hubungan antara kedua kerajaan (Sunda dan Jawa) yang berakibat permusuhan hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan kedua negara ini tidak pernah pulih kembali seperti sediakala.

Konflik yang ada di dalam buku ini adalah rangkaian kisah berulang di dalam setiap jaman, dengan kemasan yang berbeda. Ajaran atau keyakinan seringkali menjadi sumber perseteruan antar manusia. Pengkhiatanan, perebutan kekuasaan, dan beragam intrik memiliki wajahnya sendiri.

“Lihatlah para pejabat Kawali. Apa bedanya yang mereka lakukan dengan apa yang kukerjakan? Mereka merampasi harta rakyat setiap hari. Dengan cara sopan yang menekan sampai cara paling kasar, bahkan pembunuhan. Apa bedanya? Kecuali mereka mengenakan seragam pembesar, kami sama saja. …. Lihatlah orang-orang Kawali, para tohaan, panglima, sampai prajurit kacangan. Yang mereka lakukan hanyalah membungkus keberingasan mereka dengan pakaian yang necis dan kata-kata memabukkan.” (Hal 405).

Penulis juga menyelipkan sebuah cerita sederhana mengenai keteraturan. Sesuatu, yang barangkali perlahan memudar di dalam sebuah hubungan sosial masyarakat. Menurut KBBI Daring, keteraturan adalah kesamaan keadaan, kegiatan, atau proses yg terjadi beberapa kali atau lebih; keadaan atau hal teratur. Dalam berbagai pergaulan, interaksi antarmanusia, tindakan serampangan lebih banyak dipertontonkan. Mengapa kah?

Kinanthi

16096731
Judul: Kinanthi Terlahir Kembali
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Tebal:534

Kinanthi, merupakan bagian dari tembang atau puisi tradisional Jawa, yang menggambarkan tahapan kehidupan manusia.
Diawali dari Maskumambang. Tembang pertama ini menceritakan ketika calon bayi berada dalam kandungan ibunya. Mas artinya belum ketahuan apakah si calon bayi laki-laki atau perempuan. Kumbang artinya hidup calon bayi itu mengambang dalam kandungan si ibu.
Tembang kedua adalah Mijil, ketika bayi sudah lahir, sudah diketahui pula jenis kelaminnya. Selanjutnya adalah tembang Kinanthi, yang berasal dari kanthi atau tuntun. Artinya dituntun supaya anak manusia bisa berjalan menepuh kehidupan di alam dunia.
Berikutnya, Sinom, artinya kanoman, yaitu bekal untuk para remaja supaya menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Dilanjutkan oleh tembang kelima, Asmarandana yang berarti rasa cinta kepada seseorang. Kemudian Gambuh, asalnya dari kata jumbuh. Maksudnya, jika dua orang laki-laki dan perempuan sudah jumbuh, cocok, sebaiknya disatukan dalam sebuah pernikahan.
Tembang ketujuh, Dandanggula, menggambarkan hidup seseorang yang sedang bahagia. Apa yang diingini bisa terlaksana. Punya keluarga, anak, harta yang cukup. Makanya, orang yang bombong atine, senang hatinya, dikatakan sedang ndandanggula.

Selanjutnya, Durma, tembang yang sulit. Durma memiliki arti weweh atau bederma. Seharusnya, ketika seseorang sudah hidup serbacukup, akan muncul dalam hatinya keinginan untuk berbagi. keinginan untuk menolong sesamanya yang sedang mengalami kesulitan.
Pungkur adalah tembang berikutnya yang memiliki maksud untuk menyingkir dari segala nafsu angkara murka. Hal yang dipikir adalah bagaimana menolong orang lain, tidak lagi memikirkan kepentingan pribadi. Semua untuk orang lain.

Dan terakhir adalah, Megatruh dan Pocung. Megatruh artinya putus nyawa. Seseorang harus rela untuk kembali kepada Sang Pencipta, jika saatnya tiba. Dan Pocung, berarti hidup kita akan berakhir dengan kain mori putih atau pucung kemudian dikubur.

Review
Kinanthi bercerita tentang seorang anak dari sebuah dusun yang dijual oleh orang tuanya demi 50 kg beras. Kemiskinan yang parah membuat orang tua Kinanthi tak memiliki pilihan lain. Kinanthi merasa sakit hati. Ia dipaksa meninggalkan kampung halaman, adik dan laki-laki teman bermain yang dicintai dan mencintainya diam-diam. Lelaki yang tak pernah sekalipun hilang dari ingatan Kinanthi.

Bermula dari menjadi pembantu rumah tangga di Bandung dari orang tua yang ternyata merupakan penyalur pembantu rumah tangga. Kemudian dijual dan menjadi TKI di tanah Arab. Harapan akan kehidupan yang lebih baik di tanah Arab alih-alih menyisakan kepedihan. Beberapa kali kabur dari tempat majikan, ditipu, disiksa serta ancaman perkosaan adalah bagian perjalanan hidup yang harus dilalui Kinanthi. Sampai suatu hari, ia menerima pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga untuk pasangan yang akan berangkat ke Amerika.

Berubahkah hidup Kinanthi di Amerika? Ternyata, kesengsaraan dan kegetiran belum menghilang dari Kinanthi. Pasangan yang semula baik ternyata memperlihatkan keaslian karakter mereka. Ada skenario balas dendam dari majikan Kinanthi sebelumnya. Penderitaan Kinanthi belum lah usai. Sampai suatu hari ia ditemukan oleh seorang perempuan Arab yang terenyuh melihat kondisinya di sebuah pagi di masjid. Dan melalui pengadilan Amerika, kehidupan Kinanthi berubah.

Ulasan:
Yang menarik dari buku ini adalah perenungan dan pemikiran yang dihadirkan melalui tokoh Kinanthi. Contohnya, penderitaan yang diperoleh Kinanthi dari majikan-majikan Arabnya, kegiatan Ibu asuhnya yang menganggap perlawanannya sebagai wujud perjuangan bagi kaum perempuan Islam digambarkan membuat Kinanthi berkesimpulan bahwa agama semakin membuatnya tidak merasa nyaman.
“Aku bahkan tidak peduli bagaimana kalian akan shalat,” Kinanthi mengalihkan pandangannya ke pintu,”Aku tidak memikirkan hal-hal semacam itu lagi. Buat apa? Agama tidak bisa mendamaikan hati kalian. Satu masjid saja saling mencaci dan mencari-cari kesalahan. Apa poinnya? Kalian sibuk berdebat bagaimana caranya menyembah Tuhan, tapi lupa untuk menyampaikan esensi kehendak Tuhan untuk menyebarkan kebaikan,” (halaman 265).

Atau di suatu dialog antara Kinanthi dengan rekan kerjanya.
Zhaxi: “Waktu ke India, seorang kenalan menghadiahi saya sebuah buku yang mengatakan, nabi orang Islam diakui juga oleh Buddha, Hindu, Zoroaster. Saya melihatnya sebagai sebuah kerinduan manusia untuk berdamai dengan sesama umat Tuhan. Berperang atas nama Tuhan bagi saya memang masih sangat membingungkan.” (halaman 300)

Obrolan menarik dari buku ini adalah bab dimana Kinanthi menjadi pembicara di acara peluncuran sebuah buku. Berikut adalah sepenggal kutipannya.
“Anda tahu, kita tidak bisa menghakimi sebuah kebudayaan dengan kacamata budaya kita. Namun dalam kasus Zana, justru dia yang mengalami gegar budaya ketika harus mempraktikkan pola tradisi lokal Yaman. Sementara sepanjang hidupnya sebelum itu, dia hanya mengenal kebiasaan masyarakat Inggris. Cara hidup yang rasanya biasa-biasa saja bagi para perempuan Yaman, pada waktu itu, berarti penderitaan tak terkira bagi Zana dan adiknya. Ini jelas tentang dua budaya yang saling memangsa, bukan saling melengkapi.”

Maka, apakah perlakuan kejam yang diterima oleh para TKI itu juga bisa disebut sebagai bentuk pemangsaan budaya? Mari kita baca komentar dari tokoh buku kita, Kinanthi.
“…Saya bekerja seperti kuda dan dinamakan pembantu rumah tangga. Saya lebih merasa diperlakukan sebagai budak.” (halaman 318)

Kesimpulannya (barangkali), sesuatu yang membuat seseorang tertekan, terpaksa, dan tidak bahagia atau yang ia yakini sebagai sebuah penyiksaan seumur hidup maka bisa dikategorikan sebagai bentuk adanya pemangsaan budaya atau … penjajahan?

Jika kita mengkaitkan agama (Islam) dengan nasib naas yang menimpa para TKI, maka kutipan di bawah ini patut disimak.
“Saya pikir kita mengalami kemunduran jika masih berpikir sebuah agama mengajarkan cara hidup semacam ini. Saya lahir di keluarga muslim meskipun tidak mempraktikkan ritus islam. Begitu juga Zana. Zana akhirnya menemukan keyakinannya dalam Islam, sedangkan saya baru sampai pada tahap meyakini harus ada pemisahan antara ajaran agama ini dan tingkah laku para penganutnya. Majikan saya semua muslim dan tidak ada satu pun di antara mereka yang mengenalkan nilai moral islam lewat perilaku mereka. Indonesia itu jumlah orang Islamnya nomor satu, begitu juga angka korupsinya. Saya pikir, Nabi Muhammad Saw. sebagai tokoh sentral agama ini, tahu benar detail ajaran agama ini tidak pernah mengajarkan korupsi.” (halaman 319)

Sebagai pembaca saya larut dalam pemikiran si tokoh Kinanthi. Saya tidak menafikan, acap kali pertanyaan serupa melintas, bagaimana mungkin seseorang bisa taat menjalani ritual agama sementara di saat yang sama dengan mudahnya melakukan pelanggaran nilai moral agamanya sendiri.

Ah, buku ini lumayan menguras pikiran juga loh :). Saya bertanya-tanya lalu apa yang mempengaruhi baik buruknya perilaku seseorang? Agama? Hati nurani? Logika? Atau malah mungkin semuanya? Entahlah.

Yang jelas ini buku bagus. Alih-alih menerka akhir cerita kepala saya justru penuh dengan berbagai pertanyaan yang berkelindan.

Serendipity

20640763
Judul: Serendipity
Penulis: Paramita Swasti Buwana, Merry Maeta Sari, Febby Elwenda
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tebal: 438

Kisah tentang empat sahabat yang terdiri dari: Elvara atau disingkat Ela, Kanaya alias Aya, Desta, dan Juno, satu-satunya lelaki di dalam kelompok itu. Ela, gadis keibuan yang berprofesi sebagai guru TK. Sedangkan Aya adalah gadis gaul yang modis dan baru saja bertunangan dengan Reval. Berbeda dengan ketiga kawan lainnya, Juno adalah cowok yang paling sering gonta-ganti pacar. Mungkin itu sebabnya dia mendapat julukan play boy dari ketiga sahabatnya.

Walaupun sudah bertunangan ternyata Naya menyimpan kekhawatiran menghadapi pernikahannya. Ia trauma melihat kegagalan rumah tangga orang tuanya. Desta sendiri naksir dengan cowok tampan yang tinggal di dekat rumahnya. Sementara Ela menaksir Mas Ipang, kakak sahabatnya, Desta.

Keempat sahabat itu sudah lama menjalin persahabatan sejak kuliah. Perkawanan mereka masih berlangsung setelah mereka menekuni dunia kerja. Namun waktu berkongkow bersama tidak lagi seintens dulu dikarenakan kesibukan masing-masing.

Kini, selain disibukkan dengan pekerjaan, masing-masing mereka pun membangun impian untuk segera menikah. Namun, untuk mewujudkan keingian itu tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak kendala yang mereka hadapi. Selain belum memiliki pasangan, ada juga yang diam-diam mencintai sahabatnya, bahkan ada yang trauma dengan pernikahan.

Serendipity seringkali dimaknai sebagai sebuah penemuan yang tidak disengaja. Di dalam novel ini barangkali lebih pas jika diartikan sebagai bertemu secara tidak sengaja dengan seseorang yang menjadi pasangan hidup kita. Ehem. Barangkali itu lah yang disebut dengan jodoh atau takdir? πŸ™‚

Well, sebelum penasaran silakan baca sendiri saja bukunya ya. Dan selamat menelusuri lika-liku kisah cnta dan pertemanan empat sahabat ini.

Sebelumnya terima kasih untuk penulis novel ini dan BBI yang telah memberikan saya kesempatan me-review novel Serendipity. Novel ini ber-khas remaja, walaupun mungkin diperuntukkan untuk wanita dewasa dengan gaya hidup kosmopolit. Buku yang ringan dan bisa Anda baca di sela-sela pekerjaan rutin di kantor atau untuk mengisi waktu luang Anda.

Gelombang

23252584
Judul: Gelombang
Penulis: Dewi Lestari
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Tebal: 474

“Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka.” (hal16)

Keping 43, mengisahkan seorang lelaki bernama Gio. Gio ditemani Paulo, rekan kerjanya kembali ke Taman Nasional Bahuaja-Sonene, untuk mencari Diva, kekasih Gio. Diva hilang di Rio Tambopata. Namun pencarian itu tidak menemukan hasil sehingga Paulo dan Gio kembali ke Cusco.

Cusco adalah markas kantor Paulo dan Gio. Mereka membuka kantor tur ekspedisi yang melayani permintaan ekspedisi bagi para petualang atau wisatawan yang ingin menjajal Amerika Selatan dengan cara lebih menantang, seperti: arung jeram, panjat tebing, trekking ke tempat-tempat yang tidak akan ditemui di paket wisata pada umumnya. Usaha ini lalu melebarkan sayap ke Peru. Gio sendiri memilih menetap di Amerika Selatan.

Pada saat Gio mulai berhasil menerima kenyataan hilangnya Diva, seorang lelaki muncul secara tiba-tiba mengetuk pintu apartemennya. Mereka pernah bertemu sebelumnya di Vallagrande. Saat itu lelaki yang belakangan diketahui bernama Amaru menjejalkan empat batu misterius ke tangannya. Amaru juga muncul dengan tiba-tiba di tengah kerumuman orang dan bicara tentang kehilangan seseorang yang dicintai sesaat sebelum sebelum Gio mendengar kabar Diva hilang. Seakan Amaru sudah mengetahui nasib Gio.

Kedatangan Amaru membuka jalan bagi Gio ke arah pencarian baru hilangnya Diva. Petunjuknya adalah empat batu bersimbol, yang mewakili empat orang, dan Gio adalah salah seorang dari mereka.

Keping 44, bercerita tentang tokoh yang bernama Alfa Sagala, lelaki batak yang terhantui mimpi seram sejak mengikuti ritual upacara gondang. Sejak saat itu pula Alfa diperebutkan oleh banyak orang sakti. Dari kampung Sianjur Mula-Mula, Alfa hijrah ke kota besar, Jakarta bersama Ayah, Ibu dan kedua kakaknya demi cita-cita sang Ayah untuk memberikan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik untuk anak dan keluarganya serta sekaligus menjauhkan Alfa dari orang-orang sakti tersebut.

Dari Jakarta Alfa kemudian menjadi migran illegal di Amerika Serikat. Tinggal di lingkungan kumuh sekaligus lokasi strategis bagi para gangster mencari korban para imigram illegal. Mereka tak segan merampok atau membunuh. Untungnya Alfa seorang yang pintar, otak encernya membuat pimpinan salah satu gangster mempercayakan adiknya untuk belajar bersama Alfa, dengan misi bisa menembus beasiswa universitas. Misi itu berhasil. Alfa bersama dua orang kawannya masuk ke universitas yang sama dengan beasiswa penuh.

Berkat kecemerlangan otaknya Alfa ditawari bekerja di sebuah bursa saham. Pimpinan perusahaan juga bersedia mengeluarkan biaya pengurusan ijin tinggal untuk Alfa. Satu-satunya alasan Alfa menerima tawaran bekerja di sana adalah karena ia bisa bekerja sampai malam. Ia menjauh dari keinginan berlama-lama tidur karena setiap tidurnya menjadi pertaruhan nyawa.

Namun sebuah peristiwa memaksa Alfa mencari tahu rahasia di balik mimpi yang menggangggu tidurnya. Alam mimpinya ternyata menyimpan rahasia besar yang harus ia pecahkan. Di lembah Yarlung, Tibet, perlahan jawaban atas rahasia itu mulai terkuak.

Di buku ini Dee banyak menuliskan pengetahuan tentang alam mimpi. Dikisahkan ketika Nicky akan mengobservasi polisomnogram (pola tidur) untuk mendeteksi masalah Alfa.

Mimpi, kata buku itu (hal 283), terutama yang kuat terjadi di tahap REM (Rapid Eye Movement). Mulanya NREM, lanjut REM. Di siklus pertama, REM umumnya singkat, hanya beberapa menit. Pada tahap REM manusia memiliki mekanisme lumpuh tidur. Mekanisme itu adalah perlindungan supaya tubuh kita tidak melakoni apa yang terjadi di dalam mimpi.

Saya dulu pernah membaca buku tentang mimpi, teorinya Freud kalau nggak salah, tapi udah lupa :).

Nah, di buku ini ada istilah teknik mimpi sadar. Teknik ini akan membuat diri kita bertahan lama di kondisi REM. (Halaman 303). Pertama, kamu harus punya objek yang kamu pegang untuk panduan di alam mimpi nanti. Objek itu harus sesuatu yang bisa kamu lihat dengan mudah, misalnya tanganmu. Sebelum tidur kamu harus melihat tanganmu terus menerus, serta tanamkan dalam pikiran bahwa kamu akan melihat kedua tanganmu dalam posisi yang sama dalam mimpi nanti. Jika kamu sudah tidur dan mulai mimpi, kamu akan ingat untuk melihat tanganmu, dan saat itu pula kamu akan ingat kalau kamu sedang mimpi. Tanganmu akan menjadi jangkar bagi batinmu untuk tidak hanyut dalam arus mimpi. Tanganmu menjadi pengingat. Begitu kamu berhasil mengingat, mimpi sadarmu dimulai. Kamu bermimpi, tapi kamu tahu bahwa itu cuma mimpi. Kekuatan menjadi berbalik. Kamu tidak lagi diseret. Kamu punya kendali.”

Apakah itu artinya kita punya kendali di alam mimpi? Tidak tepat seperti itu. Kata buku itu lagi, tidak ada yang bisa mengendalikan alam bawah sadar. Namun kamu bisa berdialog dengannya, meminta penjelasan. Biasanya akan dimunculkan figur mimpi atau penjelasan dalam bentuk lain.

“Kekuatan alam bawah sadar jauh lebih besar daripada yang bisa manusia bayangkan. Mimpi adalah jalan cepat untuk memasuki dan mengenalnya. ”

*
Saya nggak mengikuti serial Supernova ini. Hanya satu judul bukunya yang saya baca yaitu Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Agak nekad juga sih membaca buku ini tanpa membaca sekuel sebelumnya, terasa blank.. hehe.

Awalnya memang tak terasa kalau buku ini adalah lanjutan dari serial sebelumnya, namun begitu di halaman akhir tertera “Bersambung ke episode Intelegensi Embun Pagi”, saya baru tersadarkan walau kisah novel di buku ini seolah berdiri sendiri sebenarnya satu dengan lainnya saling berkaitan. Baik lah, mungkin saya memang harus menuntaskan serial Supernova sebelumnya sambil menunggu si Intelegensia terbit :).

Canting

download
Judul: Canting
Penulis: Arswendo Atmowiloto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 406

Canting adalah alat untuk mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis. Menurut sejarah, seni membatik berawal dari tanah Jawa. Kegiatan membatik memerlukan keterampilan yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan pada masa itu. Itulah sebabnya jaman dahulu kegiatan membatik adalah pekerjaan ekslusif bagi kaum perempuan. Namun sejak ditemukannya batik cap maka pekerjaan ini tidak hanya memberi ruang bagi kaum lelaki tetapi juga menggeser keberadaan batik tulis.

Arswendo, sang penulis dengan jeli melihat fenomena ini. Ia menuliskan kisah roman sebuah keluarga dengan menggali unsur budaya Jawa melalui canting.

Raden Ngabehi Sestrokusuma atau Pak Bei adalah seorang bangsawan Jawa pemilik pabrik batik yang diberi cap Canting. Istrinya adalah seorang bekas buruh batik. Bu Bei adalah gambaran wanita Jawa. Kebahagiannya adalah memberikan bekti yang tulus kepada suami.

Tuginem, nama asli Bu Bei, sejak ia kecil ia telah tinggal di rumah Ngabean bersama orang tuanya. Ia juga bisa membatik. Ketika Raden Ngabehi Sestrokusumo, putra sulung Ngabean meminangnya, ia masih berumur empat belas tahun. Priyayi. Ia akan menjadi seorang priyayi, yang akan mengangkat derajat orang tua, leluhur serta seluruh desa tempatnya berasal. Orang memanggilnya dengan Bu Bei, dan kelak ia akan bisa memilihkan nama yang bagus untuk anak-anaknya.

Tahun pertama lahirlah Wahyu, putra sulung kecintaan Bu Bei. Disusul kemudian dengan Lintang, Bayu, dan Ismaya. Pada masa itu Pak Bei dikabarkan memiliki selir. Dua tahun kemudian lahir Wening. Kelahiran Wening membuat sebuah perubahan, Pak Bei mulai kerasan di rumah. Sebelas tahun Wening menjadi bintang keluarga sebelum kemudian adiknya Subandini lahir. Kelahiran Subandini alias Ni memunculkan bermacam pertanyaan yang berkelindan di benak Pak Bei. Ni tumbuh menjadi gadis yang berbeda dengan kakak-kakaknya. Jiwanya mewarisi roh Pak Bei seutuhya, itulah yang diam-diam kemudian membuat Pak Bei sangat menyayangi putri bungsunya ini.

Keputusan Ni untuk mengurusi usaha pembatikan milik keluarga alih-alih mengikuti suaminya pindah ke Batam merupakan pukulan bagi sang Ibu. Ni ingin mengangkat keberadaan pabrik batik Canting yang perlahan tergeser oleh kemunculan pabrik batik printing. Ni ingin berbuat sesuatu untuk mbok Tuwuh, Pak Jimin, dan buruh-buruh batik lainnya yang telah bekerja keras selama ini sehingga ia dan keluarganya hidup terhormat. Sejak kecil Ni dekat dengan para buruh itu. Bagi Ni, mereka tidak hanya sekedar bekerja tetapi mereka mengabdi. Ni merasa bersalah kalau ia tidak peka, kalau ia mendiamkan saja.

Ni tak menyadari bahwa keputusannya untuk mengurusi batik adalah sesuatu hal yang sangat ditakuti oleh sang Ibu. Malam itu Bu Bei dilarikan ke rumah sakit karena tensi dan gula darahnya yang tinggi. Sepeninggal Bu Bei, Ni tetap pada niatnya semula, mengurusi pabrik batik agar para buruh memiliki pekerjaan yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaan bagi mereka.

Namun membangkitkan usaha batik tulis tidaklah semudah yang ia bayangkan, terutama menghadapi gempuran pasar dari batik printing yang harganya lebih murah. Ni nyaris putus asa, ketika akhirnya ia menyadari bahwa untuk bisa bertahan maka perusahaan batik miliknya harus melebur diri. Memuji keagungan masa lalu ataupun memusuhi pesaing bukanlah cara untuk bisa bertahan hidup.

Melalui para buruh batik Ni belajar tentang nilai-nilai hidup. Pengabdian, tidak menuntut pengakuan, dan kepasrahan adalah sikap mental yang diperlukan untuk tetap bisa menghadapi dunia dengan segala perubahannya.

“Dalam pasrah tak ada keterpaksaan. Dalam pasrah tidak ada penyalahan kepada lingkungan, pada orang lain, juga pada diri sendiri.” (halaman 283)

Vader’s little son

download
Judul: Darth Vader and Son
Penulis: Jeffrey Brown
Penerbit: Chronicle Books, San Fransisco
Tebal: –
Jenis: novel grafis (komik)

Ini adalah review lanjutan dari novel grafis pertama di sini. Bagaimana Darth Vader menangani Luke, anak laki-lakinya? Sama seperti perlakuan Ayah terhadap anak laki-laki mereka pada umumnya lah πŸ™‚

Luke belajar dengan cepat, sulit diatur dan penuh rasa ingin tahu membuat si Ayah seringkali tak berkutik. Walau kadang kewalahan menghadapi perilaku anak laki-lakinya namun Darth Vader memiliki kesabaran tanpa batas untuk putra kesayangannya. Dan sebagai Ayah, terbit juga rasa bangganya ketika suatu hari Luke memperoleh medali di sekolahnya :).

Gambar-gambar di buku ini menceritakan kisah sehari-hari yang umum ditemui dalam sebuah hubungan keluarga. Sisi romantisme hubungan Ayah dan anak terlukis dalam gambar ketika Luke tertidur di pelukan tangan si Ayah (wow, so sweet).Atau cerita ketika mereka bermain hide and seek dan tertawa bersama. Pokoknya, gambar-gambar di dalam buku ini sangat menyentuh hati. Dan di halaman terakhir novel grafis, Jeffrey Brown menggambarkan Luke kecil yang sedang memeluk kaki ayahnya sambil berucap, “I love you, Dad” dan sang Ayah yang berdiri canggung tanpa bisa menutupi perasaannya sendiri. πŸ™‚

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

13414402
Judul: Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 507

Kisah di dalam buku ini berlatar kota Pontianak. Sejujurnya saya baru tahu kalau Pontianak itu adalah nama hantu dalam bahasa Melayu. Konon menurut cerita, pendiri kota ini adalah pemuda perkasa keturunan raja-raja yang mengalahkan hantu Ponti. Maka, untuk merayakan kemenangan itu sang raja menamakan kota ini dengan nama musuhnya, yaitu Pontianak. Kota Pontianak adalah kota sungai, maka tak heran transportasi air sangat penting. Perahu bertenaga motor atau yang mereka sebut sepit menjadi kendaraan utama warga Pontianak. Namun keberadaan perahu sepit berangsur-angsur berkurang setelah adanya jembatan beton besar di kota Pontianak. Persaingan semakin sulit dengan munculnya perahu feri, musuh utama pengemudi perahu sepit.

Cerita bermula ketika Borno, anak laki-laki berusia 12 tahun meraung-raung di sudut rumah sakit ketika dokter menyimpulkan bahwa Ayah yang dikasihinya telah dinyatakan meninggal secara klinis. Sebelum tubuhnya benar-benar berhenti bekerja, Ayah Borno telah menyetujui untuk mendonorkan jantungnya untuk seorang pasien gagal jantung.

10 tahun kemudian Borno lulus dari SMA. Lelaki berhati lurus ini beberapa kali berganti pekerjaan, sebelum akhirnya memutuskan menjadi pengemudi sepit-(dan kelak menjadi pemilik bengkel) yang awalnya ia hindari karena pesan sang Ayah. Namun keluarga dan kawan-kawan Ayahnya meyakinkan bahwa hakikat sejati pesan sang Ayah adalah agar dirinya menjadi lebih baik. Maka, walaupun melanggar wasiat Ayah, Borno memutuskan menjadi pengemudi sepit dan berjanji akan menjadi orang baik, “setidaknya aku tidak akan mencuri, tidak akan berbohong, dan senantiasa bekerja keras-meski akhirnya hanya jadi pengemudi sepit. (halaman 54)

Dibawah bimbingan Pak Tua, Borno belajar mengemudikan sepit. Menjadi pengemudi sepit juga memberi jalan bagi Borno untuk berkenalan dengan seorang gadis peranakan Cina berwajah sendu yang meninggalkan sepucuk amplop berwarna merah. Surat yang ia kira berisi angpau, serupa yang diberikan gadis itu kepada semua pengemudi sepit di perayaan tahun baru Cina. Sepucuk surat itu kelak memberi jawaban atas semua pertanyaan yang menyeruak di kepala Borno tentang keputusan Mei, nama gadis itu untuk menjauh dari dirinya setelah kedekatan mereka.

Ada banyak tokoh di dalam cerita ini, selain tokoh utama Borno dan Mei. Andi, sahabat sejati, teman sepermainan sejak kecil, Pak Tua yang setia dengan kata-kata bijak dan petuah cinta untuk Borno dan Bang Togar, pemuda tinggi besar menyebalkan namun tidak ada yang mengalahkan ia mengenai kepedulian dan setia kawan.

Sebuah buku yang sarat dengan cinta, persahabatan dan kerja keras. Cinta yang dipenuhi dengan kesabaran dan penghormatan, pun ketika harus merelakan sang pujaan memilih untuk pergi menjauh dan kesadaran untuk menata hati yang patah.

β€œBoleh jadi ketika orang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi. Tapi kau masih memilik separuh hati yang tersisa, bukan? Maka jangan ikut merusaknya pula. Itulah yang kau punya sekarang. Satu-satunya yang paling berharga.” Hal. 479

Saya baru pertama kali membaca buku Tere Liye, dan bisa dibilang selama membaca buku ini saya seringkali tergoda untuk tersenyum dan tertawa membaca rangkaian kisah di dalam buku. Kisah getir kehidupan dan cinta sendu yang dikemas dengan warna ceria, selintas mengingatkan saya kepada gaya penulisan Andrea Hirata. Pintar benar mengaduk-aduk isi hati pembacanya :). Tampaknya, saya berminat untuk membeli buku Tere Liye lainnya. woahh.. hehe πŸ™‚

Vader’s little princess

15852522
Judul: Vader’s little princess
Penulis: Jeffrey Brown
Penerbit: Chronicle Books, San Fransisco
Tebal: –
Jenis: novel grafis (komik)

Siapa tak kenal Star Wars? Seri film epik yang terkenal sepanjang masa ini memang mampu menyihir penontonnya. Berkisah tentang kehidupan peradaban di galaksi yang sangat jauh di masa depan. Menyandingkan tema filsafat dan agama serta kecanggihan teknologi masa depan menjadikan film ini fenomena.

Tokoh utama dalam Star Wars yaitu keluarga Anakin Skywalker dan Padme Amidala. Anakin adalah Ksatria Jedi yang dilatih oleh Obi-Wan Kenobi. Ia menjadi pahlawan dalam serial film ini. Namun karena terlalu khawatir akan istrinya, Anakin beralih ke ‘Dark Side’ karena terbujuk rayuan dari Palpatine, pemimpin kegelapan yang menjanjikan keselamatan istrinya jika Anakin mau bergabung.

Dalam sebuah pertempuran dengan Obi Wan, Anakin terjatuh ke dalam lava. Agar Anakin dapat bertahan hidup maka organ-organ tubuhnya yang rusak digantikan dengan mesin. Sejak itu Anakin berganti nama menjadi Darth Vader.

Anakin tidak pernah mengetahui bahwa anak dan istrinya selamat. Padma Amidala, istri Anakin melahirkan si kembar, Luke Skywalker dan Princess Leia.

Di atas adalah sekilas cerita sekuel Star Wars. Nah, komik ini mengajak pembaca berandai-andai ketika Darth Vader harus mengasuh putrinya dari gadis mungil yang manis menjadi gadis remaja pemberontak. Sosok Darth Vader yang seram dan sadis mendadak hilang setiap kali bersama putri dan putranya. Ia akan menjelma menjadi Ayah yang sabar dan meladeni keinginan si putri.

Gambar dalam komik ini lucu, sisi-sisi manusiawi Darth Vader terlukis sempurna.

Salah satu nya ini, cerita ketika Vader menatap foto putri kecilnya yang manis sementara layar komputer di depan menampilkan putri Leia remaja yang sedang menembak. Dan si Ayah tampak tercenung mengeluh.

Atau ketika, Vader memprotes pakaian yang dikenakan sang putri. Dari semua gambar yang paling mengharu biru adalah gambar terakhir, ketika si putri kecil memeluk sang Ayah. Romantis :).

Walaupun berkesan candaan, namun komik ini memberikan pesan transparan, di balik sisi jahat manusia selalu ada hal-hal yang bisa menyentuh hatinya.

Jeffrey Brown, dikenal sebagai komikus untuk cerita-cerita autobiografi dan novel grafis bertema humor. Selain tentu saja ia pun penggemar Star Wars πŸ™‚