“Belajarlah sebanyak-banyaknya. Get all the education you can! Sesudah itu, lakukanlah sesuatu. Bagi bangsa Indonesia!” (Cacuk Sudarijanto)
Bagi Cacuk, hidup adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Untuk itulah buku ini ada, berkisah tentang berbagai hal yang telah Beliau pelajari dari orang-orang dan lingkungan selama hidupnya.
Mantan petinggi dari perusahaan telekomunikasi, dahulu dikenal Perumtel, ini memulai awal karirnya sebagai direktur utama di PT Telkom. Membaca sepak terjang Beliau untuk membangunkan perusahaan besar yang sedang tertidur ini sungguh mengagumkan. Dengan 40 ribu karyawan dan jumlah sarjana hanya 2% , Perumtel pada saat itu sungguh-sungguh berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Belum lagi citra yang menempel pada Perumtel saat itu, citra kekumuhan tidak saja dalam artian fisik tetapi juga mental. Mungkin tidak seperti sekarang, kala itu karyawan Perumtel tidak mempunyai kebanggaan institusional pada diri mereka. Telkom sangat beruntung pernah memiliki seorang pemimpin dengan visi besar.
Apa yang saya pelajari dari buku ini? Semangat, dedikasi dan loyalitas. Beliau meyakini bahwa ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya harus dikembalikan untuk membangun negeri ini. Seperti lagu kesukaan Beliau, Bagimu Negeri. Dulu, saya pernah bertanya-tanya mengapa Telkom selalu menyiarkan lagu ini pada saat-saat tertentu. Sekarang, saya tahu jawabannya :).
