Berapa Luas Tanah yang Dibutuhkan Seorang Manusia?

Judul: Berapa Luas Tanah yang Dibutuhkan Seorang Manusia?

Penulis: Leo Tolstoy

Penerbit: Kakatua

Cetakan ke: 3, Februari 2026

Tebal: 134

Keinginan yang tidak pernah puas dapat membuat seseorang kehilangan hal yang paling bermakna, yaitu hidup itu sendiri.

Berapa Luas Tanah yang Dibutuhkan Seorang Manusia berisi kumpulan cerita terbaik Tolstoy. Walaupun ditulis lebih dari satu abad yang lalu, namun kisah-kisah di dalam buku masih terasa sangat dekat dengan kehidupan modern saat ini.

Cerita utama bercerita tentang seorang petani bernama Pahom. Pahom meyakini bahwa hidupnya akan lebih bahagia jika ia memiliki tanah sendiri. Ia pun berhasil membeli sebidang tanah. Namun bukannya merasa puas, ia justru menginginkan tanah yang lebih luas lagi. Keinginannya memiliki tanah terus bertambah. Suatu hari ia mendengar tentang suku Baskhir yang menawarkan kesempatan untuk memperoleh tanah. Syaratnya, ia cukup keliling dengan berjalan kaki dalam satu hari dan memberi tanda pada tanah yang ia inginkan dan kembali ke tempat awal sebelum matahari terbenam. Namun, jika ia tak kembali tepat waktu maka ia kehilangan semua uangnya.

Tergiur oleh syarat yang mudah untuk mendapat tanah seluas mungkin, Pahom pun berjalan semakin jauh. Setiap kali ia ingin kembali, ia menemukan area tanah yang subur sehingga ia memperluas rute perjalanannya. Pahom berjalan semakin jauh, dan menjelang senja ia menyadari bahwa ia hampir tidak mungkin kembali tepat waktu. Ia pun berlari sekuat tenaga menuju titik awal. Pahom berhasil mencapai garis akhir tepat saat matahari terbenam. Namun ia roboh dan meninggal dunia karena kelelahan. Pelayannya menggali kuburan sepanjang sekitar dua meter untuk menguburkan Pahom.

Sepanjang hidupnya Pahom mengejar ribuan hektare tanah, tetapi di akhir hidupnya ia hanya membutuhkan sebidang kecil tanah untuk pemakamannya.

Kisah Pahom mengingatkan kita bahwa keserakahan tidak mengenal batas. Kita selalu ingin memiliki lebih banyak dan lupa memiliki kemampuan untuk merasa cukup. Kita berperilaku seolah akan hidup selamanya, padahal hidup manusia di dunia terbatas. Kita berambisi untuk memperoleh segalanya dan lupa bahwa ambisi yang tidak terkendali bisa menghancurkan diri kita sendiri.

Di kehidupan modern, kisah-kisah dalam buku ini dapat kita lihat dalam perilaku manusia ketika mengejar kekayaan tanpa batas, investasi yang terus bertambah, jabatan yang lebih tinggi, pengikut (follower) di media sosial atau pencapaian yang tidak pernah dianggap cukup.

Tolstoy dalam bukunya Berapa Luas Tanah yang Dibutuhkan Manusia mengingatkan manusia bahwa bukanlah berapa banyak yang bisa saya miliki, tetapi berapa banyak yang sebenarnya saya butuhkan untuk hidup yang bermakna?

This entry was posted in Klasik dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.