Kerutan dalam Waktu

Judul asli: A Wrinkle in Time
Penulis: Madeleine L’Engle
Penerbit: Atria
Hal: 267
Genre: Fiksi-sains

Meg adalah seorang gadis yang pintar. Namun di sekolahnya ia sering mendapat masalah. Adiknya, Charles adalah orang yang mengetahui kapan Meg merasa sedih. Kedua orang tua mereka adalah ilmuwan. Namun sudah lama ayah mereka pergi tak ada kabarnya. Mulanya selalu ada surat namun kemudian surat-surat itu lenyap tanpa berita. Menghilangnya ayah mereka menimbulkan desas-desus yang tak menyenangkan. Walau seperti Ibu bilang, Ayah pergi demi sebuah tugas rahasia.

Dan petualangan yang menakjubkan dimulai di suatu malam. Meg bersama adiknya, Charles dan teman sekolahnya Calvin melakukan perjalanan melintasi ruang dan waktu, bahkan memasuki dimensi kelima. Bersama mereka akan menyelamatkan Ayah sekaligus memerangi kejahatan yang sebenarnya.

Di sebuah planet, di kegelapan yang misterius, di sanalah Ayah Meg terperangkap dalam pilar yang beku dan dingin serta pekat. Sanggupkah anak-anak ini menyelamatkan Ayah mereka?

Kekuatan apakah yang dapat mengalahkan kejahatan dan kebencian? Cinta. Ya, itulah jawabnya. Cinta lah yang kemudian menyelamatkan Meg dan adiknya, Charles.

Membaca buku ini seperti menghadirkan bayangan-bayangan makhluk asing (alien) yang tinggal di sebuah planet. Apakah sebenarnya kita hidup sendiri? Apakah kita berevolusi sendirian di ruang angkasa yang hingar bingar ini? Benar-benar sendiri? Tak terjamah oleh makhluk lain di luar tata surya kita?

Seperti juga dituliskan dalam buku ini bahwa kehidupan kita di bumi ibarat sebuah soneta.

“Sebuah bentuk yang ketat, tapi ada kebebasan di dalamnya.”
“Kita diberi sebuah bentuk, tapi kita harus menuliskan soneta kita sendiri. Yang akan kau ungkapkan benar-benar terserah padamu sendiri.”

Kisah Despereaux

Judul Asli: The Tale of Despereaux
Penulis: Kate Dicamillo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Ini cerita tentang seekor tikus kastil yang jatuh cinta pada seorang putri, Pea, namanya. Tikus kastil ini bernama Despereaux. Berbeda dengan tikus lainnya, Despereaux adalah seekor tikus yang tertarik pada musik, dan cerita yang ada dalam buku. Keganjilan yang ada padanya menyebabkan Despereaux kemudian dihukum dan dimasukkan ke dalam ruang tahanan bawah tanah. Kehidupan yang sepenuhnya gelap dan pekat. Serta menakutkan. Di sanalah tinggal bangsa pemangsa, para tikus got yang kejam dan licik. Mereka tak pernah mengenal kasih sayang. Mereka hanya tahu balas dendam dan kebencian. Tak sepercikpun cahaya mereka biarkan masuk. Seluruhnya kelabu. Tapi, ada satu tikus got yang berbeda. Ia lah Roscuro. Tikus got yang merindukan cahaya.

Dan ada seorang pelayan yang bernama Miggeri Sow. Perempuan yang sejak kecil belajar bahwa tak ada seorangpun yang peduli pada keinginannya. Namun Miggeri menyimpan satu harapan yang sederhana tapi mustahil.

Bersama Roscuro, Miggeri berkomplot. Masing-masing mempunyai tujuan yang berbeda. Roscuro ingin membalas dendam dan sakit hatinya pada Putri Pea dan Miggeri dengan lamunannya, menggantikan kedudukan putri Pea sebagai putri raja.

Akankah misi kejahatan itu dapat digagalkan oleh cinta dari seekor tikus? Silakan baca bukunya 🙂

Yang menarik adalah pesan dari Kate, bahwa hidup tidak selamanya manis dan menyenangkan. Namun sepahit apapun kehidupan, selalu ada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai itu ibarat cahaya, yang bersinar, membimbing dan menuntun kita agar lebih baik setiap harinya sambil tak lupa selalu bersyukur.

Perjalanan Ajaib Edward Tulane

Judul buku: The Miraculous Journey of Edward Tulane.
Penulis: Kate Dicamilo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Ini kisah seekor kelinci porselen yang bernama Edward Tulane. Ia dimiliki oleh seorang anak perempuan bernama Abilene. Abilene sangat menyayangi Edward dan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Sebaliknya, Edward tidak mempedulikan Abilene. Edward terlalu bangga pada dirinya sendiri. Ia merasa sudah sepatutnya dilimpahi kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya. Dan, suatu hari ia menghilang.

Dunia yang sesungguhnya harus dihadapi oleh kelinci porselen ini. Edward terlempar dari genggaman seorang anak dalam perjalanan menggunakan kapal laut. Tubuhnya tenggelam ke dasar laut yang gelap dan pekat. Keyakinan bahwa Abilene akan menjemputnya perlahan memudar. Edward memikirkan bintang-bintang. Apakah bintang-bintang itu tetap bersinar walaupun ia kini tak lagi bisa melihatnya.

Dan suatu hari badai yang besar terjadi. Badai itu berulangkali menghempaskan tubuhnya, membawanya naik kemudian menurunkannya kembali, berulang-ulang. Di tengah keputusasaan sebuah jaring nelayan menyambar tubuhnya. Seorang nelayan kemudian membawa Edward pulang. Untuk beberapa lama hidup Edward nyaman bersama nelayan yang menyayanginya. Wanita tua, istri nelayan itu sering mengajaknya berbicara. Dan untuk pertama kali Edward menyadari bahwa ia bisa mendengarkan orang lain berbicara kepadanya. Sebelumnya, ia tak pernah mempedulikan jika Abilene bercerita. Di malam hari, jika cuaca cerah, pasangan itu akan mengajak Edward berjalan-jalan. Laki-laki nelayan itu akan memberitahu nama-nama rasi bintang. Edward sangat menyukainya. Sampai suatu ketika hidup Edward berubah ketika anak perempuan pasangan itu datang. Anak perempuan itu membenci kehadiran Edward. Dilemparnya Edward ke tempat sampah. Dan untuk beberapa lama hidup Edward berada di gundukan sampah.

Suatu hari seekor anjing mengendus keberadaan Edward dan membawa kepada majikannya, seorang gelandangan. Hari-hari dilalui Edward bersama gelandangan dan anjingnya. Edward mulai merasa menyayangi anjing itu. Mereka bersahabat. Sampai kemudian suatu hari seorang kondektur menangkap basah mereka di dalam gerbong kereta api. Edward tidak dapat berbuat apa-apa ketika melihat kondektur itu menendang sahabatnya. Hatinya menjerit dan marah, tapi ia tak berdaya. Tak lama, ia pun dilempar keluar oleh kondektur itu. Dari jauh didengarnya suara lolongan sedih sahabatnya.

Edward mendarat dengan tertelentang. Ditatapnya langit malam. Ia mengingat semua nama pemiliknya terdahulu, ketika tiba-tiba sesuatu jauh di dalam hatinya terasa sakit. Rasanya ia ingin sekali bisa menangis.

Bagaimana perjalanan Edward selanjutnya? Setelah menjadi teman bagi seorang anak perempuan yang sakit keras, kemanakah Edward pergi? Mampukah Edward membuka dirinya kembali untuk disayangi setelah kehilangan untuk kesekian kalinya?

Kate selalu mampu mengharu biru perasaan pembacanya. Melalui tokoh Edward, saya seperti diingatkan bahwa berbagai kekecewaan, kesedihan dan keputusasaan yang kita alami seringkali membuat kita lebih mampu memahami perasaan orang lain.

Mengutip sinopsis di buku tersebut “Dan selama perjalanannya itu, ia jadi tahu-bahwa hati yang paling rapuh sekalipun dapat belajar menyayangi, kehilangan, dan menyayangi lagi.”

Belajar Tiada Henti

Judul: Cacuk Sudarijanto, Belajar Tiada Henti
Penulis : Cacuk Sudarijanto bersama Bondan Winarno
Penerbit : Pustaka keluarga
Cetakan pertama : 2004
Tebal buku : xvi + 255 halaman

“Belajarlah sebanyak-banyaknya. Get all the education you can! Sesudah itu, lakukanlah sesuatu. Bagi bangsa Indonesia!” (Cacuk Sudarijanto)

Bagi Cacuk, hidup adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Buku ini berkisah tentang berbagai hal yang telah Beliau pelajari dari orang-orang dan lingkungan selama hidupnya.

Cacuk memulai karirnya di USI-IBM kemudian bergabung di Indosat sebelum akhirnya memimpin di PT. Telkom. Setelah berhenti dari PT. Telkom Cacuk dipercaya untuk menjabat sebagai direktur pelaksana Indonesia Emas, memimpn Bank Mega, menjadi dirjen UKM, dan menjadi kepala BPPN merangkap sebagai menteri muda urusan restrukturisasi perekonomian nasional.

Bagi Cacuk, yang paling berkesan adalah ketika ia menjabat sebagai direksi di PT. Telkom. Mantan petinggi dari perusahaan telekomunikasi, dahulu dikenal dengan nama Perumtel, ini memulai awal karirnya sebagai direktur utama di PT Telkom. Tidak seperti sekarang, saat itu para karyawannya tidak mempunyai kebangaan institusional pada diri mereka. Dengan 40 ribu karyawan dan jumlah sarjana hanya 2% membuat perusahaan itu dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, tidak saja citranya yang kumuh dalam artian fisik tetapi juga mental.

Cacuk melakukan banyak perubahan di perusahan besar yang sedang tertidur itu. Terobosan Cacuk membuahkan hasil. Perumtel bangkit dengan wajah baru, berubah bentuk menjadi PT. Dengan menjadi PT, Telkom menjadi badan usaha yang modern, profesional, dan customer driven. Sayang, tahun 1992 Cacuk diberhentikan dari PT. Telkom.

“Kegalauan yang paling menonjol dalam diri saya adalah pergumulan batin untuk
mencoba menemukan apa salah saya dan di mana letak kesalahan saya, sehingga
saya diberhentikan dari PT Telkom.”

Banyak yang telah dilakukan Cacuk selama menjadi pimpinan di PT. Telkom. Setelah berhenti dari PT. Telkom Cacuk masih sering diminta sebagai pembicara untuk menceritakan kiat suksesnya memimpin perusahaan milik pemerintah itu.

Apa yang saya pelajari dari buku ini? Semangat, kejujuran, dedikasi dan loyalitas. Cacuk meyakini bahwa ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya harus dikembalikan untuk membangun negeri ini. Seperti lagu kesukaan Beliau, Bagimu Negeri. Lagu ini kemudian sempat menjadi lagu wajib di PT. Telkom yang diperdengarkan pada saat-saat tertentu, seperti pagi dan sore hari.

Oya, karena saya sangat terinspirasi oleh Beliau, saya memberi tagline blog saya dengan “Belajar Tiada Henti” 🙂

Candide

Judul: Candide
Penulis: Voltaire
Penerbit: Liris Publishing

Candide adalah salah satu karya filsuf Perancis pada era pencerahan, dengan nama pena Voltaire. Nama aslinya adalah Francois Marie Arouet.

Sinopsis:
Candide adalah seorang laki-laki yang berwatak lembut, tabah dan berkemauan keras. Ia meyakini bahwa ia tinggal di dunia yang terbaik dari semua kemungkinan yang ada. Ia sangat mempercayai ajaran gurunya yang menyatakan “semua yang terjadi di dunia ini selalu yang terbaik.”

Candide menyukai Cunegonde, putri bangsawan seorang baroness. Suatu hari sang baroness melihat Candide mencium putri kesayangannya. Sang baroness marah dan ditendanglah Candide dari istana. Di luar istana ia menemui kenyataan yang bertolak belakang dengan ajaran gurunya. Ia menemui kejahatan, peperangan, bencana, musibah. Namun ia masih meyakini ajaran gurunya, bahwa semua diciptakan dalam bentuk yang terbaik.

Sampai suatu ketika ia bertemu gurunya, Panglos yang terlunta-lunta dan menderita sakit. Kemudian gurunya bercerita bahwa istana baroness dihancurkan musuh, nona cunegonde dikabarkan meninggal. Selanjutnya, guru dan murid ini kemudian bersama-sama melanjutkan perjalanan mereka. Sampai kemudian Panglos dihukum gantung.

Setelah menghadapi kenyataan-kenyataan pahit yang dilaluinya, Candide mulai menggugat ajaran gurunya. “Seandainya ini adalah dunia terbaik dari yang paling mungkin, lalu bagaimana dengan kemungkinan dunia yang lainnya?”

Voltaire di sini sebenarnya ingin menyindir filosofis optimisme yang memandang bahwa semua bencana, musibah, kejahatan yang dibuat oleh manusia sendiri dapat dianggap sebagai kehendak Tuhan.

Yang ditentang oleh Voltaire adalah sikap pasrah manusia. Alih-alih menyalahkan takdir karena banjir, misalnya, bukankah sebaiknya kita bergerak, melakukan sesuatu? Bukankah itu gunanya akal dan pikiran yang Tuhan berikan? Untuk kita berpikir dan tidak hanya berpangku tangan saja? Manusia tidak boleh menyerah pada nasibnya, ia harus berkarya untuk memperbaiki kehidupannya. Seperti dinyatakan dalam kutipan di bawah ini:

“Aku juga tahu,” Candide berkata,”bahwa kita harus menggali kebun kita.”
“Kau benar,” Pangloss berkata, “karena ketika manusia ditempatkan di taman Eden maka dia ditempatkan di sana ut operaretur eum-sehingga dia bisa bekerja: itulah bukti bahwa manusia dilahirkan bukan untuk menganggur.”
“Mari bekerja kalau begitu, dan jangan berdebat,” Martin berkata. “Ini adalah satu-satunya cara untuk membuat hidup menjadi berguna.”

Voltaire kemudian menutup kisah Candide dengan sindiran halus menggelitik.
Setiap kali Panglaoss berkata seperti ini kepada Candide: “Tentu saja ada rangkaian peristiwa dalam dunia yang terbaik ini. Pertimbangkan saja: seandainya kau tidak ditendang keluar dari kastel indah karena mencintai Nona Cunegonde – seandainya kau tidak…… – seandainya kau…. ”

“Sungguh pengamatan yang luar biasa,” Candide berkata. “Tapi ayo kita mencangkuli kebun kita.”

Maysitoh

Judul: Maysitoh
Penulis : Ajip Rosidi
Penerbit : Pustaka Jaya

Kisah Masyitoh adalah cerita yang terdapat dalam al-Hadist. Kisah seorang sahaya Fir’aun, yang bertugas menyisiri rambut putri sang Raja. Suatu hari, ketika Masyitoh sedang menyisir rambut tuan putri, tiba-tiba sisir terjatuh dari tangannya. Maysitoh terkejut dan langsung mengucapkan beberapa kalimat yang menyentak hati tuan putri. Singkat cerita, sang putri mengadukan percakapan yang telah terjadi antara dirinya dan Maysitoh kepada baginda raja Fir’aun. Fir’aun yang murka segera menimpakan hukuman kepada Maysitoh dan keluarganya, yaitu digodog dalam timah mendidih.

Dalam buku ini dilukiskan pengorbanan Maysitoh bukanlah pengorbanan sekedar mengharapkan surga dan takut masuk neraka. Pengorbanan Maysitoh dilandasi oleh keikhlasan untuk menegakkan hak Allah dan martabat manusia serta menjalani hidup dengan sebaiknya seperti yang diamanahkan oleh-Nya.

A Beautiful Mind

Judul: A Beautiful Mind – Kisah Hidup Seorang Genius Penderita Sakit Jiwa yang Meraih Hadiah Nobel
Penulis: Sylvia Nasar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 625

Pernah ada yang mengatakan bahwa batas kejeniusan dan ketidakwarasan itu berbeda tipis. Nah, cerita dalam buku ini mungkin bisa mewakili kalimat di atas.  Kisah nyata seorang genius penerima nobel yang menderita sakit jiwa. Buku yang pernah difilmkan dengan judul yang sama ini bercerita tentang seorang genius matematika Amerika Serikat yang menemukan prinsip matematika, yang disebut dengan kesetimbangan Nash-yang sangat penting untuk teori permainan atau game theory.

Membaca lembar demi lembar tulisan di buku ini menimbulkan rasa iba dan takjub sekaligus.

Nash adalah seorang mahasiswa pasca sarjana yang cemerlang sekaligus eksentrik di Universitas Princeton. Di usia 20-an tahun Nash menemukan prinsip matematika yang menjadi dasar teori permainan. Namun karirnya yang cemerlang hancur ketika ia didiagnosis penyakit skizofrenia di usia 31 tahun. Kesehatan Nash semakin menurun di usianya yang ke 60 tahun. Ketika keberadaannya nyaris terlupakan sebuah keajaiban terjadi, yaitu:  kesembuhan yang tak disangka-sangka dan pada saat yang bersamaan panitia nobel memutuskan memberi penghargaan atas prestasi yang gemilang di masa lampau, sebuah penghargaan yang pernah diimpikan Nash semasa muda.

Membaca buku ini menghanyutkan kita, pembaca, pada perasaan kesepian dan keterasingan yang dirasakan sang tokoh.

Pada buku ini juga sedikit disinggung beberapa tokoh-tokoh genius lainnya yang mengalami sakit serupa.  Disebutkan bahwa kebanyakan mereka yang terkena skizofrenia adalah salah satunya, orang-orang yang mempunyai IQ tinggi. Membuat saya bertanya “Apakah mereka yang dilahirkan dengan otak cemerlang rentan terhadap penyakit kejiwaan?”

Kesan saya tentang buku ini: Bagus dan menarik. Mengingatkan pada kita bahwa dalam hidup perlu adanya keseimbangan. Serius dan bersenang-senang mempunyai porsinya sendiri-sendiri.

Takhta dan Angkara

Judul: Bergelut dalam Takhta dan Angkara
Penulis: Langit Kresna Hariadi
Penerbit: Tiga Serangkai

Inilah buku kedua dari 5 seri buku Gajah Mada: Bergelut dalan Takhta dan Angkara.

Seperti telah dikisahkan di buku pertama, bahwa Sri Prabu Jayanegara, raja Majapahit akhirnya meninggal karena diracun oleh Ra Tanca.  Sri Prabu Jayanegara adalah anak laki satu-satunya dari Raden Wijaya (raja Majapahit pertama) dengan istri kelimanya, Dara Petak. Kepergian Jayanegara yang tiba-tiba menimbulkan luka yang mendalam bagi seluruh rakyat Majapahit. Tidak itu saja mangkatnya Beliau menimbulkan kegoncangan di dalam istana. Para ratu, yaitu: Tribuaneswari, Narendraduhita, Pradnya Paramita, Gayatri dan Dara Petak, kalang kabut memutuskan penerus kerajaan Majapahit. Sri Jayanegara pada saat meninggal belum menikah.

Dua adik Sri Jayanegara lainnya adalah perempuan, yaitu: Sri Gitarja dan Dyah Wiyat. Keduanya anak dari Raden Wijaya dengan istri keempat, Gayatri. Ibu ratu Gayatri adalah seorang biksuni. Dengan mangkatnya sri Prabu maka penerus takhta kerajaan Majapahit akan diteruskan oleh salah satu dari dua putri sekar kedaton itu. Pada saat para ratu sedang berembug untuk memutuskan pilihan antara Sri Gitarja dengan Dyah Wiyat, terjadilah peristiwa genting seperti pembunuhan beruntun. Dari laporan Gajah Mada, dicurigai bahwa peristiwa di atas dilakukan oleh beberapa orang yang berniat melakukan makar.

Kecurigaan awal ditujukan kepada calon suami para sekar kedaton, Raden Cakradara (pasangan Sri Gitarja) dan Raden Kudamerta (pasangan Dyah Wiyat). Baik Cakradara dan Kudamerta mempunyai banyak pendukung yang juga berambisi untuk menduduki jabatan puncak di kerajaan. Maka dapatlah dibayangkan permainan apa yang sedang mereka lakonkan untuk memenuhi hasrat pribadi.

Jangan lupa juga dendam kesumat Ra Tanca pada Sri Jayanegara yang kemudian membuat dia tega meminumkan racun pada sri Prabu Jayanegara.  Dendam ini disebabkan oleh makar yang dilakukan oleh Ra Kuti dan kelompoknya (termasuk Ra Tanca) berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Hanya Ra Tanca yang menyerahkan diri dan kemudian kesalahannya diampuni. Namun sembilan tahun kemudian ternyata Ra Tanca masih menyimpan dendam kepada Sang Prabu. Ra Tanca berhasil membalas kematian teman-temannya dengan memberikan racun kepada Sri Jayanegara.

Apa hubungan Ra Tanca dengan pembunuhan beruntun? Bukankah Ra Tanca sudah mati ditebas pedang oleh Gajah Mada? Siapa dalang dibalik semua kekacauan? Silakan membaca buku seri ketiga dari rangkaian kisah Gajah Mada.

Gajah Mada

Judul: Gajah Mada
Penulis: Langit Kresna Hariadi
Penerbit: Tiga Serangkai

Dikisahkan bahwa pada masa pemerintahan Jayanegara, kerajaan Majapahit banyak mengalami pemberontakan, salah satunya makar yang dilakukan oleh Ra Kuti. Pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti berhasil menguasai istana sehingga memaksa Prabu Sri Jayanegara bersama keluarganya mengungsi. Dalam pengungsiannya Jayanegara dikawal oleh pasukan Bhayangkara yang dipimpin oleh Gajah Mada. Masa penyelamatan Jayanegara ini merupakan bagian paling menegangkan dari isi cerita. Adanya telik sandi (mata-mata) dari pihak Ra Kuti ke dalam pasukan Bhayangkara sempat membuat pasukan Bhayangkara dan Gajah Mada sendiri kewalahan. Sehingga diputuskan Gajah Mada sendiri yang mengawal raja.

Pada akhirnya kemenangan berada di pihak Jayanegara. Pasukan Bhayangkara berhasil merebut istana serta mengembalikan Sri Prabu Jayanegara menjadi raja Majapahit. Namun kemudian Jayanegara sakit. Untuk menyembuhkan sakitnya maka didatangkan seorang tabib yang bernama Ra Tanca. Ra Tanca ini sesungguhnya adalah orang yang masih menyimpan dendam dan sakit hati pada Jayanegara. Dengan kepandaiannya meracik obat dia mengakali Gajah Mada. Ra Tanca membuat racun yang seolah-olah obat untuk diminumkan kepada Jayanegara. Saat itu juga raja meninggal. Mengetahui rajanya terbunuh, Gajah Mada segera menghukum mati Ra Tanca.

Bagaimana kelanjutannya? Silakan baca buku kedua dari 5 seri buku Gajah Mada ini.

Kisah Gajah Mada dibuat 5 seri, yaitu: Gajah Mada, Bergelut dalam kemelut takhta dan angkara, Hamukti Palapa, Perang Bubat, dan Madakaripura Hamukti Moksa.

Nama Gajah Mada tidak lepas dari Majapahit. Dari seorang bekel, ia kemudian menjadi orang besar yang menghantar Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Langit Kresna Hariadi, penulis buku ini mampu menuliskan cerita dengan sangat menarik. Pembaca seakan dibawa hanyut ke dalam sebuah petualangan yang seru dan mendebarkan.

Sebagai buku fiksi bernuansa sejarah, buku ini sedikitnya mampu membuat saya kembali tertarik menapak tilasi sejarah dari sebuah kejayaan besar yang ada di bumi nusantara.

Kisah Despereaux

Judul Asli: The Tale of Despereaux
Penulis: Kate Dicamillo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Dokumentasi: dari sini

Ini cerita tentang seekor tikus kastil yang jatuh cinta pada seorang putri, Pea, namanya. Tikus kastil ini bernama Despereaux. Berbeda dengan tikus lainnya, Despereaux adalah seekor tikus yang tertarik pada musik, dan cerita yang ada dalam buku. Keganjilan yang ada padanya menyebabkan Despereaux kemudian dihukum dan dimasukkan ke dalam ruang tahanan bawah tanah. Kehidupan yang sepenuhnya gelap dan pekat. Serta menakutkan. Di sanalah tinggal bangsa pemangsa, para tikus got yang kejam dan licik. Mereka tak pernah mengenal kasih sayang. Mereka hanya tahu balas dendam dan kebencian. Tak sepercikpun cahaya mereka biarkan masuk. Seluruhnya kelabu. Tapi, ada satu tikus got yang berbeda. Ia lah Roscuro. Tikus got yang merindukan cahaya.

Dan ada seorang pelayan yang bernama Miggeri Sow. Perempuan yang sejak kecil belajar bahwa tak ada seorangpun yang peduli pada keinginannya. Namun Miggeri menyimpan satu harapan yang sederhana tapi mustahil.

Bersama Roscuro, Miggeri berkomplot. Masing-masing mempunyai tujuan yang berbeda. Roscuro ingin membalas dendam dan sakit hatinya pada Putri Pea dan Miggeri dengan lamunannya, menggantikan kedudukan putri Pea sebagai putri raja.

Akankah misi kejahatan itu dapat digagalkan oleh cinta dari seekor tikus? Silakan baca bukunya 🙂

Yang menarik adalah pesan dari Kate, bahwa hidup tidak selamanya manis dan menyenangkan. Namun sepahit apapun kehidupan, selalu ada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai itu ibarat cahaya, yang bersinar, membimbing dan menuntun kita agar lebih baik setiap harinya sambil tak lupa selalu bersyukur.