Dramaturgi Dovima

Dramaturgi Dovima
Judul: Dramaturgi Dovima
Penulis: Faris Rachman-Hussain
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 230

Sebelumnya, terima kasih banyak ya mbak Yudith dari PT. Gramedia Pustaka untuk buntelan bukunya, juga mas Dion dari BBI :). Pada sampul belakang buku tertera label Metropop. Terus terang saya jarang atau bahkan bisa dibilang sekali dua membaca novel metro pop. Bahkan baru kali ini tahu ada genre metro pop. Wah, ketinggalan sekali ya? hehe. Baiklah, saya langsung buatkan reviewnya saja ya.

Dovima adalah putri tunggal wartawan senior Seruni di sebuah majalah terkemuka. Lahir sebagai putri yang tidak diinginkan kehadirannya oleh sang Ibu, Dovima tumbuh menjadi anak penyendiri dan keras hati. Sang Ibu, Seruni yang mencintai pekerjaannya lebih dari apapun saat itu tak mampu membantah keinginan suami yang dicintainya untuk memiliki anak. Walaupun kemudian pernikahan Seruni dengan Gandhi Wirasetja berakhir di tengah jalan.

Dovima menghabiskan masa kecilnya di New York bersama Ibu yang bekerja sebagai kolumnis Time Asia. Hari-hari bersama Ibu adalah kenangan yang menyesakkan dan tidak ingin diingatnya. Meninggalkan Ibunya, Dovima melanjutkan kuliah di Universitas Padjajaran Fakultas Komunikasi Jurusan Jurnalistik. Lulus dari sana Dovima diterima sebagai calon reporter di tempat Ibunya dahulu bekerja, Majalah Kala. Tak lama ia bekerja, Ibunya kembali ke Indonesia untuk mengabarkan bahwa dirinya menderita sakit alzheimer. Sejak saat itu sang Ibu memutuskan untuk menetap tinggal di Indonesia, di rumah mereka dahulu.

Dalam sebuah liputan konferensi pers Nagri PLC, Dovima yang bertugas sebagai reporter tanpa sengaja mengumbar informasi off the record dari majalahnya disebabkan kekesalannya menghadapi pengusaha muda, Kafka. Karena itu sebagai hukuman Dovima kemudian dipindahkan ke desk gaya hidup. Menjadi reporter desk gaya hidup adalah hal yang paling tidak disukainya. Ia menganggap reporter desk gaya hidup hanyalah pencinta kesenangan dengan orientasi dan pemujaan total terhadap kehidupan hedonis yang kosong (halaman 42).

Namun tanpa disangka, tugas singkatnya di sana justru menjadi perekat hubungannya dengan pengusaha muda, Kafka yang semula dibencinya. Di tempat lain, Madji, orang nomor dua di majalah itu, diam-diam menyukai Dovima, gadis cerdas, cantik sekaligus aneh. Lepas dari hukuman Dovima kembali bertugas di desk ekonomi. Tugas peliputan Dovima berikutnya mempertemukan ia dengan Ayah kandungnya. Bukan tanpa sebab ketika ia akhirnya memilih pergi dan mundur dari perkara korupsi yang melibatkan kekasihnya, Kafka serta Ayah kandungnya.

**
Novel ini berkisah tentang kaum urban dan kehidupan hedonis mereka. Tidak ringan tapi tidak berat juga. Penggambaran untuk kasus-kasus korupsi yang dikisahkan cukup detil dan menarik. Novel yang bisa dijadikan pilihan untuk menemani Anda yang ingin melepaskan kepenatan dari rutinitas kerja. Bisa dibaca di angkutan publik atau di jam istirahat kantor. Barangkali yang membuat buku ini berbeda dengan novel sejenisnya adalah pilihan kosa katanya lebih kaya.

Pramoedya Ananta Toer

Kutipan-kutipan Pramoedya yang saya suka. Sebagian besar dikutip dari buku Bumi Manusia.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

“Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya.”

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”

“Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.”

“Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini.”

“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya

“Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas.”

“Kau terpelajar, cobalah bersetia pada katahati.”

“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.”

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.” ~ Bumi Manusia, halaman 59

Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya

18000754
Judul: Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
Penulis: Dewi Kharisma Michellia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 236

“.. tentang air yang harus menjadi ricik dan cakrawala yang harus menebas jarak agar dapat mencintai…” (halaman 127)

Ia dan pria itu akhirnya sering bertemu. Di bawah tempias hujan dan sajak puisi Sapardi Djoko Damono yang dibacakan oleh sang pria, si tokoh utama dalam buku ini, seorang wanita paruh baya, menyadari bahwa dirinya mulai menyukai si lelaki seniman dihadapannya.

Novel ini berkisah tentang surat-surat panjang yang dikirimkan oleh si wanita untuk seorang sahabat istimewa di masa kecilnya, laki-laki yang ia pilih sejak pertama kali mereka bertemu. Surat-surat itu ditulisnya setelah ia menerima undangan pernikahan si lelaki. Si wanita pun dengan gamblang mengungkapkan perasaannya atas pernikahan sahabatnya itu.
“Berpuluh tahun lamanya, bahkan sejak kali pertama bertemu, aku telah memilihmu dalam setiap doaku. Sesuatu yang tak pernah kau ketahui bahkan hingga hari ini. Dan bila kau suruh aku pergi begitu saja, di usiaku yang lebih dari empat puluh ini, aku mungkin telah terlambat untuk mencari penggantimu.” (halaman 19)

Untuk menenangkan hati, si wanita kemudian memutuskan untuk cuti dan menapak tilas masa kecilnya di Bali. Di kampung halaman Ayah yang dicintainya, ia melepaskan rindu pada segala kenangan getir masa kecil. Walau ia tak memercayai adanya kehidupan setelah kematian namun ia meyakini bahwa bekas-bekas kehidupan ayahnya telah menyatu dengan lautan. Ia dapat menemukan ayahnya di pantai manapun.

Kembali ke Jakarta ia kemudian dijodohkan oleh seorang kawannya. Laki-laki yang kemudian mengisi hari-harinya, laki-laki yang melafalkan puisi Sajak Kecil tentang Cinta karya Sapardi di bawah rintik hujan.

Walaupun sinopsis dan mungkin review di atas sedikit seperti sebuah kisah roman yang mendayu-dayu, sebenarnya isi novel ini jauh dari percintaan yang serupa itu. Sejujurnya saya membeli novel ini karena nama penulisnya. Saya memang tidak mengenal Dewi secara mendalam, tapi kami beberapa kali pernah saling berkomentar di sosial media facebook. Bagi saya Dewi adalah perempuan yang berbeda dari kebanyakan perempuan lain seusianya. Saya mengagumi pemikirannya. Dan iya, saya berharap banyak dari novel yang ia tulis. Seperti perkiraan saya, saya yakin ini bukan sekedar novel roman biasa. Tebakan saya tidak jauh meleset :).

Saya suka adegan di Surat ke-14. Bermain-main apakah hanya untuk anak-anak? Banyak orang dewasa salah mengartikan makna kedewasaan. Seperti Exupery bilang, orang dewasa seringkali membosankan. Mereka merasa harus selalu serius, dan keseriusan dimaknai oleh parameter yang mereka bikin sendiri. Ada kalanya dalam hidup kita tidak memerlukan penjelasan apa-apa, cukup merasakan dengan hati, dan itu digambarkan oleh Dewi dalam kekonyolan dan kegilaan yang dilakukan oleh kedua tokoh di atas.

Walau novel ini sedikit muram dan bahkan pedar, mengingat kesepian dan keterasingan yang dimiliki si tokoh. Namun saya memandang kesunyian itu sebagai akibat dari pemikiran si tokoh yang tidak bisa diam.

Secara keseluruhan saya betah membaca novel ini. Saya salut dengan cara Dewi mengumpulkan data dan mengolahnya dengan apik, detil sekali. Keren, Dew 🙂

Ditunggu karya-karya selanjutnya 😉

Pride and Prejudice

Screenshot_2013-06-26-16-04-58
Judul: Pride and Prejudice
Penulis: Jane Austen
Penerjemah: Berliani Mantili Nugrahani
Penerbit: Qanita – Mizan
Tebal: 421 (versi ebook)

“Seorang filsuf sejati akan menghibur diri dengan memanfaatkan apa pun yang tersedia.” – halaman 260

Elizabeth Bennet adalah anak kedua dari lima anak perempuan keluarga Bennet, seorang bangsawan miskin di Meryton, England. Kekayaan Ayah Elizabeth, Mr. Bennet, nyaris sepenuhnya tergantung pada tanah warisan senilai dua ribu setahun. Namun tanah itu menjadi hak waris seorang saudara jauh laki-laki. Hal ini merisaukan Ibu mereka, karena jika Ayah mereka meninggal maka Ibu dan anak itu akan kehilangan tempat tinggal dan pendapatan.

Kakak Elizabeth, Jane, mempunyai pribadi hangat dan cenderung menutup diri. Ia tidak pernah menampakkan perasaan yang sesungguhnya dihadapan banyak orang. Namun Jane dan Elizabeth memiliki sifat ceria, santun, dan berwawasan. Berbeda dengan ketiga adik mereka yang sedikit liar, dan lebih mengutamakan kecantikan.

Ibu mereka adalah wanita dengan pemahaman sekadarnya, berpengetahuan sempit, dan bertemperamen angin-anginan. Ketika keinginannya tidak terpenuhi, dia akan merasa gelisah. Tujuan hidupnya adalah menikahkan anak-anak perempuannya; kesenangannya adalah bertamu dan bergunjing. (halaman 14). Sementara Mr. Bennet, sang Ayah, memiliki sifat acuh tak acuh, memiliki humor sinis terutama kesukaannya mengolok-olok istrinya di depan putri-putri mereka. Ia mencintai pedesaan dan buku. Keduanya adalah sumber utama kesenangannya, terlebih setelah ia merasa kecewa terhadap pernikahannya. Mrs. Bennet adalah wanita cantik yang kemudaan dan keceriaannya menarik hati Mr. Bennet. Sayang, kebebalan dan kepicikan wanita itu menghilangkan kasih sayang sejati di usia pernikahan mereka yang dini. Rasa hormat, kekaguman, dan kepercayaan pun lenyap untuk selamanya, dan seluruh pandangannya akan kebahagiaan rumah tangga pun turut melayang. (hal 260).

Suatu hari, sebuah keluarga bangsawan kaya menyewa rumah di dekat tempat tinggal mereka. Mr. Bingley diterima baik oleh masyarakat setempat. Sebaliknya, rekan Mr. Bingley, yaitu Mr. Darcy agak kurang disukai oleh karena sifatnya yang angkuh dan memandang rendah kepada keluarga Elizabeth. Pada sebuah pesta, kedekatan Jane dengan Mr. Bingley kemudian berkembang menjadi isu bahwa mereka akan bertunangan. Sayangnya, pertunangan itu gagal.

Kelak diketahui batalnya pertunangan Jane dan Mr. Bingley tidak luput dari pengaruh yang dilancarkan Mr. Darcy kepada Mr. Bingley. Mengetahui hal ini memercikkan kebencian kepada diri Elizabeth terhadap Darcy, pria yang diam-diam ternyata menyimpan rasa cinta untuknya. Sementara itu, Elizabeth berkenalan dengan Wickham, pemuda putra dari pelayan Ayah Mr. Darcy yang sudah dianggap seperti anak sendiri. Namun rupanya Wickham tidak menyukai Darcy dan ia menyebarkan kabar bohong yang membuat Elizabeth semakin tidak menyukai Darcy.

Sementara itu adik Elizabeth, Kitty dan Lydia masih dengan kegemaran mereka mengejar prajurit-prajurit yang ditugaskan di Meryton. Elizabeth merasa kesal atas perilaku adik-adik dan Ibunya. Namun ia tak mampu berbuat banyak.

Adegan cerita berganti kepada kedatangan Mr. Collins, pewaris tanah milik Ayah Elizabeth. Setelah gagal melamar Elizabeth ia mengalihkan lamarannya kepada rekan baik Elizabeth, yaitu Charlotte. Mereka menikah dan pindah ke Rosing Park, di daerah dekat kediaman bibi Mr. Darcy tinggal. Elizabeth suatu waktu ke Rosing Park untuk menemui sahabatnya, Charlotte. Di sana ia kemudian bertemu Darcy kembali. Pada saat itu Darcy mengungkapkan perasaannya dan bermaksud melamar Elizabeth, yang ditolak oleh Elizabeth, karena ia membenci Darcy. Sebaliknya, Elizabeth meminta penjelasan Darcy atas gagalnya pertunangan Jane dengan Bingley serta perbuatan jahatnya terhadap Wickham. Menurut Darcy, Jane adalah gadis yang ramah. Namun keseluruhan sikap Jane tidak menunjukkan bahwa ia menyukai Mr. Bingley. Selain itu, perilaku Ibu Elizabeth yang berharap Mr. Bingley menikahi anak perempuannya demi meningkatkan status sosial keluarga itu membuat Darcy risih sehingga ia terpaksa mempengaruhi sahabatnya untuk membatalkan niatnya melamar Jane. Elizabeth merasa malu mendengar penjelasan Darcy. Namun ia tak menampik kebenaran atas pengakuan Mr. Darcy megenai Ibu dan adik-adiknya. Dan mengenai Wickham, Elizabeth tidak mau mempercayai omongan Darcy begitu saja walaupun beberapa pengamatan membuktikan bahwa Darcy tidak berbohong.

Beberapa bulan kemudian ketika Elizabeth bersama paman dan bibinya pergi ke Derbyshire, mereka mengunjungi Pemberly, rumah kediaman Darcy. Elizabeth awalnya tidak menyetujui rencana itu namun berbalik ketika mengetahui Darcy sedang berada di luar kota. Namun tak disangka, ketika mereka keluar dari rumah, Darcy melihat kedatangan mereka. Keduanya merasa canggung, namun sikap Darcy yang baik dan penuh perhatian kepada paman dan bibinya menyentuh hatinya.

Bagaimana akhir cerita ini? Barangkali mudah ditebak bahwa Elizabeth menerima lamaran yang diajukan Darcy kembali. Dan Jane serta Bingley akhirnya menikah.

Jane Austen si penulis buku ini menceritakan kehidupan masyarakat Eropa di sekitaran tahun 1813. Saat itu banyak masyarakat memiliki pola jalan instan demi meningkatkan status sosial mereka. Kebodohan dan sempitnya cara berpikir membuat mereka tak lagi segan melakukan keculasan. Kaum wanita bertingkah liar, memamerkan kegenitan dan kecantikannya untuk memikat lelaki kaya. Para lelaki mendekati perempuan kaya untuk mengeruk harta mereka.

Membaca buku ini melemparkan saya kepada kenyataan yang sedang terjadi di negeri tercinta ini. Setiap saat saya membacai berita gadis-gadis muda, cantik, dan ceria yang memasrahkan tubuh mereka ke pelukan laki-laki kaya demi meningkatkan status sosial mereka di masyarakat atau demi beberapa rupiah.

Apakah negeri ini sedang bergerak ke masa kegelapan?
Semoga tidak.

The Kreutzer Sonata

images
Judul: The Kreutzer Sonata
Penulis: Leo Tolstoy
Penerjemah: Ermelinda
Penerbit: Selasar
Tebal: 200

Betul kata Melisa, blog resensi bukunya bisa dilihat di sini, tuntas membaca buku The Kreutzer mendadak kehilangan minat untuk meresensi karya Leo Tolstoy yang satu ini. Tapi karena saya sudah berjanji kepada diri sendiri maka saya coba membuat reviewnya.

Pozdynsev, -nama tokoh utama- dan kakak lelakinya adalah pemuda yang lugu. Ketertarikan seksual kepada lawan jenis adalah hal yang cukup mengganggu bagi anak-anak muda seusia itu. Pada suatu sore usai kumpul sambil bermain kartu dan minum vodka, salah satu kawan kakaknya mengajak mereka ke tempat-tempat tertentu. Seperti anak lelaki muda lainnya, ia mengikuti tanpa memahami apa yang ia lakukan. Kegiatan itu kemudian menjadi hal yang biasa, karena tak ada orang dewasa disekelilingnya yang menyalahkan apa yang ia lakukan. Sebaliknya, masyarakat lingkungan ia berada menganggap hal itu sebagai kebaikan jasmani yang sah atau pengalihan yang alami secara menyeluruh bagi seorang anak muda yang bukan hanya bisa dimaafkan, tapi bahkan tak bersalah. Pozdnysev semakin jatuh karena ketidaktahuannya.

Sampai suatu ketika ia menyadari bahwa hubungannya dengan para wanita telah rusak selamanya. Ia memutuskan untuk berhenti.

“Jadi seorang pria yang telah berhubungan dengan beberapa wanita demi kesenangan bukan lagi orang normal, tapi orang yang rusak selamanya.” (halaman 132)

“Seorang pezina bisa saja menahan diri, berjuang mengendalikan diri, tapi hubungannya dengan wanita tak pernah lagi sederhana, murni, jernih, seperti hubungan saudara lelaki dengan saudara perempuan.” (halaman 132)

Pozdynsev kemudian menikah. Namun pengalaman masa lalunya memberi ia cara pandang yang berbeda mengenai perkawinan. Walaupun sepanjang perkawinan mereka, Pozdynsev tidak pernah berseligkuh, namun ia memiliki bayangan kecemburuan sendiri yang berlebihan.

Buku ini berkisah tentang pengakuan seorang laki-laki yang karena kecemburuannya membunuh istrinya sendiri.

Tolstoy memang penulis yang piawai. Pembaca bisa larut dalam kebencian terhadap si tokoh utama yang pandangannya mengenai perkawinan sangat vulgar. Agak khawatir juga menuliskannya di sini :). Namun inti cerita ini seperti disinggung di bagian kata pengantar, Tolstoy menuliskan cerita ini berdasarkan pengalaman ia dan istrinya untuk menciptakan ‘gugatan’ terhadap perkawinan yang menyakitkan hati.

Tolstoy menggambarkan bahwa pernikahan kemudian bisa membuat masing-masing pasangan merasa terjebak. Jika situasi itu tidak disadari dan dipahami maka mereka akan saling membenci.

“tapi cinta dan kebencian ini hanya dua sisi mata uang yang sama, perasaan hewani yang sama.” (halaman 105)

“Hidup seperti itu akan tak tertahankan kalau kita saling memahami situasinya. Tapi kami tak memahaminya, bahkan tak menyadarinya. Itu keselamatan sekaligus hukuman terhadap manusia yang ketika menjalani hidup tak beraturan, mereka akan membungkus diri dalam selimut kabut sehingga tak bisa melihat buruknya situasi.” (halaman 105).

Walaupun memang membaca buku ini menimbulkan kesebalan luar biasa kepada si tokoh utama, bahkan membuat mual di bagian akhir, tapi saya mengakui bahwa dalam banyak hal buku ini kaya dengan pemikiran yang realistik.

Misi Apollo 13

Misi Apollo 13m
Judul: Misi Apollo 13
Penulis: Donald B. Lemke
Ilustrasi: Keith Tucker
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 27

Misi Apollo 13 ini adalah buku komik berwarna. Berkisah tentang bencana-bencana besar yang pernah terjadi. Selain bencana misi Apollo 13, ada juga Pandemik Flu di tahun 1918 serta Gempa Bumi Besar dan Kebakaran Hebat San Fransisco.

Kisah pertama mengenai misi Apollo 13, yang diluncurkan pada tanggal 11 April 1970, setahun setelah NASA berhasil mendaratkan awak Apollo 11 di bulan disusul dengan Apollo 12 yang juga berhasil melakukan hal yang sama empat bulan setelah keberhasilan Apollo 11.

Sebagai pemimpin awak dalam modul perintah Odyssey dari Apollo 13 ini adalah komandan Jim Lovell. Sebelum sampai ke bulan, awak Apollo 13 mendapati masalah adanya kebocoran oksigen di kabin pesawat. Para tim di bumi berupaya memikirkan langkah penyelamatan untuk membawa pulang para astronaut. Pusat kendali misi memerintahkan awak pesawat untuk mematikan modul perintah Odyssey dan pindah ke modul bulan Aquarius. Para awak akan menggunakan Aquarius sebagai semacam perahu penyelamat. Cadangan oksigen dan tenanganya yang cukup akan membuat mereka tetap hidup. Para astronaut harus berhemat, karena itu mereka menjaga agar air, oksigen, dan tenaga pesawat itu cukup. Namun dengan menurunnya tenaga Odyssey, suhu di dalam pesawat turun drastis 58 derajat. Astronaut harus mempercepat pesawat untuk pulang sebelum tenaganya habis. Sementara itu karbondioksida yang berasal dari napas para astronaut telah memenuhi seisi Aquarius. Dengan cepat, pesawat akan berisi racun. Tim di Pusat Kendali Misi menemukan suatu cara untuk menggunakan jaringan Odyssey dalam aquarius sehingga tingkat karbondioksida menurun. Dengan demikian mereka bisa melakukan kegiatan untuk tetap merasa hangat. Suhu di dalam pesawat turun sampai 38 derajat.

17 April pukul 12.07, setelah melakukan perjalanan pulang yang panjang dan mendebarkan, modul perintah Odyssey mendarat di Samudra Pasifik. Misi Apollo 13 dikenal dengan kegagalan yang berhasil. Gagal mendarat di bulan, tapi mereka berhasil membawa kembali pesawat yang rusak beserta awaknya kembali ke bumi.

Selanjutnya, NASA memperbaiki masalah yang ditemukan pada Apollo 13 dan menyelesaikan empat misi lagi ke bulan.

Kisah kedua adalah mengenai ancaman penyakit yang mematikan, menyebar di kalangan tentara yang saat itu sedang bertempur dalam Perang Dunia I (1914-1918). Penyakit ini kemudian menyebar di seluruh Eropa, Afrika, Asia, Pasifik Selatan dan Amerika Utara dan Selatan. Penyakit ini awalnya merupakan endemi tapi kemudian menjadi pandemik di seluruh dunia. Para ilmuwan dan dokter berusaha mencari penyebab serta penanggulangan penyakit yang akhirnya mematikan ini, namun belum berhasil. Banyak penderita meninggal karena flu itu kemudian berkembang menjadi radang paru-paru. Sekolah, pasar, dan tempat-tempat berkumpulnya orang banyak ditutup karena penyebaran flu tersebut. Di akhir musim gugur tahun 1918, dokter di seluruh dunia melaporkan berkurangnya kasus penyakit flu tersebut. Bulan November bertepatan dengan berakhirnya Perang Dunia I, flu yang mematikan itu tampaknya menghilang.

Kasus flu terakhir yang ditangani adalah pada akhir tahun 1919. Sampai saat ini para ilmwan belum berhasil mengungkapkan virus yang menyebabkan flu 1918 tersebut. Mereka baru sampai pada tahap pengertian mengapa penyebaran flu itu mematikan.

Bencana berikutnya adalah yang terjadi di San Fransisco. Dulu, San Fransisco merupakan sebuah pelabuhan kecil dengan penduduk kurang dari 1.000 orang. Namun penemuan emas di dekat pelabuhan itu mengubah sejarah kota ini. San Fransisco kemudian tumbuh menjadi kota yang gemerlap dengan 50.000 penduduk. San Fransisco tumbuh menjadi kota terbesar di bagian barat Sungai Mississippi.

Dari tahun 1849 sampai 1851, enam kebakaran besar melanda San Fransisco. Disusul oleh kebakaran di tahun-tahun berikutnya. Namun setiap kali terbakar penduduknya akan membangun kembali kota mereka. Kota ini terletak di sepanjang San Andreas Fault (Patahan San Andreas) maka beberapa kali gempa dengan skala kecil maupun besar melanda kota ini. Yang terbesar gempa bumi dan kebakaran hebat yang terjadi di tahun 1906. Dengan sekitar 250.000 penduduk, mereka membangun kembali kota itu dibantu oleh para pemimpin kota dan negara, karena San Fransisco merupakan pusat bisnis yang penting. Tahun 1915 pembangunan kembali kota telah selesai. San FRansisco muncul dengan wajah barunya. Kota itu juga kemudian menjadi tuan rumah pameran tingkat dunia bernama Panama Pacific International Exposition. San Fransisco tumbuh menjadi kota berkelas di dunia. Beberapa kali gempa kecil dan besar pernah mampir kembali di kota ini, namun tidak sedahsyat di tahun 1906.

Pesan moral dari buku ini adalah barangkali mengingatkan kita bahwa bencana bisa datang kapan saja dan dimanapun. Dan dibutuhkan perjuangan, semangat serta penyatuan tenaga dan pikiran bersama untuk menghadapi ketika bencana itu datang menimpa, karena bukankah Tuhan menjanjikan bahwa harapan itu selalu ada?

Jalan Menikung

images
Judul: Jalan Menikung
Penulis: Umar Kayam
Penerbit: PT Pustaka Utama Gravity
Tebal: 184

“Merantau itu pergi jauh. Kadang-Kadang jauh, jauh sekali. Kadang-Kadang rasanya sewaktu-waktu akan dapat kembali. Rasanya. Padahal jalan yang telah dilalui dan akan ditempuh begitu banyak menikung. Kita akan terus merantau. Bagaimanapun, jalan akan terus menikung…”

Konon, Jalan Menikung ini adalah sambungan dari buku Para Priyayi yang bercerita tentang keluarga besar Sastrodarsono dari Wanagalih. Di buku ini kisah keluarga Sastrodarsono berlanjut dengan kehidupan Harimurti dan Sulistianingsih bersama putra tunggal mereka, Eko yang belajar di Sunnybrook College, Connecticut, Amerika Serikat.

Suatu saat Harimurti mendapat undangan makan siang dari bos-nya. Mesipun terasa aneh, toh Harimurti datang memenuhi ajakan itu. Seperti telah diduga, ternyata pemimpin perusahaan tempat nya bekerja meminta kesukarelaan Harimurti untuk keluar dari pekerjaannya. Alasannya, ia tidak bersih diri alias pernah terlibat G30S/PKI. Harimurti tak mengerti mengapa kasusnya bertahun-tahun lampau masih dipermasalahkan. Padahal telah bertahun-tahun lamanya ia dibebaskan dari penjara.

“Begitu lengketkah praduga manusia sampai sekian lama?” (halaman 110)
“… tapi rupanya manusia hidup terus menggendong sentimennya.” (halaman 110)

Harimurti teringat putra nya, Eko, yang sebentar lagi selesai kuliahnya dan bercita-cita untuk pulang dan mengabdi untuk negerinya. Cita-cita luhur. Namun peristiwa yang menimpa diri nya membuat ia harus menghalangi niat Eko untuk pulang ke tanah air. Eko kemudian bekerja dan bahkan menikahi wanita Amerika berkebangsaan Yahudi.

Harimurti dan Sulistianingsih digambarkan sebagai pasangan sederhana dan masih menggenggam budaya leluhur. Namun demikian mereka adalah sosok yang bisa menerima perbedaan. Sebaliknya dengan Tommy dan Jeannete, saudara ipar Harimurti. Penampilan mereka yang mewah dan kekinian tidak diimbangi dengan cara berpikir yang terbuka. Perbedaan ras menjadi salah satu penolakan Tommy menikahkan putrinya dengan Boy, putra Cina dari mitra bisnisnya.

Kisah di buku ini sedikit banyak ingin menyentil bagaimana terkadang kita sendiri masih berpikiran rasis. Dan diskriminasi di belahan dunia mana pun masih saja ada.

Cosmos

cosmos-234x300

Lestarinya Kenangan

Sekarang nasib langit dan bumi sudah ditetapkan,
Parit dan saluran sudah mendapatkan alirannya yang benar,
Tepian Tigris dan Eufrat sudah mendapatkan bentuknya,
Apa lagi yang akan kita lakukan?
Apa lagi yang akan kita ciptakan?
Ah Anuki, dewa langit yang Agung, apa lagi yang akan kita lakukan?
~~Cerita Assyria tentang penciptaan manusia, 800 SM-Kosmos, Carl Sagan~~

Apakah manusia sungguh sendiri di alam semesta ini?

Yang menarik di bab ini adalah ketika Sagan memberikan ilustrasi sederhana bagaimana kita, manusia, yang tinggal dalam sebuah planet juga dapat berkomunikasi dengan makhluk lainnya di planet entah mana. Jadi, begini ceritanya:

“Buku dibuat dari pohon. Bentuknya berupa kumpulan lembaran-lembaran yang luwes (masih disebut daun) yang diberi cetakan tulisan tangan pendek-pendek dari pigmen warna gelap. Dengan membacanya, Anda akan mendengar suara orang lain-mungkin sudah meninggal ribuan tahun yang lalu. Terpisah dalam jangka waktu beribu-ribu tahun, pengarang berbicara dengan diam-diam dan jelas di kepala Anda, langsung kepada Anda. Menulis mungkin adalah penemuan manusia terbesar, yang mengikat manusia bersama-sama, menyatukan rakyat dari masa-masa yang terpisah jauh, yang tidak akan pernah saling bertemu.

Bila bumi dimulai dari awal lagi dengan semua sifat-sifat fisiknya tepat sama, tampaknya tidak akan mungkin muncul lagi sesuatu atau makhluk yang mirip dengan manusia. Proses evolusi memiliki sifat acak yang sangat kuat.”

Dengan demikian Sagan mengasumsikan bahwa di planet lain pun, dengan urutan proses acak berbeda yang membangkitkan aneka ragam keturunan dan lingkungan yang berbeda untuk memilih kombinasi gen tertentu, dia percaya bahwa kemungkinan untuk mendapatkan makhluk yang secara fisik sangat mirip dengan manusia hampir tidak ada. Sebaliknya, kemungkinan untuk mendapatkan kecerdasan lain mungkin ada. Otak mereka mungkin berkembang dari dalam ke luar. Mereka mungkin memiliki elemen kenop yang setara dengan neuron manusia, namun berbeda dan tidak berhubungan langsung, melainkan dalam komunikasi radio.

Jika demikian mengapa mereka tidak bisa berkomunikasi dengan kita?

Mungkin bukan tidak bisa, mungkin bisa tapi entah berapa lama pesan yang kita sampaikan ke mereka akan sampai. Seperti tulisan-tulisan dalam buku. Mungkin makhluk lain di sana itu akan membacanya berpuluh beratus tahun kemudian. Atau mungkin mereka memilih mendiamkan saja?

Dan kaitan dengan judul bab di atas, manusia telah meluncurkan pesawat angkasa voyager yang diarahkan ke bintang-bintang. Di dalamnya tersimpan kepingan aluminium yang menyimpan segala keunikan kita, manusia, kenangan tentang warga planet bumi. Informasi yang disimpan ini akan bertahan sampai semiliar tahun.

Ya, kita ingin mengenalkan diri, sekaligus mengakhiri keterasingan kita, dan adanya keinginan untuk dapat berkomunikasi dan berhubungan dengan makhluk lain di kosmos. Mungkinkah?

Bumi, Drama Kemanusiaan Digelar

Penciptaan Adam dan Hawa adalah bab pertama dari buku Ternyata Akhirat Tidak kekal, ditulis oleh Agus Mustofa.

Ketika Tuhan akan menciptakan khalifah di muka bumi, konon diceritakan bahwa malaikat bertanya: mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Lalu Tuhan berkata: Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya.

Di buku ini Agus Mustofa memaparkan penjelasannya. Pertama kali, mengapa malaikat tahu bahwa manusia akan membuat kerusakan? Bagaimana mungkin malaikat bisa mendahului ilmu Allah? Darimana malaikat mendapat kesimpulan itu?

Merujuk penafsiran Prof Ahmad Baiquni; “bahwa pada waktu itu sebenarnya telah ada makhluk seperti manusia (tetapi bukan manusia) yang telah hidup di muka Bumi. Mereka memliki kebiasaan yang buruk, yaitu selalu membuat kerusakan dan pertumpahan darah di antara sesamanya.

Itulah sebabnya, malaikat tak setuju jika Allah menjadikan ‘makhluk itu’ sebagai khalifah di muka Bumi. Nyatanya, malaikat kecele. Bukan makhluk itu yang dijadikan kahlifah oleh Allah, melainkan Adam-seorang manusia.

Adam tentu berbeda dengan ‘makhluk itu’. Bahkan Adam digambarkan memiliki ilmu pengetahuan yang bisa mengalahkan malaikat. Malaikat kecele menganggap Adam sama dengan ‘makhluk itu’ karena secara fisik makhluk itu mirip dengan Adam. Namun tentu saja, Adam sangat berbeda dalam jiwa dan kepribadiannya.

Di sini Prof. Baiquni menafsirkan bahwa makhluk sebelum Adam itu adalah makhluk ‘setengah manusia’ yang telah ditemukan fosil-fosilnya oleh para pakar anthropologi. mereka adalah manusia purbakala yang belum bisa disebut sebagai ‘manusia’. Fisiknya boleh mirip, tapi mereka memiliki perbedaan yang mendasar, yaitu ruh. Makhluk setengah manusia itu tidak memiliki ruh. Sebaliknya, Adam telah memiliki ruh yang ditiupkan oleh Allah pada saat penciptannya. Ruh adalah potensi ‘Kesadaran’ dan ‘Akal Budi’.

**
Ada salah satu ayat yang berbunyi:

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya RuhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS. Al Hijr (15) : 29

Maka, bukankah ruh adalah anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah kepada manusia? Karena setiap ruh manusia mewarisi sifat-sifat Allah.

Dan karena ruh bersifat ilahiah maka setiap ruh manusia mungkin saja terpancar langsung dari pikiran Tuhan. Tuhan mengenalkan diri-Nya pada kita. Sebab itulah, manusia, dari jaman ke jaman dan dunia belahan manapun mencari dan meyakini keberadaan-Nya. Mungkin mereka hanya menyebut-Nya dengan nama yang berbeda.

Itukah sebabnya diri kita, setiap waktu, merasai dan terus mencari berputar-putar pada suatu pikiran tertentu? Apakah manusia terus mencari jiwa sejatinya? Tempat ia berada sebelum ruh ditiupkan?

Anna Karenina

images
Judul: Anna Karenina
Penulis: Leo Tolstoy
Dikisahkan oleh: Svetlana Belova
Penerbit: Gradien Mediatama
Tebal: 239

Mengutip sinopsis di sampul belakang buku, “Ini kisah tentang seorang wanita yang bersedia mempertaruhkan segalanya demi cinta.”

Kondektur meniupkan peluit. Tak lama para penumpang mulai menuruni tangga. Anna berjalan menyusuri gerbong. Sosoknya begitu tenang. Seorang lelaki muda memperhatikannya. Vronsky memberi jalan kepada wanita berwajah teduh itu. Tak sengaja pandangan mereka bertemu. Vronsky tertegun.

Pertemuan pertama Anna Karenina, -istri dari Count Alexei Alexandrovich, bangsawan kaya dan ternama di kotanya, serta Ibu dari seorang putra bernama Seyrozha- dengan Vronsky, lelaki muda putra dari Countes Vronskaya di stasiun itu kelak menjadi malapetaka bagi kehidupan perkawinan Anna.

Vronsky memuja Anna sedemikian rupa. Anna yang awalnya berusaha mengingkari perasaannya tak mampu lagi berkelit. Mereka mulai mencuri kesempatan untuk bertemu. Gosip kedekatan mereka telah menyebar, Alexei, suami Anna pun telah mengetahu perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya.

“..kamu tidak tinggal seorang diri di dunia ini. Ada masyarakat. Dan, sebagai suamimu, aku merasa perlu mengingatkan kamu akan konsekuensi-konsekuensi dari semua tindakan yang kamu ambil (halaman 104).” Alexei memperingatkan istrinya. Namun Anna sudah terbutakan oleh cinta. Ia muak dengan semua aturan dan norma dan moral.

“Mengapa semua harus mengikuti norma dan aturan yang ditetapkan entah oleh siapa. Mengapa hidup tidak dapat menjadi sederhana saja. Bersama dengan orang yang kita cintai.” (halaman 128)

Alexei bukannya tidak tahu seluruh kota membicarakan istrinya, namun ia bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Ketenangan Alexei membuat Anna semakin meradang. Bagi Anna, Alexei hanya membutuhkan kebohongan dan sopan santun sebagai caranya untuk tetap berada di pucuk pimpinan, di tempat terhormat para bangsawan Petersburg.

Kehamilan membuat Anna memberanikan diri untuk meminta cerai kepada suaminya. Namun Alexei tidak mengabulkan keinginan istrinya.
“Sepanjang masyarakat tidak mengetahui hubungan kalian, maka aku juga akan menutup mata dan menganggap tak ada yang terjadi. Silakan lakukan apa pun yang kamu mau. Tapi kau harus tetap istriku. Titik.”

Masa persalinan Anna begitu berat. Pada saat itulah ia merenungkan semua tindakannya. Perasaan berdosa pada suami yang ia khianati. Namun ternyata pernyataan sesal itu tidak berumur panjang. Usai melahirkan bayinya dan mendapatkan kekuatan tubuhnya, Anna kembali mengajukan perceraian. Ia pada akhirnya memilih untuk meninggalkan suami dan putranya untuk hidup bersama dengan orang yang paling dicintainya, Vronsky.

Semua terasa menyenangkan, pada awalnya. Pada akhirnya manusia dihadapkan pada pilihan. Dan Anna menyerah kalah. Ia kembali ke Petersburg untuk menjemput kematiannya sendiri.

“Mati itu mudah, bertahan hiduplah yang sulit. Memilih bertahan hidup membutuhkan keberanian lebih dibandingkan memilih kematian.”

Anna Karenina adalah salah satu karya masterpiece Leo Tolstoy selain War and Peace. Cerita ini berkisah tentang kehidupan kaum bangsawan Rusia pada masa itu yang suka pesta dan bergosip. Tolstoy menyoroti perilaku para bangsawan Rusia yang tidak lagi mengindahkan ajaran agama dan lebih suka bersenang-senang.

Buku Anna Karenina dari penerbit Gradien yang saya baca adalah kisah Anna Karenina yang dikisahkan kembali oleh Svetlana. Svetlana menuturkan ulang kisah ini dengan bahasa yang puitis dan sederhana.

Oya, buku aslinya sendiri konon sangat tebal dan terdiri dari dua buku (saya belum pernah membacanyanya). Dua buku untuk kisah Anna dan Vronsky? :). Tentu saja tidak, selain cinta membara Anna dan Vrosky, ada tokoh lain yang juga memiliki kisah cinta menarik, seperti pasangan Dolly dan Stiva, kakak Anna serta kisah cinta yang lembut dan manis dari Levin dan Kitty.

Mengutip kata Levin, “kadang cinta tidak harus berarti romansa menggebu-gebu.”