Drupadi


Judul: Drupadi
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2017
Tebal: 149

“…pengabdian yang sempurna adalah setia kepada peranan hidup kita, apapun peran yang kita mainkan.” (hal 78)

Drupadi adalah tokoh wanita dari kisah Mahabharata. Konon Drupadi diciptakan dari sekuntum bunga teratai yang sedang merekah. Itulah sebabnya ia memiliki kecantikan yang tiada terkira. Banyak ksatria dari seluruh penjuru yang memperebutkan dirinya. Hingga suatu hari, Drupada, ayah Drupadi menyelenggarakan sayembara untuk mencari pasangan bagi putrinya. Karna, seorang putra kusir berhasil memanah sasaran. Namun Drupadi menolak Karna karena tidak ingin bersuamikan seorang yang lebih rendah derajatnya.

Arjuna, ksatria Pandawa yang saat itu menyamar sebagai brahmana berhasil memenangkan sayembara. Namun Arjuna menolak menikahi Drupadi, sebaliknya ia mempersembahkan Drupadi untuk kakaknya, Yudhistira. Yudhistira yang tidak mengikuti pertandingan menolak permintaan Arjuna dan memberikan Drupadi untuk saudara pandawa lainnya. Namun mereka semua menolak. Dewi Kunti, ibu ksatria Pandawa akhirnya memutuskan untuk menikahkan Drupadi dengan kelima putranya, yaitu Yudhistira, Arjuna, Bima, Nakula, dan Sadewa. Arjuna adalah ksatria Pandawa yang paling dicintai oleh Drupadi.

Drupadi bersama kelima suaminya tinggal di dalam istana Indraprastha yang mewah. Saudara Pandawa lainnya, Kurawa, yaitu Duryodana merasa iri dengan keberuntungan Yudhistira. Akhirnya dibuatlah sebuah rencana yang mengakibatkan Yudhistira tidak hanya kehilangan harta, istana, dan kerajaannya namun juga saudara-saudara Pandawa lainnya beserta Drupadi. Pandawa mengalami kejatuhan, kehilangan kehormatan dan kemerdekaan mereka sebagai manusia. Istri mereka, Drupadi dihinakan oleh Kurawa. Terhina, terlunta-lunta dan terusir adalah derita yang harus ditanggung Drupadi di dalam masa pengasingan bersama kelima suaminya. Namun Drupadi tak tinggal diam. Ia melakukan perlawanan melalui kata-kata, doa, dan mantra yang pada akhirnya membawa kemenangan bagi Pandawa.

Ulasan
Drupadi, menggambarkan sosok wanita cerdas, yang dengan kekuatan dan kelembutannya mampu memberi perlawanan atas penghinaan yang dilakukan Kurawa. Sepanjang hidupnya Drupadi ingin memanusia (hal 128). Kisah Drupadi dalam buku ini juga menggambarkan bentuk pengabdian Drupadi kepada hidup yang dilakoninya. Perannya sebagai istri dari lima ksatria Pandawa membawa Drupadi kepada kebahagiaan dan kesengsaraan yang tidak terperi. Namun demikian ia tetap bersetia kepada takdir yang telah menentukan jalan kehidupannya.

“Maka hidup di dunia bukan hanya soal kita menjadi baik atau menjadi buruk, tapi soal bagaimana kita bersikap kepada kebaikan dan keburukan itu.”

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*